Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Kekasih Ku


__ADS_3

Raisa masuk ke dalam kamarnya kemudian menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur.


"Maaf kan aku Than, aku terpaksa menerima lamaran ini hiks."


"Aku juga sebenarnya gak mau menikah dengan kak Sheon."


Raisa melihat cincin yang melingkar di jari manisnya, ia langsung melepaskan cincin itu dan meletakkan di atas nakas.


***


Setelah menentukan tanggal pernikahan keluarga Sebastian Johnson pun pulang ke rumah. mereka tak sabar untuk memberitahu kabar bahagia itu pada anggota keluarga yang lainnya.


" Nathan dimana Ness?" tanya Yura.


"Dia gak pulang, Nathan keluar kota untuk menyelesaikan tugasnya selama seminggu."


"Bagaimana sukses gak dengan lamarannya?" tanya Nessa masih berkutat dengan laptopnya.


"Sukses dong, sebentar lagi, rumah ini akan kedatangan menantu. karena dalam beberapa bulan lagi mereka akan menikah."


"Wah Selamat ya kak Sheon, tapi aku takut merasa tersaingi jika kakak ipar tinggal di sini, pasti gadis itu sangat cantik."


Yura dan Leon tersenyum.


"Tenang saja, putri mommy tetap yang paling cantik," cetus Yura.


"Tapi siapa yang akan  menjadi kakak iparku?" tanya Nessa.


"Kamu gak tau ya, yang jadi calon kakak ipar kamu adalah Raisa," ucap Yura.


"Raisa?! Raisa anaknya Onty Nadia?"tanya Nessa dengan syok.


"Iya Kamu setuju kan kalau Raisa yang akan jadi Kakak iparmu?"


"Setuju aja sih, cuma Raisa kan masih kecil mommy, umurnya saja tua-an aku setahun," cetus Nessa.


"Kedewasaan nggak ditunjukkan dari umur yang penting Raisa  sudah siap. Gadis cantik dan lembut seperti Raisa pasti banyak yang naksir daripada diambil orang, mending mommy yang ambil untuk jadi calon menantu."


"Iya deh aku sih dukung saja. Selamat ya kak Sheon," ucap Nessa.


"Terima kasih, tapi Kakak ke kamar dulu ya."


Sheon menaiki anak tangga menuju kamarnya. 


Sesampainya di kamar yang segera merebahkan tubuhnya.


Ya Tuhan bagaimana ini sepertinya Raisa tidak menyukai pertunangan ini aku pun merasakan hal yang sama. Aku tak mencintai Raisa Aku hanya menyayanginya sebagai saudara sementara aku lebih memilih Shasa.


Apa yang harus aku lakukan satu sisi aku tak bisa membohongi perasaanku, sisi lainnya Aku juga tak bisa menyakiti mereka.


Sheeon berusaha mengalihkan pikirannya agar ia tak kepikiran lagi.


***


Sheon tiba di kantornya.


"Selamat pagi Tuan," sapa Shasa.


"Sha, siapkan berkas untuk dapat nanti,"ucap Sheon.


"Baik Tuan."


Shasa membawa  berkas ke ruangan Sheon.


"Yang ini Tuan." Shasa menyodorkan berkas tersebut.


Saat itu Sheon tak seperti biasanya, ia terlihat dingin, lebih banyak diam.


Tak sengaja, Shasa melihat cincin yang melingkar di jari manis Sheon.


Jadi dia sudah punya tunangan,batin Shasa 


Shasa menunjukkan ekspresi wajah kecewakan.


"Saya permisi dulu Tuan," ucap Shasa.


"Iya silahkan."


Shasa kembali ke mejanya.


'Kenapa hati ku terasa sakit sekali,itu kan terserah padanya, mungkin saja dia hanya menganggapku teman saja,' batin Shasa.

__ADS_1


Bulir bening menetes di pipi Shasa.


Harusnya kamu sadar diri Sha, wanita seperti kamu mana pantas untuk Sheon. 


Shasa menguatkan dirinya agar terlarut dalam perasaan. Ia coba kembali melanjutkan perjalanan. Namun tetap saja ia tak bisa berkonsentrasi pada pekerjaan.


Sesekali Shasa meneteskan air mata.


"Ya ampun, apa ini yang namanya patah hati, hiks " Shasa benar-benar tak bisa menahan perasaannya. 


Shasa berlari ke toilet dan menangis disana, baru pertama kali merasakan sakitnya patah hati.


Setelah puas menangis, Shasa kembali membasuh wajahnya dan merapikan riasannya dan kembali ke meja kerjanya 


Waktu  menunjukkan pukul sepuluh, sebentar lagi rapat akan segera dimulai. 


Shasa sudah merasa lebih baik saat itu.


Ia menghampiri ruang kerja Sheon, saat itu Shasa tak sengaja mendengar percakapan Sheon.


"Apa mommy, fitting baju pengantin. Tapi hari ini aku ada rapat," sahut Sheon.


"Setelah rapat saja, Sheon. Nanti gak keburu, karena bikin gaun pengantin wanita itu gak gampang dan butuh waktu."


"Iya mommy." Sheon menutup teleponnya.


'Mereka akan menikah?' batin Shasa. 


Harapan Shasa pun pupus 


Shasa hampiri Leon dengan langkah gontai.


"Sudah pukul 10 Tuan, sudah waktunya rapat," ucap Shasa.


"Baiklah kau ikut aku ya," ajakSheon.


Shasa mengikuti langkah Sheon mereka menuju mobil untuk mengikuti pertemuan di sebuah hotel.


Di dalam mobil Shasa melihat ke arah Sheon yang hanya diam.


"Sheon, kau sudah bertunangan ya?" tanya Shasa.


Sheon menatap sekilas ke arah Shasa.


Shasa mengulum senyumnya.


Setelah itu tak ada perbincangan di antara mereka. Sheon masih dengan pikirannya begitupun Shasa.


***.


Rapat sukses berlangsung, mereka pun keluar dari ruang rapat.


Sheon mengantar Shasa kembali ke kantornya, dalam perjalanan jalanan pulang Ia mendapatkan telepon.


"Hallo Sheon, sudah selesai rapatnya?"tanya Yura.


"Sudah mommy."


"Kalau begitu susul mommy di butik Diana."


"Ehm baiklah,"ucap Sheon.


Sheon mengantar Shasa ke kantor.


"Sha, jika ada yang mencari keberadaan ku, bilang saja aku akan kembali jam tiga sore nanti."


"Iya Tuan," ucap Shasa sambil membuka seatbeltnya.


Setelah mengantar Shasa Leon menghampiri Yura dan Nadia di butik Diana.


Saat itu juga ada Raisa.


Raisa hanya diam ketika melakukan pengukuran pada tubuhnya.


"Sheon, setelah selesai fitting bajunya,  kamu antar Raisa ke rumah kita ya, di sana kita akan berkumpul untuk makan malam bersama sambil merencanakan acara pernikahan kalian."


"Mommy dan onty Nadia mau pesan undangan dan souvenir untuk ke pernikahan kalian,"ucap Yura.


"Iya mommy."


***

__ADS_1


Satu jam fitting baju pun selesai, Sheon mengantar Raisa pulang ke rumah mereka.


Sepanjang perjalanan keduanya menjadi sungkan, mereka hanya diam sementara Raisa terus menatap keluar jendela mobil.


Sebenarnya hubungan Sheon dan Raisa sangat dekat , mereka seperti kakak dan adik. Tapi kali ini entah kenapa setelah bertunangan ,keduanya merasa sama-sama sungkan dan merasa ada jarak yang membuat hubungan kedekatan mereka terasa menjauh.


Mobil Sheon berhenti di halaman parkir keluarga Johnson keduanya langsung turun dari mobil.


Kebetulan saat itu Nathan juga baru pulang.


Nathan menstandarkan motornya di samping mobil Sheon karena ia melihat Raisa yang keluar dari mobil Sheon.


"Hai sayang, kamu dari mana?" Tanya Nathan dengan santai.


Raisa diam sementara Sheon mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Nathan.


Karena tak mendapat jawaban dari Raisa, Nathan bertanya pada Sheon


"Dari mana kak, dengan Raisa?" tanya Nathan tanpa curiga.


"Dari fitting baju," sahut Sheon


"Fitting baju untuk apa, untuk pernikahannya?"tanya Nathan yang mengira jika yang akan menjadi pengantin adalah dirinya dan Raisa.


"Iya."


Oh.


"Sayang kok wajah kamu cemberut gitu?" tanya Nathan pada Raisa..


Sheon membelalakkan matanya ketika mendengar Natan memanggil Raisa dengan ucapan sayang.


"Kamu panggil Raisa apa Tan?" tanya Sheon.


"Sayang, kenapa?"


Sheon semakin kaget


"Kok kenapa? nggak pantes tahu!"


Sheon mengira Nathan hanya bercanda memanggil Raisa sayang


"Ih nggak apa-apa kali,  apanya yang salah,memang dia kekasih aku kok," sahut Nathan dengan santai.


Sheon bergeming dengan bola mata yang membulat sempurna mendengar pernyataan Nathan itu.


"Kekasihnya?"


Nathan langsung menarik tangan Raisa membawanya masuk ke dalam rumah dan membiarkan Sheon yang terpaku sendiri.


Sesampainya di ruang tengah, Yura Nadia, Zain, dan  Leon mereka tengah duduk bersantai sambil membicarakan persiapan acara pernikahan putra dan putri mereka.


"Ih udah rame aja belum juga dikasih tahu," ucap Nathan sambil tersenyum.


"Eh Tan, kamu baru pulang ya?" tanya Nadia.


"Loh Raisa di mana Sheon, kok kamu pulang dengan Nathan?" tanya Yura


Beberapa saat kemudian Sheon masuk.


"Lagi ngapain sih Mommy, kumpul-kumpul seperti ini?" tanya Nathan


"Lagi persiapan pernikahan untuk kakak kamu dan Raisa," sahut Yura dengan santai.


Seketika bola mata Nathan melotot bulat dengan sempurna.


"Apa pernikahan kakak dan Raisa?!"tanya Nathan sekolah tak percaya.


"Iya, memangnya kenapa?"


"Raisa, Apa kamu tidak pernah bilang tentang hubungan kita?" tanya Nathan di depan semua orang.


Mereka semua menatap heran ke arah Nathan.


Raisa menunduk sambil menggelengkan kepalanya Ia pun menangis.


"Memangnya kenapa Than?" tanya Yura.


"Raisa ini kekasih aku Mommy! Kenapa bisa di jodohkan dengan kak Sheon?!"


"Kekasih kamu?!"tanya mereka semua dengan tercengang.

__ADS_1


Bersambung dulu ya gengs. Maaf dua hari libur lagi sibuk reel 😁


 


__ADS_2