
Sheon berada di depan cermin sedang mengenakan kemeja dan dasinya.
"Eh, putra mommy sudah siap?"
Yura merapikan kemeja dan dasi putranya kemudian memakaikannya jas.
Leon masuk ke kamar putranya dengan handuk yang dililitkan ke pinggang terlihat sekali Leon seperti habis mandi karena rambutnya yang sedikit basah.
"Di sini ternyatanya mommy, kau memasangkan dasi anakmu, tapi hari ini kau melupakan kewajiban mu," ucap Leon bernada cemburu.
Haha
"Sayang, Mommy bukannya memakai dasinya, hanya merapikannya. Putraku ini baru saja tiba, boleh dong sekali-sekali aku merapikan pakaiannya Sudah lama kami tidak bertemu."
"Sudah putra mu itu sudah dewasa, kau urusi saja pakaian ku, aku sudah terlambat."
Yura dan Sheon saling melempar senyum dengan menaikkan satu alisnya.
Mendengar alasan yang tak masuk akal tersebut.
"Iya daddy!"
"Sudahlah mommy urusi saja daddy, aku kan sudah dewasa, kasihan daddy, gak bisa pakai pakaian sendiri," ucap Sheon.
"Iya, gak tahu bagaimana kalau mommy mati terlebih dulu, mungkin Daddy mu tidak akan berpakaian hahaha," canda Yura.
"Ayo daddy," ajak Yura sambil merangkul tangan suaminya.
Meski Leon bersikap manja terhadapnya, Yura tak pernah mengeluh, meski sibuk ia selalu menyempatkan diri untuk mengurusi suaminya.
Yura membantu Leon memakaikan kemeja suaminya.
"Daddy, apa tidak terlalu cepat mengangkat Sheon sebagai CEO?dia kan baru saja pulang."
"Daddy pikir tidak. Sebentar lagi dia akan menikah dan Daddy ingin Sheon mandiri memimpin perusahaannya sendiri."
"Baiklah, terserah Daddy saja lah."
Setelah siap, keduanya pun turun menuju meja makan.
Yura tersenyum ketika melihat ketiga anaknya berkumpul di meja makan kebahagiaan yang terasa lengkap saat itu.
"Selamat pagi Sayang, "ucap Yura menyapa ketiga buah hatinya.
"Selamat pagi mommy, daddy!"
"Nathan, Nessa Bagaimana dengan kuliah kalian, betah kan?" tanya Yura
"Biasa saja Mommy, kami cukup menikmati kuliah di kampus itu, fasilitasnya juga nggak kalah Kok dengan kampus yang ada di luar negeri."
"Iya Sayang, lagi pula mommy, berat rasanya jika kalian berdua harus kuliah keluar negri dan meninggalkan mommy. cukup kakakmu saja, dan itu karena sudah terlanjur."
"Sheon, mulai hari ini Daddy akan mengamanahkan satu perusahaan Dedi padamu untuk kepimpin. Daddy ingin melihat seberapa besar kemampuanmu."
"Hari ini Daddy? bukannya hari ini, adalah hari pertama aku mulai bekerja?"
"Iya Daddy tahu kemampuanmu, karena itulah tanpa ragu daddy langsung menyerahkan kepemimpinan perusahaan itu padamu. Nanti akan ada seorang asisten yang akan membantumu, dia sudah berpengalaman puluhan tahun menjadi asisten Daddy."
Ya sudahlah, jika memang seperti itu.
__ADS_1
Setelah sarapan hari ini rencananya di kantor Leon akan diadakan pertemuan dapat dalam pengangkatan CEO baru salah satu perusahaan milik keluarga Johnson.
Leon Yura dan Seon menuju ruang rapat, di sana mereka akan memperkenalkan Sheon sebagai CEO baru di perusahaan manufaktur mereka yakni PT Bintang Perkasa .
***
"Dengan ini saya menyerahkan kekuasaan saya sepenuhnya sebagai CEO PT Bintang Perkasa dan mengangkat Sheon putra Sebastian Johson sebagai CEO baru," ucap Leon.
Tepuk tangan dan ucapan selamat membanjiri Sheon, dari penampilannya Sheon memang memiliki karismatik sebagai pemimpin.
***
Keesokan harinya mobil Sheon terparkir rapi di basement PT Bintang Perkasa.
Hari ini Sheon secara resmi menjabat sebagai CEO di PT Bintang Perkasa.
Sheon melewati koridor dan menaiki lift untuk sampai di lantai tiga dimana ruangannya berada.
Sontak saja ketampanan CEO baru itu jadi pusat perhatian para pekerja, Sheon sosok yang berkharisma, tak suka menyombongkan diri ia selalu membalas sapaan karyawannya dengan senyum ramahnya.
"Selamat pagi Tuan Muda," ucap seorang pria ber usia tiga puluh tahun.
"Selamat pagi juga," ucap Sheon.
"Perkenalkan, saya Erik asisten tuan."
"Oh iya, saya sudah di beri tahu oleh daddy."
"Mari Tuan muda, saya tunjukkan ruangan anda."
Erik dan Sheon berjalan melewati koridor. Saat itu Leon hampir terpeleset karena seorang OB baru selesai mengepel.
"Aduh lantainya licin," ucap Sheon.
"Maaf Tuan tadi saya menumpahkan air tanpa sengaja, jadi saya mengepelnya kembali,"ucap wanita itu sambil menundukkan wajahnya.
"Bagaimana sih kamu bekerja?! Bagaimana kalau tuan muda terpeleset dan cedera?!"Erik marah pada wanita itu.
"Mau saya pecat?!" ancam Erik lagi.
"Jangan tuan, saya karyawan baru di sini dan baru bekerjasama maaf jika saya melakukan kesalahan," ucap gadis itu masih dengan menundukkan wajahnya.
"Sudahlah, maafkan saja dia, mungkin dia tak sengaja. Ayo kita lanjutkan," ajak Sheon.
Wanita itu langsung menoleh ke arah Sheon kemudian ia kembali menunjukkan wajahnya.
"Sheon ? apa dia Sheon," gumam gadis itu sambil menatap punggung Sheon yang berjalan menuju arah lift.
Gadis itu pun kembali bekerja.
***
Nessa keluar ruang kelasnya tanpa sengaja ia melihat seorang pria yang melintas di hadapannya
"Dia lagi," gumam Nessa.
"Hai berhenti!"seru Nessa
Pria itupun berhenti.
__ADS_1
"Eh Nona, anda kuliah di sini?" tanya pria itu.
"Iya, kau tidak sedang mengikuti ku kan?" tanya Nessa menyelidik.
Karena Nessa merupakan putri dari seorang pengusaha terkenal, ia takut jika laki-laki adalah penguntit karena sejak dari pesta ulang tahunnya Nessa sudah beberapa kali bertemu dengan pria itu.
"Aku penguntit?"
"Iya kau penguntit! pasti kau punya rencana untuk menculik ku ya?"tanya Nessa dengan pe-de.
"Jangan sembarang bicara, aku juga mahasiswa di sini. Malahan aku dulu kuliah di sini daripada Anda."
Pria itu menujukan Id card mahasiswanya.
'Irgy Fahlevi , Fakultas Teknik Nessa sempat membaca id card tersebut.
"Ya Sudahlah, bearti aku sudah menuduh mu."
"Tidak minta maaf?" tanya Irgy.
"Minta maaf untuk apa?"dengus
"Minta maaf karena telah menuduhku."
Nessa menyunggikan senyum di sudut bibirnya.
"Sudahlah, aku tahu orang sepertimu takkan pernah meminta maaf meskipun kau salah,"ucap Irgy ia pun berlalu dari Nessa.
Nesya menatap kepergian Ergi sambil memutar bola mata malasnya. kemudian ia keluar dari kampus menuju parkiran mobil.
Nessa masuk ke dalam mobilnya kemudian mobil tersebut memutar ketika memutar tanpa sengaja Nessa menyenggol motor seorang mahasiswa.
Bruk... motor itu jatuh beserta pengemudinya.
"Astaga!"
Nessa keluar dari mobilnya hendak melihat keadaan pria yang ia tabrak.
Dalam minggu ini sudah tiga kali memang ia menabrak seseorang. Maklum saja baru minggu ini Nessa mendapatkan SIM dan bawa mobil sendiri.
"Aduh maaf,ya."
Pria itu mencoba bangkit dan mengangkat stang motornya.
Setelah menstandarkan motornya Pria itu membuka helm.
"Kau lagi!"seru Nessa sambil mengkerucutkan bibirnya.
"Iya, kenapa bertemu dengan mu aku selalu sial?!"tanya pria bernama Irgy itu.
"Eh maksud mu apa ?!"tanya Nessa dengan sedikit emosi.
"Karena setiap bertemu dengan mu aku di timpa kemalangan. Karena tak sengaja menabrak mu aku di pecat dari pekerjaan ku. Sekarang motor ku rusak. Jika tak bisa bawa mobil dengan baik, sebaiknya kau gunakan sopir pribadi saja," omel pria itu
Nessa melongo mendengar pria itu mengomelinya. Padahal belum ada yang berani mengomelinya.
Brum.... pria itu menstarter motornya kemudian melaju kembali dengan menggunakan motornya.
Nessa mengkerucutkan bibirnya ia pun kembali ke mobilnya.
__ADS_1
"Ih berani sekali dia mengomeli ku, tapi memang salah ku juga sih."
Bersambung dulu gengs