Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Sepupu


__ADS_3

Welly membelalakkan bola matanya ketika melihat Nadia datang bersama Zein dan beberapa orang bertubuh dan Perkasa.


Hal yang sama terjadi pada Zein. Namun, Zen langsung bereaksi.


"Tangkap dia!" titah Zein pada bodyguard.


Zein masuk ke dalam rumah tersebut beserta para bodyguard-nya.


"Kau sudah melarikan diri dari penjara ya ?!"tanya Zen.


Welly hanya terpaku, Ia begitu kaget dan tak tahu harus berbuat apa karena tak mungkin melarikan diri lagi.


Mereka mengepung Welly.


" Kau tak akan bisa kabur lagi!" Seru Zein.


Seorang Bodyguard membalikkan tangan Welly kemudian memborgol nya.


Nadia heran melihat kejadian itu.


Welly diringkus tanpa perlawanan.


"Bawa dia ke dalam mobil!"perintah Zen


Welly berhenti sesaat sambil menatap Zen dan Nadia secara bergantian dengan tatapan tajam.


"Dasar kau anak penghianat !"cecar Welly.


Nadia tak pernah menyangka jika calon suaminya itu mengenal Papanya.


Mereka berdua menatap punggung Welly yang di paksa menuju mobil.


"Mas Zen, Mas kenal dengan papa ?" tanya Nadia.


" Iya, dia itu seorang buronan. Dia adalah dalang dari penyebab kematian Tuan Ryota dan Nyonya Chelsea. Serta terkait kasus eksploitasi terhadap Nyonya Yura, istri Tuan Leon . Harusnya dia berada di penjara saat ini."


"Jadi Papa yang menyebabkan om dan tante ku meninggalkan?" tanya Nadia dengan syok.


"Iya benar, dialah yang melakukan sabotase mobil Tuan Ryota hingga kecelakaan maut itu bisa terjadi."


"Papa memang jahat, tega-teganya iya membunuh saudaranya sendiri. Biar saja papa di penjara ,"ucapnya Nadia sambil meneteskan air matanya.


Bagaimanapun sebenarnya ia tak tega melihat Welly diborgol.


Welly yang sudah ketangkap basah tak bisa berbuat apa-apa, ia hanya mengikuti ketika orang-orang Zein memaksanya, masuk kedalam mobil.


Zein menatap ke arah Nadia yang terlihat sedih.


"Nadia maaf kan aku, aku hanya menjalankan tugas ku. Orang sepertinya tak pantas berkeliaran, aku takut akan ada korban selanjutnya,"ucap Zain sambil mengusap punggung Nadia.


"Tidak apa Mas , ya memang sudah seharusnya yang berbuat jahat, di penjara sesuai hukuman atas perbuatan yang ia lakukan."


"Syukurlah jika kau mengerti."


"Tapi kenapa mas Zein kenal dengan papaku ?" tanya Nadia sambi menyapu sisa-sisa air matanya.


"Kami dulu sama-sama asisten Tuan Leon."


"Hah!" Nadia begitu kaget mendengar ucapan Zain.


"Boleh dibilang ayah mu itu kaki tangan tuan Leon di luar perusahaan. Sementara aku, asisten tuan Leon yang mengurusi perusahaan-perusahaannya."


"Apa kau tahu jika Welly ,menjual gadis perempuan yang bernama Yura milea ?" tanya Zen.

__ADS_1


Mendengar hal itu Nadia tersentak kaget kembali.


"Bukannya Yura Milia itu nama ku?" tanya Nadia dengan syok.


Zen tersenyum tipis.


"Iya, dia menggunakan nama itu untuk gadis yang bernama Shena Aika putri dari seorang pengusaha terkenal yang bernama Ryota Sadao dan istrinya bernama Chelsea Mariska.


Hiks hiks Nadia semakin menangis.


"Bukannya mereka itu keluargaku?"


"Tante Chelsea Itu tanteku, dia orang yang baik. Ketika kami mendengar kecelakaan menimpa mereka, aku dan Mama sampai menangis."


"Yah kecelakaan itu didalangi oleh ayahmu, hanya untuk merampas dan memiliki harta peninggalan keluarga Ryota."


"Dasar biadab, Papa memang memang kejam. Dia seperti manusia berbentuk iblis, sampai ia tega membunuh orang hanya untuk menguasai hartanya. Dia memang pantas dipenjara! Biarkan saja dia dipenjara sampai membusuk," cecar Nadia sambil mengutuk ayahnya.


Zein kembali menatap Nadia yang masih menangis tersedu-sedu.


"Nadia, jika kau Putri Welly, itu berarti kau dan nyonya Shena Aika itu saudara sepupu."


"Shena Aika? Nyonya? Mas Zein kenal dengan sepupuku itu ?"tanya Nadia.


Zen menyunggingkan senyum tipis.


"Shena Aika itu istri dari tuan Leon, Ibunda tuan muda Sheon. Aku, yakin kau pasti mengenalnya," ucap Zein.


Nadia semakin kaget, air matanya mengalir semakin deras.


J"adi nyonya Yura itu ternyata sepupuku? Kenapa aku tak mengenalinya, padahal waktu kami masih kecil kami sering main bersama," ucap Nadia dengan haru.


Akhirnya ia menemukan seorang keluarganya lagi, Dia pikir sepupunya itu ikut meninggal dalam kecelakaan tragis kedua orang tuanya.


"Ya begitulah," sahut Zein.


"Setelah kau tahu Ayahku seorang pembunuh, apa kau masih mau menikahi ku, Mas ?"tanya Nadia dengan sedih.


"Memangnya Apa hubungannya denganmu, tentu saja kita akan tetap menikah. Seperti janjiku yang akan melindungi mu selamnya, "sahut Zein sambil merangkul Nadia.


Nadia semakin haru Ia pun memeluk Zein dari samping.


"Ayo sekarang kita bawa Papa mu ke kantor polisi dan amankan dia," ajak Zein.


"Iya Mas."


Sesampainya di di kantor polisi Zen langsung menyerahkan Welly kepada petugas yang berwajib.


Setelah itu mereka langsung menuju rumah tuan Leon.


Nadia sepanjang perjalanan meneteskan air matanya yang merasa begitu bersalah terhadap sepupunya. Karena menaruh racun hingga hampir saja ia menggugurkan kandungan sepupunya itu, atas perintah Welly.


"Jangan menangis, nanti tuan Leon mengira aku telah menyakitimu," ucap Zen sambil merangkul calon istrinya itu.


Nadia buru-buru menghapus air matanya.


Mereka pun tiba di Mansion keluarga Leon Sebastian. Kehadiran Zen tentu saja disambut baik oleh seluruh anggota keluarga itu.


Kedatangan Nadia juga disambut oleh para asisten yang sempat menjadi teman dekatnya selama di rumah itu.


" Sepertinya ada sesuatu yang penting, hingga membuatmu pagi-pagi datang ke rumahku?" tanya Leon dengan bercanda.


"Tentu Tuan."

__ADS_1


"Jangan katakan kalian telah melakukan malam pertama sebelum menikah?" tanya Leon sambil mengedipkan matanya ke arah Zein.


Zein hanya tersenyum.


Zen duduk berhadapan dengan Leon.


Melihat Nadia seperti habis menangis Leon jadi penasaran.


"Nadia kau kenapa menangis , Apakah Zein telah menyakitimu?" tanya Leon.


Nadia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Lalu, kenapa kau menangis? kau takut aku menuntut mu ya, karena kau tidak memenuhi kontrak kerja dengan ku selama 6 bulan?" tanya Leon lagi


"Tidak tuan, Saya tahu anda orang yang baik," sahut Nadia dengan suara yang lirih.


"Begini Tuan." Zen mulai menjelaskan duduk perkaranya.


"Aku bermaksud melamar Nadia, kami pun ke rumah Nadia untuk meminta restu dari Papa Nadia.


Ternyata di rumah Nadia aku malah bertemu Willy."


"Welly si penjahat itu?" tanya Leon dengan dengan geram.


"Kalau begitu, berarti dia sudah melarikan diri dari penjara. "


"Benar Tuan, tapi tak hanya itu, karena ternyata Nadia adalah Putri Welly, yang melarikan diri bersama ibunya."


"Apa ?!"Leon sedikit kaget.


"Kalau begitu, kau masih berkerabat dengan istriku?"


"Ya Tuan, aku dan Sheina bersaudara sepupu," ucap Nadia diri menghapus air matanya.


Sekarang Nadia tahu kenapa ayahnya mengutusnya untuk tinggal dan meracuni istri dari Leon Sebastian.


***


Yura bersandar pada headboard tempat tidurnya. Ia terlihat sedih karena merindukan kedua buah hatinya yang masih berada di rumah sakit.


Pintu terbuka, Leon dan Nadia menghampiri Yura.


Bola mata Nadia berkaca-kaca melihat Yura yang terlihat begitu pucat.


Yura tersenyum ke arah Nadia.


"Nadia kau kembali lagi ?" tanya Yura


Bukannya menjawab, Nadia langsung menghambur memeluk Yura.


Iya Pun Menangis segugukan dalam pelukan Yura


"Nadia kau kenapa ?" tanya Yura sambil mengusap punggung Nadia.


"Hiks hiks Maafkan aku Sheina."


Mendengar nama aslinya disebut, Yura langsung mengurai pelukannya. ia langsung menatap wajah Nadia yang menangis Sesenggukan.


"Kau tahu nama itu dari mana?" tanya Yura tercengang.


"Akulah sepupumu, akulah yang bernama Yura milea, sebuah nama yang diberikan oleh ibumu. Hiks hiks."


Mendengar hal itu, Yura kembali merangkul Nadia dalam pelukannya dua wanita sebaya itu pun menangis.

__ADS_1


"Akhirnya aku menemukan saudara aku," ucap Yura juga menangis tersedu-sedu.


Bersambung dulu ya gengs.


__ADS_2