Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Karena keadaan Nathan sudah membaik Ia pun diperbolehkan untuk pulang.


Nathan duduk di kursi roda didorong oleh Leon.


"Nanti di rumah kamu jangan banyak bergerak dulu ya Tan, gak usah macam-macam. daddy nggak mau terjadi sesuatu pada kamu," ucap Leon.


"Iya daddy, aku juga nggak mau terjadi sesuatu kepadaku lagi. Bagaimanapun juga, sebentar lagi aku dan Raisa menikah. Aku nggak mau karena kecerobohanku pernikahan kami harus diundur."


Nathan menoleh ke arah Yura yang masih tampak bersedih.


"Mommy, mommy kenapa sih? masih khawatir ya sama aku?" tanya Nathan.


Yura mengulum senyum simpulnya.


"Gak kok Sayang. Mommy sudah merasa lega karena keadaan kamu baik-baik saja."


"Tapi, kenapa wajah Mommy terlihat begitu sedih."


Yura tersenyum sekilas sambil mengusap kepala Nathan. Ia. tak menjawab pertanyaan Nathan tersebut.


Setelah melewati koridor mereka masuk ke dalam Lift. Saat itu Nessa dan Raisa juga ikut bersama mereka.


***


Irgi tiba di rumah sakit, karena sudah hampir enam bulan, ia harus bolak-balik ke rumah sakit untuk melihat keadaan ibunya.


Irgi menekan pintu , beberapa saat kemudian pintu lift terbuka dan ia berpapasan dengan keluarga Leon.


Irgi kaget karena tak sengaja bertemu dengan keluarga terpandang tersebut.


Karena tak ingin dapat masalah Irgi menyingkir dan menunggu lift sebelahnya.


Leon dan Yura sempat melihat ke arah Irgi, tiba-tiba jantung mereka berdetak kencang ketika tanpa sengaja melihat pria muda yang berada di depan pintu lift.


Deg..


Kejadian itu begitu cepat hingga tak meninggalkan bekas, hanya saja mereka semua sempat menoleh ke arah Irgi yang berpindah tempat ke pintu lift sebelahnya.


"Dia lagi," cetus Nessa ketika melihat Irgi.


Raisa mendengar keluhan Nessa.


"Emangnya dia siapa Ness?" tanya Raisa.


"Kakak kakak tingkat gue. Kenapa akhir-akhir ini aku sering bertemu dengannya?"


"Haha jodoh lu kali," cetus Raisa.


"Ha, Jodoh?! Kayaknya enggak lah, kalau bertemu dia aku selalu apes."


"Siapa Sayang?" tanya Leon yang ternyata mendengar percakapan singkat antara Nessa dan Raisa.


"Gak daddy, dia kakak tingkat aku, entah kenapa akhir-akhir ini, aku sering banget bertemu dengan dia, mulai dari pesta ulang tahun ku saat itu," papar Nessa dengan panjang lebar.


"Apa dia mengganggu mu?"tanya Leon lagi.


"Tidak sih hanya heran saja."


"Kau harus berhati-hati nak dirimu ini memiliki banyak musuh. Jangan mudah percaya terhadap seseorang."


"Iya daddy. Aku juga tau."


***


Irgi berada di rumah sakit setelah menemui pamannya.


...Kreak.. ia membuka pintu ruang perawatan ibunya.

__ADS_1


Nyonya Kirana menderita penyakit kanker darah stadium akhir .Karena itulah Irgi butuh banyak biaya untuk mengobati penyakit sang ibunda.


"Dari mana saja , kok baru pulang?"tanya Dinda pada Irgi.


"Mas lagi cari pinjaman uang untuk pengobatan ibu untuk makan kita sehari-hari."


"Bagaimana keadaan ibu?"tanya Irgi.


"Begitulah Mas ibu sudah tidak mau makan," ucap Dinda.


"Ya sudah kamu pulang saja Biar Mas jaga ibu, kasihan Sarah sendirian di rumah."


"Iya Mas."


"Irgi," panggil nyonya Elma.


"Iya Bu."


"ibu mau pulang saja Nak," ucap Nyonya Elma lirik hampir tak kedengaran.


"Loh kenapa Bu ibu belum sehat,setelah sehat Nanti baru kita boleh pulang."


" Ibu nggak akan sembuh . lebih baik uangnya kamu simpan untuk biaya kalian sehari-hari biar diobati pun Ibu ndak akan sembuh," Nak tutur Bu Elma.


" Jangan bicara seperti itu."


" Nak ibu kasihan melihat kamu mencari uang hanya untuk pengobatan ibu ."


"Aku akan berusaha Bu, apapun akan kulakukan agar bisa sembuh. karena aku dan adik-adik masih membutuhkan ibu," ucap Irgi.


"Terima kasih Nak. Kamu memang anak yang berbakti."


"Iya sama-sama , kalau bukan , siapa lagi yang akan mengusahakan pengobatan ibu. Aku kan anak laki-laki yang paling tua lagi."


"Iya ibu bangga sama kamu."


" Bu aku juga maunya seperti itu tapi aku terpaksa menjalankan misi ini agar aku bisa diberi keringanan untuk membayar hutang oleh paman."


***


Pagi-pagi sekali Irgi pulang ke rumah, karena hari ini ia berencana untuk melakukan tugas yang diperintahkan oleh pamannya.


Demi menarik perhatian Nessa, Hari ini pergi ke kampus dengan menggunakan pakaiannya yang paling bagus dan paling baru.


Nesya dan Tiara berjalan melewati koridor untuk menuju ke kelas mereka.


Saat itu iya di situ sudah ditunggu oleh Irgi.


dari kejauhan Egi sudah meninting Nessa.


"Aduh bagaimana ya cara mendekati gadis itu? Aku gak mungkin menghampiri dia dan langsung bilang suka sama dia, nanti bukannya di terima, justru aku bisa di gebukin sama bodyguardnya," batin Irgi bertanya.


Irgi menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Sementara Nessa sudah semakin dekat di kelasnya.


"Eh, sepertinya itu Irgi deh?" cetus Tiara sambil menunjuk ke arah depan.


"Trus kalau dia Irgi kenapa?"tanya Nessa.


"Hehe, gak kenapa-kenapa sih. Aku sebenarnya suka sama Irgi, dia kan mahasiswa terfavorit di kampus ini. Selain ganteng dia juga pintar loh."


" Bahkan saking pintarnya ia dulu SD cuma lima tahun, dan setiap masuk sekolah dia mendapatkan bea siswa saking pintarnya. Sebenarnya Irgi tuh dapat bea siswa ke luar negri, hanya saja dia gak bisa karena harus ngurusin ibunya yang sedang sakit."


"Ih kok Lu tau sih ?"


"Taulah, gua kan ngefans sama Irgi. Sayang saja dia miskin, kalau kaya pasti banyak sekali cewek yang memperebutkan dia,termasuk gue," imbuh Tiara lagi.


"Oh menurut gua biasa sajalah."

__ADS_1


"Hehehe, itukan menurut lu yang sudah biasa lihat cowok tajir dan kaya. "


***


Deg deg


Nessa semakin dekat, jantung Irgi pun berdegup semakin kencang.


"Aduh apa yang harus ku lakukan, aku kan gak tahu caranya nembak cewek."


"Tapi kalau gak sekarang, pasti aku dimarahin pamanku dan dia gak meminjam uang untuk operasi ibu."


Setelah menimbang dengan cepat akhirnya Irgi menguatkan hatinya.


Hari ini juga ia harus caper terhadap Nessa.


Nessa dan Tiara kini berada di hadapannya


"Hai Nessa," sapa Irgi sambil tersenyum.


Senyum yang di buat-buat.


Tiara dan Nessa saling mandang, mereka heran melihat perubahan sikap Irgi.


"Ehm Hai," sahut Nessa singkat.


Irgi mulai terlihat gugup.


"Ehm Nessa, bisa bicara empat mata nggak?!"


Jantung Irgi semakin berdetak kencang, jika saja Nessa menolak, maka betapa malunya dirinya.


mendengar ucapan Irgi tersebut Tiara mundur beberapa langkah.


"Hehehe gue tinggal ya," ucap Tiara kemudian berlalu dari mereka.


"Mau ngomong? ngomong apa?" tanya Nessa bernada ketus.


Irgi semakin nervous ,lidahnya terasa semakin keruh sebenarnya ia tak punya perasaan apapun terhadap Nessa.


"Aku...aku ..."


Irgi tak menyangka jika sesulit ini untuk menyatakan cinta.


"Kamu kenapa?!" tanya Nessa membentak.


"Aku Ehm, Aku Ehm."


"Aku...aku.... Ngomong yang jelas kenapa sih?!"


"Kamu kenapa?!" tanya Nessa lagi.


Irgi menelan salivanya berkali-kali.


Glek..


"Ayo cepat katakan lo mau ngomong apa kalau nggak gua cabut nih."


"Eh eh. Iya. Aku cuma mau bilang."


Deg deg .. Ser...


Nessa masih menunggu Irgi mengatakan sesuatu kepadamu dengan wajah yang cemberut.


"Aku..aku cinta sama kamu Nessa," ucap Irgi diplomatis.


"Hah Cinta ??" bola mata Nessa pun melotot mendengar pernyataan dari Irgi yang tiba-tiba tersebut.

__ADS_1


bersambung dulu ya gengs


__ADS_2