Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Bertemu Nyonya Widya


__ADS_3

Seorang suster datang menghampiri Nadia.


" Ini ya Mbak, obat yang harus ditebus," ucap suster tersebut


"Oh iya terima kasih Suster."


Nadia melihat begitu banyak obat di dalam resep tersebut.


"Ya Tuhan banyak sekali obatnya. Semoga uang yang diberikan Mas Zein cukup. "


Saat itu Bu Rita sadar.


"Apa itu Nad?" tanya Bu Rita.


"Resep obat Ma."


Uhuk uhuk.


"Ngak usah di tebus. Kita gak punya uang Nadia."


"Ada kok Ma, mas Zein yang memberikan uang ini."


"Kalau punya uang, mending kita kabur saja dari sini."


" Maksud Mama apa ?"


"Lebih baik kita pergi saja yang jauh Nak dengan menggunakan uang itu. Percuma jika kita tetap tinggal di rumah bersama papa mu. Mama takut setelah kepergian Mama, kamu di sakiti oleh Papa mu yang gila harta itu," usul Bu Rita.


"Tidak Ma, mama harus sembuh, Nadia sudah tak ada siapa-siapa lagi di dunia ini hiks ."


"Tunggulah sebentar, Nadia menebus obat untuk mama dulu."


Nadia keluar dari ruangan itu dan menhampiri Apotek yang ada di rumah sakit.


Nyonya Widya tiba di rumah sakit bersama suami dan cucunya. Ketika hendak menaiki lift Sheon


Mengenali seseorang yang berdiri tak jauh dari pintu lift.


"Oma ! lihatlah, Sepertinya itu onty Nadia!" tunjuk Sheon.


"Yang mana ?" 


"Yang itu Oma !  yang baju merah itu!"


Sheon menujuk  menuju ke arah seorang wanita yang sedang berdiri di depan kasir apotek.


"Iya benar, mungkin ibunya dirawat di sini juga."


"Ayo kita sampai samperin dulu."


Merekapun menghampiri Nadia berdiri dan  tengah melakukan pembayaran di kasir apotek


"Nadia,"sapa Nyonya Widya sambil menepuk pundak Nadia


"Eh nyonya!" Nadia kaget sekaligus ketakutan melihat Nyonya Widya kini ada di hadapannya.


"Kamu lagi ngapain disini ?" tanya Nyonya Widya.


"Anu… lagi nebus obat untuk mama saya," jawab Nadia dengan gelalapan.


"Jadi ibu kamu dirawat di sini juga ?"tanya Nyonya Widya.


"Iya Nyonya." Nadia masih takut.

__ADS_1


"Bolehkah kami  melihat keadaan ibumu?"


" Boleh Nyonya, kalau begitu ayo."


Mereka pun melewati koridor berjalan menuju ruang perawatan Bu Rita.


Baru di depan pintu, Nyonya Widya sudah mendapati seorang wanita yang  begitu kurus terbaring dengan wajah yang pucat.


'Ternyata benar, ibunya memang sakit,' batin Nyonya Widya.


"Ibu kamu sakit apa Nadia ?"tanya Nyonya Widya


"Awalnya nfeksi saluran pencernaan,tapi karena tak di obati, akhirnya merambat pada penyakit lainnya.  Ini kami masih menunggu pemeriksaan selanjutnya."


"Sudah berapa lama ibu mu sakit ?"


"Sudah sebulan, dan selama itu ia tak pernah mendapatkan pengobatan," tutur Nadia dengan sendih hingga bola matanya memerah dan meneteskan air matanya.


Nyonya Widya merasa iba melihat Nadia dan ibunya.


"Maafkan saya nyonya, saya tidak bisa Lagi mengurus Sheon karena saya harus merawat ibu saya yang sedang sakit" ucap Nadia lirih


"Oh tidak apa-apa, jaga saja  ibumu, dia lebih membutuhkanmu." 


"Terima kasih Nyonya."


Karena sempat akrab dengan Nadia, Sheon ikut bersedih melihat Nadia yang terlihat begitu sedih.


"Onty ,jika Mommy Onty  sembuh.  Kita main lagi ya. Sama dedek Sheon, dedek Sheon ada dua," ucap Sheon.


Mendengar hal itu Nadia semakin pilu, ia semakin sedih dan merasa bersalah.


" Iya sayang,"  jawab Nadia dengan segugukan.


"Syukurlah mereka semua selamat dan sehat."


"Hiks Syukurlah. "


Nadia merasa lega, ia memang hanya memberikan separuh dari obat yang bosnya berikan. 


Namun, ada satu hal yang akan mengganjal di dirinya. Jika Nyonya Yura masih hidup, itu berarti dia dan ibunya terancam dibunuh, mendengar hal itu Nadia semakin menangis.


Bu Widia merogoh tasnya mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikannya pada Nadia.


"Terima lah  uang ini untuk biaya pengobatan ibumu," ucap Nyonya Widya.


Nadia tertunduk semakin merasa bersalah terhadap keluarga itu


"Tapi Nyonya …"


"Sudahlah, ambil saja kau pasti membutuhkan uang ini untuk Ibumu."


Nyonya Widya sedikit memaksa. Dengan tangan gemetar Nadia menerima pemberian uang tersebut.


"Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Nyonya Widya.


"Iya terima kasih Nyonya."


"Dada Onty, "uncap Sheon sambil melambaikan tangannya.


"Dadah sayang," ucap Nadia.


 Nadia terdiam menatap kepergian orang-orang itu, ia begitu  menyesal karena telah berbuat jahat. Namun apa daya, jika ia tidak melakukan itu, sang ayah akan membunuh ibunya.

__ADS_1


Ibunya sudah banyak menderita dengan penyakitnya, Nadia tak ingin ayahnya menyiksa sang Ibunda yang sudah tidak berdaya, jika Ia tak melakukan hal yang diperintahkan ayahnya itu 


Nyonya Widya tiba di ruang perawatan Yura.


"Daddy! Mommy!" panggil Sheon.


"Eh jagoan Daddy gak sekolah hari ini Nak ?" tanya Leon.


"Sekolah hari ini libur .Jadi Sheon  ingin berada disini seharian, menjaga mommy."


"Anak pinter," ucap Leon sambil mengangkat tubuh Sheon kemudian menciumnya.


Sheon mendekati Yura, kemudian mencium pipinya. " Apa kabar Mam" tanya Sheon.


"Baik Sayang,"


"Bagaimana Sheon nakal gak? Jangan merepotkan Onty Nadia dan Oma ya."


"Nadia sudah tidak bekerja dengan kita lagi," sahut Nyonya Widya


.


"Loh kenapa ?"tanya Yura heran.


"Ibunya sakit , masuk rumah sakit,kebetulan tadi kami  bertemu dengan Nadia di  apotek, ia sedang menebus obat untuk mamanya."


"Oh begitu."


"Memangnya ibunya sakit apa?"


"Katanya awalnya hanya infeksi saluran pencernaan.  harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kepastian penyakitnya."


"Oh kasihan sekali Nadia." 


"Iya, sepertinya Nadya berasal dari orang yang tidak mampu.Mommy melihat baju yang ibunya kenakan seperti tidak layak pakai." 


"Kasihan sekali dia, sebaiknya kau lihat Nadia dan berikanlah sedikit uang untuknya,"


"Iya nanti,ika sempat aku akan melihat keadaannya."


"Bagaimana keadaanmu Yura ?" 


"Sudah mendingan Mommy,hanya saja perutku terasa masih ngilu ngilu."


"Iya kalau begitu perbanyaklah istirahat."


"Bagaimana aku bisa beristirahat dengan tenang mommy, aku belum pernah melihat anakku," ucap Yura 


"Iya jika keadaanmu sudah sehat,kau bisa melihat anakmu masih berada di inkubator.  selama seminggu atau dua minggu ini mungkin kalian sudah bisa membawanya pulang.


Yura terlihat bersedih.


"Jangan sedih begitu Yura,  yang penting anak kalian sehat dan selamat, tinggal bersabar sedikit saja."


"Iya bener juga  mommy."


***


Welly berada di rumah sakit, ia bermaksud mencari keberadaan Nadia dan ibunya. 


Karena sangat berbahaya jika Rita dan Nadia sampai membeberkan keberadaan yang kini sedang jadi buronan polisi.


Ketika mendekati ruang perawatan Rita. Namun Welly segera memutar arah ya agar bisa menjauh dari sosok tersebut.

__ADS_1


Bersambung dulu gengs.


__ADS_2