Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Perayaan


__ADS_3

Malam ini Kedua keluarga sudah berkumpul di sebuah restoran yang berada di hotel mewah.


Mereka sengaja booking restoran tersebut untuk perayaan ulang tahun putra-putri mereka.


Nessa tampak cantik dengan gaun merahnya. Sementara Raisa menggunakan mini dress berwarna magenta, keduanya sama-sama tampak cantik dan anggun.


"Nessa di mana Nathan?"tanya Raisa yang sedari tadi memperhatikan arah pintu.


Setengah jam mereka berada di sana dan Nathan belum juga tiba.


Satu persatu tamu undangan pun mulai berdatangan.


Leon sengaja mengundang kolega terdekatnya saja.


Diantara tamu undangan ternyata hadir seseorang, dan mereka mendapatkan kejutan khusus malam itu.


"Sheon!" panggil Yura ketika melihat sang putra yang berwajah tampan berjalan mendekati pintu.


Yura begitu bahagia melihat putranya tersebut, hingga bola matanya berembun.


Mereka pun saling memeluk .


"Kau datang juga Nak, mommy pikir kau benar-benar melewatkan perayaan ulang tahun saudaramu."


"Iya mommy, aku sengaja datang memberikan kejutan untuk mommy dan daddy."


"Syukurlah kau datang tepat waktu. Daddy sudah tidak sabar untuk berbagi tugas denganmu," ucap Leon sambil menepuk pundak putranya.


Sheon mendelik ke arah Leon.


"Jadi cuma itu ya, makanya aku di suruh pulang cepat?" dengus Sheon.


"Haha, gak juga. "


Sheon melihat Nadia yang sibuk melayani tamu.


"Mommy, aku menghampiri Onty ya," ucap Sheon.


"Iya Nak silakan," sahut Yura.


Sheon berjalan mengendap-endap mendekati Nadia kemudian ia memeluk Nadia dari belakang.


"Onty!"ucap Sheon sambil memeluk Nadia dari arah belakang.


Nadia kaget dan langsung menoleh ke arah Sheon.


"Sheon kamu datang juga," ucap Nadia sambil membalikkan tubuhnya menghadap Sheon.


"Iya onty, selain kangen sama Mommy, Onty adalah wanita kedua yang aku kangenin," ucap Seon.


"Ah yang benar, memangnya kamu tidak punya pacar yang kamu rindukan," ucap Nadia.


"Hahaha aku nggak suka bule Onty, aku sukanya pribumi saja," canda Sheon


karena sejak kecil di asuh Nadira Sheon memang lebih dekat dengan Nadia.


"Iya Nak, Onty juga kangen sama kamu."


"Oh ya sudah, onty. Nanti saja kita bicaranya. Aku mau bertemu dengan adik-adikku," mau mengucapkan selamat ulang tahun pada mereka," ucap Sheon.


***


Nesya dan Raisa yang tengah berbincang mereka dikagetkan dengan kedatangan Sheon.


"Kakak! "panggil Nessa ia pun langsung menghambur memeluk Sheon.


"Nessa, selamat ulang tahun ya, sayang." ucap Seon sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri adiknya.


"Iya aku pikir Kakak nggak datang."


"Datanglah, ulang tahun adik-adikku kan setahun sekali," ucap Seon.


Leon kemudian menghampiri Raisa


"Raisa, selamat ulang tahun ya,"ucap Sheon sambil mengulurkan tangannya.


Raisa menyambut uluran tangan Sheon tersebut" Terima kasih kak," ucapnya.


"loh di mana Nathan?"tanya Sheon ketika tak melihat kehadiran Nathan.


"Nggak tahu kami juga sedang mencari keberadaannya, katanya dia pergi belakangan," tutur Nessa.


"Ya sudah, biarkan saja, dia kan sudah besar lagi pula acaranya belum di mulai kan."


***


Nathan baru saja membeli buket bunga yang akan ia hadiahkan untuk ulang tahun Raisya.


"Aku letakkan di dalam mobil ah," ucap Nathan.


Nathan menuju mobil Raisa.


"Pak, titip ini ya untuk Raisa," ucap Nathan pada sopir pribadi Raisa.

__ADS_1


"Oh, iya tuan muda. "


Setelah menyerahkan buket bunga yang indah itu, Nathan kembali lagi ke pesta.


***


"Loh Nathan, kamu dari mana Nak?" tanya Yura.


"Aku baru sampai mommy."


"Ya sudah, acara sebentar lagi akan di mulai."


Nathan masuk ke dalam restoran tersebut.


Ia kemudian menghampiri Nessa dan Raisa. Nathan sedikit kaget ketika melihat kehadiran Sheon.


"Kakak!"seru Nathan ketika melihat keberadaan Sheon.


"Nathan!"


Sheon berdiri sambil memeluk adiknya.


"Selamat ulang tahun ya, Nathan."


"Terima kasih kak, aku tahu kakak pasti datang di hari ulang tahun kami."


"Tentu dong." Sahut Sheon.


Keempat saudara itu pun ngobrol sambil menunggu acara di mulai.


***


Sambil menyambut tamu-tamu mereka Leon dan Zen beserta para istrinya mengobrol


"Nanti setelah Raisa tamat sekolah kita atur saja pertunangan mereka," ucap Leon


"Iya kalau perlu setelah bertunangan kita putuskan saja pernikahan mereka. Aku rasa Sheon takkan keberatan jika setelah menikah, Raisa memutuskan untuk menyambung kuliahnya," imbuhnya lagi.


"Saya terserah, tergantung Raisanya Tuan. Sampai saat ini kami belum mengatakan rencana kita, mengingat sebentar lagi Raisa ujian nasional."


"Biar saja dia selesai ujian dulu," sahut Yura.


Acara ulang tahun tersebut cukup meriah dan berlangsung secara berkeluargaan.


Di tengah-tengah acara Leon menempatkan diri untuk memperkenalkan putranya Sheon sebagai pewaris dan calon pengganti dirinya.


Sheon dan Leon sedang bicara pada Tuhan Amer salah satu pengusaha yang terkaya di Indonesia.


"Hahaha menggantikan Anda? memangnya anda mau ke mana Tuan Leon, masih muda juga."


"Iya saya punya 3 anak dan rencananya jika anak saya sudah lulus kuliah semua, saya dan istri pensiun, sudah cukup bagi kami untuk bekerja. Kami ingin menghabiskan masa tua bersama dengan berbulan madu keliling dunia," ucap Leon.


"Beruntung sekali kau memiliki tiga anak Tuan Leon, sementara aku hanya memiliki satu putri. Bagaimana kalau kita jodohkan putra dan putri kita?" tawar Tuan Amer.


"Hahaha bukannya saya menolak Tuan, tapi saya sudah ada jodoh untuk Sheon.


'Wah kalau begitu sayang sekali, kalau tidak, kita bisa menjadi besan kan hahaha!" sahut Tuan Amer.


Sheon menyimpan senyumnya, ia yakin daddynya saat itu berbohong, karena sebelumnya mereka berdua tak pernah berbicara soal jodoh.


"Iya sayang sekali, jika saja saya memiliki putra satu lagi yang seusia dengan putri anda mungkin sudah saya jodohkan dengan putri anda itu," ucap Leon.


"Ngak apa-apa, mungkin bukan rezeki kita," sahut Tuan Amer


"Ayo Tuan, kita nikmati hidangannya."


Seorang pramusaji hilir mudik membawa gelas yang berisi minuman.


Saat itu Nessa, Raisa dan Nathan sedang ngobrol bertiga.


"Eh aku permisi ke toilet dulu ya," ucap Nessa.


Nessa berdiri dan berpaling, tanpa sengaja ia menabrak seorang laki-laki pramusaji yang tengah hilir mudik membawa minuman.


AW !teriak Nessa ketika minuman itu tumpah hingga membasahi gaunnya.


Kreeng..sebuah gelas jatuh di atas lantai. Untung saja lantainya tersebut beralas permadani tebal, hingga gelas itu tidak pecah.


Pria itu buru-buru memunguti gelas-gelas, sementara Nessa sibuk mengeringkan gaunnya.


melihat gaun Nessa yang sedikit basah pria itu merasa bersalah.


"Maaf Nona biar saya tidak sengaja!" Pria itu juga kaget.


"Biar saya bersihkan," ucap pria itu sambil mengambil lap dan menyentuh gaun yang dikenakan Nessa.


"Eh apa-apaan kamu jangan sentuh aku," ucap Nessa.


Seorang pengawal datang menghampiri pramusaji tersebut karena merasa Nessa telah dilecehkan.


"Kamu berani-beraninya melecehkan Nona kami," ucap salah satu bodyguard


"Maaf Nona, saya tidak bermaksud menyentuh Nona, saya hanya ingin membersihkan gaun Nona yang basah karena di tumpahi minuman," ucap pria itu gelagapan.

__ADS_1


Bodyguard Nessa langsung menarik pria itu.


"Ah tunggu pak mungkin benar, dia nggak sengaja. Saya juga salah, saat berdiri saya nggak lihat dan menabrak dia," ucap Nessa.


Kegaduhan tersebut sedikit memancing reaksi Leon dan Yura mereka pun menghampiri putrinya.


"Ada apa ini?" tanya Leon


"Ini Tuan, pria ini berani menyentuh Nona, Setelah menumpahkan air minum yang ia bawa."


mendengar itu Leon langsung memanas, ia menarik jas pria tersebut.


"Berani sekali kau!"


"Daddy tahan dulu emosinya, Mungkin saja dia tidak sengaja," ucap Yura.


Seperti biasanya, Leon selalu menuruti ucapan istrinya itu.


"Ya sudah, kali ini kau ku maafkan jika sekali lagi kau berani macam-macam pada putriku akan kupatahkan batang lehermu ucap leher!" Ancaman Leon.


"Maaf tuan, saya tidak sengaja," ucap pria itu wajahnya menunduk ketakutan, pria itu terlihat begitu sedih.


"Lain kali hati-hati ! atau kamu ku laporkan pada pemilik restoran ini, agar kau dipecat?!" tanya Leon dengan membentak.


Leon tak terima, jika ada yang berbuat kurang ajar terhadap tuan putri kesayangannya.


"Tidak Tuan, jangan. Saya masih butuh pekerjaan ini, jika saya dipecat adik-adik saya mau makan apa?" tanya pria itu.


Mendengar itu dia menjadi tidak tega.


"Ya sudah! sana kamu pergi, lanjutkan pekerjaan kamu," ucap Leon.


Pria itu pun mengambil sapu dan lap guna membersihkan tempat tersebut sementara Nessa melanjutkan langkahnya menuju toilet.


Sesampainya di toilet Nesya membersihkan gaunnya


"Aduh, jadi basah deh.Mana nggak bawa gaun ganti lagi. aku telepon asistenku saja," ucap Nessa.


Nessa keluar dari toilet sambil terus mengebas-ngebas gaunnya itu agar cepat kering. Entah apa yang terjadi, karena tak melihat, ia kembali menabrak seseorang dan orang tersebut adalah pramusaji yang menabraknya sebelumnya.


Bruk!


Nessa menatap kesal ke arah orang yang menabraknya.


"Kamu lagi!" seru Nessa dengan bola mata yang membulat sempurna.


"Ah Nona, maaf Nona, saya tidak sengaja saya buru-buru," ucap pria tersebut meninggalkan Nessa.


"Hei tunggu ! enak saja kamu! Kamu sengaja ya, ingin mempermainkan saya, Ini sudah kedua kalinya kamu menabrak saya!"


Nessa merogoh tasnya dan pria itu tahu apa yang akan dilakukan Nessa.


"Maaf Nona, Jangan telepon bodyguard atau ayah anda. Saya harus buru-buru, ibu saya berada di rumah sakit. Nanti saja, jika urusannya saya sudah selesai," ucap laki-laki itu langsung berlalu tanpa mempedulikan Nessa.


karena pria muda itu memang terlihat terburu-buru, Nessa pun melepaskannya.


"Dirumah sakit, apa benar?"


Nessa kemudian menghubungi bodyguard-nya untuk mengawasi pria yang sudah dua kali menabraknya itu.


setelah itu, ia bermaksud menunggu Ratih sang asistennya, untuk membawa gaun ganti untuk dirinya.


Sambil menunggu Ratih, karena penasaran terhadap pemuda yang menabraknya, ia pun membuntuti pria itu.


Pria tersebut masuk ke dalam ruang pantry kemudian beberapa saat mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa.


Setelah itu pria itu masuk ke dalam lift.


Nesya hendak melangkah mengikuti pria itu namun tiba-tiba saja, langkahnya tertahan.


"Kenapa aku jadi mengikuti pria itu, bodohnya aku," ucapnya Nessa sambil menepuk jidatnya, ia pun kembali ke restoran.


Acara ulang tahun pun terlaksana dengan meriah. Setelah acara mereka memutuskan untuk pulang. sementara para orang tua masih berada di sana berbincang-bincang dengan koleganya.


Nesya menggandeng tangan Sheon menuju mobil mereka. sementara Nathan berada di belakang sedang berbincang bersama Raisa.


"Raisya, aku sudah menitipkan sesuatu di dalam mobil sebagai hadiah ulang tahun untuk kamu," ucap Nathan.


"Apa karena itu kamu datang terlambat?" tanya Raisa.


"Iya habisnya aku bingung mau milih kado apa untuk kamu," ucap Nathan.


"Ah nggak usah bingung kamu kasih apa aku terima kok ," jawab Raisa sambil menundukkan wajahnya karena malu.


Kedua remaja itu terlihat begitu grogi, ketika berjalan bersama. Padahal sejak kecil mereka selalu bermain bersama seperti saudara. Namun, ketika menginjak usia remaja perasaan persaudaraan itu berubah.


Meski sudah lama menyadari hal itu, baik Nathan atau Raisa masih sama-sama memilih menyembunyikan perasaan mereka. entah kapan mereka berani untuk jujur saling mengungkapkan perasaan itu.


Bersambung dulu gengs.


Sambil nunggu author up cus mampir ya ke novel yang satu ini.


__ADS_1


__ADS_2