
Pukul empat sore, Leon tiba di tempat lokasi proyeknya. Tempat itu memang sedikit terpencil karena lokasi proyek kali ini akan digunakan untuk pembangunan sebuah pabrik dari perusahaan kelapa sawit miliknya.
Setibanya di lokasi, ia hendak menghubungi istrinya untuk menyampaikan berita, jika ia sudah sampai di tujuan dengan selamat.
Alangkah kagetnya Leon, ketika melihat ratusan kali panggilan tak terjawab dari mommy nya.
Leon langsung membuka pesan chatnya.
📩Pesan masuk pukul satu siang.
Leon kamu dimana Nak, Yura sepertinya hendak melahirkan.
"Melahirkan?" gumam Leon dengan bola mata yang melotot.
,📩 Pesan masuk pukul 13.15.
Leon kamu segera pulang Nak, kasihan Yura.
Leon kaget dan semakin khawatir. Ia kembali men scroll pesan itu dengan cepat.
📩Pesan masuk pukul 13.45
Leon
Leon
Leon Yura saat ini berada di ruang operasi.
Leon semakin tegang.
📩 Pesan masuk pukul 15. 10
Leon anak kamu lahir dengan selamat 😊
Seketika Leon tersenyum dengan bola mata yang berkaca-kaca.
"Sayang,aku sempat khawatir tadi," ucap Leon bermonolog.
Dengan perasaan bahagia yang tiada tara, Leon langsung menghubungi nyonya Widya.
Leon semakin lega ketika sambungan teleponnya di angkat.
" Halo mommy," sapa Leon dengan suara parau karena merasa haru dan bahagia.
"Iya Leon. Anak dan istri kamu selamat Leon. Padahal pada awalnya
Mommy begitu khawatir, Nak."
"Iya mommy, syukurlah. Aku akan hubungi helikopter untuk menjemput
Ku. "
"Iya, tapi kamu hati-hati."
"Bagaimana keadaan anak dan istri ku mommy ?"
"Mereka semua baik, hanya saja bayi kamu masih berada di inkubator sementara Yura masih belum sadarkan diri. Namun, keadaan masih stabil."
"Syukurlah mommy.".
"Mommy anak ku laki-laki atau perempuan?" tanya Leon.
"Kasih tau gak ya ?" tanya nyonya Widya dengan maksud bercanda.
"Ah mommy pasti anak ku perempuan kan ?"
"Kasih tau gak ya ?"
"Mommy! Jangan membuat ku penasaran!"
"Haha, anak kamu kembar sepasang Leon. Laki-laki dan perempuan," jawab Nyonya Widya.
__ADS_1
"Syukurlah. Terima kasih Tuhan."
***
Setelah melakukan panggilan telepon dengan Nyonya Widya, Leon kemudian menghubungi Zein.
"Zein kau pergi dengan helikopter ke lokasi proyek kita untuk menggantikan ku."
"Baik Tuan."
Sambil menunggu kedatangan Helikopter yang membawanya. Leon menghubungi Nyonya Widya kembali.
Ia meminta mommynya untuk memvideokan bayi mereka yang baru lahir.
Nyonya Widya menghampiri ruang bayi dan meminta izin kepada petugas untuk mengambil video bayi-bayi tersebut.
Mereka pun mengizinkan bayi itu untuk di rekam.
Bola mata Leon memerah karena karena begitu bahagianya melihat dua malaikat kecilnya. Meski tak begitu jelas karena tertutup ruang kaca.
"Aku tak sabar untuk pulang mommy, aku ingin melihat mereka."
"Iya Leon, tapi mereka belum bisa di gendong. Masih butuh beberapa hari untuk perawatan secara intensif. Mereka juga sempat meminum air ketuban."
"Ia tak apa mommy yang terpenting mereka selamat."
"Sayang sebentar lagi daddy akan pulang, daddy tak sabar untuk bertemu dengan kalian berdua,"ucap Leon di dalam sambungan teleponnya.
***
Satu jam kemudian, helikopter tiba di lokasi proyek. Zein turun dari helikopter .
"Zein, nanti asisten tuan Nakamura dari Jepang datang meninjau lokasi dan survey tempat dan untuk memasang mesin produksi, dampingi beliau."
"Baik Tuan."
"Oke Zein. Kamu juga berhati -hati karena lokasi ini biasanya rawan karena belum ada penduduk yang menetap di sini."
"Bagus Zein, keselamatan pekerja harus diutamakan. Bagaimana pun juga para pekerja kita memiliki keluarga yang selalu menanti mereka. Pengaman sekitar wilayah ini juga harus ditingkatkan. Karena jika penjagaannya lemah, musuh kita bisa mengambil kesempatan."
"Siap Tuan. "
Leon langsung bergegas naik ke dalam helikopter setelah memberi instruksi dan pengarahan pada Zein.
Saat itu juga Leon terbang meninggalkan lokasi proyek.
Lokasi proyek sudah disterilkan. Beberapa mess untuk pekerjaan pun sudah di bangun sebelum proyek berjalan.
Langkah awal sebelum membangun Zein memerintahkan kepada anak buahnya untuk menyisir lokasi dengan menggunakan drone.
Maklum saja, lahan yang mereka gunakan adalah lahan perawan yang masih belum pernah digunakan untuk membangun.
Beberapa saat kemudian alat-alat berat tiba di lokasi.
***
Kurang lebih satu jam kemudian Leon tiba di rumah sakit. Dengan berjalan cepat Leon menghampiri kamar perawatan Yura.
Ketika Leon sampai, sudah ada tuan Melky dan juga Sheon di ruangan itu.
Leon langsung menghampiri sang istri yang terbaring. Ia langsung menggenggam erat tangan istrinya itu membuat Yura terbangun .
"Sayang, kau …?"tanya Yura lirih.
"Iya Sayang, bagaimana keadaan mu?"
"Ehm, lebih baik dari sebelumnya. Hanya saja kedua anak kita belum bisa hadir di sini."
"Iya gak apa Sayang."
"Jangan terlalu di pikirkan, kalian sudah selamat saja aku sudah banyak bersyukur," ucap Leon sambil mengecup kening istrinya.
__ADS_1
"Iya Sayang. Aku juga bersyukur karena kedua anak kita selamat Meskipun harus berada di ruang intensif untuk beberapa saat."
"Ia tak mengapa."
"Leon menatap istrinya yang terlihat lemah. Sudah jangan dipikirkan kau istirahat saja."
Leon mengecup kening Yura.sambil mengusap kepalanya.
Sheon menghampiri daddynya.
"Daddy, Sheon ingin melihat adik boleh?"
"Nanti ya Sayang. Daddy bersih-bersih dulu, karena daddy baru dari perjalanan jauh."
"Iya daddy."
Leon menuju kamar mandi dan melakukan bersih-bersih. Karena ruangan bayi mereka harus steril.
***
Zein mengarahkan beberapa orang sebagai operator drone yang sedang terbang di sekitar lokasi.
Sementara Zein sendiri mengawasi dari monitor .
Dari penampakan layar monitor Zein menemukan beberapa gundukan tanah yang mencurigakan.
Gundukan tanah itu terlihat masih basah. Karena penasaran ia pun mengontrol drone untuk mendekati gundukan tanah tersebut.
Benar saja gundukan tersebut berdiameter setengah meter. Tidak terlalu besar. Namun sangat mencolok.
Zein mengambil HT.
"Talky… Talky… petugas sektor di sini ruang monitor, ganti…"
"Siap pak Zein ada apa? ganti !"
"Tahan alat berat untuk memasuki area, aku menemukan gundukan tanah yang mencurigakan…ganti."
"Baik! "
"Semua Sektor…di minta untuk tidak memasuki area lokasi…ganti."
Untuk sejenak mereka pun menahan operator alat berat untuk memasuki lokasi.
Zein kembali menyusuri lokasi tersebut dengan menggunakan drone, drone sengaja di terbangkan hanya berjarak satu meter dari tanah.
Ternyata tak hanya satu gundukan mencurigakan, ternyata ada begitu banyak , bahkan lebih dari sepuluh lubang galian.
"Ruang kontrol disini, siapkan detektor metal dan perataan pengamanan. " Titah Zein melalui HTnya.
Dengan menggunakan detektor metal Zein memerintahkan kepada anak buahnya untuk memeriksa gundukan tanah yang mencurigakan itu.
***
Leon keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lebih segar.
"Leon tadi handphone mu berbunyi," kata Nyonya Widya .
"Siapa yang menelpon mommy?"
"Dari Zein."
Oh, Leon langsung menghampiri nakas dan meraih handphonenya.
Ia pun langsung menghubungi Asistennya.
"Ada apa Zein ?"tanya Leon.
"Tuan kami menemukan granat dan bom berskala kecil yang di tanam di lokasi proyek," tutur Zein.
Leon memperlebar pupilnya karena kaget.
__ADS_1
Bersambung dulu gengs