Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Flashback


__ADS_3

Flashback 29 tahun yang lalu.


"Maaf Nyonya, karena anda mengalami Polycystic ovarian syndrom, karena itulah anda sulit untuk hamil."


"Apa tidak ada yang bisa saya lakukan lagi untuk bisa hamil dokter? "tanya Hilda.


"Penyakit anda sudah mengalami komplikasi hingga menyebabkan pergeseran ovarium."


***


Hilda keluar dari ruangan dokter dengan tubuh yang lemas.


"Bagaimana caranya aku memberi tahu suamiku, jika aku tak bisa memberikan keturunan untuknya.."


Hilda berjalan dengan langkah kaki longkai. Ia pun menelpon sahabatnya.


"Aku sudah dipastikan gak bisa hamil Nur."  Hilda mencurahkan kesedihannya pada sahabatnya Nurmala.


"Sabar ya, Hil."


"Iya, tapi aku gak tau harus bagaimana Nur, padahal suami ku sudah merindukan seorang anak di keluarga kami."


"Aku juga gak mau, karena hal ini suami ku menikahi wanita lain untuk mendapatkan keturunan. Aku gak mau Nur, hiks "


"Ya sudah, kamu kesini saja. Kita cari solusinya."


"Iya Nur. Aku gak tahu lagi harus bagaimana."


***


Hilda langsung menuju mobil untuk bertemu sang sahabat.


Sopir pribadinya langsung membuka kan pintu  mobil untuknya.


"Silahkan masuk Nyonya," ucap pria tersebut.


Nyonya Hilda masuk ke dalam mobil.


"Mang Ujang, kita cafe Sentral sebentar ya. "


"Baik Nyonya."


"Mang Ujang, apa mang Ujang punya kenalan dukun yang bisa mengobati penyakit saya ?" tanya Nyonya Hilda dengan putus asa. 


"Memangnya nyonya sakit apa ?"


"Saya mengalami masalah kesuburan Mang, karena itulah setelah sepuluh tahun menikah,saya belum juga dikaruniai keturunan.


"Wah jaman sekarang memang banyak pengobatan alternatif nya, tapi kenapa anda memilih ke dukun ?"


"Karena semua pengobatan alternatif dan medis sudah saya jalani dan semuanya nihil."


Hilda menghembuskan napasnya dengan kasar.


"Saya takut Mang, satu sisi saya kasihan dengan suami saya yang sudah menanti selama sepuluh tahun, saya juga berat untuk merelakan suami saya untuk menikahi wanita lain. Saya tak ingin berbagi cinta dengan wanita mana pun."


Mang Ujang menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Nyonya pernah dengar surrogate mother."


" surrogate mother,Mang? Pernah dengar sih. Maksudnya bagaimana Mang ?"


"Belakang ini di luar negri banyak yang menggunakan ibu pengganti untuk menyimpan benih dari para pasangan yang sulit memiliki anak. "


"Hih, kok Mang Ujang tau sih ?"


"Hehe, karena adik sepupu saya  jadi anggota komunitas surrogate mother di luar negeri, Nya. Katanya sih, bayarannya mahal."


"Hah, benarkah itu Mang Ujang?" 


"Benar Nya ."


"Di Indonesia apa tidak ada yang seperti itu ya,Mang ?"tanya Hilda.


"Sepertinya sih belum ada, Nya. "


"Nyonya tertarik ?"tanya mang Ujang sambil melirik ke arah belakang.

__ADS_1


"Ehm, gimana ya. "


"Jika tak ada pilihan, maka terpaksa saya memilih itu, Jang. Suami saya butuh seorang pewaris. Tapi saya gak mau wanita luar negri yang jadi ibu pengganti untuk anak saya. Saya ingin wanita yang benar-benar bersih, hingga tak ada penyakit bawaan yang akan terjadi setelah anak itu lahir. Jika perlu gadis itu masih suci, Jang. "


"Biasanya orang kampung kan ada tuh Jang, yang mau dijadikan ibu pengganti. Saya berani bayar mahal jika memang ada Jang. Tapi ini hanya rahasia diantara kita."


"Aduh susah Nyonya, cari yang masih gadis."


"Pasti ada Jang. Siapa yang gak di beri uang seratus juta?"


"Seratus juta, Nya?" Ujang kaget.


"Wah, nanti saya cari Nya, tapi saya juga dapat jatah kan, Nya?"


"Oh pasti, saya beri satu mobil untuk kamu. "


"Oke, Nya siap."


"Baiklah, tapi jangan terlalu cantik dan jangan terlalu pintar, yang lugu saja Jang agar bisa kita kendalikan."


" Siap Nya. Ada uang semua beres."


***


"Daddy, aku ada hal penting yang ingin dibicarakan."


"Ada apa mommy ?"tuan Melky mendaratkan bokongnya di atas tempat tidur.


"Daddy, aku sudah punya solusi agar kita bisa segera memiliki momongan."


"Bagaimana caranya?"


"Kita lakukan prosedur bayi tabung, dengan ibu pengganti."


"Maksud kamu apa sih? Jangan aneh-aneh deh."


" Gak aneh daddy, hanya ini satu-satunya cara agar kamu punya pewaris.Aku sudah meminta Ujang untuk mencari wanita yang bisa mengandung benih dari mu?"


"Hah !  Kenapa tak minta persetujuan daddy dulu sih mommy? " 


"Mommy juga sudah siapkan perjalanan kita ke luar negeri."


"Terserahlah," sahut tuan Melky.


***


Sebulan kemudian, mang Ujang datang menghampiri nyonya Hilda dan tuan Melky di ruang tengah. 


"Ini dia Nyonya, gadis yang saya bicarakan kemarin.


Nyonya Hilda melihat kearah gadis yang ada di hadapannya dari atas sampai bawah


Gadis itu cukup cantik dengan wajah tirusnya dengan tinggi yang semampai.


Gadis itu tertunduk di hadapan Nyonya Hilda dan tuan Melky.


"Siapa nama kamu ?"tanya nyonya Hilda.


"Widya nyonya."


"Berapa umur kamu ?"


"Dua puluh dua tahun Nyonya."


"Sudah pernah menikah?"


Widya menggelengkan kepalanya.


"Kamu sudah tau kenapa saya memanggil kamu kemari ?"


"Sudah tau.Nyonya."


"Kalau begitu silahkan baca dan tanda tangani surat kontrak ini. " Nyonya Hilda menyodorkan sebuah surat.


Widya membaca surat kontrak tersebut. Kemudian ia menandatangani perjanjian kontrak tersebut.


"Kamu siap menjalani prosedur yang tertera di surat perjanjian itu kan, dengan segala konsekuensinya ?"

__ADS_1


"Siap Nyonya."


"Baiklah sekarang kamu beristirahat, karena besok kita akan melakukan perjalanan ke Jerman."


"Baik Nyonya."


***


Waktu berlalu.


Karena tak ingin sang suami berhubungan langsung dengan Widya, Nyonya Hilda memutuskan untuk melakukan prosedur bayi tabung.


Setelah tiga minggu berada di Jerman, mereka pun kembali ke Indonesia.


Tiba di rumah,Nyonya Hilda dan tuan Melky langsung mendapat sambutan dari para asisten, karena berita gembira yang dibawa oleh nyonya mereka.


"Selamat datang di rumah kembali Nyonya, semoga anda dan kandungan anda selalu dalam keadaan sehat," ucap para asisten rumah tangga.


"Terimakasih. Karena kehamilan saya ini, saya akan mengadakan perayaan dengan mengundang orang banyak, sebagai ungkapan rasa syukur saya atas kabar baik ini. Karena itu besok siang perayaan akan berlangsung dan kalian semua sudah harus mempersiapkan untuk perayaan esok."


"Baik Nyonya."


Hilda sengaja mengadakan perayaan tersebut,agar dirinya tak dianggap mandul. 


***


Setelah memberi arahan pada para asisten rumah tangganya. Hilda mengajak Widya ke suatu tempat.


"Widya ikut saya."


Widya pun ikut bersama dengan Hilda melewati koridor. 


Mereka melewati sebuah lorong untuk sampai ke sebuah ruangan yang tersembunyi dan menempel di rumah mewah itu.


Mereka tiba di depan pintu dari ruangan tersebut.


Hilda membuka pintu ruangan tersebut.


Di ruang tersebut terdapat tempat tidur, ruangan itu terlihat seperti kamar dengan ukuran yang cukup luas.


"Selama kehamilan kamu, kamu akan tinggal di sini. "


"Baiklah Nyonya."


"Uang kamu sudah saya transfer sebagian, setelah kamu melahirkan semua akan saya lunasi."


"Baik Nyonya."


"Semua kebutuhan kamu akan tersedia di ruangan ini dan kamu akan dilayani seorang pelayan. Kamu hanya boleh keluar dari Harem ini dari Senin sampai jumat, ketika suami saya sedang tidak berada di rumah. "


"Baik Nyonya."


"Ingat, jangan sekali-kali kamu menggoda suami saya, jika tidak nyawamu akan terancam," ancam Hilda dengan serius 


"I-iya Nyonya."


"Bagus kalau begitu.sekarang masuklah."


Hilda pergi meninggalkan Widya sendiri di Harem yang khusus dibuat untuknya. Dulunya bangunan itu hanya gudang, kemudian sedikit direnovasi untuk menjadi ruang pribadi untuk Widya.


Maklum saja, Hilda khawatir jika Widya tinggal di rumah mereka, Widya bisa menggoda suaminya.Selain cantik, Widya juga masih muda.


***


Keesokan harinya, rumah mereka di penuhi dengan tamu undangan. Dengan bangga Hilda mengatakan pada semua orang jika dirinya tengah mengandung.


Nurmala yang juga menghadiri perayaan tersebut datang menghampiri Hilda 


"Selamat ya Hil, akhirnya kamu bisa hamil."


"Iya terima kasih. Ini semua karena aku menjalani prosedur bayi tabung di luar negri."


"Ehm, begitu ya."


Nurmala  merasa curiga dengan kehamilan Hilda, padahal sebelumnya dokter sudah menvonis jika Hilda tak akan bisa mengandung. Namun apapun itu, ia ikut senang atas berita bahagia tersebut.


bersambung gengs

__ADS_1


__ADS_2