Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Bawa Pulang


__ADS_3

Nadia dan Yura bicara dari hati ke hati.


Banyak hal yang mereka ceritakan.


"Maafkan atas apa yang di lakukan oleh papa ku Sheina, karena dia adalah penyebab meninggalnya kedua orang tua mu, semoga kau tak menyangkut pautkan ku akan masalah ini? "ucap Nadia dengan hati yang tulus.


Yura menatap Nadia dengan tatapan berbinar.


"Ini bukan salah mu Nadia. Kau juga pasti sangat terluka dan tersiksa karena ulah papamu kan?"tanya Yura sambil menggenggam tangan Nadia.


"Iya, Sheina. Tapi sekarang papa sudah mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya."


"Kalau begitu tinggallah bersamaku," ajak Yura.


"Saat ini aku tinggal bersama Mas Zain, Rencananya kami akan menikah."


"Nadia, aku ini keluargamu satu-satunya. Tinggal lah bersamaku untuk sementara waktu. Bukannya tidak baik orang yang tidak ada hubungan Istri tinggal dalam satu rumah," nasehat Yura


Nadia berpikir sejenak


"Baiklah aku setuju," sahutnya Nadia.


"Nah begitu dong," jawab Yura.


Sheon datang menghampiri kamar Yura karena mendengar kedatangan Nadia.


"Onty !" panggil Sheon dan langsung berlari menghambur memeluk Nadia.


"Sheon Sayang, " ucap Nadia sambil mengusap punggung .


"Asik Onty akan tinggal di sini kan bersamamu tidur bersamaku?" tanya Sheon.


"Iya Sayang," sahut Nadia sambil mencolek hidung mancung Sheon.


"Asik, Sheon akhirnya ada teman main deh!"


"Terima kasih Onty!"seru Sheon.


"Sama-sama Saya," jawab Nadia sambil memeluk keponakan itu kembali.


***


Nadia turun menghampiri Zein dengan memimpin tangan Sheon. Saat itu Zein sedang berbincang dengan Leon.


"Sudah bicaranya?"tanya Zein.


"Sudah, Mas."


"Kalau begitu, Ayo kita pulang," ajak Zein.

__ADS_1


"Ehm sebelum itu bisa tidak, kita bicara berdua saja?"tanya Nadia.


"Tentu."


'Tuan Saya permisi sebentar," ucap Zein.


"Iya silahkan saja, " sahut Leon sambil meraih tangan putranya.


Nadia dan Zein menjauh dari keduanya.


"Mas, boleh aku tinggal di sini sampai kita menikah?"tanya Nadia.


"Hah kenapa? apa kau takut pada ku ?"


"Bukan itu Mas, Sheina mengajak ku untuk tinggal bersamanya. Karena cuma dialah keluarga ku satu-satunya. Begitupun aku, hanya dia keluarga ku satu-satunya. Lagi pula tak baik kan jika sebelum menikah kita tinggal bersama, iya kan Mas ?"


Zein tersenyum.


"Kau benar Sayang. Lagi pula akhir-akhir ini aku akan selalu sibuk. Aku tak tega membiarkan mu tinggal sendiri di apartemen."


"Terima kasih Mas atas pengertiannya," ucap Nadia.


"Kalau begitu kau silahkan kau menemui tuan Leon kembali, sementara aku masih ingin bicara pada Sheon Sheina."


"Baiklah."


***


"Tuan dengan tertangkapnya Welly aku curiga jika proyek perusahaan kita itu sengaja di pasang bom oleh Reymond," ucap Zein.


"Reymond? apa dia sudah keluar dari penjara?" tanya Leon.


"Kurasa, sudah Tuan."


"Diantara saingan mu hanya Reymond lah yang berambisi untuk menghancurmu!" ,


"Leon menautkan kedua alisnya. "Kalau begitu awasi pergerakan Reymond jangan sampai ia menyakiti anggota keluargaku," sahut Leon


"Baik Tuan."


"Jika memang dia yang melakukannya maka akan ku hancurkan perusahaannya sehancur-hancurnya!


Zein dan Leon masih mengurusi pekerjaan mereka. Mereka memang selalu sibuk. Apalagi Leon yang harus menguruskan perusahaan milik Ryota dan juga harus bolak-balik ke rumah sakit untuk melihat keadaan bayinya.


Saking sibuknya mereka, Zen sampai lupa jika hari sudah malam dan waktunya untuk makan malam.


Zein pun ikut makan malam bersama keluarga besar Lron, setelah selesai makan malam ia memutuskan untuk pulang.


"Sayang, aku pulang dulu ya, besok aku akan datang kemari lagi menjemputmu untuk mengurusi pernikahan kita,"ucap Zen.

__ADS_1


"Iya sayang hati-hati di jalan."


Zen hanya bisa mengedipkan matanya dia tak bisa bersikap romantis pada Nadia karena Sheoun selalu berada di sampingnya dia.


Sheon selalu ikut kemanapun Nadia pergi, ia takut jika Zen kembali membawa Nadia.


Setelah mengantar pulang,Nadia membawa Sheoul ke kamarnya.


Setibanya di kamar .Sheon mengambil buku kemudian menyerahkannya pada Nadia.


"Onty ,bacakan dongeng sebelum tidur," untukku pinta Sheon.


Nadia membacakan buku dongeng kepada Seon hingga Ia pun tertidur bersama di kamar Sheoun.


Seon semakin tidur nyenyak dalam pelukan Nadia.


***


Dua minggu telah berlalu dan masa yang ditunggu-tunggu itu kini telah datang.


Leon dan Yura sedang dalam perjalanan datang ke ruang perawatan bayi untuk membawa bayinya .


dengan pengawalan ketat, Leon dan Yura menuju rumah sakit.


"Mommy apa kita akan benar-benar bisa membawa adik pulang?" tanya Sheon.


"iya Nak hari ini kita akan menjemput Dede.,"


"Asik! Sheon n sudah tak sabar untuk bermain dengan dua adik Sehun itu."


."Mami juga tak sabar untuk menggendong adik dan membawanya pulang," ucap Yura dengan bola mata yang berkaca-kaca rasanya ia sudah terlalu rindu untuk menggendong putra-putrinya itu.


selain Xeon mereka juga mengajak Nadia dan Zain ikut menjemput baby twins mereka.


sesampainya di ruang perawatan Leon langsung mengurus administrasinya.


karena keadaan bayi mereka sudah mulai membaik bayi tersebut pun diperbolehkan untuk dibawa pulang.


ini bayi laki-lakinya nyonya ucap seorang suster sambil menyerahkan seorang bayi laki-laki kepada Yura.


dengan air mata haru Yura menyambut bayi itu kemudian memelukdan menciumnya.


hiks hiks Yura menangis sambil memeluk bayinya itu akhirnya kerinduannya untuk mendekapsang bayi kini terlaksana sudah.


Mami begitu merindukan kamu sayang ucap Yura sambil memeluk dan mencium kedua bayinya secara bergantian.


sementara Leon juga ikut haru ketika melihat bayi perempuan nya.


"Tuan Putri Deddy," ucap Leon sambil memeluk dan mencium bayinya

__ADS_1


Setelah semua urusan mereka selesai mereka pun membawa pulang bayi tersebut.


Bersambung


__ADS_2