
Pisau tersebut jatuh setelah menembus permukaan kulit Widya .
"Apa yang kau lakukan mommy?!"
Tuan Melky, merebahkan tubuh Widya.
"Widya bertahan lah!"
Napas Hilda ngos-ngosan. Matanya menatap liar ke arah Widya yang mengerang kesakitan.
" Astaga! Apa yang terjadi Tuan ?!"teriak Nani.
Merasa dirinya terdesak Hilda kembali meraih pisau yang tergeletak di lantai.
Hilda menarik tangan Nani yang coba untuk menghampiri Widya.
"Jangan mendekat, atau kau juga akan ku bunuh!" ancam Hilda sambil menodongkan pisau tersebut ke leher Nani.
"Mommy, kau sudah gila?! Lepaskan dia!" Seru tuan Melky.
"Kau juga daddy! kau jangan coba-coba membatu Widya biarkan saja Widya mati!"
"Apa-apaan kau ini ! Kau sudah membunuh orang!"
"Biar saja aku jadi pembunuh! Aku membenci dia!" Seru Hilda.
Tuan Melky semakin kaget, ia tak pernah tau jika sang istri menderita gangguan kecemasan. Karena tak ingin menyakiti Nani. Tuan Melky berupaya membujuk Hilda.
Sementara saat itu Widya tergeletak tak sadarkan diri.
"Baiklah, tentang dirimu."
"Tidak ,aku tak bisa tenang! Selama wanita itu masih hidup ! "
Tenangkan dirimu sayang. Aku hanya mencintaimu. Baiklah biarkan saja Widya mati. Sekarang kita keluar dari sini. Jika tidak kau bisa masuk penjara. Akan ku suruh orang untuk menguburkan mayat Widya,"bujuk tuan Melky sambil mendekat ke arah Hilda.
Karena bujuk rayu tuan Melky, Hilda melepaskan pisau yang di genggamannya.
Dengan segera Nani keluar dari jeratan Hilda.
Tuan Melky pun memeluk Hilda yang terlihat syok.
Nani langsung menghampiri Widya. Nani merasa pergelangan tangan Widya dan ia tak merasakan tak ada denyut nadi dari tubuh Widya yang tergeletak di lantai tersebut.
"Hiks hiks Tuan, nyonya Widya meninggal," seru Nani sambil menangis tersedu-sedu.
Tuan Melky semakin panik. "Apa meninggal? "
"Biarkan saja dia mati daddy," ucap Hilda sambil menangis.
"Nani kamu panggil Ujang, bawa Widya kerumah sakit! Tapi tolong jangan katakan pada siapapun apa yang terjadi," ucap Tuan Melky.
Tuan Melky terlalu mencintai istrinya, ia tak ingin sang istri masuk penjara.
Akhirnya kasus penusukan terhadap Widya tak pernah ada yang tau. Kalaupun ada yang tau, mereka semua lebih memilih membungkam mulutnya.
Kisah Widya pun hilang bak ditelan bumi. Semenjak kasus penusukan itu, Nani juga memutuskan untuk berhenti menjadi asisten rumah tangga tuan Melky.
Namun sayang, ketika ia hendak pulang kampung, Nani ditemukan tewas karena dibunuh oleh seseorang. Uang dan kekuasaan mampu menutupi semua itu. Sampai beberapa tahun kemudian, tak ada yang tau, siapa yang membunuh Nani .
Karena perilaku istrinya tersebut, Tuan Melky tak menginginkan putranya di asuh oleh istrinya. Ia meminta seseorang untuk merawat dan mengasuh sang putra.
Lagi pula nyonya Hilda tak punya perasaan sayang sedikitpun terhadap bayi mereka. Ia hanya mengakui Leon sebagai putranya agar ia tak dicap sebagai wanita mandul.
***
__ADS_1
Waktu terus berlalu , kini Leon sudah beranjak remaja. Leon memutuskan untuk kuliah di luar negeri.
Semakin hari penyakit nyonya Hilda semakin parah, bahkan ia sudah tak bisa melayani suaminya.
Selain itu gangguan kecemasan yang di idap oleh nyonya Hilda, membuat tuan Melky juga tersiksa.
Tuan Melky tak diperbolehkan menikah lagi. Sedangkan beliau membutuhkan seorang istri sebagai tempat memenuhi kebutuhan biologisnya.
Karena sakitnya yang begitu parah, Nyonya Hilda kesulitan untuk bergerak. Hingga ia membutuhkan seseorang untuk merawatnya.
Tuan Melky pun mencarikan perawat untuk nyonya Hilda. Namun ia kesulitan mencari perawat untuk istrinya karena perilaku nyonya Hilda yang terkesan agresif.
Akhirnya,ada satu wanita yang bersedia merawat nyonya Hilda.
Natasha adalah nama wanita yang kini merawat nyonya Hilda.
Natasha adalah wanita cantik dengan postur tubuh ideal dengan tinggi semampai.
Sebulan merawat nyonya Hilda, Natasya tak menunjukan gelagat aneh.
Pada suatu hari Natasha melihat tuan Melky yang sedang minum-minum keras di bar mini yang ada di rumahnya.
Tuan Melky begitu tertekan dengan sikap istrinya. Ia tak diperbolehkan untuk menikah lagi, padahal ia begitu butuh wanita untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.
Jangankan keluyuran, Nyonya Hilda bahkan mengancam akan bunuh diri jika suaminya berselingkuh atau menikah lagi.
Natasha tentu tau apa yang terjadi pada tuan Melky.
Dengan senyum menyeringai ia menghampiri tuan Melky yang setengah sadar.
"Tuan, ini sudah malam, sebaiknya anda tidur," ucap Natasha dengan senyum mesum menggoda.
Tuan Melky menatap Natasha yang terlihat begitu cantik saat itu.
"Ayo tuan, aku antar kau ke kamarmu. Aku tahu apa yang kau butuhkan," ucap Natasha.
Natasha membawa tuan Melky ke kamarnya dan pertempuran panas itu pun terjadi.
***
Tuan Melky mengerjap-nerjabkan matanya. Ia langsung bangkit ketika menyadari ruangan tersebut bukanlah kamarnya.
"Selamat pagi tuan," ucap seorang wanita yang sedang tersenyum sambil memeluknya.
"Natasha ? Apa yang kau lakukan disini ?"tuan Melky panik, ia pun menyibak bedcover yang menutupi tubuhnya.
Tuan Melky semakin kaget, ketika melihat tubuhnya polos tanpa busana, begitupun dengan Natasha yang terbaring di sampingnya.
"Apa yang terjadi?" tanya tuan Melky.
"Kita telah menghabiskan malam indah bersama Tuan," tutur Natasha.
"Apa?"
"Iya Tuan. Apakah anda lupa ? Atau pura-pura lupa, bagaimana ranjang ini berguncang semalam?" tanya Natasha.
Tuan Melky melihat ke arah Natasha.
Natasha tersenyum. "Anda tenang saja, saya tak akan memberitahu hal ini pada Nyonya. Saya butuh uang anda butuh pelayanan, benar begitu ?"
Tuan Melky terdiam, memang benar apa yang dikatakan Natasha dirinya memang butuh pelampiasan.
Sejak hari itu, tuan Melky kembali melakukan skandal dengan wanita lain.
***
__ADS_1
Seperti apa pun menyembunyikan skandal tersebut, tetap saja akan terbongkar.
Nyonya Hilda menjadi curiga ketika suaminya tersebut hampir tiap malam keluar malam. Setelah beberapa jam keluar dari kamar, sang suami kembali tidur bersamanya.
Jika tidak begitu, tuan Melky masuk ke kamar mereka pada larut malam,dan jika ditanya oleh Hilda ia akan menjawab sedang lembur mengerjakan urusan kantor.
Nyonya Hilda hanya bisa menangis, karena dirinya juga tak bisa berbuat apa-apa karena kanker serviks yang bersarang di tubuhnya.
***
Selama berbulan-bulan scandal itu berlangsung.
Nyonya Hilda semakin tertekan karena penyakit dan rasa kekhawatiran jika suaminya selingkuh.
Pada hari itu Natasha masuk ke kamar nyonya Hilda sambil tersenyum menyeringai.
"Selamat siang Nyonya," ucap Natasha sambil tersenyum menyeringai.
"Ada apa?!"tanya Hilda ketus. Karena ia melihat senyum kelicikan di wajah Natasha.
"Oh tidak, aku kemari hanya untuk menujukan sesuatu pada anda."
Natasha membuka kancing bajunya.
Saat itu di tubuhnya penuh dengan jejak kepemilikan yang berwarna merah kebiruan.
"Apa maksudmu?" tanya Hilda.
"Hahaha, jejak ini adalah jejak yang ditinggalkan oleh tuan Melky. " Natasha tersenyum mengejek.
Hilda kaget bukan kepalang. Perasaan cemas itu kembali kambuh menghantui dirinya.
"Haha, ternya suami anda begitu perkasa. Sampai-sampai saya kewalahan melayaninya. Pantas saja anda begitu menyayanginya dan takut untuk kehilangannya Hahaha."
Hilda begitu gregetan, jika saja ia mampu untuk bangkit. Ia akan membunuh wanita yang ada di hadapannya itu.
"Haha, anda bisa apa nyonya? Mau membunuhku lagi ?"tanya Natasha dengan tawa jahatnya.
Mendengar itu Hilda merasa kaget. Yang ia ingat, hanya satu orang yang pernah ia bunuh dan itu adalah Wilda.
"Kau ? Siapa kau ?"tanya Hilda dengan cemas.
"Haha, kenapa syok, jika aku masih hidup."
"Ada satu hal lagi yang akan membuatmu syok!"
Hilda membawa rekaman percintaan yang ia lakukan bersama tuan Melky.
"Lihat ini !" Natasha memaksa Hilda untuk menonton video yang di putarnya dengan menjambak rambut Hilda.
Tak hanya adegan panas saja yang dipertunjukan dalam video itu, tapi berbagai suara erangan dan desaahan juga terdengar dengan jelas, sehingga membuat kejiwaan Hilda terguncang ketika melihat adegan panas sang suami. Dalam rekaman suara juga terdengar betapa puasnya tuan Melky terhadap pelayanan Natasha.
Tubuh Hilda terguncang ketika melihat adegan demi adegan panas itu. Jantungnya berdetak kencang bahkan semakin kencang.
Tiba-tiba saja tubuh Hilda kejang-kejang kemudian ia tak sadarkan diri dengan bola mata yang melotot dan mulut yang mengeluarkan buih.
"Akhirnya aku bisa membalaskan dendam ku," ucap Natasha dengan senyum menyeringai penuh kepuasan ketika melihat Hilda tergeletak tanpa nyawa.
Nyonya Hilda pun dinyatakan meninggal karena serangan jantung. Sejak meninggalnya sang istri, tuan Melky begitu merasa kehilangan. Bahkan ia sering menghabiskan waktunya untuk minum-minum keras.
Hingga suatu ketika, ia terkena serangan jantung.
Tuan Melky yang merasa hidupnya bergelimang dosa akhirnya memutuskan untuk menyendiri tinggal di villa.
Lalu siapa Wana? Adakah Wana berhubungan dengan apa yang terjadi di masa lalu tuan Melky?
__ADS_1
Bersambung ya gengs, jangan ragu untuk memberikan vote, like dan komentarnya.