
Karena sebentar lagi Nathan dan Raisa menikah mereka mengunjungi makam kedua orang tua Nathan bersama dengan Sarah dan Dinda.
Dalam ziarah tersebut Irgi juga ikut menemani Nathan.
Rombongan mereka membawa taburan bunga di atas makam sang Ibunda.
Bulir bening menetes di pipi Nathan melihat pusara sang Ibunda.
Rasa sedih kembali menyelimuti hatinya karena seumur hidup dia belum pernah bertemu dengan ibu yang telah mengandungnya.
Nathan tanpa bisa berkata-kata langsung memeluk batu nisan di atas pusara Nyonya Elma Kirana.
"Bu apa ibu mendengarku ini, aku putramu maafkan aku selama hidup, aku tak pernah menemuimu,aku bahkan tak pernah tau seperti apa wajahmu, Hiks hiks."
"Tapi, ibu tenang saja disana karena aku berjanji akan menjaga kedua adikku," ucap Nathan sambil merangkul Sarah dan Dinda.
Sarah dan Dinda menangis dalam pelukan Nathan.
Ketiga saudara itu menangis bersama, kini Sarah dan Dinda mulai terbiasa dengan Nathan.
Nathan mencium kedua pucuk kepala adik-adik itu.
Irgi dan Raisa menghampiri mereka yang tengah menangis bersama
"Iya Than, Sarah dan Dinda adalah adik kita yang harus kita jaga dan kita rawat, itu pesan ibu kepadaku dan sebagai kakak-kakak kita akan jaga adik kita bersama-sama," ucap Irgi sambil memeluk Nathan dan kedua adiknya.
"Iya, Sarah dan Dinda tak hanya asik ku tapi juga adik, aku akan menyayangi Sarah dan Dinda seperti aku menyayangi Nessa dan Kak Sheon," ucap Nathan.
Bulir bening menetes di pipi Raisa melihat kebersamaan yang mengharukan tersebut.
Raisa ikut berjongkok memeluk Nathan dan Dinda.
Mereka kembali menangis haru bersama.
Setelah melantunkan doa-doa mereka pulang bergandengan tangan. Nathan dan Irgi berjalan sambil merangkul, begitupun Raisa yang menggandeng tangan kedua calon iparnya.
***
Hari pernikahan itu pun tiba, keluar Leon menyambut hari bahagia ini dengan suka cita.
Di atas pelaminan Nathan dan Raisa bersanding di pelaminan didampingi kedua orang tua mereka.
Sementara saudara-saudaranya yang ada di bawah ikut bersukacita, di tengah pesta itu mereka bercanda dan tertawa seolah tak ada lagi jarak di antara mereka.
Irgi, Sheon,Sasha dan Nessa begitupun Dinda dan Sarah berada di sebuah meja di sebuah sudut ruangan.
"Dinda, nanti setelah tamat sekolah kamu mau lanjut kuliah di jurusan apa?" tanya Sheon.
"Ehm apa ya Kak, aku belum tahu sih."
"Bagaimana kalau kamu masuk jurusan kedokteran saja, sebenarnya dulu kak Sheon ingin jadi dokter, tapi gak kesampaian karena harus kuliah di jurusan management bisnis biar bisa menggantikan daddy suatu saat."
"Boleh juga tuh Kak, dulu cita-cita aku kecil ingin jadi dokter namun aku buru-buru mengubur cita-citaku itu karena aku rasa tak mungkin akan mewujudkannya."
"Gak ada yang nggak mungkin Dinda, kita nggak tahu bagaimana nasib kita nanti, itulah kita jangan mudah putus asa."
"Iya kak, Dinda akan semangat kok!"
"Duh cape banget rasanya," ucap Nessa sambil bersandar pada pundak Irgi.
"Gi, jadi rencana kamu mau lanjutin kuliah gak?"
"Lanjut lah, aku mau ambil kuliah malam sajalah."
Ketika sedang asyik mengobrol tiba-tiba Tiara datang menghampiri mereka.
"Gi, Tiara tuh."
Emangnya kenapa Tiara?"tanya Irgi.
"Tiara naksir sama kamu, aku rasa kamu cocok kok sama dia."
Irgi mencubit hidung Nessa, "Ih aku mau fokus kuliah dan kerja. Nanti kalau punya pacar tunggu ada waktu senggang," ucap Irgi sambil melepaskan hidung Nessa.
"Ih sok cool banget sih, yah udah aku mau samperin Tiara."
***
Setelah resepsi pernikahan selesai digelar, Raisa dan Nathan langsung menuju hotel di mana mereka akan berbulan madu.
Sepanjang perjalanan Sepasang suami istri itu saling melempar senyum.
Mereka tiba di kamar hotel yang sudah dipersiapkan pihak hotel.
Keduanya pun mendaratkan bokong hampir bersamaan.
Beberapa saat mereka hanya diam, mungkin masih nervous, maklum saja keduanya masih polos dan belum berpengalaman sama sekali.
Raisa memutar tubuhnya membelakangi Nathan.
"Than, tolong bantu aku melepas resletingnya," pinta Raisa.
__ADS_1
Nathan membantu melepaskan resleting gaun pengantin Raisa.
Bola matanya membelalak dengan sempurna ketika melihat punggung istrinya yang begitu mulus nyaris tanpa celah.
Nathan mendarat kecupan di di ceruk leher Raisa sambil menarik resling gaun tersebut agar semakin turun.
Raisa mendesis dengan tubuh yang menggeliat.
Tangan Nathan mulai berani mengusap punggung Raisa yang mulus itu dan mendaratkan kecupan-kecupan lembut yang membuat Raisa mengelinjang merasa geli.
Setelah gaun itu terbuka, Nathan dengan perlahan membaringkan tubuh Raisa kemudian menciumnya dengan lembut.
Raisa merem melek ketika merasakan bibir Nathan yang hangat dan empuk menyentuh bibirnya.
Sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Nathan mulai mengulum dan melum*at dengan lembut bibir itu, secara perlahan gerakan mereka pun semakin cepat dan berbalas.
Sambil bercumbu mesra Nathan melepaskannya satu persatu penutup tubuh istrinya.
Ketika ingin menarik segitiga pengaman istrinya, tangan Raisa menahannya.
"Matiin lampu Than,aku malu," bisik Raisa.
"Kenapa malu, kamu kan sudah jadi milik aku," bisik Nathan.
"Ih pokoknya aku malu."
"Iya deh."
Nathan mematikan lampu, hingga ruangan itu menjadi gelap gulita.
Kemudian ia melepaskan semua penutup tubuhnya, dan kembali menghampiri Raisa.
Nathan kembali memagut bibir Raisa dengan lembut sementara tangannya menyusuri setiap lekuk tubuh istrinya.
Ciuman Nathan berpindah ke dua gundukan kecil milik Raisa, meski belum pernah berpengalaman Nathan menuruti naluri laki-lakinya, dengan sendirinya ia bisa tahu area sensitif dari seorang wanita.
Setelah pemanasan dirasa cukup, Nathan mulai serangannya, di kecupnya kening Raisa dengan lembut sambil memasukkan senjata tumpul miliknya.
"Pelan-pelan Than," bisik Raisa sambil mengatur nafasnya.
Bola mata Raisa membulat dengan sempurna ketika merasakan benda yang menerobos bagian inti tubuhnya.
Akh! Raisa meremas sprei karena merasakan sakit,satu hentakan Nathan berhasil menjebol gawang milik Raisa.
Setengah jam berlalu Nathan merebahkan tubuhnya di samping tubuh Raisa sambil mengatur napasnya, Nathan memeluknya dan menciumi Raisa dengan perasaan puas dan bahagia.
"Aku juga bahagia karena bisa memilikimu," ucap Raisa.
Keduanya saling melempar senyum bahagia penuh cinta.
***
Dua bulan berlalu.
Raisa dan Nathan diam-diam menemui dokter kandungan, karena Raisa menunjukan gejala kehamilan.
"Selamat ya pak, istri anda tengah mengandung selama empat minggu."
Nathan dan Raisa saling memandang dan tersenyum bahagia.
"Terima kasih dokter, kalau begitu kami permisi," ucap Nathan.
"Sama-sama Pak."
Mereka berdua keluar dari ruangan dokter.
"Sayang sebentar lagi kita akan punya anak, aku jadi gak sabar ingin memberitahu kepada keluarga kita," tutur Nathan.
"Aku tahu caranya memberi tahu mereka semua agar berita bahagia ini menjadi surprise," ucap Raisa.
"Bagaimana caranya?"
Raisa berbisik di telinga Nathan.
"Oke setuju."
***
Malam harinya keluarga Leon berkumpul untuk makan malam bersama, Raisa sengaja mengundang kedua orang tuanya untuk hadir di malam itu.
Suasana di ruang makan tersebut riuh rendah setelah mereka selesai menikmati santapan makan malam.
Keluarga yang harmonis itu saling mengobrol, bercerita dan bercanda tawa.
Di saat mereka sedang asik bercerita dengan lawan bicaranya tiba-tiba saja Nathan berdiri.
"Hm hm permisi semua! Mohon perhatiannya!"
Mereka semua berhenti bicara kemudian menatap ke arah Nathan.
__ADS_1
Raisa juga berdiri di samping suaminya itu.
"Ada apa Than?" tanya Yura.
"Ada berita yang ingin Nathan sampaikan untuk mommy, daddy, mama,papa, dan saudara -saudara ku yang tercinta."
Mereka semua menatap serius ke arah Nathan.
"Ada apa sih?!"tanya Nessa sewot.
"Hehe bocil gak perlu tau!"sahut Nathan mengejek Nessa.
"Hei, jangan mentang lu sudah nikah panggil kita bocil! umur kita sama !"
Hehe, Nathan tersenyum nyengir.
"Berita apa Than?" tanya Yura dan Nadia secara serempak.
"Berita bahagianya adalah…"
Nathan merangkul Raisa dan mencium pucuk kepala istrinya itu.
"Raisa hamil empat minggu."
"Hamil!" Seru mereka semua, mereka ikut bahagia.
Nadia dan Yura saling memeluk.
"'Kita akan segera punya cucu !"seru kedua sepupu itu.
Leon dan Zein langsung menghambur memeluk Nathan dan Raisa.
"Selamat ya untuk kalian berdua," ucap kedua ayah itu sambil memeluk kedua anak menantunya.
Disusul dengan Nadia dan Raisa yang memberikan ucapan selamat.
"Mommy bahagia sekali, secepat ini mommy punya cucu," ucap Yura hari sambil memeluk Nathan dan Raisa, Yura sampai menangis saling haru dan bahagianya.
Setelah para orang tua, kini saudara-saudaranya satu persatu memberikan ucapan selamat kepada calon mamud dan pamud itu.
"Selamat ya untuk kalian berdua, terima kasih karena telah memberikan ku keponakan," ucap Nessa sambil memeluk Nathan dan Raisa bergantian.
Begitupun Irgi ,Sheon, Dinda dan Sarah yang juga memberikan selamat kepada keduanya.
Setelah mengucapkan selamat kepada Nathan dan Raisa,mereka kembali berkumpul untuk merayakan berita bahagia tersebut.
"Wah mantap juga adik ku ini, bikin anaknya langsung jadi," ucap Sheon sambil menjepit leher Nathan dengan siku tangannya kemudian mengacak rambut Nathan.
"Kak kau selalu memperlakukan aku seperti anak kecil, bagaimana jika anak ku di dalam perut melihatnya?!"
"Haha biarkan saja anakmu melihatnya !"
"Bener Kak! Ucapan selamat saja tak cukup untuk Nathan! Bagaimana kalau kita ceburkan Nathan ke kolam renang!"
"Setuju!" Sahut Nessa
Irgi dan Nessa langsung menghampiri Nathan.
"Ei apa-apa ini?!"seru Nathan ketika Sheon menarik kedua kakinya, sementara Nessa dan Irgi mengangkat tangannya, mereka mengangkat tubuh Nathan dan membawanya menuju kolam renang.
"Woi ! Tolongngin! Nessa, Irgi ! kak Sheon lepaskan!"
"Haha, bocil mesti orientasi dulu, biar siap jadi Papa muda!" Seru Nessa.
Mereka mengangkat tubuh Nathan hingga ke tepi kolam.
Ayo ceburkan dalam hitungan ketiga ya! Ketiga saudaranya itu mengayun tubuh Nathan.
"Jangan dong! Dingin tau," pinta Nathan dengan memelas,tapi tak ada yang mendengarkannya. Bahkan Raisa sang istri ikut menikmati perpeloncoan itu.
"Satu! Dua ! Tiga ! "
Byurrr Nathan tercebur ke kolam renang.
"Haha !"seru mereka semua ketika tubuh Nathan tercebur ke dalam kolam.
"Selamat jadi papa mu Ya Than!" Seru mereka semua .
Sekian dulu ya reader untuk kisah Pewaris Tuan Kejam,tapi tenang saja akan ada lanjutannya di buku kedua yang berjudul
The Twins CEO
Masih menceritakan tentang keseruan keluarga Leon namun dengan sudut pandang berbeda ya, insyaallah mulai up tanggal dua Januari, berikut covernya.
,🌹🌹🌹🌹🌹Tamat🌹🌹🌹🌹
"
__ADS_1