Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Rencana Menikah


__ADS_3

Keadaan tuan Melky pun membaik setelah dirawat selama seminggu.


Tuan Melky pun di perbolehkan untuk pulang.


"Ayo daddy, kita pulang. Karena ada yang menunggumu di rumah."


"Haha, bisa saja kau Leon."


Leon mendorong kursi roda tuan Melky melewati koridor, sementara para asistennya mengawal dari depan dan belakang.


"Daddy, apa boleh aku minta sesuatu pada daddy?"tanya Leon sambil mendorong kursi roda tuan Melky.


"Apa itu Leon ?" 


"Bagaimana jika Daddy menikahi mommy ku ?" tanya Leon.


"Apa-apan kau ini Leon, Daddy ini sudah tua."


"Jangan bicara seperti itu daddy. Daddy patut mendapatkan kebahagiaan. Mommy ku begitu mencintai daddy . Tak ada salahnya jika kalian menikah. "


"Haha, benarkah begitu Leon ?"


"Iya, siapa tau aku bisa memiliki adik lagi ," cetus Leon dengan maksud bercanda.


" Haha, Kau ini ada-ada saja," tukas tuan Melky dengan tawa renyahnya.


Leon tersenyum melihat Daddynya yang terlihat bahagia.


***


Wana menghampiri Yura yang sedang menjalani masa bedrestnya di rumah.


"Yura, mommy buatkan sup ayam untuk kamu, dimakan ya."


"Oh terima kasih mommy, karena sudah repot," ucap Yura sambil menikmati sop  tersebut.


Yura terlihat begitu menikmati sop tersebut. melihat sang menantu yang menyukai sopnya Wana pun tersenyum.


"Kau tahu, ketika aku mengandung Leon, aku begitu suka dengan sop ayam ini. Makanya aku yakin pasti anakmu juga menyukainya."


"Iya mommy, sepertinya memang begitu. Semoga aku gak muntah-muntah lagi. "


"Iya, makan-makan hangat dan berkuah bisa menghangatkan tubuh dan perut kita, apalagi mommy menggunakan rempah-rempah alami."


"Ehm, sop mommy memang the best."


Yura melahap habis sop buatan Wana.


Setelah beberapa saat ternyata Yura tak merasakan mual, seperti sebelumnya.


"Bagaimana, apa terasa mual lagi ?"tanya Wana .


"Gak mommy, sepertinya aman. "


"Iya, sepertinya janin mu hanya ingin makan masakan Oma-nya," cetus Wana dengan maksud bercanda.


"Mommy, apa yang mommy rasakan ketika mengandung Leon? Apakah ngidam juga seperti aku ?"


"Tentu dong, apalagi keadaan saat itu,serba sulit."

__ADS_1


"Kenapa mommy?"


karena mommy hanyalah seorang ibu pengganti. Awalnya aku menerima tawaran untuk menjadi surrogate mother karena uang, tanpa memikirkan bagaimana nantinya. Aku pikir uang adalah segalanya. Karena gadis miskin seperti ku ini sudah bosan hidup miskin dan menderita."


"Namun, setelah aku mengandung Leon, disanalah aku merasakan bagaimana kasih sayang seorang ibu.


"Aku mai menyayangi janin ku, meski aku harus mengalami masa ngidam yang cukup parah .Sejak itu, setiap hari aku memikirkan cara, agar aku tak di pisahkan dengan anak yang ku kandung sendiri."


Hm, ternyata perasaan seorang ibu itu sama, aku juga pernah mengalami hal itu. Bagaimana khawatirnya aku ketika Leon mengatakan hendak memisahkan ku dengan anak ku setelah lahir."


"Hm, mereka memang egois. Bahkan Leon pun menurun sifat Daddynya."


"Iya mommy, tapi tenang saja. Sekarang lion mu itu sudah berubah jadi jinak, bahkan dia sekarang semanis koala," cetus Yura dengan nada bercanda.


" Ehm cinta memang mampu merubah seseorang. Sekarang saja aku merasa bahagia karena bisa berada di samping kau dan Leon, apalagi sebentar lagi aku punya cucu dari kalian."


"Aku juga bahagia karena melihat suamiku yang bahagia bisa berkumpul dengan kedua orang tuanya."


"Suami ku lebih beruntung, karena masih memiliki ibu. Sedangkan aku, sejak umur sepuluh tahun aku kehilangan sosok ibu dan dia tak akan pernah kembali lagi. "


Wana tersenyum sambil meraba wajah Yura.


"Bukannya aku ini juga ibumu ?"


"Iya mommy, tapi aku sudah lama tak merasakan hangatnya kasih sayang seorang ibu, terkadang aku merindukan mereka," tutur Yura dengan haru.


"Kalau begitu, sini aku peluk. Anggap saja aku ini ibu mu," ucap Wana sambil merentangkan tangannya.


Yura membalas dengan merentangkan tangannya menerima pelukan Wana.


'Hm, pelukan seorang ibu memang hangat,' batin Yura.


Mereka pun saling mengurai pelukannya setelah beberapa saat.


Wana tersenyum, sambil berkata "Itulah cinta sejati Yura, cinta sejati tak akan pernah mati. Seperti apapun tuan Melky saat ini, aku tetap mencintainya sampai saat ini. "


"HM, sekarang sudah tak ada penghalang cinta mommy. Bagaimana jika kalian menikah ?"tanya Yura sambil menggenggam tangan Wana.


"Hm, bagaimana ya?"tanya Wana.


"Ah mommy, kenapa wajahmu memerah seperti anak remaja yang sedang dilanda asmara ?" goda Yura.


Wana tersenyum.


"Hm kalau tuan Melky mau, aku pun mau," cetus Wana sambil mengulurkan senyum.


Kreak …tiba-tiba pintu terbuka.


Wana dan Yura kaget ketika melihat kedatangan Leon dan tuan Melky.


"Ternyata mommy disini rupanya," cetus Leon.


Melihat kedatangan tuan Melky, seketika Wana bangkit dari duduknya.


"Aku mencari mommy di kamar, ternyata di sini."


Wana tertunduk malu, ketika tuan Melky menghampiri kamar Yura.


"Widya ,"panggil tuan Melky lirih. Bola matanya mulai berembun .

__ADS_1


Wana pun mendongkrak kepalanya, coba menahan air matanya.


Suasana hening beberapa saat.


"Widya maafkan aku, karena keegoisan ku, kami memisahkan kau dan putramu" ucap tuan Melky dengan wajah yang penuh penyesalan, memecah kebisuan di antara mereka.


"Tak apa Tuan, yang lalu biar saja berlalu. Tapi bolehkah aku tetap tinggal di rumah ini, melayanimu seperti biasa,agar aku juga bisa dekat dengan anak dan menantu ku," ucap Wana lirih.


"Tentu saja. Leon adalah putra kita, apa yang ia miliki juga milikmu. Mari kita bersama melihat kebahagiaan anak dan menantu kita. Lupakan lah semua dendam, apalagi usia kita sudah memasuki usia senja."


Leon dan Yura saling melempar senyum.


"Iya Tuan, terima kasih," jawab Wana.


"Iya Widya. Aku begitu menyesal."


"Tak apa Tuan, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. "


"Syukurlah jika kau tak dendam terhadap ku," ucap tuan Melky dengan bola mata yang menggenang.


Leon merasakan bahagia mendengar kedua orang tuanya berdamai.


"HM, bagaimana jika daddy dan mommy menikah saja, supaya kita benar-benar menjadi keluarga yang utuh," ucap Leon sambil merangkul pundak istrinya.


Wana dan tuan Melky jadi salah tingkah, mereka pun saling melempar senyum kemudian tertunduk.


"Bagus daddy, maukah kau menikahi mommy ku ?"tanya Leon.


"Mau dong, " cetus tuan Melky seraya mengedipkan matanya ke arah Wana. Hingga membuat perempuan paruh baya itu tersipu-sipu.


"Ih Daddy ternyata genit," cetus Yura.


"Bagaimana mana mommy, maukah menikah dengan daddy ku ?" tanya Leon .


"Gak mau ah, " cetus Wana dengan senyum simpul.


"Kok gak mau sih mommy?"tanya Yura heran.


"Gak mau lama-lama," sahut Wana dengan senyum simpulnya.


"Haha, malu-malu kucing ternyata," cetus Yura.


Mereka pun tertawa kecil.


" Baiklah jika begitu. Nanti akan aku urus pernikahan kalian," sambung Leon.


"Asik !"


"Tapi ada syaratnya,"


"Apa syaratnya Leon ?" tanya tuan Melky.


"Aku minta dedek bayi," cetus Leon dengan wajah di buat se imut mungkin 


Tuan Melky dan Wana pun tersenyum.


"Bukannya kamu bisa bikin sendiri," cetus Wana.


Haha mereka semua pun tertawa bahagia

__ADS_1


Bersambung dulu ya gengs.


Maaf gak bisa up banyak-banyak dulu.


__ADS_2