Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Pengakuan


__ADS_3

"Kenapa kau tak jujur sejak dulu Nadia, Kenapa  baru sekarang kau mengakuinya?" Tanya Zain.


"Aku takut Mas,  aku melakukannya karena diancam oleh papaku! Ia mengancam akan membunuh ibuku yang sedang sakit-sakitan, tapi aku juga tidak tahu jika kejadiannya akan seperti ini."


"Aku hanya disuruh memasukkan obat ke dalam minuman Yura saat itu. Saat itu aku begitu tertekan Aku ingin cepat pulang dan menemui ibuku. Karena setiap hari papa akan terus meneleponku sampai aku menyelesaikan misiku"


"Kalau begitu kita bicarakan ini pada tuan dan nyonya. Semoga mereka bisa memaafkan kita," ucap Zein.


Nadia  dan Zen pergi menemui keluarga Leon.


***


Makan malam hari ini terasa hangat ,di mana para anggota keluarga sudah mulai terbiasa makan bersama.


Hanya saja terjadi perubahan sikap pada Nathan, ia lebih murung dari biasanya, biasanya banyak hal yang ia ceritakan di meja makan, kadang Ia juga berdebat dengan Nessa. Namun semua berubah ketika Nathan mengetahui yang sebenarnya. Nathan menjadi lebih tertutup.


"Nathan, ini mommy sengaja masak sup ayam  kesukaan kamu."


"Terima kasih mommy!"


"Sama-sama sayang."


Yura  memasukkan ke sup panas ke dalam mangkuk Nathan.


 Kemudian ia mengangkut sayur asem ke piring Irgi.


"Irgi, mommy juga masak istimewa untuk kamu, mommy tahu dari Dinda jika kamu suka dengan sayur asem."


"Terima kasih mommy," ucap Irgi.


Yura  kemudian menghampiri Dinda dan Sarah. Yura mengangkut sayur asam itu dan meletakkan ke dalam mangkuk Dinda dan Sarah


"Mommy tahu Dinda dan Sarah juga senang makan sayur asam, Karena itulah mommy masak lebih banyak,"


"Terima kasih mommy," ucap Sarah dan Dinda bersamaan.


Setelah itu ia menghampiri Nessa dan Sheon.


"Untuk kakak mommy masak tom yam. Begitupun untuk si cantik mommy, mommy masak perkedel kentang kesukaan kamu," Yura mengaut satu-satu makanan favorit putra-putrinya.


"Terima kasih mommy," ucap Nessa dan Sheon.


Setelah itu ia menghampiri Leon.


"Kalau yang ini, untuk daddy," ucap Yura sambil menganut opor ayam ke piring Leon.


"Terima kasih mommy, karena sudah repot masak untuk kami semua. Mommy adalah wanita yang luar biasa, seorang wanita yang tak hanya sukses di karir, tapi juga seorang istri dan mommy yang baik untuk kami semua, happy mother's day mommy," ucap Leon sambil mencium kening Yura dengan lekat, semua di ruangan tersebut bertepuk tangan dan tersenyum dengan bahagia.


"Terima kasih juga Daddy."


Mereka langsung menghampiri Yura dan memeluknya.


"Happy mother's day mommy!" ucap Mereka.

__ADS_1


Kemudian mereka semua menghampiri Yura dan mengucapkan selamat hari ibu kepadanya.


Sebenarnya, Sheon dan adik-adiknya sudah menyiapkan acara khusus untuk hari ibu.


Hanya saja, karena Leon sudah mengucapkannya terlebih dahulu, Mereka pun terpaksa ikut mengucapkan sebelum memberi kejutan pada Yura.


Nathan bersujud memeluk kaki Yura.


"Mommy! Mommy adalah cinta pertama yang aku rasakan, tanpa mommy aku tidak akan bisa berdiri dengan tegak seperti ini, terima kasih mommy, tak ada kata-kata yang setara yang mampu aku ucapkan untuk mengungkapkan betapa berjasanya engkau dalam hidup ku," ucap Nathan ia menangis bersimpuh sambil memeluk Yura.


"Iya Nak, berdirilah," ucap Yura sambil merangkul Nathan, keduanya saling memeluk haru.


"Terima kasih mommy, happy mother's day," ucap Nathan sambil mencium pipi Yura lekat.


Setelah Nathan satu persatu anak Yura dan Leon menghampirinya, termasuk Dinda dan Sarah.


Mereka secara bergiliran mengucapkan selamat dan rasa terima di hari ibu kepada Yura. 


Suasana rumah mereka kembali hangat dengan penuh kedamaian dan cinta, setelah momen haru tersebut, mereka melanjutkan untuk makan malam bersama.


Usai makan malam, keluarga Leon bersantai di kolam renang yang sudah di dekorasi ala mother's day.


"Irgi, apa ibu mu pernah cerita tentang kelahiranmu Nak?"tanya Yura.


Saat ini mereka memang masih menyelidiki Kenapa bayi mereka bisa tertukar. Padahal saat itu Yura harus melahirkan bayi-bayi prematur.


"Mama bilang kalau aku terlahir prematur." 


"Iya Irgi, kamu, Nesaa dan Nathan adalah anak yang terlahir prematur hanya saja kenapa kalian bisa tertukar, Apakah memang ada unsur kesengajaan atau memang kesalahan ini tidak disengaja. Karena itulah kami mencari cara mengumpulkan bukti untuk mencari siapa  sebenarnya yang ingin berniat jahat pada keluarga kita."


Di saat mengobrol, mereka mendengar suara Zain dan Nadia.


"Eh kalian berdua ayo masuk!"


Saat itu mereka semua berkumpul kecuali Nessa, Dinda dan Sarah mereka tengah asik bermain di tepi kolam sambil bercanda-canda.


Yura melihat wajah Nadia yang tertunduk lesu begitupun dengan wajah Zein.


Zen dan Nadia ikut duduk bersimpuh di atas lantai.


"Maaf tuan dan nyonya sebenarnya kedatangan kami untuk memberi informasi kepada anda tentang kejadian sebelum Nyonya Yura melahirkan secara prematur," ucap Zain.


"Emangnya ada apa?" tanya Yura.


Sementara Nadia semakin menundukkan wajahnya.


Nadia kemudian menghampiri Yura dan menangis.


"Hiks Maafkan, Aku tidak menyangka akibatnya akan sebatal ini Hiks hiks."


"Nadia, sebenarnya ada apa?" tanya Yura bingung.


Nadia menangis sambil memeluk Yura semakin erat. Bahkan Irgi, Sheon, Leon dan juga Nathan heran melihat Nadia yang menangis sedu-sedu seakan penuh sesal.

__ADS_1


"Memangnya apa yang terjadi, Nadia?!" tanya Yura.


"Maaf Yura sebenarnya…" Nadia kembali menangis sebelum melanjutkan kata-katanya.


Zen mengusap punggung istrinya agar Nadia lebih tenang dan bisa menyampaikan apa yang ingin disampaikan.


"Maaf Yura, sebenarnya akulah yang menyebabkan kau melahirkan secara prematur hiks hiks," tutur Nadia sambil menangis.


"Apa?! Tapi kenapa Nadia,apa  kau membenciku?!"tanya Yura dengan sedikit emosi.


"Aku tak pernah membencimu Yura,justru aku berterima kasih karena kau telah menerimaku bekerja menjadi babysitter anakmu! Namun, saat itu aku dipaksa oleh Papa untuk membuatmu melahirkan secara prematur, ia berharap agar kandungan mu  tidak bisa diselamatkan dan kau juga ikut celaka, hiks hiks."


Mendengar hal itu Leon menjadi geram rahangnya mengeras dengan tatapan bola mata yang merah ke arahnya Nadia.


Sementara Yura bersikap lebih tenang karena ia tahu bagaimana pamannya itu.


"Maafkan aku Yura, aku terpaksa melakukannya hiks hiks. Jika tidak, papa mengancam akan membunuh dan meracuni mamaku. Setiap hari aku ditelepon dan diteror olehnya, untuk segera menaruh obat di minumanmu.


"Saat itu, aku juga tak tahu jika kita ternyata adalah saudara sepupu."


" Papa menyuruhku melakukan itu atas perintah Tuan Raymond, maaf aku terpaksa menyembunyikan semua ini, Aku tak mau hubungan baik kita menjadi renggang. Tapi percayalah, aku melakukan itu karena terpaksa hiks."


"Tuan Raymond?!"  tiba-tiba Irgi menyebut nama itu,membuat semua mata menoleh ke arahnya.


"Kamu kenal Tuan Raymond," tanya Yura.


"Kenal mommy."


Tuan Raymond memiliki usaha berbasis rentenir.ia sengaja meminjamkan uang dengan bunga yang sangat tinggi dan mencekik.


"Oh Ternyata Raymond mengambil bisnis rendahan itu!"sahut Leon.


"Aku tak tahu sudah berapa lama mamaku  mengenal Tuan Raymond dan anak buahnya, yang aku ingat, pertama kali aku melihat Tuan Raymond ketika aku masih SD,Mama memang terjerat hutang dengan Tuan Raymond karena meminjam tanpa sanggup membayarnya."


"Bunganya yang cukup tinggi membuat perekonomian kami jadi semakin sulit. Mama harus bekerja keras untuk membayar bunga-bunga dari pinjamannya."


"Dan yang terakhir kalinya Mama meminjam uang pada Tuan Raymond, sebelum ia jatuh sakit dan bunganya terus bertambah karena mama tidak bisa bekerja dan menyetor uang."


"Aku pun sama, aku meminjam uang kepada tuan Reymond dengan terpaksa, meski bunganya cukup besar, aku meminjam uang itu untuk biaya pengobatan Mama di rumah sakit."


"Tapi Tuan Remon tidak meminta aku membayarnya, justru ia akan menganggap utang Mama lunas dengan satu persyaratan," ucap Irgi.


"Persyaratan apa Irgi?" tanya Yura yang mewakili pertanyaan sama orang yang ada di sana.


"Syarat yang diajukan oleh Tuan Raymond adalah, Aku harus bisa mendekati Nessa dan membuat nya jatuh cinta padaku."


Mendengar hal itu sontak saja mereka yang ada di sana menjadi kaget.


"Tak hanya itu, mereka juga memaksa aku untuk merusak Nessa dengan begitu, mau tak mau kalian pasti akan menikahkan  kami," tutur Irgi dengan bola mata yang memerah.


Sekarang irgi tahu maksud Reymond yang sebenarnya.


"Kurang ajar!" Leon langsung beranjak dan mengepal tangannya.

__ADS_1


"Aku yakin semua ini adalah perbuatan Reymond!" Seru Leon dengan tangan yang mengepal.


bersambung dulu ya gengs. makasih 🙏


__ADS_2