Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Tunangan


__ADS_3

Brumm motor Nathan berada di depan di antara motor-motor peserta lainnya.


"Nathan !" seru Raisa di antara sorak para suporter peserta balap.


Brumm..motor Nathan menyentuh garis finish terlebih dahulu.


"Yey!" seru Raisa. Ia ikut bergembira dengan kemenangan Nathan .


Setelah selesai, Nathan menghampiri Raisa. "Sini Sa, kamu ikut aku ya, saat penyerahan tropi."


Tepuk tangan memenuhi stadion tersebut.


Nathan membawa Raisa ke atas samping podium, dimana Nathan berdiri di tempat yang tertinggi karena kemenangannya yang gemilang.


Salah satu penyelenggara event itu menyerahkan medali trophy dan kalung bunga kepada Nathan .


Haru dan bangga Raisa menyaksikan kekasihnya tersebut berhasil menang. Meski sebenarnya Nathan tak pernah di restui oleh kedua orang tuanya untuk menjadi pembalap.


Setelah acara penerimaan trophy selesai.Nathan turun kemudian ia menghampiri Raisa.


"Kemenangan ini untuk kamu Sayang," ucap Nathan sambil menyerahkan trophy dan juga mengalungkan piagam ke leher Raisa.


"Hm, aku jadi tersanjung," ucap Raisa.


"Terima kasih Sayang," ucap Raisa sambil mengecup pipi Nathan .


"Hehe, aku lebih suka ciuman mu dari pada semua penghargaan itu," ucap Nathan .


"Ehm, kamu memang paling bisa bikin aku berbunga-bunga," cetus Raisa.


"Akan ku lakukan apa saja asal bisa membuat mu bahagia," cetus Nathan.


"Ehm so sweet banget." Nathan kembali membuat pipi Raisa bersemu memerah.


Yuk kita pulang, sudah malam.


Nathan membuka jaket yang ia dapatkan kemudian memasangkan jaket tersebut pada Raisa.


Malam memang sudah larut, waktu menujukan pukul sebelas malam. Untung saja orang tua mereka tak ada di rumah karena biasanya setiap Sabtu malam mereka akan keluar kota.


"Sa, karena kamu sudah selesai ujian, bagaimana jika kita jujur saja dengan orang tua kita tentang hubungan kita," ucap Nathan.


"Emang kamu berani Than. Bagaimana kalau mereka tak merestui hubungan kita?"tanya Raisa.


"Ku rasa tidak, kenapa tidak merestui. Kita sudah saling mengenal sejak lama."


"Justru itu, bagaimana jika kita di suruh langsung menikah?"tanya Raisa


"Ya sudah, nikah saja."


"Memang kamu sudah siap jadi kepala rumah tangga."


"sudah siap dong," ucapkan sambil merangkul Raisa.


"Kalau sudah berumah tanggal kamu tidak boleh balapan lagi bagaimana?"


"Siap sayang, aku akan fokus bekerja dan kuliah," sahut Nathan .


"Benar begitu?"


"Tentu saja."


"Hm, ya sudah kapan kamu akan mengatakan pada orang tuaku," tanya Raisa.


"Kalau perlu secepatnya."


"Oke!"


***


Sheon berada di dalam mobil bersama kedua orang tuanya.


"Sheon Bagaimana dengan perusahaan yang kau pimpin saat ini?"


"Baik Mommy."


"Sheon, rencana besok kami akan melakukan lamaran resmi kepada keluarga Raisa."


"Kenapa terburu-buru mommy. bukannya Raisa baru saja tamat. sekolah."


"Ngak kok, Onty dan Om juga setuju jika kalian langsung menikah."


Untuk beberapa lama Sheon bergeming.

__ADS_1


"Iya mommy."


"Kalau begitu besok kita datang ke rumah mereka."


"Iya Mommy."


Keesokan harinya Yura dan Leon sudah bersiap untuk pergi ke kediaman keluarga Zein.


Yura menghampiri kamar putranya.


Di lihatnya Sheon tampak ganteng dengan kemeja biru dongker nya.


"Sudah siap Nak?"


"Sudah mommy."


"Ayo kita pergi."


Yura memang sengaja tak membawa dua anak-anaknya yang lain Nessa dan Nathan .


Ketiga turun dari tangga secara bersamaan.


Kebetulan saat itu Nathan juga hendak pergi.


"Wah mau kemana nih?"tanya Nathan .


"Mommy mau melamar seorang gadis untuk kakak mu."


"Wah, Selamat ya kak,"ucap Nathan dengan bahagia.


"Kamu gak mau ikut kami melamar?"tanya Yura.


"Ah nggak lah mom, aku masih ada urusan."


Nathan berlalu dari mereka menuju motornya.


setelah mendapat telepon dari Yura, Nadia langsung menghampiri kamar putrinya.


tok tok tok" Raisa!"


Beberapa saat kemudian Raisa membukakan pintu.


"Kamu siap-siap Nak, ada keluarga yang akan melamar kamu."


"Apakah yang melamar ku dari keluarga Johnson?"terka Raisa.


"Ih kok kamu tahu sayang, padahal mama belum memberitahu padamu. Mama yakin kamu pasti menerimanya ya kan sayang?"


" Iya dong Mah, " sahut Raisa dengan tersipu-sipu.


"Wah kalau begitu Kamu setuju dong dengan lamaran mereka?"


Nadia tersenyum sambil menganggukan kepalanya yang tertunduk.


"Wah lihatlah, pipi mu merona sekali. Kau pasti malu ya?" tanya Nadia.


Raisa menunduk dan mengangguk kepalanya sambil tersenyum.


"Udah, kalau begitu bersiaplah sebentar lagi mereka akan datang," ucap Nadia


"Oke mah." Raisa menutup pintu kamarnya.


"Yes ! ternyata Nathan telah telah memberitahu orang tuanya. Kalau begitu aku harus bersiap "


Rasya pun bergegas mempersiapkan dirinya.


***


Mobil keluarga Johnson memasuki halaman parkir keluarga Zein.


Kehadiran mereka sudah disambut di depan pintu.


ketiga orang itu turun dari mobil kemudian menghampiri sepasang suami istri di depan rumah.


Yura dan Nadia saling bersalaman memeluk. Meskipun mereka sering bertemu. Namun perasaan kekerabatan itu masih terasa erat.


setelah bersalaman dengan Yura. Nadia bersalaman dengan Sheon.


"Duh gantengnya calon menantuku,"ucap Nadia sambil meraba wajah Sheon.


Sheon tetap berusaha tersenyum, bukan karena ia tak suka dengan Raisa, tapi memang tak ada rasa cinta yang ia rasakan. baginya Raisa, seperti Nessa adik perempuannya.


"Ayo silakan masuk semua," ucap Nadia.

__ADS_1


Ketiga tamu itupun duduk di tempat mereka masing-masing.


Setelah berbasa-basi sebentar Leon langsung mengutarakan niatnya untuk melamar Raisa.


"Jadi maksud kedatangan kami kemari untuk melamar putrimu untuk putra kami, sebagaimana yang telah kita sepakati sebelumnya," ucap Leon.


Tentu saja, kami sudah bertanya pada Raisa. dan Ia setuju dengan perjodohan ini.


tok tok tok suara langkah kaki Raisa menapaki anak tangga terdengar di ruang tamu.


"Baiklah kalau begitu, hari ini kita tunangan kan saja mereka, setelah itu kita tentukan hari pernikahan mereka."


Raisa datang menghampiri mereka.


Raisa bersalaman pada ketiga orang itu.


"loh di mana Nathan dan Nessa" tanya Raisa.


"Mereka masih ada urusan di kampus."


Raisa duduk manis.


"Raisa kamu tahu kan maksud dan tujuan kedatangan aunty dan uncle kemari?" tanya Yura.


"Iya Onty." Raisa tertunda malu.


"Kamu juga setuju kan jika kami menjodohkan kamu dengan salah seorang putra kami yang bernama Sheon?" tanya Yura.


alangkah kagetnya Raisa ketika mendengar penuturan Yura tersebut.


"Kak Sheon Onty?" tanya Raisa untuk memperjelas.


"Iya lah Nak, siapa lagi?"


Raisa langsung terpaku mendengarkan itu, Ia benar-benar syok.


"Raisa karena mama dan papamu setuju, hari ini juga kami mengikat kalian dengan tali pertunangan."


Raisa semakin kaget ia menatap orang-orang yang ada di hadapannya secara bergantian mereka tersenyum yang membuat Raisa semakin bingung.


Kenapa dengan kak Sheon, bukan dengan Nathan. apakah Nathan sudah mengetahui semua ini. batin Raisa. Ia pun menjadi gelisah.


"Ayo sekarang waktunya kalian bertukar cincin," ucap Yua sambil menyodorkan kotak cincin kepada Sheon.


Sheon mengamati kotak cincin tersebut, kemudian meraih salah satu cincin di kotak tersebut.


"Ayo lakukan dengan romantis ya," ucap Yura.


Tubuh Raisa terpaku tak bisa berkata-kata, jujur ia begitu syok, seperti mimpi di siang hari.


Sheon menghampiri Raisa kemudian sedikit berlutut menjangkau jemari Raisa, kemudian ia menyematkan cincin digemari manis Raisa.


Kedua pasangan itu tersenyum.


"Duh Sheon kamu itu nggak ada romantisnya sama sekali ,"ucap Yura Ketika Sheon tidak mengatakan apa-apa ketika menyematkan cincin di jari manis Raisa.


"Mungkin mereka masih malu-malu," sahut Nadia.


"Ayo Raisa sekarang selamatkan cincin itu ke Sheon."


Dengan gemetar, Raisa meraih cincin itu, ketika hendak menyematkan cincin itu ke jemari Sheon, saking gugupnya cincin itu sampai jatuh dan bergelinding.


"Yah kok jatuh sih, " Zein meraih cincin yang bergelinding di hadapannya.


"Kamu terlalu gugup Raisa. Haha ."Mereka mentertawakan Raisa.


"Sudah, Ayo kamu sematkan cincin itu ke jari manis calon suami kamu!"


Karena Raisa adalah anak penurut, ia pun melakukan perintah dari mamanya.


Dengan tangan gemetar Raisa berusaha menahan air matanya.Agar tak menetes.


"Yey! akhirnya. " Yura bertepuk tangan karena begitu senang.


"Selamat ya Raisa dan Sheon. Sebentar lagi kalian akan menikah."


Raisa mengulum senyumnya


"Sekarang tinggal kita tentukan saja hari baik untuk pernikahan mereka," ucap Yura.


Raisa membelalakkan bola matanya.


Menikah, secepat ini ? bersama kak Sheon? batin Raisa. Ia pun langsung pergi meninggalkan mereka semua.

__ADS_1


Bersambung dulu gengs jangan lupa dukungannya ya 🙏


__ADS_2