Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Jodoh Pasti Bertemu


__ADS_3

Yura memilih pakaian yang akan di kenakan oleh suaminya. Meski keadaan Leon belum pulih. Namun ia harus ke kantor  karena ada tugas yang begitu penting.


Leon keluar dari kamar dengan handuk sepinggang. Ia langsung menghampiri Yura.


Karena masih belum bisa mengangkat tangan bagian kirinya,istri kecilnya lah yang membantu mengenakan pakaian untuknya.


Dengan pelan Yura memakai Leon kaos dalam. Karena tubuh Leon yang tinggi, ia sampai harus memanjat ke kursi .


Setelah itu, ia mengenakan kemeja untuk suaminya.


"Kamu Yakin mau ke kantor hari ini ?"


"Memangnya kenapa?"


"Bukannya dokter menyarankan agar kamu beristirahat. Nanti  luka kamu semakin sulit untuk sembuh loh. " 


"Ehm, kamu bicara seperti ini, pasti karena kamu gak mau aku kerja dan meninggalkan kamu sendirian di rumah ini kan ?"tanya Leon.


"Ih gak kok. Biasa saja."


"Aku justru senang kalau kamu kerja, jadi gak dempetan sama aku terus ."


"Masa iya sih, "tanya Leon sambil mencubit dagu Yura 


"Eh Sayang, setelah ini kamu ganti pakaian. Kita akan  Ziarah ke makam orang tua kamu."


" Ziarah ke makam orang tua aku ?"


Raut wajah Yura seketika berubah sedih.


" Iya Sayang, aku tau kamu pasti kangen sama mereka."


"Iya Sayang. Aku kangen sama mereka. Sudah lama sekali aku tak mengunjungi makam kedua orang tua ku," ucap Yura dengan bulir bening menetes di pipinya.


"Kalau begitu, kamu segera bersiap, kita akan pergi sekarang juga."


"Iya Sayang, terima kasih ya. Kamu tau saja jika aku memang sedang rindu kepada mereka."


"Aku sering melihat kamu melamun dan aku yakin, kamu pasti teringat pada kedua orang tuamu."


"Iya, aku memang sudah lama gak berkunjung ke makam orang tua ku. Rencananya menunggu kamu sembuh."


"Kita ajak daddy sekalian saja.".


Setelah membantu mengenakan jas Leon, Yura  kemudian mengganti pakaiannya.


***


Mobil Leon berhenti di sebuah toko bunga.


"Ayo sayang. Kita beli karangan bunga."


"Daddy mau ikut masuk ke toko bunga?"tanya Leon.


"Tidak usah, nanti kamu yang repot."


"Baiklah."


Keduanya pun turun dari mobil.


Leon menghampiri seorang wanita penjaga toko bunga.


"Pesanan saya sudah siap ?"tanya Leon.


"Oh iya Tuan. "

__ADS_1


Penjualan itu pun masuk beberapa saat, kemudian kembali dengan membawa dua buket mawar hitam yang indah. Penjual pun menyodorkan dua rangkaian bunga mawar hitam tersebut kepada Yura dan Leon.


"Mawar hitam," lirih Yura. Ia terkagum-kagum melihat mawar hitam asli.


"Iya Sayang. Aku sengaja pesan mawar ini untuk kita Ziarah. Bunga ini di pesan langsung dari  kota kecil Halfeti di Turki."


"Wah benarkah? Kenapa pesannya jauh sekali ?Harganya pasti mahal."


"Tak ada yang terlalu mahal untuk kamu. Lihatlah keindahannya."


Leon menunjuk ke arah rangkaian bunga hitam yang dibungkus dengan kain cellophane.


Sebagian orang menyangka mawar hitam   itu hanya mitos, Hal itu dikarenakan tidak ada gen yang sesuai dengan genom spesies mawar yang dapat menghasilkan warna hitam yang murni atau asli dengan warna yang pekat. Bunga mawar memang bisa berwarna sangat gelap tapi bukan hitam.


Namun belakangan ini di temukan bunga mawar yang benar-benar hitam, yang berasal dari Turki.


Untuk melambangkan duka cita yang mendalam bagi sang istri. Leon sengaja memesan khusus untuk ziarah ke makam orang tua Yura.


"Terimakasih, karena sudah begitu peduli," ucap Yura haru.


"Tak perlu berterima kasih. Ayo sekarang kita pergi." 


Leon merangkul tubuh mungil istrinya untuk kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju kompleks pemakaman.


***


Mobil Leon tiba di kompleks pemakaman. Rombongan mereka langsung menuju pusara dimana jasad kedua orang tua Yura bersemayam.


Baru beberapa langkah Yura sudah meneteskan air matanya.


"Kenapa sayang ?" tanya Leon sambil merangkul pundak Yura.


"Gak apa-apa, aku hanya merasa sedih saja."


"Aku sedih ketika mengenang kedua orang tuaku. Mereka meninggal dengan cara yang tragis, bahkan aku saja tak pernah melihat bagaimana keadaan mereka ketika di kubur kan. Lebih tragisnya lagi,pembunuh kedua orang tua ku ternyata adalah saudara kandung ibuku sendiri,hiks."


Leon merangkul Yura kemudian mencium pucuk kepalanya.


"Kau tenang saja, Welly akan mendapat hukuman setimpal atas apa yang telah ia lakukan."


"Harusnya dia dihukum mati saja, atas kejahatan yang telah ia lakukan. Bahkan ia juga telah merampas masa depan ku," ucap Yura dengan terbata-bata.


" Iya Sayang. Aku pastikan kau akan dapat keadilan.  Sekarang kau jangan menangis, orang tuamu pasti sedih melihat kau seperti ini." 


Mereka pun tiba di depan batu nisan kedua orang tua Yura.


"Yura ini kedua orang tuamu ?" tanya tuan Melky ketika melihat foto kedua orang tua Yura yang ada di pusara makam.


"Iya Daddy, kenapa?"


Tuan Melky tersenyum. 


"Tidak apa-apa, lanjutkan saja. Kita berdoa dulu untuk ketenangan beliau."


Ehm.


Yura meletakkan bunga mawar di atas pusara mendiang ayahnya, sambil berdoa dengan khusyuk. Begitupun Leon dan tuan Melky yang ikut berdoa dengan khusyuk. Sesekali Yura tampak menghapuskan air matanya.


Setelah berdoa mereka pun memutuskan untuk segera pulang. Dengan mengunjungi makam kedua orang tuanya, rasa rindu Yura sedikit terobati.


Setelah keluar dari kompleks pemakaman mereka semua kembali ke mobil.


Setelah semuanya berada di dalam mobil Leon membawa mobil menjauh dari kompleks pemakaman.


"Jadi kau adalah anak putri kecil tuan Ryota itu ?" tanya tuan Melky tiba-tiba.

__ADS_1


"Hah, daddy mengenal orang tua ku ?" Yura pun menoleh ke arah tuan Melky yang berada di baris belakang.


"Tentu saja, dia adalah pengusaha muda yang sukses. Bahkan ketika mereka menikah, daddy juga hadir di pernikahan itu. Bahkan kami sempat berfoto bersama," tutur Tuan Melky dengan wajah yang bahagia.


" Benarkah daddy. Apa daddy mengenal baik kedua orang tua ku ?"


Tak hanya Yura, Leon pun ikut kaget mendengar penuturan dari tuan Hideki tersebut.


"Sangat baik. Bahkan kami sering bekerja sama dalam berbagai bidang usaha. Terakhir, daddy dan Ryota sempat merencanakan bekerja sama membangun sebuah hotel bintang lima. Namun sebelum rencana itu terealisasi, mereka sudah meninggal. Begitupun daddy yang mulai sakit-sakitan."


"Kok, aku gak pernah tau daddy?"tanya Leon. 


"Karena saat kejadian kamu masih berada di luar negeri karena kuliah."


"Orang tua mu itu adalah orang yang baik, bahkan Ryota sendiri pernah menceritakan rencananya yang ingin membangun panti asuhan dan panti sosial. Sayangnya mereka lebih dahulu meninggal dunia. "


Yura sedikit terharu mendengar cerita tuan Melky. Karena ia sendiri sudah lupa bagaimana karakter kedua orang tuanya. Yura hanya ingat beberapa momen dalam hidupnya bersama kedua orang tuanya. Selebih itu,  banyak kenangan yang hilang setelah ia tersadar dari koma.


"Syukurlah daddy.ada yang mengenang  kebaikan orang tua ku," ucap Yura sambil menghapus bulir bening yang menetes di pipinya.


Tuan Melky tersenyum.


"Selain rencana bisnis, kami juga merencanakan sesuatu , kau tau apa lagi yang kami rencanakan?"


" Rencana apa daddy?"


"Daddy dan Ryota sempat merencanakan untuk berbesan, " ucap tuan Melky sambil tertawa kecil.


"Hah, yang benar saja daddy?!"tanya Yura dan Leon dengan kaget. Keduanya sampai menoleh ke arah tuan Melky secara bersamaan.


" Haha, mungkin kalian pikir daddy ini mengada-ada. Tapi itulah kenyataannya. "


"Daddy pernah melihat kamu sewaktu kecil, saat itu Ryota dan istrinya sedang merayakan anniversary perusahaan mereka."


"Daddy langsung tertarik melihat gadis kecil yang dibawa oleh ayahmu. Melihat gadis kecil yang cantik itu, daddy langsung teringat akan putera daddy satu-satunya. Maklum saja, di usia remajanya Leon itu tumbuh jadi anak yang cupu dan juga minder karena sering di bully oleh teman-temannya. Karena itu daddy khawatir ia kesulitan untuk mencari jodoh. Karena itu daddy bermaksud menjodohkan Leon dengan gadis kecil tuan Ryota."


Yura tersenyum mendengar aib suaminya itu , "Hehe,ternyata suami ku yang arogan ini dulu hanyalah pria cupu. Mungkin karena itulah daddy takut, tak ada wanita yang mau menikah denga mu Sayang," ejek Yura.


Leon hanya melirik ke arah Yura sambil tersenyum.


"Belum sempat kami melakukan perjodohan itu ternyata kalian memang berjodoh.Rencana Tuhan memang selalu indah. Jika saja, daddy tak ikut ke pemakaman. Mungkin daddy gak tau jika kamu adalah putri almarhum Ryota. Karena saat itu dikabarkan putri Ryota juga ikut meninggal dalam kecelakaan tersebut," sambung tuan Melky. 


"Iya daddy kalau sudah jodoh gak akan kemana," cetus Leon.


"Ehm benar sekali," sahut tuan Melky.


"Setelah ini, aku antar daddy pulang. Aku juga akan bawa Yura ke kantor. Akan ku perkenalkan ia para karyawan ku sebagai Nyonya Leon Sebastian."


"Iya, silahkan saja. Daddy juga mau istirahat. Entah kenapa, semakin hari, daddy semakin mudah lelah. "


"Kalau begitu bagaimana jika kita cek-up saja ."


"Gak usah, nanti saja. Daddy masih lelah.  Obat daddy masih ada kok. "


"Ya Sudah, pulang nanti. Daddy istirahat saja."


Setelah mengantar tuan Melky, Leon kembali ke kantor bersama Yura.


Bersambung gengs.


sambil nunggu author up ada rekomendasi karya keren untuk kamu. Yuk cek di sini.



__ADS_1


__ADS_2