Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Pagi Yang Hangat


__ADS_3

Sheon putra Sebastian Johnson.


Nama itu diambil dari nama orang tuanya.


Sheon terdiri dari Sheina dan Leon. Selain itu She adalah nama keluarga besar Yura yang ada di Jepang.


Kini bayi mungil itu sudah memiliki panggilan nama.


Karena sang putra masih terlalu kecil, Yura belum mau menyerahkan putranya pada baby sitter.


Mereka pun berbagi shift, Leon mengasuh putranya di malam hari, sementara Yura mengasuh putranya di siang hari .


Pada malam hari Yura dengan nyenyak tertidur, Leon tak pernah membangunkan istrinya ketika ia mengasuh anaknya.


Tuan pemarah yang awalnya kejam tersebut, kini berubah menjadi sosok yang lembut dan penyayang.


Leon sudah beberapa kali menguap, waktu sudah hampir pagi. Namun kali ini Sheon belum juga terlelap.


Meski sudah bernyanyi puluhan lagu, sang bayi tetap saja rewel. Meski sudah mengantuk .Namun, ia juga tak berniat membangunkan sang istri.


Leon sadar, jika Yura lebih lelah dari dirinya. Karena seharian mengurus putra mereka.


" Tidurlah Nak, daddy sudah ngantuk…nih !" Dengus Leon.


Biasanya jika sudah jam tiga pagi sheon sudah tidur kembali. Namun malam ini Sheon terlihat begitu gelisah.


Eak eak. Bayi itu tak menangis hanya menggeliat saja. Leon menepuk pantat sang bayi, agar bayi mereka tlebih cepat erlelap.


Tiba-tiba Leon mencium bau asam . Ia pun merasa ada cairan yang membasahi tangannya.


"Kamu kenapa dek, kamu ee ya ? Aduh mana tembus lagi popoknya," dengus Leon.


Tangan Leon kecipratan ompol dan kotoran putranya.


"Aduh kamu kok poop subuh begini sih. Mana kena ke baju daddy lagi. "


.Kali ini Leon menyerah. 


Iya pun membangunkan istrinya untuk menggantikan popok bayinya. 


"Sayang! Bangun sayang !"


Yura membuka matanya ketika mencium bau asam.


"Ehm, daddy kamu bau sekali !" Seru 


Yura sambil menutup hidungnya.


"Bukan aku Sayang! Tapi anak kita nih. Kotorannya sampai berlepotan begini. "

__ADS_1


"Aduh ganti popoknya dulu daddy!"


"Bantuin, tangan ku kotor nih !"


Yura langsung meraih kain lampin untuk menutupi tubuh bayinya.


Kemudian ia meletakkan bayi tersebut di atas tempat tidur dan menggantikan popok untuknya.


Sementara Leon, subuh itu juga ia harus mandi . 


"Duh daddy ini gimana sih dek ngurusin kamu. Malah belepotan seperti ini," dengus Yura.


Ia pun membersihkan bayinya.


Setelah keadaan bayi tersebut bersih . Yura kemudian meletakkan bayinya di sampingnya kemudian ia berbaring.


Setelah bersih dengan muda bayi itu kembali tertidur lelap.


Leon keluar dari kamar mandi dengan rambut sedikit basah. 


Matanya yang semula ngantuk, kini menjadi segar kembali.


" Nasib- nasib, giliran pingin tidur dia bangun, giliran mata gak ngantuk lagi dia malah tidur ," dengus Leon.


Akhirnya Leon tak jadi tidur karena matanya tak lagi mengantuk.


"***


Saat itu Leon sudah mulai mengantuk kembali. Baru saja meletakkan tubuhnya di atas tempat tidur . 


"Daddy! Siapkan air hangat untuk putra mu !" Seru Yura ia sendiri masih menggendong bayinya.


Leon yang masih terpejam langsung beranjak dari tempat tidurnya.


"Iya mommy. "


Meski mengantuk, Leon segera menyiapkan air hangat untuk mandi putra mereka.


***


Dengan bantuan Leon, Yura memandikan bayinya.


Saat itu sudah beberapa kali ia menguap.


Yura menjadi kasihan pada suaminya itu.


"Sayang, bagaimana jika kita cari baby sitter untuk bayi kita. Aku kasihan melihat kamu begadang terus setiap Malam, mana besok pagi kamu harus kerja."


" Gak Sayang, biarin deh aku gak apa-apa kok. Aku gak mau nasib putraku seperti aku nanti." 

__ADS_1


"Aku ingin putra kita mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya. Aku ingin mendidik putra ku sendiri," tambahnya.


"Tapi aku kasihan melihat kamu, nanti kamu sakit loh. "


"Gak apa, tidur beberapa jam saja sudah cukuplah."


"Ehm terserah kamu saja lah."


Setelah mandi, sang pangeran kecil dibawa turun oleh kedua orang tuanya.


Kehadiran sudah disambut oleh Oma dan Opa.


"Eh mana cucu Opa yang ganteng?" Tuan Melky langsung menyambut bayi itu.


Dengan lembut ia mencium dan memeluk bayi tersebut.


"Ayuk Oma kita bawa cucu kita jalan," pinta tuan Melky.


"Iya Opa."


Tuan Melky menggendong bayinya, sementara Nyonya Widya mendorong kursi roda tuan Melky.


Tuan Melky dan Nyonya Widya tampak begitu bahagia menikmati masa tua mereka. 


Dengan membawa cucu kesayangannya mereka berjalan mengelilingi taman.


Leon dan Yura tersenyum melihat pemandangan itu.


"Lihat lah sayang, bagaimana indahnya masa tua mereka," ucap Leon sambil memeluk Yura dari belakang.


" Iya, akan sangat indah jika memiliki pasangan yang begitu setia seperti mommy. Meskipun daddy telah lumpuh. Namun tak melunturkan sedikitpun rasa cintanya. Bahkan ia rela merawat daddy." 


"Iya sungguh besar cinta mommy terhadap daddy. Aku berharap kau pun juga begitu, tetap mencintaiku dengan segala kekurangan ku," ucap Leon.


"Aku gak berani janji, karena kita tak bisa meramal masa depan. Namun, untuk saat ini aku merasa beruntung bisa memiliki kamu sebagai suami. Aku merasa hidupku  sudah hampir sempurna. Jadi tak ada alasan lagi untuk mencari kebahagian diluar," sahut Yura…Leon semakin erat memeluk istrinya.


"Kau benar, rumah tangga  kita adalah surga kita."


"Ayo Sayang, mumpung lagi berduaan, aku jadi ingin kangen-kangenan ," bisik Leon dengan mesra.


Yura menatap ke arah suaminya itu. Wajah Leon memerah dengan tatapan mata yang sayu.


Sudah lama mereka tak melakukan hubungan suami istri.


 


Karena hari ini Masa nifas Yura berakhir, ia pun mengangguk setuju.


Leon tersenyum bahagia sambil mengangkat tubuh Yura membawanya ke atas tempat tidur.

__ADS_1


Pergulatan hangat pun terjadi di pagi itu.


Bersambung dulu gengs 


__ADS_2