Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Babbysitter


__ADS_3

Seorang laki-laki masuk ke dalam ruangan presiden direktur.


"Bagaimana dengan kerja kalian ?" tanya Pria itu dengan tatapan tajam.


Lelaki tersebut menundukkan wajahnya.


"Maaf Tuan, kami tak berhasil !"


Bruk …Pria itu menghempaskan meja.


"Apa! Bodoh !  Kalian mengaku salah satu anggota mafia. Menghancurkan proyek milik Joshson company saja tidak bisa!"


"Maaf Tuan, tapi penjagaan proyek tersebut memang begitu ketat. Maklum saja itu Mega proyek terbesar sepanjang lima tahun terakhir ini."


"Bodoh ! "


"Membunuh Leon Sebastian, kalian gagal!" 


"Menculik anak dan istrinya kalian juga gak berhasil!"


"Ampun Tuan, tapi memang sulit untuk mendekati Leon Sebastian dan istrinya. Pengaman mereka di mana-mana."


"Kita juga tak mungkin melakukan penembakan dari jarak jauh! Itu mengandung resiko yang begitu tinggi."


"Bedebah !  Pergi saja kalian, dasar tak becus!"


Reymond semakin kesal sudah berkali kali ia mencoba untuk membalas dendam terhadap Leon . Namun aksi tersebut selalu gagal. 


Mulai dari ingin menghancurkan bisnisnya, sampai ingin menghabisi anggota keluarganya.


Reymond menggenggam tangannya. 


"Apa pun akan ku lakukan untuk membalaskan dendam ku."


***


Pulang kerumanya Yura langsung bersandar di sofa empuk yang ada di ruang tamunya.


"Aduh pantesan saja aku cepat lelah, ternya aku mengandung anak kembar, hua," ucap Yura dengan napas yang terengah-engah.


Tuan Melky dan Nyonya Widya menghampiri.


" Bagaimana dengan pemeriksaan kandungan kalian ?"tanya Nyonya Widya.


"Hah! Kandungan kalian, kandungan istriku saja mommy," dengus Leon.


"Haha, kandungan kalian dong, kan Yura yang mengandung kamu yang ngidam," cetus Nyonya Widya.


"Jangan mengingatkan hal bodoh itu lagi mommy. Rasanya aku geli membayangkannya. Ih entah apa yang merasuki ku waktu itu, bisa-bisanya aku menggunakan pakaian dalam wanita." 


Leon bergidik membayangkan betapa menjijikkan dirinya yang dulu.


"Amit amit jabang bayi," ketok Leon di atas meja.


"Gak usah seperti ituah sayang, bagaimanapun juga itu adalah peristiwa langkah yang terjadi dalam hidup mu.  Haha " Tawa Yura mengejek.


Leon menatap sinis ke arah istrinya itu.


"Jika saja kau bukan istri ku tercinta, kan ku gantung kau di tugu Monas," sahut Leon.


Sheon berlari menghampiri Nyonya Widya.

__ADS_1


"Oma! Kata Tante dokter adek Sheon ada dua," ucap Sheon sambil menunjuk dua jarinya telunjuk dan jari tengah.


"Oh benarkah begitu ? Lalu anak kalian laki-laki atau perempuan?" tanya nyonya Widya.


"Masih belum tau mommy, posisi bayinya miring jadi gak kelihatan dua-duanya."


"Tapi mommy rasa anak kalian perempuan deh, lihat aja daddynya jadi feminim waktu ngidam, he he. "


Leon memicingkan matanya ke arah nyonya Widya.


"Sudahlah Leon gak usah sok galak gitu. Mau mommy sebar video mu yang pernah menggunakan high heels ?"Ancam Nyonya Widya.


"Hah, Sayang kamu pernah pakai high heels juga ?! Kok aku gak tau ?!" tanya Yura kaget .


"Jangan di kasih tau mommy !" rengek Leon.


Sheon menghampiri daddynya.


"Memangnya kenapa daddy, kok gak boleh dikasih tau. Padahal kata teman ku itu lucu loh," cetus Sheon dengan polos.


"Hah teman kamu ?!" Leon syok.


"Iya, aku sudah ceritakan pada teman aku tentang daddy yang pakai lipstik dan berjalan menggunakan heels, aku bahkan lihatin videonya ke group chat kelas," sahut Sheon dengan polos.


"Apa ?! berarti guru dan orang tua teman kamu melihatnya?!" tanya Leon syok. Ia mengusap wajahnya dengan kasar.


"Iya daddy."


"Terus mereka bilang apa?!"


'Kata teman-teman aku, daddy itu orangnya lucu deh."


Yura dan Nyonya Widya juga kaget mendengar penuturan dari Sheon itu.


Hehe he Leon tertawa frustasi.


"Pantesan saja ibu-ibu pada tertawa ketika melihat daddy mengantar Sheon sekolah. Hancur sudah reputasi daddy," keluh Leon sambil mengusap wajahnya.


"Sheon Sheon ,jika saja kamu bukan anak daddy sudah daddy gantung kamu di menara Pisa, reputasi daddy sebagai pria terhormat hancur sudah," keluh Leon sambil meremas rambutnya.


"Memangnya gak boleh daddy, tapi itukan lucu ," cetus Leon.


"Lucu dari mananya! kalau gitu daddy gak mau lagi nganterin kamu sekolah."


Sheon langsung tertunduk dengan wajah sedih dan bibir yang mencebik seperti ingin menangis.


Meski Leon begitu kesal.Namun iya juga tak tega memarahi putranya yang masih polos itu.


"Sabar daddy, di mata kami daddy tetaplah sosok ayah yang perkasa dan bijaksana Kok," bujuk Yura sambil mengusap punggung Leon.


"Sheon minta maaf kepada daddy," titah Yura.


Dengan langkah gontai Sheon menghampiri daddynya.


"Daddy, Sheon minta maaf," ucapnya dengan bibir gemetar karena takut. Selama ini Leon memang tak pernah marah sekali pun kepada putranya itu.


Leon menatap tajam ke arah Sheon.


"Janji gak akan mengulangi lagi?!"tanya Leon dengan tegas.


"Janji Daddy," ucap Sheon lirih. Namun masih terdengar.

__ADS_1


Leon tersenyum sambil merentangkan tangannya.


"Sini, peluk daddy."


Sheon yang semula takut dan sedih langsung memeluk daddynya.


"Terima kasih daddy," ucapnya.


"Iya, lain kali gak boleh di ulangi ya ?"


"Oke daddy."


"Iya Leon. Mommy juga minta maaf karena mommy yang menyimpan video itu. Maafkan mommy ya ?"


"Iya mommy, tak apa. "


Situasi saat itu pun kembali hangat .


***


Yura dan Leon mendatangi sebuah agensi baby sitter di kota tersebut.


Selain untuk mengurus Sheon nantinya, baby sitter itu juga akan membantu sang istri dalam melakukan aktifitas sehari-hari.


Jadwal pekerjaan Leon yang begitu padat tak memungkinkan untuk dirinya memantau istrinya.


Leon dan Yura menyampaikan niat mereka kepada pemilik yayasan baby sitter.


"Baik Nyonya dan Tuan.Mungkin nanti sore kami akan kirimkan seseorang yang akan menjadi babysitter untuk putra anda. " 


"Baiklah jika begitu. Tapi orang yang akan menjaga putra saya sudah terlatih kan ?" tanya Yura.


Wanita paroh baya di hadapannya tersenyum.


"Tentu saja Nyonya, kami mengadakan training tiga bulan sebelum mensertifikasi mereka. Jadi anda gak perlu khawatir," ucap wanita itu dengan sangat meyakinkan.


"Baiklah saya langsung bayar untuk enam bulan."


Yura menandatangani selembar cek dan memberikan pada wanita itu.


"Oh terima kasih Nyonya, karena anda telah mempercayakan yayasan kami ini. Kami akan kirim pengasuh terbaik untuk keluarga anda," ucap Wanita tersebut.


"Sama-sama. Saya tunggu."


Setelah transaksi selesai. Yura dan Leon memutuskan untuk pulang.


Beberapa jam kemudian mereka kedatangan tamu. Seorang wanita berseragam layaknya babbysitter.


Setelah menunjukkan surat tugas dan identitas wanita itu pun dipersilahkan untuk masuk penjaga rumah Leon. .


Kebetulan saat itu Yura dan Nyonya Widya sedang berbincang di ruang tamu bersama tuan Melky.


"Selamat sore Nyonya, perkenalkan saya Nadia dari agensi Kasih Bunda," ucap wanita tersebut memperkenalkan diri.


Yura dan  Nyonya Widya menatap wanita yang usianya hampir sama dengan dirinya.


" Baiklah, kamu saya terima."


"Terima kasih Nyonya," ucap Wanita itu.


Bersambung dulu gengs

__ADS_1


__ADS_2