
"Apa kau bilang kau mencintaiku?" tanya Nessa yang sedikit kaget.
Nessa memutar bola mata malasnya.
"I-iya Nessa. Sejak aku melihat mu,aku jatuh hati pada mu," ucap Irgi dengan terbata-bata.
"Nessa aku tahu, aku gak kaya,aku juga gak punya apa-apa, tapi percayalah aku punya cinta yang tulus untuk kamu?" imbuhnya lagi untuk semakin meyakinkan Nessa.
Irgi mulai berlutut dan menarik tangan Nessa kemudian mencium punggung tangan Nessa.
"Ih kamu berani-beraninya menyentuh aku sembarangan. Ngak lah aku gak mau jadi pacar kamu! "seru Nessa.
Suara Nessa membuat orang-orang memperhatikan mereka berdua.
Nessa hendak pergi meninggalkan Irgi. Namun Irgi segera menarik tangannya.
"Nessa, Tunggu dulu setidaknya beri aku kesempatan," ucap Irgi dengan sedikit memaksa.
Ia menarik tangan Nessa.
"Apaan sih kamu," ucap Nessa sambil menepis tangan Irgi.
"Please Ness, beri waktu bagi aku untuk bisa dekat dengan kamu," ucap Irgi dengan sungguh-sungguh.
Keduanya saling menatap beberapa saat. Nessa merasakan detak jantungnya berdetak kencang saat kedua netra mereka bertemu.
Seperti ada sebuah rasa yang timbul ketika melihat wajah Irgi.
Bola mata Irgi mulai memerah, ia pun merasakan hal yang sama yang di rasakan oleh Nessa.
"Please Ness," ucap Irgi sedikit mengiba.
Nessa memang tak tega melihat wajah Irgi yang polos, ia juga tahu jika Irgi pemuda yang baik hati karena itulah yang membuatnya merasa iba pada Irgi.
Bola mata Irgi berkaca-kaca ada perasaan tak biasa antara dirinya dan Nessa, entah apa itu. Namun ia merasa seperti dekat dengan gadis di hadapannya dan tak merasa canggung lagi..
"Iya deh Gi, tapi gak janji ya," cetus Nessa.
"Yes ,! Makasih ya ,Ness. "
Irgi melepaskan pegangan tangannya yang memegang pergelangan tangan Nessa.
"Kalau begitu aku permisi, nanti setelah pulang dari kampus aku temui kamu lagi."
"Iya Gi."
Nessa pun masuk kembali kedalam kelasnya.
Begitupun Irgi yang langsung pergi.
Irgi kembali menoleh ke arah Nessa.
"Ya ampun, kasihan sekali Nessa. Maaf ya Nessa, aku tak bermaksud mempermainkan perasaan kamu, aku hanya terpaksa," gumam Irgi.
Rasanya ia tak tega memainkan perasaan gadis sebaik Nessa.
***
Di kelas Tiara langsung menghampiri Nessa.
"Eh Ness, Irgi ngomong apaan sama lu?"
"Mau tau aja, Lo."
"Ih ceritain dong sama gua."
"Ih gak lah, privasi tau!"
__ADS_1
"Ih kita kan teman!"
"Dia nembak gua, tau!"
"Ha, nembak lu, gak pakai bunga atau gimana-gimana gitu?"
"Ngak ada," cetus Nessa kesal.
" Ya ampun! nembak anak sultan cuma modal liur basi?! Astoge! dasar si Irgi gak modal banget!"
"Hooh, Dasar gak ada romantis-romantisnya."
"Terus lu terima?"
"Ngak lah, gua pikir-pikir dulu."
"Tapi kok gua kasihan ya lihat si Irgi, gak tega gua," cetus Nessa.
"Alah bilang saja luh naksir sama Irgi, lagian kalau gua yang di tembak Irgi, langsung gua terima Tuh! soal harta urusan belakangan. Kalau pria se-cerdas Irgi, gua yakin kok, dia bisa sukses suatu saat nanti."
"Iya sih, gua kasihan sama dia, tapi bukan karena dia orang miskin atau apa. "
"Lalu karena apa?"
"Gak tau ya, gak tegaan saja lihatnya."
"Ehm."
***
Nessa dan Tiara keluar dari ruang kelasnya ketika jam kuliah sudah usai.
"Nessa!" panggil Irgi.
Nessa menunggu Irgi menghampirinya.
"Ness, ikut aku yuk!"
Tanpa menjawab Irgi langsung menarik tangan Nessa, begitupun Nessa yang menarik tangan Tiara.
Mereka bertiga berjalan dengan sambil menarik tangan hingga tiba di parkiran motor Irgi.
"Ayo Ness, kita jalan pakai motor gua," ucap Irgi.
Hah! Tiara dan Nessa saling memandang dan melotot.
"Nah loh sudah gila ya Gi!
anak sultan loh suruh naik motor buntut Lo ?! tanya Tiara nyolot.
"Iya memang kenapa?!"tanya Irgi balik
"Ness, gak apa-apa kan gua ajak Luh jalan naik motor gua?" tanya Irgi.
"Eh si Nessa mana mau naik motor, naik motor saudaranya saja dia gak mau," cetus Tiara, sebenarnya ia cemburu.
"Beneran Ness, kamu ngak mau naik motor aku, kamu malu ya?" tanya Irgi dengan suara yang merendah.
Mendengar itu, Nessa jadi tak tega, takut Irgi tersinggung.
"Ah gak kok, ya udah yuk! Tapi kita kemana?!"
"Kita nongkrong di alun-alun saja Yuk," usul Irgi, karena ia tak punya duit untuk ngajak Nessa mejeng di tempat yang lebih elit. 😅
"Hah, jangan nurunin martabat si Nessa lu, Gi! ini anak bos nih! lu ajak nongkrong di alun-alun, apa kata bokap nya." Tiara kembali nyolot.
"Ih Lo kenapa sih? gua ngajak Nessa, bukan ngajak lu!"
__ADS_1
"Ya gua heran aja sama lu kepedean banget, udah berani berani bawa dia pergi hangout pakai motor butut loh! udah gitu hangoutnya ke alun-alun lagi, pasti panas banget tau!"
Nessa hanya tersenyum melihat dua orang tersebut bertengkar.
"Ya sudahlah Gi, bener kata si Tiara, bokap gua gak bolehin tuh gua ke tempat umum seperti alun-alun. Kita cari tempat tongkrongan yang lain aja ya Gi?"
Ehm , Irgi ragu, masih mempertimbangkan uang yang ia miliki di dalam dompet.
'Duh, mana uang gua tinggal 100.000 lagi. lagian kok paman kasih gua misi suruh dekati anak sultan kayak Nessa sih. Mana gua bokek lagi,' batin Irgi.
"Sudah Gi, kita ke cafe langganan gua saja, nanti gua yang traktir," cetus Nessa.
"Oke deh." Tanpa pikir panjang Irgi langsung setuju.
Nessa memberi kunci mobilnya pada Tiara.
"Luh bawa mobil gua ya, Ra."
Nessa mengenakan helm yang sudah di siapkan oleh Irgi kemudian naik motor bebek Irgi.
"Pegangan ya Ness, "ucap Irgi.
"Iya," sahut Nessa sambil melingkarkan lengannya di perut Irgi.
***
Sheon dan Shasa datang menghampiri Leon dan Yura di kamar.
Karena memikirkan putranya yang tak kunjung di temukan, Yura sampai jatuh sakit.
"Bagaimana keadaan Mommy?"
tanya Leon.
"Mommy gak apa-apa kok Kak, hanya sedikit kelelahan saja."
"Iya mommy, sebaiknya mommy lebih banyak beristirahat."
"Iya Nak."
Sheon dan Shasa duduk berhadapan dengan Yura.
"Mommy, kami berencana untuk memundurkan pernikahan kami saja," cetus Sheon.
"Tapi kenapa Sheon?" tanya Yura.
"Saat ini kita menghadapi banyak masalah dan sebaiknya pernikahan kami menunggu setelah mommy menemukan adik laki-laki ku," ucap Sheon.
"Belum lagi, mommy harus mengurus pernikahan Nathan dan Raisa, kita lagi repot, aku dan Shasa juga sudah berdiskusi sama mama Shasa dan beliau setuju, jika pernikahan ku di undur untuk sementara waktu."
"Iya Nak, terima kasih. Kamu memang pengertian," ucap Yura.
"Mommy pernikahan Nathan kurang dari dua bulan, apa kita tetap akan merahasiakan hal ini padanya?"tanya Sheon.
Yura dan Leon saling memandang.
"Itu dia Kak, mommy belum sanggup mengatakan kebenaran ini , mommy takut jika Nathan gak bisa menerima kenyataan. Tapi kita juga gak boleh terus-menerus menutupi hal ini. Rasanya orang tua kandung Nathan juga harus hadir di pernikahan Nathan hiks," tutur Yura dengan sedih.
Prang !
Mereka semua kaget ketika mendengar suara benda jatuh di atas lantai, seketika mereka melihat kearah luar kamar Yura.
"Nathan!" Panggil Yura.
Bersambung dulu ya gengs jangan lupa dukungannya.
Jangan lupa mampir ke karya terbaru author.
__ADS_1