Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Jalan Sore


__ADS_3

'Tembak ngak ya?' batin Nathan.


Nanti saja deh, tunggu Raisya lulus saja. Sebentar lagi dia juga tamat SMA.


'Dan aku juga harus buktikan pada Daddy jika berprofesi sebagai pembalap itu bisa menghasilkan uang juga.'


Nathan membawa motornya, butuh satu jam mereka baru sampai dan tiba di rumah Zein.


Saat itu keadaan rumah begitu sepi.


Raisya membuka helmnya, kemudian menyerahkannya kepada Nathan.


"Simpan saja lah, Nanti kita jalan jadi aku gak ribet bawakan kamu helm."


"Oke deh. Aku masuk dulu ya."


"Aku langsung cabut ya!"


Nathan kemudian memutar motornya.


Tapi ia kemudian berhenti lagi.


"Raisya! "


Raisya menoleh.


"Ada apa Than?"


"Ehm Minggu nanti kamu mau gak ikut aku." 


"Kemana?"


"Pertandingan aku, biasa," ucap Nathan sambil menaik turunkan alisnya.


"Bukannya kamu dilarang ikut pertandingan, Ya?"


"Iya, tapi aku nekad saja.  Kamu ikut ya. Biar aku semakin semangat." 


"Iya deh."


"Kalau begitu aku pulang dulu."


"Dah!"


Nathan membawa motornya melaju keluar dari komplek tersebut.


***


Yura berada di kantornya.


"Jadi kamu belum bisa pulang saat adik-adik merayakan ulang tahun mereka?"tanya Yura pada sambungan teleponnya.


"Belum mommy, karena masih ada urusan yang penting.Tapi mommy tenang saja, nanti aku kirim untuk adik-adik ku tersayang."


"Eh kamu jangan lupa untuk Raisya juga ya."


"Gak akan lupa mommy, Raisya juga adik ku kan?"


"Yah Syukurlah kalau begitu kak, kalau urusan kamu sudah selesai cepat pulang ya Mak, mommy sudah kangen."


" tentu dong mommy, aku juga kangen dengan keluargaku."


" Oke Sayang, sampai jumpa. Kalau begitu mommy tutup dulu sambungan teleponnya."

__ADS_1


"Iya mommy."


Yura mendengar suara langkah kaki Nathan.


"Putraku sudah sampai," gumamnya


Benar saja dalam beberapa detik saja Nathan sudah tiba di ruangan Yura.


"Mommy memanggil ku ya?"tanya Nathan.


"Iya, kamu gak ada kegiatan kan?"


"Memangnya ada apa?" tanya Nathan.


"Mommy mau kamu belajar mengurusi perusahaan. "


"Ah gak maulah mommy, mommy suruh saja Nessa, cita-cita ku ingin jadi pembalap, bukan pebisnis."


"Nathan, mau tidak mau, suka tak suka kamu harus bisa belajar memimpin perusahaan ini."


"Mommy gak ngelarang hobi kamu sebagai pembalap.Namun, itu hanya sebatas hobi bukan profesi "


"Ya mommy."


***


Sepulang dari kampusnya, Nessa langsung menghampiri ruang CEO.


"Daddy," Sapa Nessa sambil berjalan menghampiri Leon.


"Eh, sudah pulang kamu, Sayang?"tanya Leon.


Nessa memeluk Leon dari belakang.


"Daddy ulang tahun ku, boleh gak aku minta mobil mewah lagi," ucap Nessa dengan nada manjanya.


"Terima kasih daddy, "ucap Nessa sambil mencium pipi Leon.


"Sama-sama Sayang."


"Bagaimana, kalau sekarang kamu ikut Deddy dalam rapat?" 


"Oke daddy."


Nessa ikut dalam ruang rapat. Kebetulan saat itu Leon memimpin rapat para pengusaha muda.


Nessa jadi pusat perhatian para pengusaha muda itu.


Wajah cantiknya mengalihkan perhatian sebagian besar pengusaha lajang.


Ada yang berniat ingin mempersunting gadis 18 tahun itu.


Setelah 2 jam rapat pun selesai sebagian mereka keluar dari ruang rapat termasuk Leon dan Nessa.


"Bagaimana Sayang kamu tertarikan meneruskan usaha Daddy?" Leon berjalan sambil merangkul putrinya.


"Iya daddy, tapi aku kan masih muda, masih ingin menikmati masa remaja. Aku tak ingin bekerja," ucap Yura dengan nada manja.


"Hahaha Daddy tidak menyuruhmu sekarang Sayang. Nikmati masa muda mu ,karena masa muda hanya datang satu kali."


"Ehm, aku beruntung punya daddy yang begitu pengertian."


Nessa memeluk pinggang Daddynya.

__ADS_1


"Bagaimana di antara para pengusaha tadi, apa ada seseorang yang menarik perhatianmu?" tanya Leon.


"Ah tidak Daddy, aku belum berniat punya pacar apalagi sampai menikah. Jadi jangan coba-coba untuk menjodohkan ku ya!" Ancam Nessa.


"Haha putri daddy sudah pandai mengancam ternyata. Mana mau daddy menyerahkan putri Daddy secepat itu, Daddy berkumpul dan ingin bersama-sama kalau kalian menikah, akan sulit bagi kita untuk menghabiskan waktu bersama."


"Sudah jam tiga, kita jemput mommy ya," imbuh Leon.


"Ayo."


***


Leon dan Nessa menjemput Yura di kantor. Sesampai di kantor, mereka justru bertemu Yura dan Nathan di parkiran gedung .


Yura hendak naik motor bersama Nathan.


"Mommy! ngapain naik motor?!" seru Leon sambil membuka pintu mobil.


"Nggak apa-apa. Lagi ingin naik motor, biar berasa sedikit muda," ucap Yura.


"Ya sudah! Nathan kamu bawa mobil," ucap Leon.


"Kalau udah sama mommy," nurut aja sahut Nathan.


Leon memakai helm kemudian ia memakaikan Yura helm.


"Ayo mommy, kita jalan-jalan sebentar naik motor. Mungkin benar, dengan naik motor gini bisa seperti anak muda. Sekalian kita mampir ya di warung Lamongan," ucap Leon.


"Kita ke mana Daddy?" tanya Yura.


"Kita makan di alun-alun kota yuk, sekalian merasakan sejuknya hembusan angin dan menikmati matahari tenggelam," ajak Leon.


Yura memeluk suaminya, mereka pun berjalan menggunakan motor 1500 cc menuju alun-alun kota


Sinar matahari mulai meredup mereka mencari kursi untuk duduk di tepi sungai menikmati pemandangan sore hingga matahari terbenam.


Keduanya memang sudah bosan makan dimakan di restoran mewah, sekali-kali mencoba hal baru dengan menikmati makanan di tepi sungai di temani angin yang berhembus, serta suasana langit yang berubah menjadi jingga.


"Kalau seperti ini jadi ingat masa lalu, waktu remaja," ucap Leon


"Kalau kamu bagaimana mommy?"


"Aku nggak punya masa remaja, bukannya masa remaja ku kamu renggut," ucap Yura.


"Hehehe tenang saja akan ku kembalikan masa-masa indah itu, hari ini akan ku buat kau seperti remaja," ucap Leon sambil meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangannya.


Mereka memesan ayam pecel, seperti pasangan muda yang terlihat begitu romantis.Yura dan Leon tak sungkan makan dengan saling menyuapi tak peduli orang lain memandang mereka.


Setelah menikmati makanan sederhana, Yura dan Leon berjalan menyusuri tepi sungai. Hembusan angin meniup mereka dengan berjalan saling memeluk.Sejenak rasa lelah dan penat pun terobati dengan pemandangan indah mentari yang hendak tenggelam meninggalkan singgasananya.


"Mommy, mau naik bebek engkol?"


"Boleh deh ,sekali-sekali pengen juga naik bebek engkol. Biasanya naik pesawat jet sama kapal pesiar."


Yura dan Leon naik bebek engkol mengitari di sekitar tepian sungai. Hingga apa matahari tenggelam mereka tetap asik bermesraan bercanda.


"Setelah lelah dengan pekerjaan masing-masing, Sepertinya kita memang butuh refreshing seperti ini."


"Iya daddy, kalau mikir pekerjaan terus ngak akan ada habisnya."


"Iya, tapi saat ini aku masih harus bekerja keras. Aku bisa beristirahat jika putra-putri kita sudah bisa diandalkan untuk memimpin perusahaan.Saat itu kita akan berbulan madu keliling dunia," ucapnya sambil merangkul istrinya.


"Iya daddy, mami juga sudah lelah dengan pekerjaan ini. Semoga Nathan mau meneruskan perusahaan kakeknya."

__ADS_1


"Iya sementara Seon dan Nesya akan mewarisi perusahaan dari daddy."


Leon dan Yura betah berlama lama di alun-alun. Hingga menjelang makan malam mereka belum juga pulang.


__ADS_2