Positif Denganmu

Positif Denganmu
bab 12


__ADS_3

Sudah 1,5 bulan sejak kepergiaan Sandi ke korea. Setiap hari keduanya selalu rutin melakukan panggilan videocall atau berkirim pesan baik pagi, siang, sore maupun malam.


"Hari ini kamu jadi kamping di pantai?" tanya Sandi dari panggilan videocallnya.


"Iya, jadi ..." jawab Tara mengemasi barang - barang yang akan dibawah kamping.


"Gak bisa ya kalau gak usah ikut?" Pertanyaan yang sudah kesekian kalinya ditanyakan oleh Sandi dengan wajah cemberut membuat Tara jadi sedikit geram.


"Gak bisa Mas" jawab Tara yang kali ini meraih ponselnya yang sedari tadi disenderkan ke kotak tisu yang ada di meja rias agar bisa menatap wajah lelakinya. "Ini kan acaranya si Kila. Kila kan lagi ulang tahun, kalau aku gak ikut nanti dia marah. Mas Sandi kenapa sih? Emang kenapa aku kok gak boleh ikut kamping?"


"Ya... soalnya aku mau ketemu kamu" desisnya pelan yang sebetulnya sudah dalam perjalanan pulang ke indonesia.


"Apa Mas? Mas bilang apa?" tanya Tara yang tak mendengar gumaman Sandi.


"Enggak, gak apa - apa. Ya udah kalau emang kamu mau kamping" jawab Sandi yang hanya bisa pasrah.


"Gitu dong, lagian aku juga gak kemana - mana. Ini juga rame - rame. Jadi Mas Sandi gak perlu khawatir aku gak akan aneh - aneh. oke?"


"Iya, tahu"


"Ya udah nanti kalau aku udah sampai aku kabarin lagi, sekarang aku mau kemas - kemas dulu"


"He'em, kamu hati - hati ya sayang..."


"Iya sayangku. Ya udah aku matiin ya telponnya"


Selesai melakukan panggilan videocall Tara melanjutkan kegiatannya mengemasi semua barang yang akan dibawah kamping. Tak lama Kila pun datang menjemput bersama beberapa teman yang lain yang juga ikut kamping.


Sekitar 5 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di pantai yang ditujuh sebagai tempat kamping hari ini. Mereka semua kemudian secara bersamaan menuju tempat yang sudah disediakan untuk mendirikan tenda. Secara bersama - sama mereka saling membantu mendirikan tenda sampai akhirnya 5 tenda sudah bisa berdiri tegak.


"Tar, ke anak - anak yuk" Ajak Kila yang pandangannya mengarah pada teman - temannya yang sedang mandi di pantai.


"Enggak ah masih capek, ntar aja..." tolak Tara hendak masuk kedalam tenda.


"Gak ada kata nanti, harus sekarang" Kila menarik Tara dan membawanya mendekat pantai dan bergabung dengan yang lain.


"Kila ..." seru Tara yang ingin menolak tapi pasrah membiarkan Kila membawanya ke pantai.


"Aaahhhhhh...." Kila berteriak sambil menjeburkan dirinya ke air bersama dengan Tara.


Saat itu semuanya tampak bahagia bermain air. Mereka tertawa riang dan terbahak - bahak saat salah satu teman mereka sedang dikerjain. Bermain air bersama ..membuat mereka jadi lupa akan waktu. Sampai tak terasa sunset sudah mulai tampak di ujung pantai dan sedikit demi sedikit menghilang.


Satu - persatu dari mereka mulai kedinginan dan akhirnya menyudahi bermain air pantai.

__ADS_1


"Tar, disana aja, biar gak antri, aku tadi dari sana toiletnya juga bersih banget" kata Kila menunjuk salah satu toilet yang ada diujung pantai dengan dagunya begitu melihat sahabatnya berdiri antri di depan toilet yang ramai.


"Oh, yang mana?" Tara mendongak mencari toilet yang dimaksud.


"Itu" Tunjuk Kila pada toilet yang dimaksud


"Oh itu, oke thank you"


Tara kemudian memasukin toilet tersebut dan memulai membersihkan diri. Setelah selesai dia pun membuka pintu hendak keluar. Tapi didepan pintu sudah ada seorang laki - laki yang menunggu sedari tadi. Laki - laki itu secara tiba - tiba membekab tubuhnya dan mendorongnya kedalam toilet lagi.


"Yang, ini aku..." ucap Sandi lembut sambil mengeratkan pelukannya.


"Mas Sandi?" Tara yang tadinya takut langsung tersenyum dan membalas pelukannya.


"Huft ..." Sandi bernafas lega. "Akhirnya bisa peluk kamu. apa lagi habis mandi gini, wangi" celetuknya.


Tara tertawa kecil dalam dekapan Sandi.


"Mas Sandi kapan pulang kok gak ngabari?" Tara sedikit meregangkan pelukannya dan mendongak.


"Tadi." Sandi mengeratkan lagi pelukannya.


Tara mendorong Sandi agar Sandi melepaskan pelukannya.


"Jangan dulu, 1 menit lagi pelukannya" Sandi menarik Tara kembali dalam pelukan.


"Ih, enggak, jorok! ini kamar mandi!" tolak Tara dan mendorong keras Sandi lalu keluar toilet yang kali ini tak bisa dihentikan.


"Ah, kamu ini, lebih besar rasa jijiknya dari pada kangen sama aku" gerutu Sandi yang kemudian cuma dapat tatapan tajam dari Tara.


Keduanya kemudian berjalan sambil bergandengan tangan menuju tenda. Setelah tenda mulai kelihatan, Tara berhenti dan menghadapkan badannya ke arah Sandi.


"Mas, aku taruh ini dulu ya, Mas Sandi tunggu sebentar" Yang dijawab anggukan dan senyum manis oleh Sandi.


Tara berlari masuk menuju tenda untuk meletakkan bajunya yang kotor tadi, tak lupa juga dia merias sedikit wajahnya agar terlihat lebih cantik di mata Sandi dan setelah itu bergegas kembali menghampiri Sandi yang menunggunya.


Sandi menyambut Tara yang berlari dengan senyuman lebar. Begitu Tara dekat dia menjulurkan tangannya agar digandeng kekasihnya. Dirangkullah tangan Sandi tersebut sambil menyenderkan kepalanya manja dibahu Sandi. Keduanya kemudian berjalan lagi menyusuri bibir pantai menjauh dari tenda sambil mengobrol.


"Tadi pulang kesini jam berapa?" tanya Tara.


"Pagi, Waktu videocall kamu itu aku udah dibandara"


"Em, gitu ya mau pulang gak bilang - bilang" Yang wajahnya sedikit manyun.

__ADS_1


"Namanya juga mau kasih surprise, kalau aku bilang bukan surprise dong namanya"


"Hem, tapi ini pasti kan alasannya kenapa aku gak boleh ikut kamping? karna Mas Sandi mau pulang?" Tara yang wajahnya menyelidik.


"Hahaha, iya ..." Sandi meringis.


"Hem, kapok kan jadinya. harus jauh - jauh kesini buat nemuin aku"


"Ya gak apa - apa namanya juga aku kangen sama kamu. Meskipun kamu lagi jauh gini, tetep aku hampiri biar bisa cepet - cepet ketemu kamu"


Tara menghentikan langkahnya dan dipeluknya Sandi yang ada disampingnya.


"Capek gak dari korea langsung kesini?" tanya Tara dengan nada khawatir.


"Enggak, capeknya langsung ilang karna ketemu kamu" Sandi membalas pelukan Tara.


"Aku kangen" Tara semakin mengeratkan pelukannya dan menyenderkan kepalanya di dada Sandi.


"Aku gak kangen.." Goda Sandi yang kemudian dapat plotoan dari Tara.


"Hahaha, iya aku kangen juga...kangen pake banget"


Keduanya melepas rasa rindu dengan saling berpelukan dipinggir pantai. Saat menikmati momen, tiba - tiba hujan turun dengan deras tanpa tanda - tanda. Keduanya yang sedang berpelukan jadi kebingungan harus kearah mana untuk berteduh. Sandi yang melihat gazebo yang tak jauh dari posisi mereka lantas menarik Tara dan membawanya kesana.


"Ya, basah semua..." keluh Tara membersihkan bajunya yang sudah basah karna hujan yang turun tiba - tiba.


Assiiimmm ... asssiiiiimmmm..


Suara Sandi yang bersin beberapa kali membuat Tara jadi sedikit khawatir.


"Kenapa Mas? Kok tiba - tiba bersin?"


"Alergi" Ucap Sandi kembali bersin. "Aku kalau kena air hujan suka gini."


Assiiiimmmm...


"Kayaknya makin parah deh Mas, hidung Mas Sandi udah merah banget, mending kita balik aja yuk" ajak Tara khawatir.


"Ke hotelku aja ya, lebih deket"


Assiimmmm...


"Ya udah yuk cepet ..." ajak Tara.

__ADS_1


Keduanya pun kembali berlari menuju hotel tempat Sandi menginap. Sambil diiringi bersinan dari Sandi yang tak kunjung berhenti.


__ADS_2