
Tara mengandeng Randi dan Sofia menyebrangi jalanan yang ramai. Mereka kemudian masuk kembali kedalam sekolah. Begitu melihat sosok Bu Yanti, Sofia melepaskan gandengannya dan berlari kearahnya.
Tara mengingat Bu Yanti adalah salah satu pelanggan butiknya yang seminggu yang lalu datang memberinya baju karna merasa sudah dia tolong.
"Oma, aku tadi dibelikan es cream sama Bundanya Kak Randi" adu Sofia sambil bergelantung manja pada Bu Yanti.
"Oh ya?" Bu Yanti menanggapi aduan cucunya dan mengarahkan pandangannya pada Randi dan Tara secara bergantian.
"Bu..." Sapa Tara dengan senyum ramah saat bertemu pandang dengan Bu Yanti.
"Lo," Bu Yanti terkesiap, mengingat - ingat sosok Tara. "kamu, pegawai butik itu kan ya?"
"Iya Bu"
"Em..., Tara kan namamu?" Bu Yanti berhasil mengingat nama Tara.
"Iya Bu, saya Tara"
"Ya Tuhan, Ibu gak nyangkah kita bisa ketemu lagi disini. Terus ini?" Bu Yanti mengarahkan pandangannya pada Randi.
"Ini anak saya Bu, Randi"
"Oh ya? jadi ini anak kamu?" Bu Yanti manggut - manggut lalu mencubit pipi Randi.
"Sebentar, siapa namanya?" tanya Bu Yanti lagi.
"Randi Bu" jawab Tara.
"Randi? Randi, Randi yang Sofia ceritain ke Oma itu?" tanya Bu Yanti memandang cucu kecilnya yang sedang digandengnya dan dijawab anggukan.
"Ya Tuhan ternyata benar kata pepata. Dunia ini gak selebar daun kelor. Siapa yang menyangka kalau ternyata Randi yang biasanya diceritain sama Sofia ini ternyata anak kamu."
"Iya Bu, sama, saya juga gak menyangka kalau Sofia ternyata cucunya Bu Yanti. Randi sendiri juga suka cerita tentang Sofia soalnya"
"Oh iya? berarti sama kalau gitu. Ibu seneng deh, kita bisa ketemu, rasanya seperti punya saudara baru" Jawab Bu Yanti sambil menggiring semuanya agar berjalan mendekati mobil. "Kalau kata Sofia, Randi ini sering nolongin dia kalau ada yang gangguin. Terus juga katanya sering bantuin belajar, ngerjain PR. Kata Sofia, Randi itu baik terus ganteng sama pinter."
"Bu Yanti ini bisa aja mujinya, ini anaknya dengar jadi besar kepala." Tara yang sedikit mengacak rambut anaknya, dengan rasa sedikit bangga.
"Ya memang kenyataannya seperti itu. Kamu pasti bangga sebagai ibunya. Soalnya kalau ibunya ibu pasti ibu bangga - banggain sama pamer - pamerin kesemua orang." jawab Bu Yanti sambil terkikik.
__ADS_1
"Oh ya, terima kasih ya sudah jagain Sofia. Kalau gak ada kamu Ibu pasti sudah gak tau gimana, tadi ini ibu bener - bener lupa kalau harus jemput Sofia gara - garanya anak sulung ibu pindahan jadi gak tau deh bikin pusing, orangnya rewel soalnya."
"Iya Bu gak apa - apa kok, kebetulan juga pas sambil jemput Randi jadi gak masalah."
"Randi, terima kasih ya sudah jagain Sofia. Nanti kalau ada waktu Oma belikan es cream juga buat kamu" Bu Yanti mencubit gemas pipi Randi.
"Sama - sama Oma, dari pada belikan es cream, aku lebih suka sosis bakar sama es boba Oma." saut Randi membuat Bu Yanti ketawa.
"Eh, kok" Tara menghentikan Randi dengan cepat.
"Gak apa - apa biarin aja, namanya juga anak - anak." kata Bu Yanti pada Tara. "Oke nanti Oma belikan sosis bakar sama es boba ya plus es cream juga, kamu mau?" Dengan cepat Randi mengangguk.
"Aku juga mau, aku mau" Sofia ikut menyaut.
"Iya semuanya dibelikan, gak usah khawatir." ucap Bu Yanti.
Kini semua orang sudah berdiri di samping mobil Bu Yanti. Dengan posisi Bu Yanti menggandeng Sofia dan Tara menggandeng Randi.
"Oh ya, kalian mau pulang juga? gimana kalau Ibu anterin aja?" tawar Bu Yanti.
"Oh gak usah Bu, gak usah repot - repot. Kita pulang sendiri saja."
"Kenapa gak mau? biar Ibu anterin ya?" Bu Yanti sedikit memaksa.
"Kamu ini, jangan menolak terus, Ibu ini kan cuma mau anterin aja, masa kamu gak mau. Ayo jangan ditolak, Randi kamu mau kan Oma anterin?" Bu Yanti memandang lekat Randi dan memberi kode padanya agar mau.
Randi yang dipandang Bu Yanti, melirik sedikit ke arah Ibunya. Takut - takut tapi kemudian dia menggangguk.
"Bunda, mau ya," Randi memandang Ibunya takut - takut.
"Tante..." Sofia ikut - ikut bergelantung manja.
Tak punya pilihan, Tara pun akhirnya setuju membuat dua anak disamping dan hadapannya pun bersorak kegirangan. Meskipun dengan hati tak enak, dia pun masuk kedalam mobil Bu Yanti yang bersedia mengantarnya. Bu Yanti duduk didepan, sedangkan Sofia, Randi dan Tara duduk dikursi belakang bersama.
Disepanjang perjalanan, Randi dan Sofia terus bercanda membuat suasana perjalanan jadi riang gembira. Terdengar juga Bu Yanti sesekali ikut nimbrung dengan guyonan bersama kedua anak kecil yang ada didalam mobil dengan Tara yang memperhatikan ikut tertawa juga.
"Kalau dari cara bicara kalian, kalian ini sepertinya bukan asli orang Surabaya ya?" Bu Yanti memulai obrolan dengan Tara diselah perjalanan dan keramaian dari obrolan 2 anak kecilnya.
"Iya Bu, saya pendatang disini"
__ADS_1
"Sama dong kalau pendatang, Ibu juga pendatang. Terus kamu asalnya dari mana? kalau ibu dari Jakarta"
"Sama Bu, saya juga dari Jakarta Bu"
"Oh ya? Beneran? Jakarta mana?"
"Jakut Bu"
"Oh, Ibu dari Jakselnya. Terus disini sudah berapa tahun?"
"Em, sekitar 10 tahunan"
"Wah, lama ya kalau udah 10 tahun. Kalau Ibu baru aja, baru sebulan yang lalu pindah. Terus dulu kenapa bisa pindah kesini? apa ikut suami?"
"Enggak Bu, memang kebetulan dulu pengen merantau kerja disini" jawabnya.
"Oh, terus dapat suami orang sini gitu ya?"
Pertanyaan Bu Yanti sedikit membuat Tara canggung. Dan Randi jadi diam memandang Ibunya yang hanya tersenyum yang dipaksakan.
"Ayahku udah gak ada Oma." Randi menjawab pertanyaan Bu Yanti, merasa harus menyelamatkan Ibunya.
"Ups. maaf ya Oma gak tau." Bu Yanti memandang keduanya iba.
"Oh ya Bu, ini udah dekat, nanti ada perumahan delia masuk kesana." Tara mengalihkan pembicaraan agar tak melebar kemana - mana.
"Oh iya." Bu Yanti menghadap kembali kedepan.
Dari spion kaca dalam mobil. Diam - diam Bu Yanti melirik secara bergantian kepada Tara dan Randi yang tengah ngobrol bersama dengan Sofia. Seutas senyum terpancar dari bibirnya.
"Hadap ke Ibu dong tolong, Ibu mau foto kalian semua, Sofia, Randi" Perintah Bu Yanti yang tiba - tiba meminta selfi bersama dalam mobil.
"Kak Randi sini, selfi dulu" ucap Sofia antusias dan langsung berpose begitu juga Randi.
"Tara, ayo" Bu Yanti memanggil Tara yang masih santai.
"Tante!" Sofia juga mengajak.
Tara pun menuruti perkataan Bu Yanti dan Sofia. Dia kemudian tersenyum ke kamera ponsel yang sedang dipegang Bu Yanti.
__ADS_1
1...2...3... Creeekkk.
Sebuah bidikan foto berhasil diambil Bu Yanti. Dan dikirim pada seseorang melalui pesan WA.