Positif Denganmu

Positif Denganmu
bab 33


__ADS_3

Pagi sudah kembali datang. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 6.20 pagi. Randi yang baru saja selesai sarapan langsung keluar memakai sepatunya dibantu oleh Bundanya. Saat itu Kila baru saja keluar dari kamarnya dengan 1 paperbag berisi baju ganti yang dijinjingnya.


"Udah siap semuanya?" tanya Kila semangat karna hari ini akan dapat uang yang banyak.


"Siap Mami" Sandi ikut semangat menghentakkan kakinya begitu selesai memakai sepatu.


"Oke kalau gitu lets go.." jawab Kila semangat.


Kila, Randi dan Tara kemudian naik kedalam mobil. Posisi mereka, Kila yang duduk dikursi kemudi dengan Tara yang duduk disampingnya sedangkan Randi duduk sendiri dikursi belakang.


Pagi itu, rute mereka adalah mengantarkan Randi lebih dulu kesekolah dan setelah itu baru menuju apartemen milik Sandi.


"Bunda, besok yang jemput Randi kalau pulang cerdas cermat siapa?" Tanya Randi.


"O iya ya, besok ya cerdas cermatnya?" saut Tara menepuk jidat lalu menoleh kebelakang dengan wajah merasa bersalah.


"Ih, Bunda lupa?" Randi menunjukkan wajah sedikit masam.


"Iya, kelupaan" Tara dengan ekspresi memohon maaf.


"Hm, Bundamu apa yang gak lupa" saut Kila ikut - ikutan tanpa menoleh dan tetap memperhatikan jalan.


"Kuping sama hidung gak lupa" imbuh Randi sedikit merajuk.


"Iya maaf, namanya juga gak sengaja kelupaan" Tara beralasan.


"Lupa kok terusan sih Bunda?" protes Randi.


"Randi, kalau udah sering pikun gitu, itu namanya..." celetuk Kila.


"Udah tua!" sela Randi cepat.


"Nah, sip, anak pinter." puji Kila pada Randi sambil tertawa dan juga mengangkat jempolnya. Sedangkan Tara mencebik karna diolok teman dan anaknya.


"Terus besok cerdas cermatnya dimana?" tanya Tara.


"Di SD negeri Surabaya. Terus katanya Pak Danu jam 12 sudah selesai, nanti kalau jemput disana bukan disekolah" jelas Randi.


"Ya udah kalau gitu, besok Bunda jemput"


"Eh, jangan biar Mami aja!" Kila yang kali ini menyela.


"Hem" Tara mencebik sambil senyum.

__ADS_1


"Eh, gak bisa, Bundamu harus kerja! Mami gak ngijinin nanti butiknya gimana? Jadi besok sama Mami aja, oke?" Kila melirik kaca dalam untuk melihat sejenak pada Randi.


"Iya, iya... tahu, biar Mami bisa ketemu Pak Danu kan?" saut Randi yang ikut mencebik juga, tahu kalau selama ini Kila naksir pada Pak Danu.


"Hahahaha, dasar bocil tahu aja" jawab Kila tertawa terbahak - bahak, sedangkan yang lain cuma bisa geleng - geleng kepala.


30 menit perjalanan, akhirnya mobil yang mereka kendarahi sampai di depan sekolah. Saat itu, kila menghentikan mobilnya di belakang mobil sedan mewah yang juga baru saja berhenti juga di depan sekolah.


"Buset, lexus LS siapa nih? ckckckc" komentar Kila berdecak dari kursi kemudinya memperhatikan mobil dihadapannya. "Orang kaya beneran kalau ini mah..."


"Ayo Ran, turun" ajak Tara dan cuma senyum dan menengok sejenak pada mobil didepannya untuk menanggapi komentar Kila.


Dia tak bisa komentar, karna memang tak mengerti perbedaan mobil murah dan mobil mewah. Baginya semua mobil sama saja tak ada bedanya. Apa lagi baginya bisa naik mobil seperti ini aja sudah sangat bersyukur meskipun cuma numpang.


"Itu mobilnya Sofia Mami," Randi bereaksi, karna melihat Bu Yanti dan Sofia yang baru saja turun dari mobil.


"Oh ya? Wah... kecil - kecil seleramu kok bagus Ran? nurun banget kayak Mamamu" Kila menoleh pada Randi yang tengah beranjak turun dari mobil.


"Ehhh, jangan aneh - aneh deh Kil!" jawab Tara cepat menghentikan ocehan Kila dengan tatapan tajamnya tapi Kila tak peduli malah merunyut.


Tak mau memperdulikan Kila lagi. Randi dan Tara yang sudah turun dari mobil kemudian berjalan menghampiri Bu Yanti dan Sofia yang saat itu masih disamping mobilnya dengan posisi Bu Yanti sedang membenahi seragam Sofia.


"Bu," Sapa Tara.


"Hei ..." Bu Yanti dengan sumringah membalas sapaan Tara. "Baru datang?"


Tanpa disuruh Randi juga langsung meminta untuk bersalaman tanpa lupa mencium tangan Bu Yanti.


"Aduh, anak pinter. Randi sudah sarapan?" tanya Bu Yanti.


"Sudah Oma"


"Kalau belum sarapan ini Oma bawa bekal, nanti dimakan sama Sofia ya"


"Iya Oma, terima kasih"


"Eh, sebentar ya, Oma lanjutin dulu." Lanjut Bu Yanti yang tengah membenahi seragam Sofia. "Ini tadi gara - garanya bangun kesiangan. jadinya riweh, gak sempet sarapan pakai seragam juga pas di mobil."


"Kok sampi kesiangan Sofia? semalam gak cepat tidur ya?" tanya Tara dengan memperhatikan Bu Yanti yang tengah sibuk tapi sepertinya tak ada perkembangan.


"Hee,," jawab Sofia meringis karna tebakan Tara yang benar dan dbalaa dengan usapan rambut lembut.


"Bu, sebentar, saya bantu ya..." Tara menawarkan bantuan membetulkan seragam Sofia.

__ADS_1


"Oh, iya..." Bu Yanti bergeser sedikit memberi Tara ruang.


"Sofia emang ngapain semalam kok gak bobok - bobok?" tanya Tara sembari membantu Sofia merapikan seragam dan juga dasinya.


"Nonton frozen" jawab Sofia dengan senyum polosnya.


"Suka sama barbie?"


"He'e suka banget, suka sama elsa soalnya suaranya elsa bagus banget tante, aku kepengen kayak elsa, bisa nyanyi"


"Emang kamu pengen jadi penyanyi?" Yang dijawab anggukan cepat oleh Sofia dan dibalas dengan sentuhan lembut di pipi Sofia, sedangkan Bu Yanti hanya senyum - senyum melihat interaksi keduanya.


"Udah, selesai ..." Tara memandang puas dengan hasil kerjanya.


"Sip Sofia, udah rapi" Randi menyaut dan mengangkat jempolnya.


"Nah karna udah selesai sekarang kalian berdua masuk kedalam, ini udah mau jam 7" Bu Yanti bersuara.


"Yuk Sofia," ajak Randi meraih tangan Sofia, menggandengnya dan kemudian keduanya masuk dalam sekolah bersama - sama tanpa lupa bersalaman lebih dulu pada Bu Yanti dan Tara.


"Kamu belum makan kan? nanti kalau istirahat makan sama aku ya, aku bawah bekal" suara Randi yang terdengar samar - samar saat keduanya berjalan memasuki halaman sekolah.


"Makasih ya udah bantuin" kata Bu Yanti.


"Iya Bu sama - sama. Oh ya Bu maaf, saya gak bisa lama - lama, soalnya sama teman, itu lagi nungguin di mobil" Tara yang mengarahkan pandangannya pada Kila yang sejak tadi memperhatikan di dalam mobil.


"Oh iya, gak apa - apa Ibu juga masih ada urusan. Hati - hati dijalan ya.. sampai ketemu lagi, nanti kalau ketemu lagi kita ngobrol yang lama"


"Iya Bu siap, kalau gitu saya duluan ya Bu" pamit Tara yang kemudian pergi meninggalkan Bu Yanti dan masuk kedalam mobil.


"Eh, itu siapa?" tanya Kila pada Tara yang sudah penasaran sejak tadi begitu Tara duduk disampingnya.


"Bu Yanti, neneknya Sofia"


"Kok kamu bisa kenal?"


"Dia pernah datang ke butik, terus gak sengaja keseleo jadi aku bantuin"


"Oh," Kila manggut - manggut. "Eh, tapi asal kamu tahu, dia itu pasti kaya banget Tar, dia pasti konglomerat deh. Mulai dari baju, tas sepatu sampai jam tangannya semuanya bermerek"


"Hem, mulai deh! udah ah cepet jalan biar gak siang - siang banget"


"Hu, kamu ini mana tahu bedanya. Jadi orang kok polos banget" balas Kila tak terima di omeli.

__ADS_1


"Udah jalan!"


Keduanya pun kemudian melanjutkan perjalanan kerumah Sandi.


__ADS_2