
Acara cerdas cermat berakhir dengan Randi sebagai juara. Randi yang menang berdiri di panggung dengan piala ditangan dan papan juara 1 yang bertuliskan nominal uang 5 juta. Selain dapat piala dan uang tunai, Randi nantinya juga akan dapat jaminan beasiswa sampai lulus SD dari yayasan milik Bu Yanti.
Sesi foto diatas panggung sudah selesai. Randi bersama dengan para penyelenggara dan tim juri satu persatu turun dari panggung. Dibawah tangga samping panggung berdiri Pak Danu yang menunggu Randi turun.
Pak Danu kemudian dengan sigap membantu Randi yang baru saja turun membawakan piala dan juga papan hadiah, yang terlihat sedang kerepotan.
"Randi Wiraraja. Murid Bapak yang hebat, tos dulu," sambut Pak Danu yang tampak senang sekaligus bangga pada anak didiknya.
Randi menyambut hangat dan semangat, dilambaikannya kuat tangannya menerima uluran tos dari gurunya. .
"Randi, selamat ya ...." Bu Yanti yang baru turun dari panggung ikut memberi selamat. "Oma bangga sekali sama kamu, jkamu meskipun kecil - kecil tapi bisa mengalahkan mereka kakak - kakak kelas 4 dan kelas 5."
"Pak Danu, selamat ya .... Pak Danu sudah berhasil mendidik Randi." Yang kali ini mengarahkan pandangan pada Pak Danu.
"Iya Bu terima kasih atas ucapannya. Tapi sebetulnya keberhasilan ini bukan karna saya Bu, melainkan karna Randi sendiri yang memang dasarnya anak yang pintar. Jadi sekali dikasih pengarahan dia bisa langsung ngerti."
"Ya, intinya saya ikut bangga sebagai wali murid. Sekolah tempat cucu saya bisa jadi juara umum cerdas cermat, dan kebetulan juga yang menyelenggaran yayasan sendiri, jadi rasanya seperti gak sia - sia."
Iya Bu terima kasih."
Ditengah obrolan Pak Danu dan Bu Yanti, dari balik pintu muncullah Tara yang berdiri clingak - clinguk mencari keberadaan Randi.
"Bunda," seru Randi yang tak sengaja melihat bundanya. Yang langsung berlari menghampiri sambil diperhatikan Pak Danu dan Bu Yanti.
"Bunda, aku dapat juara satu," adu Rani.
"Oh, ya ...." Tara bahagia mendengarnya sementara Randi mengangguk mantap.
Ibu dan anak itu kemudian saling berpelukan bahagia. Tak lupa juga Tara mencium kening putranya, sayang. Ditengah perayaan antara ibu dan anak, Pak Danu dan Bu Yanti datang menghampiri.
"Bunda, selamat ya ..." ucap Pak Danu menyapa dan menghentikan seremobial kecil ibu dan anak.
"Oh, Pak Danu, iya sama - sama. Terima kasih kembali juga karna sudah membimbing anak saya." kata Tara pada Pak Danu.
__ADS_1
"Bu ...." Sapa Tara juga pada Bu Yanti yang berdiri disamping Pak Danu tanpa lupa berjabat tangan.
"Selamat ya, Randi berhasil jadi juara." Jawab Bu Yanti.
"Iya Bu terima kasih,"
"Ibu ikut bangga sama seneng juga, ternyata Randi ini emang anaknya pintaarrr sekali, masih kelas 3 SD tapi bisa mengalahkan lawan yang udah duduk dikelas 4 sama kelas 5."
"Oh iya, Pak Danu, Bunda Tara sama Randi hari ini tidak ada acarakan? bagaimana kalau kita makan dulu," tanya Bu Yanti sambil memandang ketiganya secara bergantian.
"Em, maaf Bu Yanti, saya tidak bisa, kebetulan sebentar lagi jam 1 saya masih harus rapat dan kembali kesekolah jadi tidak bisa, kapan - kapan saja, Bu Yanti bisa makan siangnya dengan Randi dan Bundanya saja."
"Yah, sayang sekali kalau begitu." Bu Yanti tampak sedikit kecewa. "Kalau kalian tidak ada acarakan?"
"Maaf juga Bu, saya harus kembali kerja, sebentar lagi jam istirahat sudah habis." jawab Tara.
"Tapi kan masih ada waktu meskipun sebentar," timpal Bu Yanti. "Kita sebentar saja ya, soalnya Ibu pengen traktir kalian sebagai ucapan selamat, jadi jangan ditolak! terus kita makannya di restourant mall aja gimana? biar kamu gak jauh - jauh" kata Bu Yanti yang tak bisa dibantah.
"Tapi Bu,"
Bu Yanti, Randi dan Tara kemudian pergi bersama. Mereka menuju mall dengan menumpangi mobil milik Bu Yanti. 15 menit dijalan, mobil yang dikendari akhirnya sampai di mall.
Bu Yanti, Randi dan Tara masuk dari lobi mall sedangkan supir mereka pergi ke parkiran. Kebetulan restaurant yang dimaksud Bu Yanti ada dilantai 1 dan dekat lobi masuk, mereka tak terlau jauh saat berjalan.
"Kalian, mau pesan apa?" tanya Bu Yanti sesaat semuanya duduk dan pelayan datang.
"Kita terserah Ibu aja," jawab Tara.
"Jangan terserah dong, ayo dipilih" jawab Bu Yanti dengan membalik buku menunya. "Ran, kamu mau pesan apa?"
"Es boba ada Oma?"
"Es boba? Em, sebentar," Bu Yanti mencari es boba yang dimaksud Randi.
__ADS_1
"Oh ini ada, kamu mau rasa apa?" Bu Yanti menyodorkan buku menuke Randi agar Randi memilih sendiri.
"Taro"
"Oke, boba rasa taro 1, terus kamu?" Bu Yanti yang kali ini menatap Tara.
"Saya teh hangat aja Bu,"
"Tambah teh hangatnya 2, kalau makannya?" Bu Yanti menatap Tara dan Randi bergantian.
"Terserah Oma, apapun aku suka" saut Randi.
"Em, gimana kalau kita makan seafood aja?" tanya Bu Yanti lagi.
"Seafood? aku mau, aku mau ..." jawab Randi lantang yang berulang - ulang.
"Oke kalau gitu, seafood porsi besar ya mbak..." kata Bu Yanti pada pelayan dan pelayan pun mencatat dan setelah selesai mempersiapkan pesanan.
"Oh iya, Tara, kalau kamu mengijinkan Ibu punya rencana nanti setiap hari minggu Ibu pengen Randi main kerumah. Ibu pengen dia ngajarin Sofia belajar. Soalnya Sofia itu, duhhh ... malas banget. Gak mau belajar cuma main aja kerjaannya."
"Kerumah Sofia Oma?" timpal Randi tiba - tiba dengan semangat padahal Tara sebetulnya sudah menunjukkan wajah keberatan.
"Randi," celetuknya memperingatkan Randi untuk menjaga sikap.
"Em, gimana ya Bu" kata Tara kemudian keberatan sementara Randi menekuk wajahnya kecewa.
"Ya Ibu paham, mungkin kalau bukan hari minggu kalian jarang - jarang bisa sama - sama. Randi yang setiap hari sekolah dan kamu yang harus kerja. Tapi Ibu minta ini karna memang sudah keadaan genting. Sofia itu kalau dirumah manjanya minta ampun. selain gak mau belajar Sofia ini kalau ngomong juga suka kasar. Ya siapa tahu kalau sama Randi, Sofia bisa berubah. Karna selama ini memang Ibu kalau nakut - nakutin begitu myebut nama Randi bisa langsung nurut. Jadi Ibu minta, kamu bisa mengijinkan Randi kerumah."
"Bunda ... boleh, ya ..." Randi memohon.
"Kamu tenang aja, Ibu pasti jagain Randi dengan baik juga. Nanti setiap mau kerumah biar Randi dijemput sama supir jadi kamu gak perlu repot - repot mengantar atau yang lainnya." tambah Bu Yanti meyakinkan Tara.
"Baiklah Bu kalau gitu." jawab Tara akhirnya walaupun sebetulnya enggan.
__ADS_1
"Tapi kamu janji ya, kalau dirumah Bu Yanti kamu gak boleh nakal!" dengus Tara pada Randi.
"Iya Bundaku sayang ... pasti." jawab Randi girang sambil bergelantung manja pada Ibunya.