
Lili gugup, namun mencoba untuk menyembunyikan nya. Tentu saja Lily takut untuk mengatakan hal yang sebenarnya. Bukan tanpa alasan. Lily belum tau seberapa berarti dirinya untuk Tuan Sean. Apa jadinya jika dia mengakui itu karena perbuatan Ozzu. Lili takut Tuan Sean beranggapan dia yang salah nantinya, terlebih jika Ozzu tidak mengakuinya. Memperkecil kemungkinan buruk. Lily hanya memberanikan diri membalas belitan bibir suaminya.
" Lily takut suara Lily tembus sampai kamar Ozzu, terlebih saat ini Ozzu di rumah Mas"
" Gigitlah tubuhku untuk meredamnya jangan sekali kau melukai dirimu Li! Apa yang ada di tubuhmu milik ku seutuhnya"
Meskipun ucapan Tuan Sean tenang tapi menimbulkan rasa sesak di hati Lily. Lily sadar setelah memutuskan menawarkan diri untuk dinikahi, itu berarti dirinya adalah hak Tuan Sean Pramajha seutuhnya, bahkan dia sendiri tidak berhak melakukan sesuatu pada tubuhnya tanpa persetujuan sang pemilik raga nya
Malam itu Lily kembali tidak tidur.
Dia sedang terus memikirkan kejadian tadi, entah bagaimana nantinya dia berhadapan dengan Ozzu setelah kejadian ini, tetapi untuk menghindar akan lebih tidak mungkin. Karena pasti nanti Tuan Sean akan curiga.
Pagi harinya. Keributan kembali terjadi, kali ini bukan di timbulkan oleh sang putra tiri, tetapi kedatangan Nyonya Natalia yang mendadak membuat syok
Bagaimana tidak. Wanita itu datang dengan membawa tiga koper besar bersama nya
" Tidak ku biarkan kamu tinggal bersama gundik mu dengan tenang mas, aku juga berhak tinggal di sini"
Entah pukul berapa Lily baru terlelap, saat bangun dia dikejutkan dengan suara melengking tinggi istri pertama suaminya
Menuruni tangga Lily berusaha pasrah. Namun baru saja ingin mendekat, sebuah tangan menariknya dengan cepat
Ozzu menyudutkan tubuh Lily di dinding dan menghimpit nya di ruang kecil yang berdekatan dengan ruang laundry, membuat Lily tersentak dan takut kejadian semalam terulang.
" Apa kau bodoh malah mau mendekat?? Harusnya jika kau hanya memiliki satu nyawa jangan pernah kau mendekati Mama ku" Ozzu berkata dengan bibir berdesis kesal
Lily masih terkejut, terlebih tubuh mereka yang begitu dekat bahkan Lily bisa menghirup aroma mint dari napas Ozzu yang menerpa wajahnya.
__ADS_1
" Li, kalian sedang apa?" Tanya bi Sum yang kaget melihat Lily yang seperti hendak di cium oleh Tuan mudanya.
" Nah, itu ada bibi.." Ozzu benar-benar tidak menunjukkan kegugupannya meski hampir saja bi Sum mencurigai tindakannya
" Ada apa memangnya Tuan muda?"
" Mata nya ke lilipan saat hendak mengambil sesuatu di atas lemari, tolong bibi bantu dia " jawab Ozzu menjauh
Kebetulan Lily juga baru saja mengelap satu matanya yang ternyata berair, tentu saja melihat itu bi Sum mempercayai ucapan Ozzu barusan. Bahkan beliau menghampiri Lily dengan sumringah
" Benarkan, apa yang pernah bibi katakan.Tuan muda hanya perlu waktu untuk mengenalmu Li, siapapun akan langsung menyukai mu jika sudah tau kamu adalah anak yang baik"
Kemudian bi Sum menghela napas berat " Tapi bagaimana ini...Nyonya Natalia akan memperkeruh suasana rumah ini dengan kehadirannya"
" Apa beliau akan tinggal di sini?" tanya Lily lirih
" Yang bibi dengar begitu, tetapi sepertinya Tuan Sean melarangnya. Bibi juga khawatir jika nyonya Natalia tinggal disini dia akan terus berusaha menyakiti mu Li"
" Apa kau di nikahi karena ingin merasa nyaman? Jangan mimpi sekarang aku akan hadir menjadi mimpi buruk mu"
" Jangan pernah sakiti Lily jika kau ingin ikut tinggal di sini!" Tiba-tiba Tuan Sean Pramajha datang
" Aku hanya mencoba menilai dirinya, apa yang membuatmu sampai menduakan ku mas!"
Tuan Sean hanya berdesis jengah, sebelum menarik Lily untuk menjauhi istri tuanya.
Lily POV
__ADS_1
Tanganku di tarik mas Sean sampai ke meja makan. Disana ada Ozzu yang makan dengan tenangnya, seperti tidak pernah terjadi apa-apa
Tidak lama berselang, Nyonya Natalia datang dan duduk di sebelah Ozzu, tempat yang pertama kali pernah ku duduki dan di usir oleh Ozzu.
Aku yang mau mengambilkan nasi untuk mas Sean berhenti saat nyonya Natalia lebih dulu menyendok kan nasi untuk mas Sean.
Melihat itu aku senang, karena sepertinya Nyonya Natalia yang selama ini cuek dengan tugasnya melayani suaminya mulai mau melakukannya. Aku pernah mendengar dari bi Sum jika istri pertamanya mas Sean itu hanya tau cara berdandan, tidak pandai melakukan apapun, meskipun untuk melayani kebutuhan suaminya seperti menyiapkan baju makanan dan sebagainya, ke lebihan nya adalah kecantikan wajah dan juga kesempurnaan body serta gelar yang wanita itu miliki, selebihnya hanya bisa mengandalkan dari para pelayanannya untuk membantu mas Sean menyiapkan segalanya.
Tapi menurut ku itu wajar karena beliau mampu membayar seseorang untuk mengantikan perannya, terlebih mas Sean juga tidak pernah keberatan, akan tetapi mas Sean benar-benar terluka ketika cintanya di khianati.
" Aku tidak pernah makan ikan gurame! Li ambil ikan ini untuk mu"
Aku tersenyum kikuk, saat mas Sean memintaku mengambil ikan gurame yang sudah di ambil kan nyonya Natalia di atas piring mas Sean. Tetapi selama ini aku memang tidak pernah melihat mas Sean makan dengan ikan, berbeda dengan Ozzu yang sepertinya menyukai hewan yang hidup di air itu, hampir setiap makan ikan adalah lauk andalan nya. Tapi apa sampai pada makanan yang tak di sukai mas Sean saja Nyonya Natalia tidak tahu? se abai itukah nyonya Natalia pada suaminya?
Aku dapat melihat tatapan permusuhan saat aku benar-benar mengambil ikan itu dan ku pindahkan ke piring ku, tetapi aku putuskan untuk pura-pura tidak tahu dan segera memulai makan ku bersama mas Sean yang mulai menyuap nasi ke mulutnya
Usai makan.as Sean sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, nyonya Natalia juga terlihat sudah siap dengan stelan yang berbeda.
" Aku akan berbelanja keperluan ku selama di rumah ini mas, jadi kupikir aku akan pulang telat"
Nyonya Natalia mengatakan itu dengan manja di lengan mas Sean, seperti menunjukkan bahwa dirinya lebih berkuasa di sini, meskipun begitu aku sadar akan posisi ku, jadi aku merasa biasa saja, terlebih beliau memang lebih berhak untuk mengatur rumah ini, karena siapalah aku?
" Hmmmm"
Mas Sean melepaskan tangan nyonya Natalia dan menghampiri ku
" Bersiaplah, Ayo kita cari rumah untuk tempat mu tinggal"
__ADS_1
Aku terkejut begitu juga dengan Nyonya Natalia, matanya sampai melorot
Apa mas Sean akan membawaku pergi dari rumah ini? ya Allah bahagia nya aku...aku bukan nya takut nyonya Natalia akan menyakiti ku, aku jauh lebih takut dengan tindakan Ozzu padaku, dia masih sangat emosional, aku takut jika terus tinggal bersama dengannya aku akan terus di lumuri dosa, karena bukan tidak mungkin Ozzu akan terus melakukan tindakan gila seperti yang pernah dia lakukan. Aku juga takut dengan hatiku yang nantinya menentukan pilihan, karena aku hanya ingin mengabdi kepada mas Sean, bukan pria lain.