POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor

POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor
Anak muda


__ADS_3

Lily POV


Hati damai saat mataku terbuka, yang pertama kali ku lihat adalah wajah mas Sean, beliau tidur dengan memelukku, andai saja waktu bisa berhenti. Aku ingin berhenti di titik seperti ini saat aku bersama nya, lusa beliau harus pulang ke rumah Nyonya Natalia, jujur ada setitik ketidak rela,an. Namun segera ku tepis, karena disini memang Nyonya Natalia yang jauh lebih berhak atas mas Sean.


Siapakah aku ini, hanya gadis yang bernasib beruntung, akulah yang jahat, merampas kebahagiaan dan milik wanita lain, akulah Sang Pelakor, yang tidak tau diri jika berniat tamak.


" Kau sudah bangun" Suara mas Sean membuatku menatap pria dewasa yang sudah membuatku mengenal banyak hal .


" Iya"


Aku beringsut untuk kembali merapat pada tubuh kokohnya, diluar sedang hujan, ditambah hari juga masih gelap untuk melakukan aktivitas, membuatku ingin bermanja pada mas Sean,


Author POV


Selama ini tuan Sean sudah jatuh bangun mempertahankan keyakinan cintanya, dengan perjuangan yang tidak mudah, namun tetap berakhir sia-sia, wanita yang sangat tuan Sean cintai ternyata tidak setia, berbagai cara tuan Sean lakukan untuk menyembuhkan luka, namun apa daya ketika kepercayaan sudah di hancurkan, kepingan hati yang rusak tidak bisa di satukan lagi dengan utuh. Cinta tuan Sean untuk nyonya Natalia sudah ternodai, ketidak setiaan nyonya Natalia membuat hati tuan Sean mati akan rasa cinta, namun kini tiba-tiba datang gadis muda yang seperti kuntum bunga mawar yang membuat hatinya yang beku kembali mencair dan sembuh dari trauma mencintai.


Lily seperti mesin penghangat yang mencairkan hatinya yang sudah lama beku, Lily tidak hanya membuat hati tuan Sean kembali bisa merasakan debar cinta, namun mampu menumbuhkan hati baru untuk bisa menampung cinta yang jauh lebih besar dari cinta masa lalunya.


Takdir mempertemukan mereka secara tidak sengaja. Entah bagaimana ceritanya semua itu sudah seperti di atur yang maha kuasa. Mereka memang di pertemuan tanpa sebuah alasan tapi berakhir dengan saling membutuhkan satu sama lain.


Satu hari berlalu begitu cepat dan Lily sudah hendak pulang dari kampus, tadi suaminya mengirimkan pesan agar dia pulang bersama sopir saja karena tuan Sean pulang kerja langsung pergi kerumah Nyonya Natalia.


Ternyata Lily menyadari bahwa dia tidak bisa menjaga hatinya, nyatanya Lily merasa sedih ketika ditinggalkan tuan Sean untuk mengunjungi istrinya yang lain.


[" Lily, Bibi tidak enak badan dan tidak bisa pergi kerumah mu"]


Pesan dari Bi Sum, membuat Lily kembali kehilangan semangat, itu berarti dia akan di rumah seorang diri.


Lily baru saja ingin melangkah masuk kedalam mobil yang menjemputnya, ketika melihat seseorang yang familiar sedang duduk di atas sepeda motor dengan jaket hijau kas tukang ojol, di tangan pemuda itu menggenggam sebuah ponsel.


Buru-buru Lily menghampiri seseorang itu.


" Ozzu!"


Lily benar-benar tidak menyangka saat pemuda itu benar-benar Ozzu.


Untuk apa Ozzu berada di kampus nya dan memakai pakaian tukang ojek online.


Saat ingin bertanya, seorang wanita yang Lily ketahui satu jurusan dengan nya menghampiri Ozzu, Lily lebih terkejut saat mendengar wanita itu minta diantar sesuai aplikasi.

__ADS_1


Didalam benak Lily dipenuhi pertanyaan, apa yang sebenarnya terjadi pada Ozzu? benarkah dia jadi tukang ojek online?, apa suaminya tau? dan masih banyak hal lainnya.


Hingga menjelang malam, Lily di kejutkan oleh kedatangan Ozzu, sepertinya pemuda itu diminta Papanya untuk menemani Lily di rumah, namun Lily mengambil kesempatan itu untuk menanyai Ozzu.


Ozzu yang melangkah cuek masuk kedalam rumah di ikuti oleh Lily.


" Ozzu, tunggu"


Ozzu pura-pura tidak mendengar, meskipun Lily memanggilnya cukup keras.


" Ozzu apa kau menjadi tukang ojek?"


Ozzu akhirnya bereaksi dan menoleh " Kalau ya' memang nya kenapa?" balas Ozzu yang sepertinya tidak suka urusannya ada yang ikut campur.


" Apa Papamu tau?" tanya Lily khawatir, jika suaminya tidak tau dan akan menimbulkan masalah nantinya.


" Ozzu, apa kau berbohong saat kemarin kau mengatakan akan kembali ke kampus?"


" Ya, dan kau tidak perlu ikut campur!"


" Ozzu sebenarnya ada apa dengan mu?" bingung Lily, karena Lily pikir hubungan mereka sudah lebih baik sebelumnya.


Lily kembali mengejar Ozzu yang kembali mengacuhkan nya.


" Apa perduli mu!" tegas Ozzu yang akhirnya ikut berhenti dan kembali menoleh pada Lily.


" Jangan membuat Papamu kecewa jika tau kau tidak benar-benar melanjutkan pendidikan"


" Tidak perlu atur hidup ku, cepat saja kau segera hamil agar dia tidak begitu kecewa dimasa tuanya!"


Lily tidak tau sebab apa yang membuat Ozzu begitu marah, namun tidak pernah menduga jika Ozzu bahkan ikut menyinggung soal kehamilannya.


" Atau kau butuh bantuan ku untuk membuatmu segera hamil?"


Lily hampir tersendak udara saat mendengar ucapan lancang anak tiri nya.


" Apa yang merasuki mu Ozzu?" Bentak Lily yang ikut tersulut emosi.


Ozzu menghampiri Lily dengan cepat dan menyeret Lily untuk di himpit di dinding dekat tangga.

__ADS_1


" Jangan macam-macam Ozzu, aku istri Papamu!"


Lily benar-benar panik melihat tatapan lapar Ozzu padanya.


" Aku juga bisa membuatmu hamil jika Papaku tidak pernah berhasil melakukannya!"


" Tolong hentikan ini Ozzu, kau gila!"


Ozzu dengan lancang menyapukan lidahnya ke telinga Lily dan membisikkan sesuatu yang membuat air mata Lily luruh.


" Beritahu aku, apa saja yang yang membuatmu menjerit ketika Papaku sentuh? aku juga bisa!"


" Aku akan benar-benar mengakhiri hidup ku jika kau berani menyentuh ku Ozzu!" ancam Lily


" Aku juga akan ikut mati bersamamu"


" Jangan gila, Ozzu!"


" Aku memang sudah gila karena mu Lily, untuk apa yang sudah ku lihat kala itu benar-benar membuat ku gila!" bentak Ozzu.


Dada Ozzu berderu kasar, tubuhnya semakin menghimpit tubuh Lily.


" Apa kau begitu suka saat Papaku memasuki mu di sini?"


Oh Tuhan.... Lily sudah tidak tau harus berbuat apa lagi


" Kita bisa diam-diam saja melakukannya" Ozzu menyeringai, sedangkan Lily semakin merapatkan pahanya ketika tangan Ozzu merabanya dengan lancang.


Air mata Lily sudah beranak sungai ketika menatap penuh permohonan pada putra suaminya dan ternyata menemukan netra Ozzu juga berlinang cairan bening.


" Kalian yang sudah merusak ku menjadi sinting seperti ini, hingga pikiran ku selalu ingin menggagahi mu seperti seorang bajingan!"


Keduanya saling menatap dengan lelehan air mata yang sama derasnya.


" Tetapi jika kau hamil anak ku, aku akan membuatmu menderita karena harus hidup miskin. Untuk itu aku berusaha untuk memperbaiki hidupku untuk mu, untuk kebahagiaan mu nanti jika pria tua itu tidak mampu membuatmu bahagia!"


" Ozzu ini dosa besar, perasaan mu itu haram!"


Ozzu mengeleng kuat.

__ADS_1


" Aku bisa menikahi mu Lily, dan tidak haram, kau bisa kumiliki dan aku akan melakukan apapun agar kita bisa bersama." tekat Ozzu.


Lily hanya semakin menangis ketika mendengar ucapan Ozzu, kenapa Ozzu terlihat begitu menyedihkan sekarang, pemuda itu seperti menyembunyikan luka besar yang membuatnya seperti ini, perlakuan Ozzu seperti meluapkan rasa kecewa dan luka, terlihat dari air mata pemuda itu yang terus menangis deras, tetapi tidak memungkiri bahwa Lily juga sangat takut jika Ozzu benar-benar menodainya.


__ADS_2