
" Kau ingin menjebak Ozzu, Lie?? ya Tuhan.... pikiran terlebih dahulu, Sean bisa lebih marah padamu nanti" Ibu dari nyonya Natalia begitu kaget mendengar rencana putrinya
" Mama tidak perlu khawatir, aku yakin cepat atau lambat aku juga akan segera hamil, mengumumkannya lebih awal ku pikir bukan tidak masalah" ujar Nyonya Natalia bangga.
" Kehamilan bukan suatu hal yang bisa diminta dan terkabul kapan saja, bagaimana jika kau tidak kunjung hamil?"
" Aku hanya perlu berpura-pura keguguran, Mama tidak perlu panik begitu!"
" Natalia..." bentak Mama Natalia pada putrinya
" Sean bukan pria bodoh. Ingat, bahkan karena ke kecerobohan mu dulu, kau hampir saja di buang dari kehidupannya, Mama khawatir jika Sean mengetahui kebohongan mu kali ini, ia akan benar-benar membuang mu seperti sampah tak berguna" tegas mama Natalia memperingatkan putrinya.
" Itu tidak akan pernah terjadi padaku ma, karena itu nasib yang akan dialami oleh gundik Sean sebentar lagi, dia yang akan di buang seperti sampah, karena sudah seharusnya demikian!" seringai keji terbit di bibir nyonya Natalia
Nyonya Natalia melenggang pergi dengan tawa bahagia..
Dikediaman Lily dan Tuan Sean, Ozzu masih duduk bersama Lily dan masih terus mendengarkan cerita Lily.
" Apa kau mencintai Papaku?"
Mendengar pertanyaan Ozzu Lily tersenyum.
" Jika bertukar posisi, kamu adalah suamiku, apa yang ingin kau dengar dari pertanyaan macam itu?" Lily membalik pertanyaan Ozzu.
" Apa itu berarti ya?"
" Ya, dan harus!" jawab Lily tegas.
Ozzu tersenyum pedih, mustahil jika kejujuran Lily tak membuat Ozzu lebih tersakiti sekarang. Lily pun yang sudah banyak berpikir terus menguatkan tekatnya karena terlanjur berada di tengah-tengah mereka, dia harus berani agar dirinya tidak membuat hubungan antara anak dan orang tua nya pecah
" Apa, Papaku membuatmu bahagia?"
" Maafkan aku, Aku ingin menjadi istri yang baik untuknya" Lily menatap mata Ozzu dengan sejuta keteguhan, meskipun tidak di pungkiri air matanya berderai-derai mengingat dia harus meninggalkan suaminya demi hubungan yang lebih dulu terjalin dan tak mungkin bisa di rusak hanya karena kehadirannya, Lily akan mengalah dan memilih pergi.
" Aku tidak akan merusak hubungan kalian. Sungguh aku tidak akan sanggup"
Ozzu ikut memperhatikan Lily yang terlihat begitu menderita
Ozzu menghapus air mata Lily, namun tidak bicara apa-apa.
Lily mengenggam tangan Ozzu yang ikut menghapus air matanya.
" Kamu adalah harta Papamu, beliau selalu mengkhawatirkan mu, aku hanya orang asing yang beruntung bisa bertemu dengan orang sepertinya." Lily menepuk tangan Ozzu seperti seorang sahabat " jaga perasaannya, jadilah anak yang baik, jangan selalu membuat Papa mu khawatir, saat bersama ku dia tidak jemu untuk menceritakan tentang kamu, dia sangat menyayangi mu"
Setelah mengatakan itu, air mata Lily kembali mengalir deras, dia bukan kalah, tapi mengalah karena biar bagaimanapun tidak ada mantan keluarga, tapi banyak mantan istri atau mantan suami.
" Jangan menangis lagi, aku tidak suka" ucap Ozzu yang membuat Lily mengangkat wajahnya.
__ADS_1
Lily sadar dia akan sangat egois jika memaksa untuk tetap tinggal, berpikir bisa hidup damai bersama tua Sean, sementara ada perasaan putranya yang akan tersakiti melihat mereka bersama, satu-satunya jalan adalah dia harus pergi.
" Aku titip Papamu" Lily hendak berdiri namun tangannya di tarik Ozzu
" Kau tidak akan kemana-mana!" tegas Ozzu.
Sebenci apapun Ozzu pada Lily, tapi nyatanya hatinya luluh mendengar semua kisah hidup gadis itu.
Ozzu berlutut di lantai di hadapan Lily yang duduk di kursi, mengenggam tangan wanita itu dan menatap matanya
" Tetaplah bersama Papaku!" Ozzu mengecup punggung tangan Lily sebelum berdiri dan bergegas pergi keluar rumah.
Lily yang masih syok hanya diam terpaku, tidak menyadari ada sepasang mata yang menatap dirinya dengan sejuta kebencian.
*******
"Kau disini?"
Tuan Sean begitu terkejut dengan kehadiran Nyonya Natalia di meja makan.
Nyonya Natalia langsung berdiri dan bergelayut di lengan suaminya, menatap penuh kebencian pada Lily yang berjalan di belakang tuan Sean.
" Aku membawa kabar gembira sekaligus kabar buruk!" ucap nyonya Natalia sambil mengeluarkan dua amplop dari dalam tas branded nya. Wajahnya terlihat murung dengan isakan rendah seperti baru saja berhenti menangis.
Tuan Sean mengerutkan keningnya
" Dia ..." tunjuk nyonya Natalia pada Lily " membuat putra kita pergi dengan tergesa-gesa" nyonya Natalia menuding Lily dengan telunjuknya
" Ozzu pergi dengan penerbangan pertama pagi ini"
Tuan Sean agak terkejut, karena putranya pergi begitu mendadak.
" Mas, gundik mu ini merayu putra kita"
Bukan hanya Lily yang terkejut, bi Sum yang membawa gelas ikut terjingkat hingga gelas yang di bawanya hampir terjatuh.
Lily mulai mengeleng bingung, karena tiba-tiba nyonya Natalia menyudutkan nya
Lily POV
Mengapa tiba-tiba nyonya Natalia datang dan menuduhku seperti ini?
" Semalam dia merayu Ozzu, mencium paksa putra kita yang sedikit mabuk, Ozzu yang melawan sampai mengigit bibir ****** mu ini mas" terang nyonya Natalia menggebu.
Mas Sean langsung menatapku .
" Mas Sean aku....
__ADS_1
" Apa itu benar Li?...apa luka di bibirmu itu karena Ozzu?"
Mas Sean menatapku dengan tatapan matanya yang teduh, namun tidak menutupi ketegasannya yang membuatku terimindasi
" Jawab" Bentak nyonya Natalia
" Mas, Lily bisa jelasin, ini tidak seperti yang mas pikirkan"
Ya Allah..tubuhku langsung bergetar karena keadaan ini.
Mas Sean tidak mengatakan apapun, hanya menatapku menuntut jawaban.
" Ozzu memang mengigit bibir ku, tapi itu karena...."
" Nah kan mas, gundik mu ngaku juga" Nyonya Natalia menyela penjelasan ku.
" Nyonya izinkan aku untuk menjelaskan kejadian sebenarnya!" iba ku menatap istri pertama mas Sean
" Apa lagi? bahkan kau sampai membuat putraku berlutut untuk memohon agar kau tetap tinggal bersama Papanya, apa yang lebih keji dari itu ha?"
' Plak'
Seperti biasanya nyonya Natalia selalu menyakiti baik hati maupun fisik ku, tetapi kali ini mas Sean tidak membelaku seperti biasanya, yang membuatku tak berdaya
" Mas Sean ini...
" Coba lihat ini mas!" Nyonya Natalia kembali menyela ucapan ku, dengan menyodorkan ponselnya di hadapan mas Sean.
" Tetaplah bersama Papaku" Suara itu, suara yang ku kenali, itu suara Ozzu yang sepertinya.. astaga itu suara Ozzu yang duduk berlutut di hadapan ku semalam, bagaimana nyonya Natalia bisa mendapatkan rekaman video kami, dan mengapa hanya sepotong itu saja yang terekam.
" Apa ini Li?" tanya mas Sean yang membuatku mendongak.
" Mas Lily bisa jelasin...
" Mas Sean aku sedang hamil, ini kabar bahagia yang ingin Ozzu sampaikan tadi malam kesini, namun sayang dia harus mendapatkan pelecehan dari istri muda mu yang gatal itu"
Nyonya Natalia langsung memeluk tubuh mas Sean, menangis yang entah tangisan kesedihan atau hanya sekedar kepura-puraan, aku sendiri tidak tahu harus bagaimana, terlebih mas Sean hanya diam.
Di saat aku ingin pergi menjauh mas Sean bertanya kepada ku.
" Apa luka yang sama kala itu juga kau dapatkan karena penolakan Ozzu?"
Aku terhenyak
Sakit hatiku saat mas Sean ternyata percaya dengan ucapan nyonya Natalia dan justru ikut menyudutkan ku.
#########
__ADS_1
Janji dowble upp kalau like dan komentar nya banyak..
happy reading