
" Mas, lihatlah!" Lily berlari menghampiri suaminya yang sedang duduk di baranda rumah.
Tuan Sean terkekeh saat melihat putranya memakai seragam sekolah yang begitu pas di badan kecilnya, di tambah tas ransel bertema Minion di balik punggungnya.
" Anak Papa mau sekolah?" Tanya tuan Sean yang ikut gemas melihat kelincahan sang putra.
" Mau." Suara kecil itu terdengar mengemaskan.
Lagi-lagi dada tuan Sean sedikit bergetar karena menahan tawa rendah.
" Kau sangat tampan!" ucap tuan Sean yang ikut menekuk tubuhnya di depan sang putra.
" Dia sangat mirip mas Sean" Lily tersenyum tipis melihat putranya yang benar-benar mewarisi ketampanan suaminya.
Tuan Sean tersenyum lebar, gigi rapinya sampai terlihat.
" Aku terlalu tua untuk sanjungan seperti itu!"
Lily menghampiri keduanya dan mencium kedua pipi laki-laki yang sama-sama dia cintai.
Tuan Sean menahan istri nya dalam dekapannya, di peluknya dua orang yang sangat berarti di hidupnya.
" Kalian segalanya bagi ku" ungkap tuan Sean.
" Ayo kita masuk Mas, aku sudah buatkan mas Sean sup jagung" timpal Lily ikut membujuk suaminya.
" Kau akan pergi?" tanya tuan Sean menatap penampilan istri nya yang sudah rapi.
" Hanya mengambil obat untuk Mas"
" Minta kurir saja!" ucap tuan Sean yang di angguki setuju oleh Lily.
Beberapa hari ini tuan Sean sering mengeluh sakit punggung, Lily sudah memanggil Dokter yang menangani suaminya, dokter itu mengatakan itu efek samping obat yang di konsumsi suaminya.
Alfaaro tertidur di pangkuan tuan Sean, melihat itu Lily bergegas mengangkat putra nya untuk dipindahkan kedalam kamar pria kecil itu.
Setelah memindahkan putranya Lily kembali menghampiri suaminya.
" Biar ku bantu membuat punggung mu rileks mas"
Lily langsung meminta tuan Sean untuk berbaring dan langsung memijit lagi punggung kokoh suaminya.
__ADS_1
Lily membalurkan minyak gosok dan memijit lembut di sekitar punggung suaminya, sesekali melontarkan candaan untuk memancing gelak tawa keduanya.
" Li...
" Ya, Mas."
" Kau tidak lelah mengurus ku seperti ini?"
Lily menghentikan kegiatannya, lantas ikut berbaring dan mendekatkan wajahnya pada wajah suaminya yang berbaring miring.
" Aku tidak akan merasa lelah, mas Sean bicara apa?" lirih Lily yang ikut menatap lembut netra suaminya.
Ketulusan Lily lah yang membuat tuan Sean ingin hidup lebih lama, dia terus saja memohon kepada Tuhan agar memberinya waktu, tidak harus banyak, cukup sampai Lily bisa rela melepaskannya. Tetapi gadisnya begitu gigih, begitu yakin dengan keajaiban Tuhan, mengurus nya tanpa kenal lelah dan selalu membuatnya bahagia.
Tuan Sean mengubah posisi tidurnya dan memeluk wanita yang begitu di cintainya dengan erat.
" Dengar!, tidak ada yang terus bersama selamanya Li, orang tua dan anak, istri dan suami mereka akan tetap berpisah."
Lily menyimak apa yang disampaikan suaminya, pelan-pelan mencerna dan ikut berpikir lebih luas.
Lily mencium punggung tangan suaminya hingga tanpa sadar air matanya menetes meskipun dia sudah berusaha menahannya.
" Jangan cemaskan apapun, kau sudah membuatku sangat bahagia hanya dengan seperti ini!"
Putra mereka juga tumbuh menjadi anak yang sehat dan tampan, pria kecil itu juga terlihat sangat pintar meskipun usianya baru akan menginjak tiga tahun.
Ozzu benar-benar datang bersama istrinya, sore itu suasana rumah Lily begitu dipenuhi kebahagiaan.
Keadaan tuan Sean yang terus stabil, putranya yang tumbuh semakin cerdas, kini Ozzu akan tinggal menetap di satu kota yang sama dan pastinya kehamilan Romania yang sudah terlihat membuncit.
" Kenapa kau tampan sekali anak kecil" Romania ikut mencubit hidung Alfaaro yang tinggi seperti milik tuan Sean.
" Lihatlah, bentuk bibirnya sedikit mirip dengan mu!" Romania ikut mendongak menatap suaminya berada.
Ozzu ikut membungkuk di dekat istrinya. " Kupikir aku sedikit lebih tampan!" canda Ozzu, yang langsung mengendong gemas adik laki-lakinya yang hadir sedikit terlambat.
" Oh, jangan membiasakan Alfaaro untuk terus di gendong" Nasehat Lily.
Ozzu melirik istri Papanya.
" Ku pikir, kau bicara seperti itu karena kini kau tidak ada yang bisa gendong!" ledek Ozzu dengan menurunkan adiknya. Meskipun suka meledek, diam-diam Ozzu selalu mematuhi perintah Lily. Biar bagaimanapun Lily adalah Istri Papanya, yang sudah seharusnya ia hormati.
__ADS_1
" Berhenti meledek momy mu Ozzu, kau pikir Papamu ini selemah itu sampai tidak bisa mengendong istri, kita bisa adu Banding, sejauh mana kau dan Papa sanggup mengendong istri masing-masing!" tantang tuan Sean.
Seketika Ozzu berpaling untuk memperhatikan dua wanita yang seumuran tetapi beda postur tubuh, yang benar saja Papanya minta adu Banding jika sebenarnya body istri mereka begitu beda jauh.
Istri Papanya yang ramping dan mungil, sedangkan istrinya yang tinggi besar, di tambah kini perutnya sedang ada calon anaknya.
" Aku hanya bercanda Pa, lupakan !" seru Ozzu yang merasa kalah sebelum bertanding.
" Pengecut!" Ozzu pura-pura tidak mendengar cibiran Papanya dan memilih mendekati Ibu sambungnya.
" Suamimu sensitif sekali!" Lily melirik suaminya yang mengangkat sebelah alis nya tinggi-tinggi.
" Mas Sean, Ozzu mengatai ku pendek!" bohong Lily. Seketika mata Ozzu terbelalak.
" Li, jangan fitnah aku...!" seru Ozzu menatap Papanya yang kini sudah menatapnya horor.
" Lihatlah mas, Ozzu tidak pernah sopan memanggil ku!" Lily semakin memprovokasi suaminya.
" Aku akan mencoret namanya dari ahli waris!" gertak tuan Sean.
" Pa Lily bohong, ah maksudnya momy bohong, aku sama sekali tidak mengatainya, aku hanya bilang......" Ozzu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Hanya bilang...?" pancing Lily dengan menahan tawa.
" Yang...." Rengek Ozzu menghampiri Romania yang sejak tadi asik bermain dengan saudaranya.
" Apa..?" ketus Romania.
" Kamu tidak akan meninggalkan ku jika aku jatuh miskin kan?"
Romania mengangguk, membuat Ozzu tersenyum menang.
" Tapi aku akan mencari laki-laki lain yang bisa membahagiakan aku dan calon anak kita!"
Tuan Sean dan Lily tidak sanggup menahan tawanya ketika Ozzu langsung menganga mendengar jawaban istri nya.
Hubungan hangat seperti ini yang sejak dulu tuan Sean inginkan, anak-anak yang sehat, istri yang perhatian dan mampu mengemban tanggung jawab, tidak perlu cantik sebenarnya, namun yang mampu membuat suaminya tenang, mengerti keadaan dan yang paling penting ibu yang baik untuk anak-anaknya.
Meskipun Lily datang menjadi yang kedua, di akhir hidupnya tuan Sean akan menjadikannya yang utama, mencintai wanita luar biasa itu hingga akhir. Segenap doa selalu pria itu panjatkan agar dirinya diberi umur panjang agar bisa mendampingi tumbuh kembang putranya dan memberikan cinta luar biasa pada wanita yang memberinya kebahagiaan tak terhingga.
######
__ADS_1
Jejak cinta nya jangan lupa ya....
happy reading