POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor

POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor
Kemarahan Lily


__ADS_3

Romania dan Ozzu yang baru datang dari membawa Alfaaro jalan-jalan ikut terkejut mendengar suara wanita yang menjadi istri Udgam.


Dari dalam kamar. Lily buru-buru menghampiri Alfaaro yang berada di gendongan Ozzu dan menutup kedua telinga anak laki-lakinya dengan telapak tangan nya.


Ozzu merasa Dejavu dengan perlakuan Lily itu. Dulu semasa dia kecil tuan Sean kerap kali menutup telinganya ketika nyonya Natalia sedang marah atau memulai pertengkaran dengan Papanya. Papanya kadang langsung membawa Mama nya pergi kedalam ruangan kedap suara agar Ozzu tidak bisa mendengar perkataan yang akan di ucapkan sang Mama, tuan Sean selalu melindungi Ozzu dari apapun yang dirasa tidak layak di dengar oleh telinga kecilnya. Dan kini itu juga yang tengah Lily lakukan pada saudara laki-laki nya yang masih terlalu kecil untuk mendengar perdebatan orang dewasa. Ozzu jadi berpikir lebih luas, menjadi orang tua tidak hanya dituntut mendidik, tetapi juga harus mampu menempatkan diri dan menjadi pelindung anak-anak nya.


" Kalian bisa bawa Alfaaro pulang kerumah kalian dulu?" Lily bertanya masih dengan tangan menutupi kedua telinga Alfaaro.


Romania yang memang masih sangat rindu dengan Alfaaro mengangguk antusias, Ozzu juga tidak keberatan sama sekali menjaga sepanjang waktu adik tampannya yang sama sekali tidak rewel.


" Ya ...!" Jawab keduanya yang langsung pergi membawa Alfaaro menjauhi rumah nyonya Valeria, agar tidak membuat Lily semakin khawatir.


Disana Udgam sedang menatap tak percaya istri nya yang tiba-tiba mengamuk.


" Aku tidak mau mas. Aku tidak mau mas pergi menemui anak wanita itu..." Suara melengking membuat semua orang terkejut.


Lily menghampiri Udgam yang terlihat begitu emosi, Lily menarik pergelangan tangan Udgam.


" Tolong jangan bertengkar karena Lyga, jika memang Anastasya tidak setuju mas pergi, maka tidak apa-apa!" Ucap Lily yang terpaksa ikut membuka suaranya.


Anastasya berpaling menatap Lily.


" Aku mengurus anak sendiri saja tidak mau, apalagi anak orang lain!" Tekan Anastasya menatap semua orang yang ikut menatapnya kaget.


" Tidak ada yang meminta kak Udgam mengurus Lyga, putriku hanya membutuhkan donor Sum-sum tulang belakang kak Udgam agar tetap hidup!" balas Lily yang ikut sakit hati mendengar ucapan istri Udgam.


Melihat sikap Anastasya Lily juga tidak sudi jika Lyga memiliki Ibu tiri seperti istri Udgam itu. Meskipun. Kebenarannya Anastasya tetap Mama tiri Lyga.

__ADS_1


" Hai wanita sialan! apa harta mu habis diluar sana sehingga tiba-tiba datang dengan menjual nama anak mu untuk memporoti harta suamiku? Yakin anak itu anak suamiku, jangan-jangan...


' Plak'


Tangan Lily melayang ke wajah Anastasya, ini pertama kalinya Lily menampar wajah seorang wanita, karena kata-kata kasar wanita itu. Jika dulu dia selalu mentolerir perkataan menyakitkan dari nyonya Natalia karena saat itu dia menyadari dasar kesalahannya, sedangkan saat ini situasi nya berbeda, dan lagi saat ini suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja.


" Wanita sialan! Berani sekali kau menamparku?" Anastasya mengaum marah. Selama hidupnya dia selalu dimanja oleh kedua orang tuanya, bahkan setelah bertahun-tahun menikah dengan Udgam, pria itu bahkan belum pernah sekalipun menyakiti nya, tetapi dengan berani Lily menampar pipinya yang lembut.


" Kau memang pantas mendapatkan nya, Kau pikir aku semurahan itu sehingga kau dengan mudah mengatakan aku hanya mengaku-ngaku hanya untuk mendapatkan harta suami mu, tanpa harus melakukan itu, aku sudah mampu untuk menafkahi putra-putriku tanpa sokongan harta dari pria manapun. Kau mungkin tidak percaya, tetapi kau bisa ikut suamimu ke Paris untuk melakukan tes DNA pada Lyga agar kau percaya putriku adalah anak suamimu!"


Meskipun terdengar pongah, ucapan Lily bukan kesombongan belaka, bukankah di perceraian pertama nya dengan tuan Sean, wanita itu sudah berubah menjadi wanita yang memiliki harta dan tahta, membesarkan kedua anaknya bukan hal yang sulit. Lily sangat mampu untuk itu, bahkan dia sudah pernah melakukannya satu kali. Menyembunyikan kehadiran Lyga putri Udgam.


Nyonya Duby dan nyonya Valeria memeluk tubuh mungil Lily yang sedang terguncang karena ucapan menohok istri Udgam.


Mereka tidak perduli dengan Anastasya yang kesakitan karena tamparan Lily.


Udgam menatap wajah Anastasya dengan kekecewaan. Wanita yang selalu ia ingin bimbing ke jalan yang baik justru semakin buruk setiap hari nya.


" Jika mas Udgam nekat menemui anak Lily, maka aku minta cerai!"


Udgam hanya tersenyum pedih mendengar ucapan Anastasya, jika saja perceraian tidak dibenci oleh Allah, Udgam sudah sejak lama melepaskan Anastasya. Udgam selama ini bertahan karena menganggap ini ujian pernikahannya dan masih mencoba sabar untuk merubah kelakuan buruk istrinya tapi ini...


Seorang wanita memeluk batu nisan yang sudah lama tidak dikunjungi nya.


Meskipun matanya terpejam, bulu mata berwarna pudar itu sama sekali tidak pernah terlihat kering sejak kedatangannya mengunjungi makam itu.


" Mas Sean Lily rindu..." Isaknya di sertai guncangan kecil di bahunya.

__ADS_1


Sudah satu jam Lily menangis di atas makam tuan Sean, Lily mengadukan kepada suaminya cobaan hidupnya yang sangat menyesakkan.


" Lily rindu dipeluk mas Sean, Lily rindu mas nasehatin Lily, Lily sudah mencoba mengiklankan mas Sean, tapi Lily tidak bisa.." Isak tangis Lily membuat seorang pria yang sedari tadi memperhatikan Lily ikut merasa terenyuh.


Ozzu memperhatikan wajah pria kecil yang tidur di dalam pelukannya.


Pemuda itu membawa telapak tangannya mengelus hidung tinggi adiknya yang memang benar-benar mirip dengan milik Papanya.


Ozzu seperti melihat Papanya yang terlelap di sampingnya, mengingat Papanya, Ozzu ikut sesak, diraihnya sang adik kedalam rengkuhannya dan Pria itu kembali menangis dalam diam.


Romania tau sesayang apa suaminya pada sang adik, dengan lembut Romania ikut memeluk dua pria beda generasi itu.


" Kita akan memiliki putra setampan dia!" Bisik Romania yang menunjuk Alfaaro dengan kecupan lembut di kening putra Lily.


" Akan menjadi penantian yang sepadan jika kita mendapatkan putra setampan Alfaaro, aku akan memberinya nama Sean Pramajha"


" Ya, tidak apa-apa!" jawab Romania dengan kembali mengecup kening Alfaaro.


Ozzu ingat dia harus segera menghubungi Lily dan menanyakan perihal istri Om nya yang tiba-tiba marah, karena Ozzu benar-benar tidak tau duduk permasalahan mereka, termasuk informasi tentang Lyga.


" Yang, mana ponselku?" tanya Ozzu pada Romania yang sedang mencium pipinya.


" Di meja makan! mau ku ambilkan?"


" Tidak, kamu tidurlah temani Alfaaro, aku akan menghubungi Lily di luar!"


Ozzu melihat Romania yang mengangguk, dia segera mencium kening istrinya sebelum mencari keberadaan ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2