
Lily terus di dera rasa penasaran yang berkecamuk di hatinya, tapi tak menolak saat dirinya di ajak oleh pria asing yang kini duduk di sebelahnya, untuk membawanya entah kemana.
Lily hanya terus berpikir. Hingga pintu mobil kembali di bukakan oleh lelaki asing yang membawanya.
" Mama sudah menunggumu" Senyum manis pria itu layangkan pada Lily yang bahkan baru sempat untuk menarik napas saat kembali di kejutkan oleh suara lembut pria yang sejak masuk mobil bersamanya tidak pernah mengeluarkan sepatah katapun.
Begitu turun dari mobil, Lily coba untuk menghirup napas sejenak untuk mengisi paru-parunya dengan udara sehat, bagaimanapun dia sudah setuju untuk ikut padahal dia tidak tahu akan dibawa kemana.
Lily gugup dan cemas melihat bangunan yang ada di hadapannya.
" Apa kau takut bersamaku?" tanya pria itu ketika menoleh sebentar untuk meneliti Lily.
" Ya," jawab Lily dengan jujur. " Maksudnya saya belum tau siapa Anda dan itu membuat saya gugup." Lily coba membenahi karena takut menyinggung perasaan pria yang membawanya.
" Aku tinggal di sini."
" Apa?." Lily malah dibuat semakin gugup.
" Panggil aku Udin saja, ku pikir kita seumuran dan lagi kita ini kerabat sekarang." Pria itu tersenyum berusaha mengajak Lily untuk lebih santai dan tidak terlalu tegang karena dibawa pulang.
" Ayo. Kamu jangan kaget begitu, aku tau namaku terlalu biasa untuk ukuran pria setampan diriku." Lily yang masih tak bergeming langsung kaget mendengar candaan pria di sebelahnya.
Udin mengulurkan tangannya pada Lily. Karena sudah terlanjur dan dangat terlambat jika Lily tiba-tiba minta diantar pulang kembali akhirnya Lily menerima uluran tangan pria bernama Udin itu dan ikut berjalan mengikutinya.
Aroma pria itu harum, bahkan untuk berjalan sedikit mengekor saja Lily bisa mencium aroma pria yang berjalan di depan nya.
" Kamu berhasil membawa Lily, syukurlah"
Lily yang masih syok, tambah syok melihat wanita paruh baya menyambutnya dengan ramah bahkan tau namanya.
" Kau tidak melupakan ku kan?" Tanya wanita itu dengan begitu ramah, dan itu membuat Lily tidak biasa.
__ADS_1
" Melihat reaksinya sepertinya dia tidak mengingat Mama" Komentar Udin dengan mengerling jenaka pada wanita yang di panggil nya Mama itu.
" Mungkin kau lupa, karena kita baru bertemu satu kali dan sangat sebentar." Wanita itu malah tersenyum lembut pada Lily.
Ternyata wanita itu adalah adik kandung Mama tuan Sean, adik yang terpaut jauh sehingga masih terlihat lebih muda.
" Kamu tidak perlu menceritakan apa yang terjadi, karena Tante tau semuanya" hibur nyoba Duby pada Lily, pertemuan pertama mereka saat tuan Sean membawa Lily dan memperkenalkan pada keluarga besarnya, sayang saat itu nyonya Valeria sedang tidak berada di tanah air.
Nyonya Duby tau semua karena pada saat dia menghubungi nyonya Valeria, sang Kaka kedatangan tamu dan nyonya Valeria lupa menutup panggilannya, sehingga nyonya Duby bisa mendengar seluruh percakapan antara nyonya Valeria dengan nyonya Natalia, yang semua tau perempuan itu begitu jahat dan seorang penghianat.
Nyonya Duby tidak menyukai sifat nyonya Natalia sejak dulu, karena dirinya tau Nyonya Natalia menikahi keponakannya bukan karena cinta melainkan kedudukan.
Setelah mendengar percakapan sang Kaka bersama menantu jahatnya, nyonya Duby segera memutus sambungan teleponnya dan esoknya gegas datang kerumah sang Kaka dengan di antar sopir, sayang nyonya Valeria sudah pergi ke rumah Lily.
Cukup lama nyonya Duby bisa mengejar mobil yang membawa saudaranya, namun di pertengahan jalan mobil yang membawa Nyonya Duby mengalami pecah ban, sehingga mau tidak mau dia telat membuntuti kakaknya, dan sampai di kediaman tuan Sean bersama Lily, semuanya sudah terlambat, bahkan Lily sudah meninggalkan rumah, sehingga nyonya Duby hanya bisa meminta pada putranya untuk mencari Lily dan membawanya pulang.
Masa mudanya nyonya Duby selalu hidup mandiri, dia terlambat menikah karena harus mengejar karirnya, mendapatkan putra pertamanya di akhir usia 35tahun sedangkan nyonya Valeria menikah di usia 20 tahun dan cepat mendapatkan anak, sehingga jarak antara Tuan Sean dengan Udin begitu jauh, malahan Udin sepantaran dengan Ozzu.
Nama pria itu adalah 'Udgam Indrayan' nama yang memiliki dua arti, bintang yang bersinar dan pemimpin langit, hanya saja pemuda itu kecilnya susah menyebut namanya sendiri dan dijadikan dua huruf depan di gabungkan menjadi Udin, dua kata yang dijadikan satu.
******
Penampilan tuan Sean sudah sangat berantakan ketika masih saja mengendarai mobilnya hingga berjam-jam untuk mencari Lily.
Bahkan belum setetes air pun yang masuk ke tenggorokannya, dilanda cemas dan rasa bersalah tuan Sean hanya terus melajukan mobilnya tak tentu arah.
Kehilangan yang sangat menghancurkan adalah ketika seorang pria merasa gagal bukan hanya sebagai seorang suami tetapi juga sebagai seorang Ayah dari anak laki-laki.
Lily sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk nya, tetapi mengapa hanya sekedar memberi gadis itu sebuah kepercayaan saja dia tidak bisa?.
Tanpa tuan Sean tau sebenarnya Lily tidak ingin menghancurkan kepercayaan seorang Ayah terhadap anak laki-laki nya, Lily tidak akan bisa jika harus sejahat itu, dia rela pergi dari keduanya tidak apa-apa, karena Lily tidak mau tuan Sean kehilangan putra yang menjadi jantung dan hidup pria itu.
__ADS_1
Kepala tuan Sean sudah berdenyut-denyut nyeri ketika di paksakan untuk terus menyetir, karena dia tidak tidur sama sekali, bahkan perutnya dibiarkan kosong sepanjang hari, Pria itu hanya bertekad untuk segera menemukan Lily, semua ini salahnya dan jika terjadi sesuatu pada Lily itu karena kesalahannya mutlak, tuan Sean bersumpah tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika Lily sampai celaka.
Tuan Sean sudah seperti orang sinting yang terus mencari Lily tanpa hasil.
Sebelumnya tuan Sean sudah membongkar isi lemari Lily, tuan Sean benar-benar mengeluarkan semua barang-barang hingga berhamburan di lantai untuk mencari petunjuk apapun, namun nihil. Bahkan Lily benar-benar tidak membawa apapun selain barang miliknya sebelum menjadi istri tuan Sean.
Kini tuan Sean hanya bisa terus berusaha untuk menemukan istri nya, istri kecilnya yang bahkan belum genap 24jam pergi sudah membuatnya kehilangan arah.
" Tolong bawa Ozzu pulang secepatnya" Tuan Sean kembali mematikan ponselnya setelah beberapa kali menelpon orang-orang kepercayaannya untuk mencari Lily.
*******
Sementara dikediaman nyonya Natalia, wanita itu sedang mengamuk karena kesal, tuan Sean tidak menghiraukan panggilan telepon nya, bahkan semua pesannya tidak di balas padahal suaminya dalam keadaan online.
Nyonya Natalia menyapu semua barang di meja rias dan membuat semua berantakan, setiap sudut kamarnya terlihat kacau balau, bahkan semua pelayan tidak ada yang berani mencegah atau menenangkan Nyonya mereka.
******
" Makan yang banyak, biar kamu ada tenaga untuk melawan singa" Udgam mengambilkan sayur untuk Lily
Lily tersenyum dan mengucapkan Terimakasih. Udgam memang terlihat centil, tapi sebenarnya dia pria yang begitu sopan, Lily bisa melihat itu. Karena dari awal bertemu pria yang memperkenalkan diri sebagai Udin itu hanya mengajak nya bicara ketika mereka sedang tidak hanya berdua, atau tidak dalam keadaan ruang tertutup, Udin mengajaknya bicara saat menemukannya di pinggir jalan, dan setelah didalam mobil tanpa orang lain, jangankan untuk bicara meliriknya pun tidak pria itu lakukan, sikapnya kembali hangat ketika sampai dimana dia membawa Lily, tepatnya kembali bicara setelah keluar dari mobil, itu cukup membuktikan pria itu sangat menghargai wanita.
Lily senang bisa bertemu dengan sepupu suaminya yang ternyata baik dan sopan, bahkan meski baru bertemu Lily merasa sudah lama mereka berteman. Sangat jauh dari sikap Ozzu yang begitu urakan, Udgam sangat sopan dan humoris.
*******
Jangan lupa jejak cintanya untuk author yaaa....
seperti biasa, banyak like dan komen di usahakan dowble upp
happy reading....
__ADS_1