POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor

POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor
Perasaan yang hancur


__ADS_3

POV Ozzu


Tidak pernah aku se sedih ini, orang yang paling ku benci justru memberiku sebuah perhatian yang bahkan ibuku sendiri tidak pernah memberikannya untuk ku.


Lily, wanita itu bahkan rela mengorbankan bahtera rumah tangganya untuk membuatku tetap terlihat baik di mata Papa


Dia perduli, sampai pada titik mau memberiku nasehat agar tak selalu membuat Papa ku khawatir, apa yang lebih memalukan dari pada itu?, mendengar ceritanya tentang Papa yang selalu menceritakan tentang diriku membuat aku begitu tersentuh, harusnya aku bisa menjadi anak yang bisa membanggakan, tetapi kenyataannya aku justru menjadi beban bagi Papaku.


Ya Tuhan... sungguh aku malu di ingatkan oleh Lily yang bahkan mengaku tak berpendidikan, harusnya aku yang berpikir lebih bijak darinya namun aku justru terlihat bodoh dan tidak berpendidikan.


Dia layak untuk mendampingi Papaku, dia wanita muda yang begitu bijak, bahkan aku sampai tidak menduga dia bahkan rela pergi untuk menjaga hubungan antara aku dan Papa, aku yang salah, aku yang harusnya pergi, pergi untuk layak di sebut seorang pria berpendidikan


Lily menyadarkan aku dari semua keegoisan ku, benar yang dikatakannya. Aku tidak seharusnya terus membuat Papa khawatir.


Setelah mencium tangannya aku bergegas pergi, Lily layak di hormati. Karena dia wanita yang baik dan berhati lembut


Aku segera bergegas ke rumah Mama untuk pamit kembali meneruskan pendidikan ku, aku menitipkan pesan untuk Papa agar tidak perlu khawatir lagi, aku akan menuruti nasehat nya, bahkan tidak masalah jika harus tinggal di asrama sampai semester akhir


Aku akan berusaha keras agar cepat menyelesaikan pendidikan ku, agar kelak Papa tidak lagi mengkhawatirkan ku. Dan untuk Lily aku akan berusaha mengubur perasaan salah ini, dia wanita yang di takdir kan untuk Papaku, mungkin ini sebuah hadiah yang di berikan Tuhan untuk Papa, karena sudah begitu sabar menghadapi ke egoisan Mama.


Aku sengaja mengambil penerbangan pertama, agar aku bisa gegas memulai hariku dengan semua rancangan matang. Aku akan berusaha keras agar bisa membanggakan diri di hadapan khalayak ramai sebagai putri seorang Sean Pramajha.


Aku pergi untuk menyelesaikan tanggung jawab ku, dan tidak akan pulang sebelum aku menjadi apa-apa.


Author POV


Lily hanya tidak biasa untuk membuat orang lain tersakiti karena nya, namun ternyata dia yang justru tersakiti sekali lagi, melihat tatapan Tuan Sean yang nanar padanya membuat hatinya terluka.


" Mas, lihat lah! Ini hasil pemeriksaan rumah sakit saat aku periksa kemarin. Anak kita sedang tumbuh dan berkembang di dalam perut ku"


Lily melihat kearah nyonya Natalia yang bermanja-manja pada tuan Sean, membuat hatinya berdeyut nyeri. Lily tidak cemburu, hanya dia merasa wanita itu begitu kejam, dia berbahagia di atas luka hati wanita lain, jika Lily di pihak tersangka karena dia seorang pelakor, tetapi tidak sekalipun Lily ingin berada di atas istri pertama suaminya, dia menghormati nyonya Natalia seperti dirinya menghargai seorang Ibu.


Lily menjauh dari hadapan pasangan yang baru saja berbahagia karena berita kehamilan Nyonya Natalia, dirinya langsung di tarik Bi Sum ke arah dapur , di peluk erat hingga membuat Lily tak mampu lagi menahan air matanya.

__ADS_1


" Yang sabar Li, Bibi tau kamu tidak bersalah." bahkan Bi Sum langsung mempercayai istri muda tuannya. Rasanya mustahil wanita se polos Lily bisa merayu putra suaminya, sedangkan selama ini yang Bi Sum tau Ozzu-lah yang kerap mengganggu Lily.


Lily hanya semakin terisak di pelukan Bi Sum, niat baiknya berbuah pahit. Namun setidaknya dia tidak benar-benar melakukannya, jikapun Lily harus pergi setidaknya tuan Sean sudah kembali mendapatkan semangat hidupnya, kini ada darah daging lelaki itu yang tumbuh di rahim istri nya, meskipun bukan dirinya yang mengandung akan tetapi pasti tuan Sean akan tetap bahagia.


Tuan Sean hanya melihat Lily yang menjauh. Ternyata dia juga sakit hati, kecewa, bahkan mungkin cemburu mendengar istrinya memiliki perasaan pada putranya, Lily yang terlihat polos ternyata berani membangkitkan kecemburuannya, mampu mengusik ketenangan yang selama ini menjadi pribadinya.


Dia ingin marah, mengapa Lily tidak menghormatinya, dan justru ingin menjalin hubungan dengan lelaki yang bahkan putra tirinya.


Tentu saja dia masih ragu dengan Lily, karena biar bagaimanapun gadis itu masih begitu belia, dirinyalah yang salah dengan setuju dengan permintaan dari wanita yang masih labil.


Tuan Sean bahkan tidak menyangka, jika dirinya menginginkan Lily seutuhnya, tubuh, hati, serta pikiran gadis muda itu hanya untuk dirinya, membuat hatinya selalu tenang


Tetapi menghadapi masalah ini membuat hati tuan Sean berdeyut. Seperti ada sebuah pisau yang menikam tepat di jantung nya, hatinya hancur oleh keluguan seorang gadis muda yang merampas akal sehat dan kebijaksanaannya, dia merasa menjadi laki-laki biasa yang sedang cemburu pada kesetiaan seorang istri .


" Sudah Li, tidak apa-apa, kamu bisa jelaskan semuanya nanti pada suami mu" hibur Bi Sum yang ikut mengosok-ngosok lembut punggung Lily yang bergetar.


Bi Sum mengerti perasaan tuan Sean, dia pasti kecewa , mendengar berita ini, jika benar. Dia tidak hanya hancur sebagai pria dan seorang suami tetapi juga sebagai seorang Ayah yang cuma memiliki seorang putra satu-satunya.


" Oh , Lily.."


Bagaimanapun Lily masih begitu muda, masalah yang bertubi-tubi bisa membuatnya kehilangan arah dan pegangan hidup, Bi Sum begitu prihatin dengan nasib gadis muda yang menjadi istri muda tuannya itu.


" Ingat baik-baik pesan Bibi." Bi Sum membelai lembut rambut Lily seperti seorang ibu yang menasehati putrinya " Tetap jadilah istri yang baik untuk suamimu meskipun suamimu sedang marah, jangan pernah balas kemarahan dengan kemarahan juga, jangan pernah balas sakit hati mu dengan cara menyakitinya , suami istri di satukan untuk saling menguatkan, Tuhan menjodohkan kalian bukan tanpa alasan, habiskan waktu kalian untuk saling mencintai dan membahagiakan, buka hatimu selebar-lebarnya untuk semakin mencintainya, bibi yakin pria sebaik tuan Sean akan bisa melihat segala ketulusan mu, kau mengerti?"


Lily mengangguk dan kembali memeluk Bi Sum


" Terimakasih, Bibi."


Bi Sum mengangguk dan tersenyum.


" Kau hanya butuh meyakinkan suamimu, Bibi yakin. Kau akan mendapatkan kepercayaan nya kembali"


Lily hanya semakin menenggelamkan wajahnya di dada Bi Sum, dan Bi Sum juga tidak keberatan, justru merasa begitu dihargai, Lily benar-benar sosok gadis yang kekurangan perhatian membuat Bi Sum begitu perduli dengan istri muda Tuan Sean.

__ADS_1


Setelah mengantar nyonya Natalia, tuan Sean menemui Bi Sum di meja makan, tuan Sean sengaja meminta Bi Sum untuk menemani Lily malam ini, karena tuan Sean takut Lily akan pergi.


" Apa Lily sudah makan?" tanya tuan Sean yang melihat Bi Sum sibuk menyiapkan makan untuk nya.


" Lily tidak mau makan Tuan, katanya tidak lapar, saya sudah membujuknya, tapi gadis itu susah di taklukkan" Bi Sum menyiapkan makanan tuan Sean dengan candaan kecil seperti biasa.


" Saya ucapkan selamat atas kehamilan Nyonya Natalia tuan" Bi Sum ikut memperhatikan wajah tuannya.


" Bagaimana menurut pandangan Bibi, apa Natalia benar-benar hamil?"


Tuan Sean malah menanggapi ucapan Bi Sum dengan pertanyaan.


" Kalau Tuan bertanya soal itu, rasanya terlalu dini untuk menjawab. Tapi kalau boleh memberi tahu, Lily sangat sedih sepanjang hari ini, bahkan dia tidak pernah keluar kamar sejak kepergian Tuan"


" UPS, maaf tuan, Bibi jadi lancang" Bi Sum ikut menutup mulutnya sendiri.


Tuan Sean tersenyum.


" Bibi terlihat menyayangi nya" nilai tuan Sean.


" Karena Bibi melihat ketulusan di matanya saat belajar rutinitas menjadi istri tuan. Lily gadis yang polos rasanya tidak mungkin menghianati tuan"


Tuan Sean tidak menyangkal itu, bahkan saat inipun dia sudah begitu merindukan gadis itu.


" Aku belum siap menemuinya"


Bi Sum melihat kepergian tuanya dengan sebuah harapan, melihat setiap langkah tuan Sean menuju ruang kerjanya, berdoa semoga hati tuan Sean segera luluh dan mau mendengarkan penjelasan Lily.


#######


Author tepatin janji kan, untuk dowble UPP??


happy reading...

__ADS_1


__ADS_2