POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor

POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor
Amanat


__ADS_3

Tentu saja Lily terkejut, karena ejekan Ozzu yang menyindir Lily tidak di ajak pesta, sedangkan ternyata pemuda itu langsung kesini terlebih dahulu.


" Li"


" Tidak, mas. Ozzu datang langsung beristirahat" ucap Lily yang membuat tuan Sean berhenti untuk khawatir


" Kau bisa belanja bersama Ozzu, biasanya dia akan merayakan ulang tahunnya dengan teman-teman nya yang di undang kerumah"


" Maksudnya ulang tahun Nyonya Natalia?"


" Aku sedang membicarakan Ozzu"


" Ozzu juga berulang tahun?"


" Ya, hanya berselang dua hari dari ulang tahun mama nya" jelas tuan Sean yang membuat Lily mengerti.


" Mas, apa boleh Lily di rumah saja?" mendengar tuan Sean meminta nya belanja bersama Ozzu justru membuat perasaan Lily gelisah


Tuan Sean membelai pipi Lily


" Pergilah bersama Ozzu, cari kebutuhan mu, kalian harus membiasakan untuk saling dekat, Ozzu adalah bagian dari hidupku, yang berarti dia juga keluarga mu, Li."


Sebenarnya tuan Sean sedang memberi Lily waktu untuk bergaul dengan teman seusianya, biar bagaimanapun tuan Sean menyadari Lily masih terlalu muda untuk menjadi istrinya, istrinya butuh jalan-jalan bersama teman sebayanya agar tidak stress, lagi pula ada Ozzu yang tuan Sean percaya untuk menjaganya.


Dan sebenarnya Lily tidak mau pergi bersama Ozzu, tapi dia juga tidak tahu bagaimana harus menolak.


" Pergilah, akhir pekan ini aku juga harus melakukan perjalanan bisnis, untuk sementara waktu kau bisa meminta tolong pada Ozzu jika kau butuh sesuatu, aku akan meminta nya untuk tinggal agar bisa menemani mu"


Lily agak terkejut mendengar penuturan tuan Sean, ia jadi tidak mampu mengatakan apapun, dan hanya semakin memeluk pinggang suaminya untuk meredam kecemasan yang tiba-tiba bergejolak, kalau bisa Lily tidak ingin di tinggal kemana-mana, apalagi jika ada Ozzu.


*******


Pagi harinya mereka sedang duduk di meja makan saat tiba-tiba tuan Sean meminta Ozzu untuk tetap tinggal menemani Lily


" Papa ada urusan, kali ini Papa percaya padamu, tetaplah tinggal untuk menemani Lily, Papa khawatir Mama mu akan mengganggunya nanti"

__ADS_1


Lily berpaling untuk melihat reaksi pemuda di hadapannya yang hanya mengangkat tangan nya untuk mengatakan okey pada sang Papa dengan begitu enteng.


" Aku berangkat, lanjutkan sarapannya, tidak perlu mengantar ku kedepan" Tuan Sean mencium kening Lily setelah istrinya mencium takzim tangannya dan berbasa-basi untuk memberi pesan pada sang putra.


Pada kenyataannya, dimanapun Lily tinggal baik Ozzu, atau nyonya Natalia tetap bisa datang kapan saja, kalau begini sebenarnya tidak ada bedanya dimanapun Lily tinggal, sebab orang-orang yang membuat nya tidak nyaman tetap bisa bebas menganggu nya.


" Sampai kapan kita seperti ini? tanya Ozzu, setelah tuan Sean pergi dan menyisakan dua anak muda itu.


" Sampai kamu bisa menerima kehadiran ku sebagai istri Papa mu" jawab Lily agak pelan, karena takut bi Sum bisa ikut mendengarkan pembicaraan mereka


" Bagaimana jika itu tidak pernah ku terima?" Ozzu meletakkan garpu dan sendok nya sedikit keras.


" Zu, tolong lah, aku tau aku salah, tapi aku tidak bisa mengubahnya lagi" Ujar Lily sedikit mengiba.


Ozzu menatap Lily dengan mata gelapnya yang tak bergeming.


"Aku tidak ingin menjadi keluarga mu dengan cara seperti ini, bagaimana kau tidak bisa mengerti hal sederhana seperti itu, Li !"


" Kau memang bodoh!"


Melihat kebencian Ozzu, tanpa sadar air mata Lily kembali mengalir.


" Bersiap lah! aku ingin mengajakmu berbelanja" tiba-tiba suara Ozzu sudah berubah datar


" Kau tidak perlu mengajak ku" tolak Lily halus.


" Aku tidak bisa menolak, karena ini perintah Papaku" alibi Ozzu, agar Lily tidak keberatan pergi dengan nya.


" Kau tidak akan sendirian, ada beberapa teman wanitaku yang akan turut serta nanti" tambah Ozzu, yang kali ini mengurai kegelisahan Lily


*******


" Kalian akan kemana?" Bi Sum buru-buru menghampiri dua anak muda yang terlihat siap untuk be-pergian.


" Papa memintaku untuk menemani Lily belanja" agaknya Ozzu masih bersifat sopan dengan mau menjawab pertanyaan asisten rumah tangga Papa nya

__ADS_1


" Oh, baik, kalau begitu hati-hati, kamu juga Li, hati-hati" ucap bi Sum sebelum menarik Lily dekat padanya seolah ingin di peluk


" Jaga kepercayaan suamimu Li, ingat yang pintar jaga diri" pesan yang di bisikan bi Sum tepat di telinga Lily, yang di jawab senyum manis yang lembut


Sepanjang perjalanan menuju pusat pembelanjaan mereka hanya diam, sebenarnya Lily merasa lega karena ia tak harus beradu urat dengan Ozzu hingga sampai di sebuah bangunan tinggi menjulang dua pemuda dan dua wanita ternyata ikut masuk kedalam mobil Pajero yang di naiki Lily bersama Ozzu.


Ke empat nya tampak heboh menegur Ozzu, sementara Ozzu hanya menanggapi mereka ogah-ogahan


" Gebetan baru bro?" Tanya seorang laki-laki yang duduk tepat di belakang kursi Lily


Tidak ada jawaban dari Ozzu, selain hanya lirikan di kaca spion tengah mobil


" Aku Kendra, teman Ozzu"


Sebuah tangan terulur dari kursi belakang untuk menjabat tangan Lily


Dengan canggung Lily membalas uluran tangan itu sedikit memutar tubuhnya condong ke kanan


" Lily" Ucap Lily segera melepas tangannya yang menyambut tangan teman Ozzu.


" Nama yang cantik, secantik orangnya" gurau Kendra, yang terlihat seperti pria playboy


Di susul tiga lainnya yang bernama Bobi, Isabella dan Lolita, Lolita sendiri adalah seorang gadis yang sudah lama berteman dengan Ozzu, bahkan wanita itu diam-diam memiliki perasaan untuk pemuda yang cukup popular sejak di sekolah menengah itu, siapa yang tidak kenal anak dari konglomerat sukses seperti tuan Sean?, menjadi putra tunggal dari pengusaha kaya jelas memberi nilai tersendiri bagi seorang Ozzu. Sayang Ozzu tidak mudah di dekati, Ozzu juga seorang pemuda yang terkenal tempramental, yang tidak suka di paksakan kehendak nya dan akan keras kepala untuk mendapatkan apa yang dia incar, sejak dulu, sifat buruknya itu seperti sebuah obsesi jika ada maunya.


Lolita benar-benar tidak buta , karena dia sudah sangat mengenal sifat Ozzu, bahkan untuk melihat gayanya saat dekat dengan gadis yang dia suka. Lolita terlihat tak suka dengan kehadiran Lily karena dari gerak-gerik Ozzu dia bisa tau pemuda itu memiliki perasaan pada Lily, terlihat dari cara Ozzu menatap diam-diam pada Lily yang sedari tadi hanya diam


" Kamu kuliah di mana?" Lolita ingin mengetahui informasi tentang Lily


" Aku hanya...


" Dia putus kuliah, karena ada hal yang tidak bisa di jelaskan pada orang lain"


Tiba-tiba saja Ozzu menyela ucapan Lily. Padahal tadinya Lily ingin mengakui bahwa dia adalah istri kedua tuan Sean yang berarti mama tiri Ozzu.


##########

__ADS_1


Akan lanjut up jika sudah ada 10 komentar okeeee.....


happy reading.....


__ADS_2