POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor

POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor
Tuan Sean


__ADS_3

Karena tumbuh besar di lingkungan kurang berada, Lily jadi sering di tuntut lebih bijak untuk berpikir, kadang dia harus menjadi lebih bersabar yang sebenarnya sudah sangat di ujung kemampuannya, Lily terbiasa menanggung lapar dan juga keinginan kecilnya, bahkan dia bisa menahan segala emosi hanya untuk tetap hidup, sebuah proses pendewasaan yang kompleks untuk seorang gadis muda.


Tuan Sean masih memperhatikan Lily yang sedang terlihat gugup.


" Kau hanya ku minta untuk mencukur bulu Lily, bukan ku suruh untuk memotong leherku" agaknya Tuan Sean ingin mengoda istri mudanya saat melihat ke gugup an di wajah Lily


Tidak tau kenapa Lily merasa malu di tatap seperti itu, Tuan Sean hanya memakai jubah tidur berwarna senada dengan jubah tidurnya, pria itu sedang duduk tepat di hadapannya. Tuan Sean duduk setengah bersila dengan paha sedikit terbuka memperlihatkan bulu-bulu kasar di area betis hingga sisi paha.


" Oh " Tuan Sean terdengar mengeluh dan mengecup bibir Lily kilat, Lily yang terkejut sampai menjatuhkan alat cukurnya, Lily masih sering terkejut dengan kedekatan antara dirinya dan Tuan Sean.


Lily tidak hanya menikah di usia yang masih sangat muda, atau pun karena terpaut kesenjangan usia, tetapi juga karena keduanya yang masih begitu asing hingga kadang membuatnya masih sering canggung atau kaget dengan perlakuan suaminya yang tiba-tiba


Tuan Sean juga menyadari bahwa wanita yang ia nikahi tidak hanya masih sangat muda, tetapi juga begitu polos , sehingga harus hati-hati untuk di tangani.


Pada akhirnya Tuan Sean memilih ke salon untuk mencukur bulu-bulu di wajahnya, rasanya tidak tahan jika melihat kepolosan Lily dan kecanggungan gadisnya.


Tuan Sean pulang dengan wajah yang baru, aura baru dan kharisma baru yang sangat berbeda, hanya tatapan mata teduh itu selalu menyertai pria dewasa yang tengah melangkah dilantai rumahnya


Bi Sum dan Yuyun sampai terperangah melihat tampilan Tuan nya. Yuyun sampai memeluk ibunya, bahkan bi Sum tidak tahan membendung air matanya.


Wajah itu, wajah yang terakhir terlihat tujuh belas tahun silam, wajah mulus tanpa bulu milik Tuan Sean, paras itu, adalah paras Tuan Sean muda, hanya tubuhnya yang semakin kekar dari tahun-tahun sebelumnya. Bi Sum tak mampu menahan luapan kebahagiaan yang memenuhi dadanya, Tuan Sean berubah pasti karena sebab, dan bi Sum yakin, Lily lah sumber dari kebahagiaan pria yang menjadi majikannya.


Lily menggeliat dari tidurnya yang terganggu. Saat matanya terbuka, dia begitu terkejut dengan sosok asing yang tengah membungkuk di hadapannya.


Pria dengan paras yang sangat tampan, menunduk dengan mata yang super indah, memiliki tatapan yang teduh yang bisa memikat hati lawannya. Garis wajah nya tegas, rahang yang kuat, bibir yang padat berisi juga kemerahan, dahi yang seksi dan dewasa, juga rambut yang tebal dan Indah. Lily belum pernah melihat pria setampan ini dalam hidupnya.


Bahkan pria itu punya paras yang tiga kali lipat lebih tampan dari Ozzu yang selama ini ia nobatkan pria tampan yang pernah di lihat nya. pria di hadapannya bahkan punya hidung yang mancung dan aroma tubuh yang wangi.


Pria itu memakai kemeja putih polos dengan dasi yang longgar di gantung di lehernya dia menenteng jas di tangan kirinya, dan, sebuah tas kecil di ulurkan di sebelah tangannya yang ada plester. " plester?" Lily mengenali tangan itu.


Waktu terasa berjalan Lambat saat Lily dan pria itu saling berpandangan, air mata Lily tak terbendung melihat ketampanan pria dihadapannya, bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kekaguman. Mulut Lily sempat ternganga saat tersadar siapa yang berada di hadapannya sekarang.

__ADS_1


" Mas-mas ....Sean?"


Lily tidak pernah menyangka bahwa selama ini dia adalah istri dari pria kaya raya yang tampan dan luar biasa.


Saat Lily menyadari bahwa pria di hadapannya adalah suaminya, dia justru merasa begitu kerdil, Nyatanya Tuan Sean Pramajha adalah pria dengan kesempurnaan yang hampir tanpa cela.


' Cup'


Tuan Sean mencium hidung Lily yang glowing terkena cahaya lampu kamar


" Ma-mas..."


*******


Nyonya Natalia POV


Aku tidak pernah merasa se hancur ini, saat mengetahui bahwa Sean benar-benar menikah lagi, ku pikir awalnya itu hanya sebuah gertakan saja, karena sedari dulu Sean tidak pernah terlihat dekat dengan seorang wanita.


Ku akui disini akulah yang salah, namun aku terlalu terlambat menyadari nya


Satu tahun terakhir ini aku sudah mencoba terus mengambil hati nya dengan cara melibatkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Ozzu, aku ingin Sean kembali melihat ku seperti dulu, namun ternyata itu tidak pernah terjadi, yang ada dia benar-benar menghadirkan madu untuk ku.


Aku tidak akan membiarkan wanita muda itu menang dari ku, selain aku tidak Sudi di madu, aku juga merasa terhina saat mengetahui yang di nikahi oleh Sean adalah gadis kumuh dari perdesaan, entah apa yang sudah Sean lakukan pada gadis itu, karena di pertemuan pertama kami, gadis itu sudah berubah dari tampilan yang pertama kali terlihat dari situs media gosip yang pernah menangkap wajah aneh si miskin itu.


Lucunya , Sean mengatakan karena si kumuh itulah dia mendatangiku layaknya seorang suami lagi. Membuat amarahku kian tersulut, lihat saja aku akan hancurkan si miskin itu tanpa ampun, siapapun tidak akan pernah bisa menang dari ku, termasuk di miskin itu.


" Ma"


Aku terkejut saat mendengar suara Ozzu


" Ozzu?"

__ADS_1


"Em" Aku segara menghampiri putra ku yang tampak murung.


" Ada apa, Sayang.?" ucapku membelai kepala laki-laki yang setiap harinya tambah besar dan dewasa.


" Mama mau jalan?"


Aku menyerngit mendengar ucapan Ozzu, bukankah dia tau kalau aku harus kembali ke Indonesia setelah mengantarnya kembali


" Tetap disini untuk beberapa hari ma" Kata Ozzu yang membuatku cukup bingung, tidak biasa nya Ozzu suka aku terlalu lama menemaninya, terlebih lagi, sekarang dia harus masuk ke asrama mematuhi ketentuan kampusnya.


Lagian, mana bisa aku terlalu lama di sini dan membiarkan gadis desa kumuh dan miskin itu semakin dekat dengan Sean, aku akan melakukan berbagai cara untuk menghancurkan hubungan mereka.


" Mama harus pulang, banyak yang harus Mama urus di rumah"


" Sibuk mengatur strategi untuk membuat Papa dan Lily berpisah?"


Pertanyaan Ozzu membuat mataku berotasi. Jelas lah, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau di madu.


" Biarkan saja lah Ma, anggap Mama sedang menebus kesalahan masa lalu pada Papa"


Ucapan Ozzu menohok hati ku, mengapa tiba-tiba Ozzu seperti memihak pada hubungan Papanya bersama wanita miskin itu.


" Kau sadar apa yang baru kau ucapkan?" Tak bisa ku tahan lagi luapan emosiku, Ozzu patut nya mendukung ku, bukan malah memihak Papa nya.


" Jangan egois lah Ma"


Kali ini tak ku tolerir lagi ucapan Ozzu, tanganku yang tergantung kini mendarat di pipi nya, aku dapat melihat keterkejutan putraku, aku pun juga sama terkejutnya dengan apa yang sudah ku lakukan.


######


Like, komentar, dan vote nya jangan lupa ya... biar author semangat ngetiknya , janji up tiap hari kalau rame like nya, janji dowble upp kalau komentarnya rame......

__ADS_1


love you reader...


__ADS_2