POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor

POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor
Bertemu Lyga


__ADS_3

Seorang pria menghampiri seseorang yang sedang meringkuk memeluk batu nisan. Udgam yang melihat Lily tidak bergerak sama sekali membawa langkahnya mendekati dimana Lily terbaring seperti seorang anak kecil yang kelelahan menangis dan tertidur.


Setelah pertengkaran yang terjadi diantara dirinya dan Anastasya, Udgam memilih menemui putri nya dan mengabulkan keinginan Anastasya untuk berpisah dengan nya.


Udgam lelah mengharap sebuah keajaiban untuk merubah sikap sang istri, Udgam tidak bisa mentolerir hinaan yang Anastasya berikan pada putrinya, secara tidak langsung Anastasya sudah menghina dirinya termasuk Lily.


Udgam ikut berjongkok memerhatikan wajah Lily yang menempel di batu nisan dengan mata terpejam.


Wanita di hadapannya ini telah melewati banyak hal, tetapi ia tidak pernah terlihat lemah. Ia menyembunyikan semua kesedihannya di balik penampilannya yang tangguh.


Udgam kembali mengingat wajah terluka Lily saat Anastasya mengatainya menjual putrinya untuk sebuah kekayaan yang Udgam miliki. Lily hanya menaruh harapan padanya tetapi saat harapan itu di patahkan, pasti Lily merasakan sakit luar biasa. Wanita seperti Lily bahkan menjelma seperti seekor harimau karena membela putrinya. Lily melakukan itu demi kehidupan putri mereka.


Udgam tau, bahwa seorang Ibu akan melakukan apapun demi anaknya. Itu yang tengah wanita di hadapannya itu lakukan.


Udgam merengkuh tubuh kecil Lily kedalam gendongannya. Lily yang digendong oleh Udgam sempat membuka matanya, tetapi ternyata Lily kembali memejamkan matanya.


Sampai dimana Udgam memarkir mobilnya, Udgam sedikit kesulitan saat akan membuka pintu, tetapi bersyukur meskipun sedikit banyak pergerakan Lily tetap terlelap bahkan sampai Udgam membawa Lily pulang kerumah Nyonya Valeria.


" Udgam, Tante mau bicara dengan mu!" Nyonya Valeria mengajak Udgam bicara serius.


Terkadang nyonya Valeria merasa hidupnya tidak akan lama lagi, semenjak kepergian tuan Sean, wanita itu selalu terbayang-bayang akan datangnya kematian.


" Tante tau, ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan ini, tetapi Tante takut tidak memiliki waktu untuk mengatakannya nanti." Nyonya Valeria menarik dalam napasnya.


" Jika kau ingin menikah lagi suatu hari nanti, carilah wanita yang tepat untuk mu, dan Tante melihat wanita yang sangat tepat untuk mu adalah menantuku. Lily. Udgam, mungkin sebenarnya takdir ingin kalian benar-benar bersama, Tante yakin kamu juga pria yang paling tepat untuk Lily, karena pasti kamu tidak akan pernah membedakan kasih sayang mu nanti nya jika menjadi Ayah tiri untuk Alfaaro."


Udgam tidak bisa menjawab apapun untuk perkataan tantenya, karena Udgam belum menata hatinya, dan lagi Udgam tidak tau apakah Lily masih sendiri dalam arti sebenarnya.


Lily yang membuka matanya menyadari dimana dirinya berada, tadi Lily melihat tuan Sean mengendongnya dari pemakaman, dan apakah benar jika suaminya yang membawanya pulang?.


Lily buru-buru menuruni tangga dan saat itu bertepatan dengan Udgam yang akan pergi.


" Kak Udgam!" Panggil Lily.

__ADS_1


" Ya, Li."


" Apa tadi.." Ucapan Lily menggantung ketika melihat warna kemeja yang dipakai Udgam. Lily yang setengah tidur melihat suaminya memakai kemeja biru tosca dengan saku berwarna hitam, dan yang ada dalam pikiran Lily tadi sama persis yang dikenakan Udgam saat ini.


" Ada apa?" Tanya Udgam.


Lily menekan rasa kecewanya dan memaksakan tersenyum tipis pada Udgam.


" Terimakasih sudah mengantar Lily pulang, maaf sudah merepotkan!"


Udgam yang terkejut karena Lily tau bahwa dirinya yang mengantarkannya hanya mengangguk dan pemuda itu terlihat agak tidak enak.


" Kak, untuk masalah Anastasya...."


" Jangan pikirkan yang lain Li. Besok kita akan pergi ke Paris, itu yang lebih penting. Istirahatlah persiapkan diri untuk besok"


Udgam pergi dengan langkah pasti. Meninggalkan perasaan Lily yang susah dimengerti.


Seorang Dokter laki-laki yang diajak mengobrol oleh Lyga tampak begitu perhatian, sesekali laki-laki itu mengelus lembut pipi tirus Lyga.


" Lyga" Lily bersuara setelah sedikit lama membiarkan Udgam melihat putrinya dengan tatapan sendu.


" Mama.." Lyga terlihat begitu bahagia, Regan juga langsung sigap mendorong kursi roda Lyga mendekati Lily.


Lyga merentangkan kedua tangannya. " Lyga merindukan Mama!" ujar gadis itu manja.


" Mama juga sangat merindukan Lyga!" Lily kemudian menatap wajah Putri nya untuk beberapa saat sebelum mencium kedua pipi buah hatinya.


Lyga memiringkan kepalanya, melihat keberadaan pria yang datang bersama Mamanya.


" Apa itu Om Ayah yang saat itu pergi begitu saja?"


Lily berdiri dan kemudian melihat kearah Udgam. " Iya, benar, Om ini adalah Ayah lyga" ucap Lily memperkenalkan Udgam pada putrinya.

__ADS_1


Udgam sendiri tidak tau harus berkata apa, melihat wajah putrinya secara langsung dengan keadaan yang seperti ini membuatnya ingin menangis. Putri nya tampak sangat cantik meskipun kulitnya tampak pucat sekali.


" Kenapa tidak mengabari dulu jika mau datang, aku bisa menjemput kalian."


" Pada akhirnya aku tidak tau bagaimana membalas semua kebaikan mu Re..!"


Regan hanya tertawa kecil.


" Re, ini adalah Ayah lyga..!" Lily memperkenalkan Udgam pada Regan.


" Dan, Kak Udgam ini Regan, teman sekaligus sahabat Lily."


Regan menjabat tangan Udgam dengan ramah, keduanya tampak saling membalas senyum kecil.


" Jika berkenan, Anda harus segera memeriksakan kecocokan sum-sum tulang belakang Anda, agar Lyga semakin cepat ditangani"


" Ya, saya ingin memeriksakan secepatnya"


Jawaban Udgam membawa harapan tinggi untuk Lily.


Hasil tes akan keluar beberapa hari lagi. Karena Lily tidak pernah tidur di rumah, maka Lily membawa Udgam untuk tinggal di rumahnya selama Ayah putri nya itu disini. Toh Lily juga akan pulang jika ingin mengambil pakaian nya dan membawa pakaian kotor dari rumah sakit saja.


" Li, kita butuh bicara!." Lily akan kembali kerumah sakit saat Udgam menarik pergelangan tangannya.


Lily kembali menatap Udgam sebelum ikut duduk di samping Udgam.


" Li, seandainya hasil pemeriksaan sumsum tulang belakang milik ku tidak cocok dengan Lyga apa yang harus kita lakukan?" tanya Udgam yang sebenarnya saat ini juga sedang harap-harap cemas dengan hasilnya.


Lily merasa sekujur tubuhnya membeku. Sebenarnya Regan pernah berkata pada Lily, meskipun Ayah kandungnya tidak menutup kemungkinan sum-sum tulang belakang mereka berada, atau tidak cocok. Saat Lily bertanya. Jika seperti itu maka apa itu berarti sudah tidak ada jalan untuk Lyga? Regan menjawab ada. Ada satu cara lagi untuk menyelamatkan nyawa putri mereka.


Namun jawaban Regan berikutnya mampu membuat pupil mata Lily terbelalak.


Satu-satunya cara yang bisa menyelamatkan nyawa Lyga adalah tali pusar adiknya. Dan itu berarti antara Lily dan Udgam harus kembali memiliki anak.

__ADS_1


__ADS_2