POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor

POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor
Kesedihan Lily


__ADS_3

Author POV


Lily masih Tak bergeming didalam pelukan hangat suaminya, saat tiba-tiba pintu di ketuk dari luar.


" Makan malam siap" Ucap Tuan Sean sejenak berpaling untuk menatap Lily yang masih duduk di bibir ranjang


Mereka turun bersama, dan tidak menemukan Ozzu di meja makan.


" Apa Ozzu belum datang juga?" tanya Tuan Sean pada Yuyun dan bi Sum


" Belum Tuan" Jawab bi Sum sedikit heran dengan sikap Ozzu, tidak biasa nya anak itu terlambat makan malam jika sedang tinggal di rumah.


Lily juga ikut merasa khawatir, karena Tuan Sean terlihat begitu menghawatirkan putranya.


" Kemana anak itu?" gunam Tuan Sean yang masih terdengar oleh Lily.


Ternyata hingga pagi Ozzu tidak pulang. Kali ini ke khawatiran Tuan Sean bertambah, terlebih pemuda itu sama sekali tidak dapat di hubungi.


" Mas, apa Ozzu tidak berada di rumah nyonya Natalia?" Tanya Lily yang kali ini ikut memperhatikan keresahan suaminya.


" Disana juga tidak ada" Jawab Tuan Sean kembali mencoba menghubungi nomor Ozzu.


Hari semakin siang dan Ozzu belum juga di ketahui keberadaan nya, membuat Tuan Sean turun tangan untuk ikut mencari


Ozzu POV


Aku merasakan pening yang luar biasa, begitu mataku terbuka. Aku sama sekali tidak tau di mana saat ini aku berada.


Namun melihat kondisi kamar yang ku tempati sepertinya aku berada di sebuah kamar hotel.


Yang ku ingat semalam aku pergi ke club' untuk sekedar membuang penat dari pikiran yang bertumpuk-tumpuk.


Bagaimana tidak. Untuk pertama kalinya aku tertarik dengan wanita yang baru pertama ku lihat, ketertarikan yang membuat jiwa ku meronta, namun di waktu yang sama aku begitu syok mengetahui wanita itu adalah wanita Papaku.


Seketika rasa ketertarikan itu berubah menjadi kebencian mendalam. Dia tidak pantas bersanding dengan Papaku, bukan karena kekayaan atau apa, namun karena usianya yang masih sepantaran dengan ku. Bagaimana mungkin seorang gadis baik-baik rela menikahi pria berumur tanpa alasan tertentu.


Beberapa hari aku berhasil memupuk rasa benciku terhadap nya, namun semakin aku menyakitinya hatiku ikut ngilu melihatnya yang sabar dan tak melawan.


Awalnya kupikir hanya aku yang merasa aneh dengan diriku, namun ternyata ada orang lain yang sepertinya menyadari keanehan sikapku padanya. Benarkah aku kalah dengan hatiku? kebencian yang ku tanamkan, namun perasaan cinta yang justru ku tuai?

__ADS_1


Ya Tuhan....apa yang harus ku lakukan setelah ini?


Akan kubawa kemana rasa ini nantinya?


Author POV


Lily sedang menyiram bunga saat seorang pemuda datang menyapa nya.


"Hai!"


Lily hanya tersenyum sekilas saat dirinya disapa, pemuda itu merogoh saku celananya dan terlihat menghubungi seseorang, tak berselang lama Yuyun keluar rumah dan menghampiri pemuda itu, membuat Lily yakin pemuda itu adalah kekasih Yuyun.


" Li, ini Mahendra, cowok aku!"


Lili memindahkan selang ke tangan kirinya untuk menyambut telapak tangan Kekasih Yuyun


" Lily" Ujarnya ikut menyebutkan namanya


Lily menyadari tatapan kekasih Yuyun tampak aneh kepadanya, namun Lily mencoba mengabaikan dan memilih mematikan air dan gegas masuk kembali kedalam rumah.


Baru saja Lily hendak ke belakang saat tiba-tiba seseorang menariknya masuk kedalam ruang setrikaan yang sedang kosong.


" O-Ozzu" kaget Lily


Napas Ozzu masih berderu kasar saat kemudian menatap Lily yang terlihat gugup.


" Kita semua mengkhawatirkan mu!" Lily berusaha menyadarkan Ozzu.


" Apa kau juga?"


Ozzu menatap Lily dengan netra gelapnya yang tak bergeming.


Lily mengangguk. " Papamu sedang sangat khawatir, karena kamu tidak pulang semalam" Jelas Lily yang membuat Ozzu memundurkan tubuhnya


Lily mengambil kesempatan itu untuk segera keluar ruangan itu.


Namun Ozzu gegas menyusulnya, saat Lily hendak menaiki tangga, Ozzu mendahului langkahnya.


" Hubungi Papa mu, beliau sangat mengkhawatirkan keadaan mu" saran Lily saat Ozzu melewati nya beberapa langkah.

__ADS_1


" Apa kau benar-benar perduli?" Sarkas Ozzu yang balik melempar pertanyaan.


" Aku peduli. Karena orang yang di sayangi oleh mas Sean, aku akan berusaha menyayanginya"


Ozzu menyeringai, seolah menyepelekan ucapan Lily.


" Benarkah...Apa buktinya jika kau benar-benar menyayangi ku?" ledek Ozzu yang kali ini berbalik dan ikut turun beberapa undakan untuk berdiri tepat jarak satu jengkal.


Lily buru-buru melangkah mundur dan itu membuat sedikit sulit karena mereka sedang berada di atas tangga


" Hentikan Ozzu" Lily berusaha mengingatkan, namun ternyata Ozzu malah menarik pinggangnya merapat dan menggendong nya seperti karung beras.


Lily bisa saja berteriak minta tolong pada bi Sum, tetapi apa yang nanti bi Sum pikirkan. Sebenarnya Lily sendiri tidak tau mengapa Ozzu begitu membencinya hingga tak hentinya ingin menyakiti dan melecehkannya.


Lily di lempar ke tempat tidur milik Ozzu, membuat Lily berguling untuk menghindar, namun dengan cepat Ozzu menarik kakinya dan segera menghimpit tubuh kecil Lily di bawah naungan tubuhnya yang besar.


" Hentikan" Lily terus berpaling menghindari Ozzu yang sudah menjerat kedua lengannya ke atas kepala dan menekan pangkal pahanya dengan masing-masing lututnya.


" Tolong hentikan Ozzu..." Hanya itu yang terus Lily mohonkan untuk pemuda yang membuatnya panik dan sangat takut.


" Buktikan kesungguhan mu tentang rasa sayang yang kau tujukan untuk ku" Tuntut Ozzu


" A-akan ku lakukan, aku janji akan pergi secepatnya dari rumah ini, aku tidak akan mengganggu ketenangan mu dengan kehadiran ku"


*********


Lily meringkuk di ranjang kamarnya setelah Akhirnya Ozzu melepaskannya, Lily luar biasa kaget saat Ozzu menyampaikan keinginannya untuk menodai Lily sebagai tanda ia menyayangi pemuda itu.


Dengan kemarahan yang bertumpuk-tumpuk Lily menendang aset kebanggaan Ozzu sekuat tenaga dan bahkan sempat menghadiahi tamparan keras di pipi mulus putra tirinya.


Rasanya beban hidupnya semakin buruk saat dirinya memutuskan untuk menjadi Pelakor, Lily seperti tidak memiliki harga diri di hadapan keluarga suaminya


Madu yang temperamental, anak tiri yang bejat, membuat hidupnya semakin terasa menyiksa


Lily hanya gadis muda yang ingin mendapatkan sedikit ke mudahan dalam hidup, namun justru terjerumus di lubang keterpurukan seperti ini.


Hingga malam menjelang Lily yang terus menangis memeluk tubuhnya sendiri tertidur, tidak menyadari sampai pintu kamarnya di dobrak paksa oleh sang suami karena terlampau khawatir.


Tuan Sean segera datang saat mendapatkan kabar dari bi Sum jika Ozzu sudah berada di rumah, buru-buru Tuan Sean kembali kerumahnya

__ADS_1


Sampai di rumah, Tuan Sean menanyakan alasan sang putra tidak pulang dan tidak bisa di hubungi, Ozzu segera membeberkan alasannya dan mudah di terima oleh sang Papa.


Namun saat hendak menemui Lily ternyata pintu kamar terkunci, Tuan Sean sudah beberapa kali mengetuk bahkan menghubungi nomor Lily tetapi sama sekali tidak ada jawaban dari gadis itu, hingga Tuan Sean meminta bantuan Ozzu untuk sama-sama mendobrak pintu.


__ADS_2