POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor

POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor
Ajakan


__ADS_3

Lily tidak sempat menjawab pertanyaan Udgam, karena dering ponsel milik Udgam.


Lily tersenyum tipis saat menyadari bahwa yang menghubungi Udgam adalah Anastasya, di ponsel Udgam tertulis ' MY Wife'


Memberi Udgam waktu, Lily pamit pergi ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit.


Lily melihat bagaimana Regan sibuk memantau keadaan putrinya. Laki-laki itu adalah dokter gigi, tetapi sudah seperti dokter spesialis yang merawat putrinya.


" Assalamualaikum.." Salam Lily.


" Waalaikumsalam." Jawab keduanya serempak.


" Lyga sudah bangun ya?, Mama terlalu lama"


Putri kecil Lily mengeleng.


" Tadi Lyga terbangun karena mimpi,in Ade Ma!"


" Lyga kangen sama Alfaaro?" tanya Lily mendekati putri nya.


Melihat Lyga yang mengangguk, Lily segera meraih ponselnya untuk menghubungi Ozzu.


Ozzu memang sudah tau mengenai Lyga dan pria itu sekarang sedang mendapat kepercayaan untuk menjaga adik kesayangannya.


Ozzu langsung mengangkat panggilan video dari Lily. Ozzu sempat termenung sejenak melihat adik perempuannya, sebelum Lily mengatakan jika Lyga rindu Alfaaro, maka Ozzu terlihat menggeser kameranya ke samping dan disana ada Alfaaro yang tengah tidur di dalam pelukan Romania yang juga sedang terlelap.


Akhirnya Lily mematikan sambungan teleponnya, setelah memberi beberapa pesan pada Putra pertamanya yang sudah tidak nakal lagi.


" Kita berangkat besok Mom!" itu adalah kalimat yang di ucapkan Ozzu sebelum layar Lily benar-benar mengelap.


Beberapa saat setelah mereka menanggapi cerita Lyga, Lyga kembali terlelap.


Lily yang sedang memperhatikan wajah putrinya mengalihkan pandangannya pada Regan.


" Re..Aku takut jika Ayah Lyga tidak bisa membantu Lyga" Ucap Lily mengatakan ke khawatiran nya pada Regan.


" Harus pesimis ya..!" ucap Regan yang menyambar jas putihnya.


" Kamu tidak jadi pulang?" Tanya Lily, yang melihat Regan menyampaikan atributnya di sandaran sofa.


" Tadinya ku pikir Ayah Lyga akan tidur disini, karena tidak. Ku pikir ruangan ini cukup lebar kalo sekedar di isi dua wanita!"


Selalu seperti itu. Regan memang sudah sangat akrab dengan Lily.

__ADS_1


" Kak Udgam butuh istirahat kan, kamu yang bilang kondisinya harus benar-benar memungkinkan sebelum melakukan pendonoran, jika nantinya mereka memiliki kecocokan!" jelas Lily.


" Li, apa Ayah Lyga masih sendiri?"


Lily mengalihkan pandangannya untuk menatap Regan.


" Tidak, kenapa?" Tanya Lily.


" Kamu..tidak merubah keputusan mu untuk melihatku seperti seorang pria yang menginginkan mu Li, apa selamanya kamu ingin aku jadi sahabatmu!".


" Jika kamu meminta nyawa ku, aku akan memberikannya Re..tetapi aku sudah tidak memiliki tempat di hatiku untuk menampung nama laki-laki lain"


Lily tidak memungkiri kebaikan Regan, pria itu juga terus terang jujur tentang perasaan nya, Regan berkata tertarik pada Lily sejak pertama kali bertemu, tetapi sejak pria itu mengutarakan perasaannya, sejak saat itu Lily sudah mengatakan dirinya tidak ingin lagi menjalin komitmen untuk berumah tangga.


" Maaf!" Lirih Regan.


Lily mengangguk dengan bibir tersenyum.


Regan tidak tersinggung dengan penolakan Lily, pria itu cukup bahagia dengan mengenal Lily dan kedua anaknya, Regan memang masih memiliki keturunan Indonesia, tetapi Regan besar dan menetap di Paris sejak kedua orang tuanya meninggal dunia di usianya yang baru enam tahun.


" Tidurlah Re.., kau akan benar-benar menjadi kurus jika terus menjadi sahabat ku!"


" No problem, obat diet mahal, jika hanya dengan menjadi sahabatmu seseorang bisa kurus, kau pasti akan dijadikan sahabat oleh mereka yang obesitas"


Lily berdecak mendengar jawaban Regan.


Regan tidur di atas sofa, sementara Lily berbaring di samping Lyga.


Lily memperhatikan wajah pria yang sudah menemaninya sepanjang waktu, Regan memang tampan, masih muda, baik padanya dan anak-anaknya, tetapi Lily memang tidak bisa menerima cinta pria itu.


Bukan menunggu waktu yang tepat, tetapi mungkin Lily memang sudah tidak membutuhkan seorang pendamping.


Di rumah Lily.


Udgam tidak bisa memejamkan matanya, pikirannya bercabang kemana-mana, Udgam mengubah posisi tidurnya berkali-kali tetapi tidak juga bisa terlelap.


Setelah ini Udgam bingung apa yang harus dirinya lakukan, Anastasya menangis dan memintanya membatalkan perceraian mereka, Anastasya mengaku menyesal dan berjanji akan berubah, bahkan dirinya bersumpah mau menerima Lyga sebagai putri nya sendiri.


Siapa yang tau, diantara mereka semua yang tidak bisa tidur, justru Lily lah yang terlelap dalam tidurnya, wanita yang sudah banyak merasakan pahitnya kehidupan itu seperti sedang bermimpi indah dengan wajah damai di samping putrinya.


Satu hari pun datang, Ozzu sudah berada di sisi Lily bersama Romania dan Alfaaro.


Nyonya Duby dan nyonya Valeria menangisi keadaan putri Udgam.


Mereka bersyukur karena hasil pemeriksaan antara Lyga dan Udgam memiliki kecocokan, jika tidak berhalangan maka besok akan dilakukan pencangkokan.

__ADS_1


" Dia ...


" Ini Regan Ma, sahabat Lily.."


Lily memperkenalkan Regan pada anggota keluarganya.


Regan yang hangat mudah berbaur dengan orang baru.


" Li, aku ada jadwal sampai siang, aku kerja dulu" Regan menyempatkan diri untuk menyapa Lyga yang sedang bercerita pada Udgam.


" Harus semangat ya princess, Om Regan cari uang dulu untuk melamar gadis cantik seperti princess Lyga"


Lyga terseyum dan TOS dengan Regan.


Interaksi mereka disaksikan seluruh keluarga besar tuan Sean termasuk Udgam.


Udgam sebagai seorang pria tau bahwa Regan tertarik pada Lily, tetapi Udgam tidak berani menanyakan perihal hubungan mereka.


Udgam menatap Lily yang tengah sibuk menyuapi makan Alfaaro.


Jujur Udgam tidak keberatan jika harus menikahi wanita yang sudah memberikannya seorang anak, Udgam juga merasa Lily membutuhkan sosok pendamping.


Perlahan Udgam mendekati Lily.


" Li.." Panggilnya. Yang membuat Lily berpaling.


" Ayo kita menikah."


Mendengar ucapan Udgam sendok di tangan Lily jatuh begitu saja.


Regan baru saja menyelesaikan tugas nya, pria itu sedang melangkah kedalam ruangan Lyga setelah mandi di ruangan nya. Lelaki berpostur tinggi itu menghentikan langkahnya mendengar ajakan Ayah Lyga untuk menikahi Lily.


Jujur meskipun Regan baru memberanikan diri mendekati Lily beberapa bulan terakhir ini, tetapi sebenarnya Regan sudah mengetahui Lily sejak lama, lebih tepatnya Regan pertama kali melihat Lily saat Lily koma paska melahirkan Lyga.


Kesibukan nyonya Lubis membuatnya sering menitipkan Lily pada suster di rumah sakit tempat Lily dirawat, gosip tentang wanita cantik yang koma paska melahirkan membuat ketenangan Dokter gigi itu terusik, terlebih gosip yang beredar wanita itu janda muda yang sangat cantik.


Iseng, Regan meminta salah satu suster yang menangani Lily untuk memfotokan sosok wanita cantik itu, dan dari foto suster lah Regan merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama, melihat wajah pucat Lily yang terpejam menimbulkan gelenyer aneh di dadanya.


Sayang dua hari paska melihat foto Lily Regan jatuh sakit membuatnya tidak bisa bekerja dan setelah dirinya masuk kerja, wanita cantik itu sudah sembuh dan dibawa pulang oleh keluarganya.


Kecewa, tetapi Regan tidak pantang menyerah, diam-diam Regan mulai mencari tau tentang Lily. namun lagi-lagi nasib baik tidak berpihak kepada nya, karena dirinya mendapat kabar jika wanita cantik itu sudah pulang ke Indonesia dan menetap di sana.


Regan hampir melupakan sosok Lily, tetapi ternyata takdir membawanya kembali bertemu pada wanita itu.


Saat itu Regan sedang terburu-buru pergi kerumah sakit, saat hujan mulai turun, Regan sedang melihat keluar jendela mobilnya saat melihat perbaikan jalan, saat mengamati salah satu pekerja itu, Regan melihat seorang wanita yang menyebrangi trotoar jalan dengan menutupi kepalanya yang tertutup hijab agar tidak terkena air hujan.

__ADS_1


Mata Regan berbinar saat menyadari wanita itu adalah wanita yang sudah lama di pikirannya, dengan mengumpulkan keberaniannya Regan menyambar payung miliknya untuk memberanikan diri mendekati wanita itu, dan dari sana Regan akhirnya bisa dekat dengan Lily hingga sekarang.


__ADS_2