POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor

POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor
Permohonan


__ADS_3

Ozzu yang kembali ke rumah sakit dan tidak menemukan Lily maupun Papanya membuatnya bergegas pulang.


Ozzu pikir Lily pulang bersama Papa nya kerumah, tadi dia buru-buru ke kantor untuk melakukan rapat sebentar, dia meminta sopir untuk datang kerumah sakit untuk berjaga-jaga jika sang Papa ingin pergi atau mencari sesuatu.


" Tolong Papa mu, sejak tadi tidak berarti muntah!" Baru menginjakkan kakinya di rumah, Ozzu sudah di sambut permohonan Bi Sum.


" Kemana Lily?" Tanya Ozzu.


" Lily?" tanya Bi Sum.


" Papa pulang sama siapa Bi?"


" Sama Ujang dan langsung naik tetapi langsung muntah-muntah!" beri tau Bi Sum.


Ozzu gegas menyusul Papa nya, tadi dia tidak sempat bertanya apapun pada Oma nya, karena Ozzu pikir Papanya pulang bersama Lily.


Saat Ozzu masuk kedalam kamar, dia menemukan Mamanya yang menunggu Papa nya di depan pintu kamar mandi, tanpa berani mendekati pria itu.


Ozzu tidak buta untuk melihat keperdulian Mama nya, tetapi untuk memaafkan rasanya Ozzu perlu waktu, tidak mudah melupakan perkataan wanita itu yang menyebutnya anak yang lahir di luar nikah dan terlahir dari wanita gangguan jiwa. Bagaimana ada orang tua yang menolak putranya sendiri? Ozzu ingin Mamanya tau rasanya di tolak dan tidak di inginkan, agar Mama nya tau bagaimana perasaannya selama ini.


Ozzu melewati begitu saja nyonya Natalia yang duduk di atas kursi roda dan gegas mendekati Papa nya untuk memijat belakang leher nya pelan.


" Sudah!" ujar tuan Sean setelah beberapa kali membasuh wajahnya.


" Kita kerumah sakit ya Pa"


Pria itu mengeleng, dan berjalan pelan untuk membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Ozzu memperhatikan wajah lelah Papanya, Ozzu benar-benar tidak tahan melihat pria itu menderita. Ozzu bergegas pergi untuk mencari Lily. Ozzu memang pernah bersumpah jika dia tidak akan menganggu Lily lagi, tapi kali ini dia benar-benar tidak perduli. Lily juga harus tahu semua ini, benar-benar harus tahu! hati Ozzu menjadi sekeras batu untuk menemui Lily, bahkan jika perlu ia rela bersujud di kaki wanita itu agar mau membujuk Papanya. Ozzu bahkan tidak menghiraukan sapaan Bi Sum yang melihatnya seperti orang kalap.


Tangan Ozzu menekan nomor Oma nya, meski berusaha keras untuk tidak menangis tetapi ternyata Ozzu tidak sanggup dan tetap menemukan pipinya basah.

__ADS_1


Setelah menghentikan mobilnya di halaman rumah tantenya dan membanting pintu begitu keras. Ozzu segera berlari dan berteriak memanggil Lily, sampai Lily yang sedang duduk bersama Udgam dan nyonya Duby menoleh bersama an.


" Ozzu!" Lily masih terkejut menatap pemuda itu.


Ozzu tidak hanya terlihat kacau, tetapi sepertinya dia juga baru saja menangis.


Ozzu duduk lemas di lantai, matanya kembali basah karena terus mengalirkan air mata, Ozzu mendongak untuk menatap Lily.


" Tolong kembalilah pada Papaku!" Iba pemuda itu dengan bersimbah air mata.


" Ozzu, aku dan Papamu sudah selesai." ucap Lily yang terkejut dengan permintaan pemuda itu .


" Tolong lah Lily, aku mohon!"


Nyonya Duby dan Udgam tidak ingin ikut campur, keduanya memberi waktu untuk Ozzu membujuk Lily, Udgam sempat menepuk pundak keponakannya sebelum menjauh.


" Maaf aku tidak bisa!" Jawab Lily tegas. Lily memang sungguh tidak bisa jika harus kembali pada tuan Sean, ada alasan yang membuatnya tidak ingin kembali menikah, tidak hanya dia yang masih kuliah, kini dia punya tanggung jawab besar. Dia bukan lagi gadis polos dua tahun lalu.


Ozzu masih terduduk dilantai dan tidak bergerak. Bagi Ozzu hanya Papanya yang ia punya, Papanya yang sedang sekarat dan tidak ingin berobat, Ozzu tidak hanya terpukul karena takut kehilangan, tetapi dia sampai merasa akan ikut terenggut nyawanya.


" Tolong Lily, tolong bujuk Papaku, hanya kamu satu-satunya harapanku, dia mencintai mu dan akan mendengarkan mu!"


Sebenarnya Lily tidak tau mengapa Ozzu bisa sampai bersimpuh seperti itu. Lily pikir itu karena Ozzu menyesali perbuatannya kala itu sehingga tuan Sean memilih menceraikan nya.


" Papaku sedang sekarat!" ucap Ozzu, baru kemudian Lily ikut menatap pemuda yang terlihat kacau di hadapannya.


" Apa yang kau katakan!" Tegas Lily.


Ozzu menceritakan keadaan Papanya.


Lily ikut menitihkan air matanya mendengar keadaan tuan Sean, Lily tidak pernah menyangka waktu yang tidak terlalu lama bisa membuat perubahan yang sangat luar biasa, Ozzu juga menceritakan keadaan Mamanya pun dengan keadaannya yang terus di hantui penyesalan dan rasa bersalah.

__ADS_1


" Tolong Papaku, aku akan berhutang seumur hidup ku jika kau mampu merubah pendiriannya, kau tidak harus menikah dengan nya, tetapi cukup kau berada di sisinya untuk memberinya semangat"


Mustahil jika Lily tidak ikut hancur mendengar keadaan pria yang di cintai nya itu, meskipun berusaha sekuat tenaga untuk mengelak, kenyataannya hatinya masih utuh milik pria itu. Tetapi untuk kembali disisi pria itu rasanya Lily tidak sanggup, sungguh. Dia tidak bisa .


Lily akan pergi dari hadapan Ozzu, saat tiba-tiba Udgam datang dan menarik pergelangan tangannya.


" Temui Kak Sean agar kamu tidak menyesal nantinya"


Oh Tuhan... rasanya hati Lily kembali dihancurkan oleh keadaan, apa maksud Udgam berkata agar tidak menyesal? mantan suaminya pasti akan baik-baik saja.


" Jika tidak demi kakak ku, kamu bisa melakukannya demi dirimu sendiri Li"


Udgam bukan mengambil kesempatan, tetapi dia begitu iba melihat Lily, dengan pelan Udgam memeluk Lily yang akhirnya membuat tangis wanita itu pecah.


Udgam tau Lily masih sangat mencintai Kaka sepupunya, entah alasan apa Lily tidak mau menemuinya, akan tetapi wajah kesedihan Lily tidak bisa membohonginya. Lily masih perduli dengan mantan suaminya, Udgam meminta Lily menemui Kaka sepupunya juga agar Lily bisa menentukan pilihannya, Udgam menjadi saksi bagaimana usaha Kaka sepupunya untuk menemukan Lily, pria itu melakukan apapun demi mencari keberadaan mantan istrinya, namun tidak pernah mengira jika wanita itu pergi terlalu jauh hingga tak terjangkau, terlebih Lily mengubah identitasnya.


" Temui Kak Sean Li" nasehat Udgam lagi.


Lily menghapus air matanya dan menatap wajah Udgam, wajah yang seumur hidup akan Lily kenang meskipun pria itu hanya singgah sesaat di hidupnya.


Udgam mendekatkan bibirnya ke telinga Lily.


" Lily Sasmita, aku menjatuhkan talak atas dirimu, kini aku dan kamu tidak terikat dalam hubungan pernikahan lagi!"


Meskipun Lily mendengarnya dengan jelas, tetapi tidak dengan Ozzu, pemuda itu bahkan hanya meremas rambutnya frustasi karena tidak bisa membujuk Lily.


Lily tersenyum, bulir air matanya masih saja terjatuh.


" Temui lah Kak Sean, meskipun hanya sebentar!" titah Udgam, yang entah mengapa membuat Lily akhirnya mengangguk setuju.


######

__ADS_1


Kasih semangat untuk author yaaa .....


__ADS_2