POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor

POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor
Pergi


__ADS_3

" Mas Sean." Panggil Lily dengan tubuh bergetar hebat, gadis itu demam tinggi, bibirnya pucat pasi hanya terus memangil nama suaminya.


Lily tidak pernah menghitung seberapa lama dia pergi dari tuan Sean, tetapi waktu tidak bisa membuatnya lupa dengan rindu yang semakin membuatnya tersiksa.


Udgam mendekati tubuh istrinya, ya..benar Lily sudah menjadi istrinya, tetapi Udgam tau Lily masih sangat mencintai mantan suaminya.


Udgam hanya mendengar kabar perceraian Kaka sepupunya, tanpa tau alasan apa yang membuat mereka bercerai, terhitung sudah hampir empat bulan Kaka sepupunya menceraikan Lily, tetapi di saat bersamaan sepupunya juga terus mencari keberadaan nya.


Melihat bagaimana gigihnya sepupunya mencari Lily, Udgam tau pria itu mencintai Lily, lantas alasan apakah mereka bercerai! itu yang menjadi pertanyaan Udgam sekarang.


" Mas Sean!" Udgam mengenggam tangan Lily yang sedingin es, hujan tak kunjung reda, angin juga bertiup cukup kencang, yang membuat bunyi di atap rumah karena terpaan nya yang cukup kuat.


" Lily" Udgam menepuk pelan pipi Lily yang tampak pucat.


Perlahan mata itu terbuka, akan tetapi sepertinya Lily begitu lemas.


Mata nya tampak sayu, berkedip perlahan dan kembali terpejam. 'Ya Allah.... ' keluh Udgam dalam hati.


Tidak ada jam untuk melihat waktu. Keadaan mereka jauh lebih buruk dari pada orang yang tersesat.


Udgam sendiri sudah berkali-kali bersin, cuaca dingin, baju basah, jelas bukan satu hal yang baik.


" Mas Sean"


Udgam tersenyum pedih, terkadang jodoh itu benar-benar sudah di tuliskan, bagaimanapun jika masih ada jodoh meskipun sudah bercerai mereka bisa kembali bersama, apakah ini proses yang akan menyatukan lagi dua insan yang saling mencintai? jika benar begitu, Udgam rela menjadi perantara untuk keduanya kembali bersama, meskipun ini bukan sama sekali kemauannya.


'Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfudz. Mau diambil dari jalan halal ataukah haram, dapatnya yang itu juga. Yang membedakan adalah rasa berkahnya. Bukan tentang apa, berapa atau siapa, tapi tentang bagaimana Allah SWT memberikannya. Diulurkan lembut mesra, atau dilempar dengan penuh murka..' begitu kira nya kata-kata yang pernah Udgam baca.


" Aku tidak menghendaki ini Li, tapi aku juga tidak bisa menolak jodoh yang diberikan Allah kepada ku, meskipun aku hanyalah pelantara yang tak sengaja, tetapi aku menerima mu sebagai jodoh kilat ku"


Udgam membuka kaos yang dikenakan, di tariknya Lily kedalam pelukannya, ini bukan soal napsu, tetapi ini Udgam lakukan untuk menyelamatkan nyawa manusia.


Meskipun di ambang kesadaran, Lily bisa melihat wajah Udgam yang sedang berada di atasnya, Lily tidak bisa mengucapkan apapun, tetapi dia benar-benar tidak bisa membenci Udgam dengan keputusannya.


Setelah itu sepanjang malam Udgam hanya menatap wajah Lily, mata itu tak kunjung terbuka, Udgam juga tidak tau Lily benar-benar tertidur atau justru pingsan.

__ADS_1


Udgam menatap wajah ayu istrinya, setelah apa yang dia lalui jelas Udgam tidak bisa jika tidak jujur pada Lily, tetapi hingga mobil yang semalam membawa mereka tiba, Lily masih tidak sadarkan diri.


" Ayo bawa ke Puskesmas!" Seru Bapak-bapak yang semalam berlaku kasar pada mereka.


Udgam tidak mengatakan apapun hanya segera mengendong istrinya untuk dinaikkan keatas mobil bak terbuka.


Begitu mobil meninggalkan gubuk yang mengukir kenangan kelam, Udgam tak berhenti menatap rumah repot yang membuatnya melepas apa yang selama ini ia jaga, Udgam tidak menyesal. Hanya menyayangkan karena dirinya melakukan tanpa izin dari lawannya.


Ternyata mereka sampai di Puskesmas jam tujuh pagi, Lily masih di ruang pemeriksaan, seorang dari warga membawakan baju ganti untuk Lily dan juga memakaikannya.


Karena mereka semalam dalam keadaan remang-remang jadi tidak terlalu jelas melihat memar-memar di pergelangan tangan Lily dan juga leher, saat ini luka itu sudah berwarna kebiruan.


" Yang terparah di bagian pahanya, maaf apa pasien ini korban pemerkosaan?" Tanya suster yang menangani Lily.


" Ya!" Jawab Udgam yang mengundang tatapan dari para Bapak-bapak yang semalam menghakimi mereka.


" Wanita itu hampir di gagahi enam pemuda suster, sebelum saya datang dan menghajar para pelakunya, sayang dia malah tidak segera di bawa kesini, dibiarkan dalam keadaan basah kuyup dan luka-luka semalaman! saya minta tolong jaga istri saya, saya ingin membawa kasus ini ke kantor polisi!"


Para Bapak-bapak itu seketika panik.


" Bukankah itu juga yang saya katakan semalam, bahkan para Bapak-bapak tidak mau mendengar pembelaan kami!"


********


Lily bangun pelan-pelan, tubuhnya terasa sakit semua, dia mengambil kesempatan untuk segera pergi, Lily tidak tau bagaimana caranya dia bisa menatap Udgam setelah apa yang terjadi.


Dia juga mendengar apa yang Udgam katakan semalam tentang pria itu yang menerima dirinya meski hanya jodoh kilat.


Setelah apa yang terjadi juga dia tidak bisa kembali pada tuan Sean dengan seenaknya, dulu Ozzu, kini Udgam. Lily tidak mau membuat tuan Sean susah kesekian kalinya, Lily menyadari dia akan semakin banyak melukai perasaan orang jika dia kembali pada tuan Sean.


Cinta memang tak selama nya bisa indah


Cinta juga bisa berubah menjadi sakit, mungkin benar adanya cinta itu tak harus memiliki dan saat ini Lily akan menjauh dari semuanya, dari tuan Sean, Ozzu, juga Udgam. tiga pria yang tak akan pernah bisa dia lupakan seumur hidup.


*********

__ADS_1


Seorang wanita cantik sedang duduk menunggu kepulangan putra dan suaminya.


Dia adalah Nyonya Natalia.


" Bi Sum, tolong simpan kembali makanannya sepertinya suami dan putraku tidak akan pulang lagi malam ini!"


Setelah kejadian satu setengah tahun yang lalu, Ozzu belum pernah sekalipun mau memanggil dan melihat wajahnya, tidak hanya kebencian suaminya yang nyonya Natalia dapatkan, tetapi juga dibenci putranya yang dulu bahkan mendambakan perhatian nya.


Bi Sum menatap iba punggung nyonya Natalia, dulu wanita itu begitu garang, namun kini wanita itu berubah begitu lembut, sayang semua perlakuannya sudah sangat terlambat untuk mereka yang menunggu ini sejak lama.


Nyonya Natalia sempat terkena setruk ringan membuatnya kadang-kadang tidak bisa berjalan terlalu jauh dan harus mengunakan kursi roda.


*********


" Tolong bujuk Papa Om!" iba Ozzu pada Udgam yang fokus menatap hasil pemeriksaan medis Kaka sepupunya.


" Aku masih belum bisa memberinya kebahagiaan!"


" Zu, kamu sudah melakukan banyak hal untuk Papamu, dia masih berdiri kokoh pasti juga karena mu, jangan terlalu menyalahkan diri!" Nasehat Udgam pada Ozzu.


Udgam melihat bakti seorang anak, Ozzu sampai pindah kuliah demi bisa membantu Papanya mengurus perusahaan, Ozzu sudah seperti bayangan tuan Sean, kemanapun Papanya dia akan ikut, pemuda itu benar-benar mengabdikan hidupnya untuk Papanya.


**********


" Anda memanggil saya?" Seorang wanita datang dengan dua orang bodyguard nya.


" Aku ingin kamu pergi untuk mengantikan ku bertemu teman lama, kesehatan ku sedang kurang baik akhir-akhir ini, aku hanya percaya padamu untuk mengantarkan ini padanya!" Sebuah kotak kecil di sodorkan wanita tua itu pada wanita yang masih berdiri anggun mendengar permintaannya.


" Negara mana?"


" Jakarta, Indonesia."


#########


Masih mau lanjut????

__ADS_1


__ADS_2