
Lili masih meringkuk di atas ranjang dengan memeluk tubuhnya sendiri sampai beberapa lama tuan Sean pergi meninggalkan nya. Lily meringkuk, menikmati rasa sakit , bahkan rasa sakit di tubuhnya seperti tak mampu di tahan, bukan hanya tubuhnya saja yang kebas hatinya juga mati rasa, ketika dia menyadari bulir bening mengalir dari pelupuk matanya tanpa suara.
Selama ini Lily sangat takut untuk jujur, Lily pikir Ozzu akan benar-benar menerimanya sebagai keluarga, dia takut mengatakan tentang perbuatan Ozzu pada suaminya karena tidak ingin menciderai perasaan Ayah dari seorang anak laki-laki, namun tidak pernah Lily bayangkan imbasnya akan seperti ini.
Padahal Lily hanya ingin menjadi istri yang baik dan berbakti pada suaminya, namun sepertinya semua harus usai dan berakhir bercerai berai.
Malam itu tidak satupun dari mereka yang bisa tidur, namun tak ada satupun dari mereka yang ingin mencari satu sama lain
Ozzu terpuruk karena rasa bersalah, Lily sakit karena harus berpisah dengan suami yang baru dia sayang dan yang paling hancur adalah tuan Sean, karena dia tidak bisa memperjuangkan Lily karena lebih memilih anak yang bahkan meragukan dirinya sebagai Ayahnya.
Lily tidak menyangka jika patah hati rasanya akan sangat menyakitkan seperti ini, dia sadar jika hatinya sudah di curi oleh pria yang akan segera menceraikannya, dia menyadari jika sebentar lagi dia tidak hanya sakit tetapi mungkin hancur menjadi serpihan debu.
Lily membaca sederet pesan yang dikirimkan lelaki yang akan menceraikannya, pria itu memberi pesan agar dirinya segera tidur dan jangan bergadang, pria itu pamit pergi dan memberikan apa yang ada di rumah itu menjadi milik Lily.
[" Jangan tidur terlalu larut, jaga kesehatan, bergadang tidak baik untuk kesehatanmu, aku memberikan rumah ini berserta isinya untuk mu, aku juga akan memberimu uang konvensasi, lanjutkan kuliah mu, yakin kamu akan sukses suatu hari nanti, maaf aku tidak bisa menemui mu, karena aku takut tidak sanggup untuk pergi. Aku akan mengurus perceraian kita, kamu tidak perlu repot, jaga dirimu, terimakasih atas semua kebahagiaan yang pernah kau berikan untuk pria tua seperti ku"]
Deraian air mata Lily membasahi ponsel di tangannya, sejak awal dia tidak mengincar secuil harta tuan Sean, Lily hanya mencari perlindungan, mencari orang yang bisa di andalkan. Cukup diberi kehidupan sederhana, Lily juga bisa melakukan banyak hal, tidak hanya ingin menumpang tanpa tau terimakasih.
Ketika orang yang diandalkan nya memilih pergi, untuk apa ia tinggal? ini tidak Lily inginkan, ini tidak Lily harapkan.
Tidak ada dua puluh menit suaminya meninggalkan rumah, Lily juga pergi, dia hanya membawa apa yang menjadi haknya, tidak ada yang tau kemana gadis itu akan pergi, bahkan pemilik hati pun tidak tau tujuannya, Lily mengikuti kemana saja kakinya melangkah di iringi derai air matanya yang juga tak kunjung reda.
Pagi itu keadaan rumah tampak sepi, Bi Sum yang tidak mendapati Lily turun dari kamar mulai khawatir, Ozzu sendiri baru memejamkan matanya subuh dini hari, pemuda itu sebenarnya ingin berlari ke kamar orang tuanya untuk bersimpuh, namun karena tubuhnya terasa amat sangat lemas dia ingin melakukannya pagi ini, dan berharap emosi Papa nya sudah mereda.
" Buk, apa Lily belum bangun?" Yuyun ikut merasa cemas.
__ADS_1
Bi Sum hanya menjawab dengan gelengan kepala. Bi Sum pikir tuan Sean sedang bersama Lily di kamar mereka, itu sebabnya Bi Sum juga tidak berani untuk mengetuk pintu, meskipun niatnya untuk menyampaikan bahwa sarapan sudah siap tetapi sebagai orang yang berumur Bi Sum jelas faham betul situasi seperti semalam siapapun akan susah untuk memejamkan mata, dan itu bisa terjadi pada siapa saja termasuk tuan Sean dan Lily.
" Kita tunggu tiga puluh menit lagi, mungkin mereka sama seperti Ozzu yang baru bisa tidur dini hari"
Ke cemasan tercetak jelas di raut wajah Bi Sum, biar bagaimanapun Bi Sum adalah orang yang paling tau kehidupan tuannya, pria yang sudah banyak membantu keluarganya itu adalah seorang Ayah yang sangat menyayangi putranya, apapun akan pria itu lakukan untuk kebahagiaan putranya, meski mengorbankan dirinya, kali ini itu tidak boleh terjadi, karena jika sekali lagi pria itu kehilangan Lily mungkin tuan Sean akan benar-benar hancur.
" Apa Papaku belum bangun?"
Ternyata Ozzu sudah berada di dapur untuk menanyakan perihal Papanya.
" Mungkin sebentar lagi" Jawab Bi Sum kurang yakin.
" Papa tidak pernah bangun lebih dari jam tujuh" Komentar Ozzu yang sepertinya sangat hapal dengan kebiasaan Papanya.
Bi Sum dan Yuyun membenarkan, karena tuan Sean adalah pria yang disiplin, waktu sarapan, beliau pasti turun meskipun nanti setelahnya kembali kedalam kamar jika waktu tidak bekerja.
Tuan Sean sengaja pergi ke rumah nyonya Natalia lebih awal, niatnya dia ingin membicarakan tentang Ozzu, tetapi saat sampai di rumah Nyonya Natalia masih berada di luar rumah, dan belum kembali.
" Nyonya sedang tidak di rumah tuan!" Asisten nyonya Natalia menyambut ramah tuan Sean
" Ya, tidak apa-apa. Tolong buatkan kopi pahit dan antar ke atas ya Bi!" pesan tuan Sean sambil melangkah berniat membersihkan diri di kamar istri pertamanya.
Tuan Sean masuk kedalam kamar mandi setelah lebih dulu melepas pakaiannya dan hanya membawa selembar handuk.
Ia hendak menyalakan shower saat matanya menemukan testpack yang berada di atas closed
__ADS_1
Dahi pria itu menyerngit, meski awalnya tidak begitu perduli, seketika penasaran saat ada yang mengganjal di pikirannya, terlebih di sana juga ada wadah kecil yang sepertinya adalah air seni yang belum sempat istrinya buang, berarti itu tes baru.
Perlahan kaki tuan Sean melangkah melihat hasil tes tersebut. Bibirnya tersenyum sinis saat melihat garis satu di alat tes kehamilan itu.
Urung mandi, tuan Sean hendak menghubungi istri nya untuk diminta segera pulang. Namun saat tuan Sean keluar dari kamar mandi ternyata bersamaan dengan nyonya Natalia yang masuk kedalam kamar.
Tidak menunggu waktu, tuan Sean langsung mencecar nyonya Natalia dengan segudang pertanyaan yang pada akhirnya memicu pertengkaran.
"Ini semua karena kamu menikah lagi Sean!" teriak Nyonya Natalia frustasi.
" Tetapi aku disini, bersama mu, dan memperbaiki hubungan kita juga karena aku ingin bersikap adil padamu!"
" Aku tetap tidak terima kau madu!"
" Jadi apa mau mu? bukankah sejak awal aku sudah menawarkan perpisahan? aku bertahan dengan mu karena permohonan keluargamu dan juga memikirkan Ozzu yang harus hidup dalam keluarga broken home nantinya jika kita berpisah. Tanpa memikirkan hal itu aku sudah tidak akan berada di sini!" tegas tuan Sean.
Tuan Sean menyambar jas dan juga tas kerjanya, memilih pergi kerumah Lily untuk meredam amarah nya.
Meskipun dia tidak mengharapkan istri pertamanya kembali hamil, tetapi di tipu sekali lagi pasti membuatnya kecewa.
########
Author mogok nulis kalo ngak diberi semangat.....
Yukkkk sekali lagi author rekomendasikan bacaan keren dari karya temen author, mampir jangan lupa masukkan kedalam daftar favorit yaaa...
__ADS_1
Happy reading.....