POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor

POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor
Paksaan.


__ADS_3

'Pagi itu memiliki embun yang menetes tanpa harus diminta. Kebahagiaan itu memiliki arti ketulusan tanpa rencanakan. Sama halnya hati dia memiliki cinta tanpa harus diminta meskipun terkadang menyakitkan.'


Regan sedang berdiri di depan jendela, dia tau hari ini pujaan hatinya akan pergi meninggalkan nya, bahkan juga meninggalkan negara yang sama dengan nya berpijak.


Regan memang mencintai Lily, tetapi dia tidak bisa memaksa Lily untuk membalas cintanya.


Karena Regan menyadari, cintanya untuk Lily adalah cinta bersyarat.


Lily sempurna sementara dia tidak, Regan pria yang baik dan berkepribadian baik, namun dia bukan pria yang sempurna. Regan menyadari dirinya memiliki kekurangan, Regan memiliki masalah kesehatan pada testis nya, gangguan yang terjadi pada testis sangat berpengaruh terhadap kesuburan seorang pria, jika tetisnya bermasalah, seorang pria bisa terancam mandul. Jika dia memaksa Lily bersamanya, maka Lily juga harus terpaksa menerima kekurangannya, memaksakan orang lain untuk menerima kekurangan kita itu adalah persyaratan. Regan tidak mau begitu, jika suatu saat dia mendapatkan jodoh, dirinya akan mencari yang bisa menjadikan kekurangannya suatu kebaikan. mungkin dengan menikah dengan janda yang memiliki anak banyak, atau Regan bisa mencari pengobatan terlebih dahulu secara serius.


Regan membaca pesan yang dikirimkan Lily, meskipun air matanya mengalir, bibir pria berprofesi sebagai Dokter gigi itu tersenyum.


Sementara Lily sejak perdebatannya dengan Udgam tidak pernah terlihat tenang, Lily sedih harus terus di paksa keadaan, Udgam juga tidak main-main dengan ucapannya. Pria itu bahkan sudah menghubungi pengacara untuk menggugat hak asuh Lyga jika Lily tidak setuju menikah dengannya.


Ozzu tau perasaan Lily, namun Ozzu juga tidak berwenang untuk ikut campur, pria itu hanya bisa mendoakan Lily, Agar siapapun jodohnya nanti pria itu bertanggung jawab dan tulis menyayangi kedua adiknya juga Lily.


Sampai di Indonesia, Udgam juga langsung memulangkan mantan istrinya kepada orang tuanya, tindakan yang mencerminkan sikap seorang pria bertanggung jawab.


Udgam meminta maaf kepada orang tua Anastasya karena tidak mampu mendidik anak mereka menjadi lebih baik, Udgam juga mengatakan terus terang jika dia ingin segera menikah dengan wanita yang diam-diam memiliki anak dengan nya.


Udgam dulu menikahi Anastasya dengan kejujuran, dan mengembalikan putri mereka dengan kejujuran juga.


Orang tua Anastasya juga memohon maaf kepada keluarga besar Nyonya Duby, karena putri mereka sudah membuat mereka semua kecewa.


Lily tidur di kamar lamanya, kamar yang dulu dirinya tempati bersama tuan Sean.


Mengingat bagaimana keras kepalanya Udgam untuk menikahinya air mata Lily kembali mengalir.


Tetapi bukankah seorang Ibu akan rela berkorban berkali-kali demi anaknya.


Dalam hati Lily tumbuh kebencian pada Ayah kandung Lyga, pria yang dulu pernah begitu di kagumi kepribadiannya, kini justru menjadi pria yang paling di benci Lily.


Di kediaman keluarga Udgam, Udgam sedang duduk bersama keluarga besar nya, bahkan ada nyonya Valeria disana.


" Hanya dengan cara seperti ini Lily akan luluh Ma!" tutur Udgam.

__ADS_1


" Tapi dia akan sangat membenci mu!"


" Ya, tapi tidak apa-apa, asal Udgam bisa menemani hari-harinya" ucap Udgam mantap.


Udgam sudah banyak berpikir, dan menikahi Lily adalah pilihan paling tepat.


Dengan melihat bagaimana Lily membentengi dirinya, mengunci hatinya pada masalalu, Udgam yakin selamanya wanita itu akan memilih hidup sendiri, cinta Lily begitu besar pada Kaka sepupunya yang sudah tiada, Lily adalah sosok wanita yang setia, dan Udgam bangga karena itu.


Satu hari berlalu, kini Udgam kembali mendatangi kediaman Lily, pria itu mengajak Lyga dan Alfaaro bermain di taman belakang rumah, meskipun Udgam terlihat fokus pada dua anak tersebut, tetapi Udgam bisa melihat di balik jendela Lily sedang memperhatikan mereka.


Setelah membuat kedua anak-anak Lily bahagia dan tidur karena kelelahan bermain, Udgam menghampiri Lily yang sedang membereskan meja kerjanya.


"Li, ayo kita bicarakan tentang pernikahan kita!" seru Udgam, memantik rasa sedih di hati Lily, ketika Udgam kembali mengungkit perihal pernikahan.


" Tidakkah kak Udgam mengasihani ku, aku janji tidak akan menghalangi Kaka untuk bertemu Lyga, tapi tolong jangan paksa Lily untuk hidup menjadi istri kak Udgam, banyak wanita baik diluar sana, Kaka bisa memilih salah satu untuk menjadi istri kak Udgam, tapi tolong jangan jatuhkan pilihan Kaka pada ku!" Iba Lily.


" Kau tega jika nantinya Lyga memiliki Ibu tiri?" tanya Udgam.


" Ya, tidak masalah, karena Lyga akan tetap tinggal bersama Lily, Kaka hanya perlu mengunjunginya beberapa kali"


" Jika Kak Udgam tidak nyaman dengan itu, maka aku bisa berjanji pada Kak Udgam bahwa aku tidak akan pernah menikah seumur hidupku!" Lily memang tidak keberatan menjadi janda sepanjang hidupnya, dengan memiliki Sepang anak itu sudah sangat cukup untuk Lily menjalani hidupnya tanpa seorang suami.


Udgam menatap wajah Lily dengan sendu. Wanita ini apakah akan selalu berpikir dirinya bisa melakukan segalanya sendirian tanpa bantuan Pria!


" Kalau begitu mari adu Banding di pengadilan!"


" Kak!" protes Lily.


" Kak, bagaimana kita bisa menikah jika tanpa cinta?" tanya Lily.


" Aku hanya ingin kita memberikan Keluarga yang utuh" balas Udgam sama keras kepala nya.


" Rumah tangga seperti apa yang akan kita bangun kak, rumah tangga yang hanya berdasarkan kompromi tidak memiliki landasan yang kuat, jika suatu hari nanti kita bercerai anak-anak yang akan menjadi korban!"


" Aku tidak pernah berpikir untuk bercerai setelah kita menikah Li!"

__ADS_1


" Kak, kita bisa membesarkan Lyga bersama meski tanpa menikah, Aku tidak ingin Lyga dan Alfaaro mendapatkan tekanan mental karena permasalahan orang tua nya. Lyga adalah putri yang cerdas, ia akan mengerti jika orang tuanya tidak bisa bersama. " Lily masih teguh pada pendiriannya, bahwa ia tidak ingin menikah dengan Udgam.


Lily tahu bahwa cinta bisa dipupuk, tapi sulit mengatasi hati yang masih memiliki nama orang lain. Lily tidak mau kembali mengulang masa lalu, dia sudah merasakannya sekali dan tidak ingin mengulanginya lagi.


" Berarti kamu memilih jalur hukum dari pada musyawarah keluarga?" tanya Udgam.


Lily mendesis kesal, musyawarah seperti apa yang Udgam Bagas ini, ini hanya suatu pemaksaan karena tidak ada sama sekali pilihan baik untuk nya.


Mata Lily kembali basah.


Udgam meraih tangan Lily dan menggenggamnya, pemberontakan Lily tidak membuatnya melepaskan tangan nya.


" Aku mengajakmu ibadah, ayo menikah, tetapi kenapa kamu malah ingin kita menjadi rival?"


Lily yang lelah memberontak akhirnya mengalah dan pilih membuang muka, Lily tidak tau kenapa Udgam jadi seperti ini.


" Aku benci Kaka!"


" Aku terima!"


" Aku tidak mau menikah dengan kak Udgam kak!"


" Maaf jika itu keinginan mu, aku juga tidak mengizinkan hak asuh putriku jatuh begitu saja padamu!"


Lily menangis tersedu-sedu, meluapkan kehancuran hatinya, Udgam membiarkan beberapa saat sebelum membawa Lily masuk kedalam pelukannya.


Biarlah Lily membencinya, Udgam terima, Lily memang terlihat kuat secara mental dan emosional di permukaan, tapi dia tetap masih wanita biasa yang memiliki perasaan yang lembut. Hatinya mungkin akan tergerak jika Udgam memperlakukannya dengan baik.


#######


Makasih yang udah berbaik hati memberikan like, Sudi berkomentar, rela memberi hadiah dan vote untuk author...


Semoga para pembaca diberikan kesehatan dan murah rejeki


happy reading...

__ADS_1


__ADS_2