
Kebetulan adalah sebuah fiksi yang tidak nyata. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua kejadian pada dasarnya merupakan takdir yang telah ditetapkan Tuhan yang Maha Esa.
Ketenangan tuan Sean dan Lily tidak bertahan lama ketika sebuah kabar duka sampai di telinga mereka.
Tuan Sean, Lily, dan putranya harus kembali ke Indonesia segera.
Tubuh tegap tuan Sean ambruk di dekat sebuah mobil yang di kelilingi garis polisi.
Mobil itu milik Ozzu. Jika dilihat dari keadaan mobil yang di kendarai Ozzu mustahil jika putra pertama tuan Sean itu selamat. Tuan Sean langsung pingsan mendengar kecelakaan yang menimpa putranya.
Romania yang tengah mengandung turut serta dalam kecelakaan tersebut.
Romania dilarikan di rumah sakit dan harus kehilangan calon janinnya, sementara sampai dua hari ini Ozzu belum di ketemukan.
Dari semua yang ada Lily lah yang paling kacau. Suaminya harus dirawat karena serangan jantung, Romania yang terguncang hebat dan butuh dukungan dari dirinya, karena kehilangan bayi dan suaminya belum diketemukan. dirinya juga sedang takut setengah mati jika sampai sang suami ikut tidak selamat, entah bagaimana kehidupannya selalu saja di hantui rasa takut.
Mobil jenis sedan itu terbanting ke kiri setelah tergelincir dan menabrak bahu jalan, sebelum di tabrak oleh sebuah truk kontainer, sampai berguling beberapa kali sebelum akhirnya hancur di tepi jurang.
Kesimpulannya adalah Ozzu masuk kedalam jurang dengan keadaan luka parah atau bahkan sudah meninggal dunia, tetapi keduanya bukan suatu kabar baik.
Dalam ingatan mereka Ozzu adalah pemuda periang yang tidak takut pada apapun, suka tantangan, Ozzu juga gemar olah raga Balap seperti pemuda tangguh lainnya yang tidak takut mati. Namun berulang kali bencana bisa datang tiba-tiba dan menyiksakan sebuah nama-nama yang hanya bisa di simpan di memori.
" Papa.." Alfaaro meraih tangan Papanya dan menciumnya berulang-ulang, seperti yang kerap kali Mamanya lakukan.
Tuan Sean syok, membuatnya tidak mampu mengendalikan diri, tuan Sean juga masih harus mengendalikan pikiranya karena masih dalam tahap pengobatan, hal tak terduga seperti ini memperburuk keadaan nya.
" Bu, pasien atas nama Romania mencari Ibu" Pernyataan suster membawa langkah Lily kedalam ruang rawat Romania.
" Ma...!" Wanita seumuran Lily itu terlihat hancur, Lily sendiri tidak mampu membayangkan rasanya menjadi Romania, mereka tengah berbahagia akan menyambut kehadiran seorang putra dengan sejuta kebahagiaan, Namun harus hancur dalam sekejap mata.
" Ma..Mana suamiku..? aku kehilangan anak ku, kenapa Ozzu tidak memeluk ku.. ? Ma.. Apa Ozzu marah?"
Lily belum mengatakan bahwa Ozzu belum di temukan, karena Lily takut akan kondisi Romania, Romania sudah tertekan karena kehilangan calon anak mereka.
__ADS_1
" Kamu makan dulu ya..!" Tawar Lily .
Romania mengeleng.
" Aku mau Ozzu Ma..!"
Lily merasa melihat dirinya dimasa lalu. Dirinya yang kehilangan segalanya dan hidup dalam ketakutan, tetapi mungkin mentalnya berbeda dengan keadaan Romania saat ini.
Malam itu Lily harus melakukan persetujuan pemindahan suaminya kerumah sakit yang lebih memiliki peralatan lengkap.
Sudah beberapa jam suaminya kehilangan suhu tubuh nya, Lily pikir, keadaan suaminya tidak akan separah ini, namun nyatanya pria yang sangat dicintainya itu keadaan nya semakin memburuk.
Lily jadi tau secinta apa suaminya pada putranya, Ozzu adalah kehidupan pria itu, jika Ozzu tidak ada mungkin suaminya juga akan memilih pergi.
Tubuh Lily limbung karena terlalu lelah menghadapi semuanya, namun belum sampai menghantam lantai sebuah tangan kokoh menangkap tubuhnya.
Bibir Lily bergetar melihat siapa orang yang menolongnya, sepersekian detik Lily langsung memeluk pria itu.
" Ozzu Papa mu, Romania, putra kalian..." Tangisnya pecah melihat kehadiran Ozzu yang masih berdiri kokoh tanpa luka berarti.
" Ini semua karena kelalaian ku, Li.!" ucap Ozzu saat mereka tengah duduk di depan ruangan Romania.
Tuan Sean akan dipindahkan satu jam dari sekarang, menunggu dokter yang menanganinya dan juga kondisi tuan Sean yang harus lebih stabil.
" Andai saja aku tidak sibuk main game hingga larut malam pasti pagi itu aku tidak mengantuk!" Ozzu bergumam dengan perasaan bersalah luar biasa, ternyata hal sepele yang dia lakukan bisa membuatnya kehilangan calon anaknya. Dan kini nyawa Papanya juga terancam.
Lily mengangkat wajahnya. " Yang terpenting kamu selamat, dan lagi hibur Romania dia butuh dukungan dari mu!"
" Aku juga meminta maaf karena kondisi Papa saat ini!" Sesal Ozzu.
" Ya!" hanya itu yang mampu dikatakan Lily, Karena bahkan dia tidak sanggup membayangkan jika dia akan benar-benar kehilangan suaminya.
Gurat lelah begitu kentara di wajah Lily, melihat Lily Ozzu sangat prihatin, tetapi ini semua juga bukan kemauan nya.
__ADS_1
Satu hari berlalu, tuan Sean sudah dipindahkan ke rumah sakit yang jauh lebih besar.
Lily juga membawa turut serta Alfaaro untuk mendampingi sang Suami, karena berharap sewaktu-waktu suaminya sadar.
" Mas Sean, Ozzu baik-baik saja, mas buka mata ya!" Lirih Lily yang seperti membujuk putranya saat sedang merajuk.
Lily melihat putranya yang tidur memeluk Papanya. Dadanya kembali sesak ketika mengingat kebahagiaan mereka beberapa hari yang lalu saat dia berbaring manja di dada kokoh itu.
Kebahagiaan Alfaaro, kebahagiaan Lyga, tawa lepas tuan Sean hadir di pelupuk matanya. Rasanya baru kemarin!
" Jangan tinggalkan aku Mas, sungguh aku tidak ingin hidup tanpamu!"
Nyonya Valeria yang hendak mengantarkan makanan untuk Lily dan cucunya mematung di depan pintu kaca.
Siapapun tau sebesar apa cinta gadis muda itu pada Tuan Sean, Lily adalah wanita tersabar dan terbaik yang Putranya miliki, Lily seperti wujud hadiah yang diberikan Tuhan untuk tuan Sean setelah begitu sabar menghadapi ujian rumah tangganya, melihat kehancuran menantu mudanya jelas membuat dada nyonya Valeria ikut sesak.
Kemarin wajah sendu itu masih begitu ceria saat berkunjung untuk berpamitan pergi menjenguk sahabatnya, kini wajah cantik itu hanya ada kesedihan.
Penyakit kangker bukan hal yang bisa di sepelekan, tetapi penyakit jantung juga penyakit nomor satu mematikan di dunia.
Setelah berhenti sejenak untuk mengatur perasaan nya, akhirnya nyonya Valeria masuk.
" Li.."
" Ma.." Lihatlah bibir gadis itu bergetar, padahal di depan Romania Lily seperti seorang ibu yang terus menyemangati putri nya, tetapi dihadapan ibu suaminya Lily tidak sanggup berpura-pura tegar, karena dia benar-benar ketakutan.
" Makanlah, jangan sampai kau ikut sakit" ucap nyonya Valeria.
" Ma, kenapa mas Sean belum sadarkan diri?..Lily takut Ma.!"
" Sabarlah Nak, Sean pasti sehat." Ujar nyonya Valeria lirih seperti menyemangati dirinya sendiri.
Kenyataannya keadaan putranya tidak mengalami kemajuan sama sekali, tubuh putranya sudah di gerogoti oleh tumor, ada sakit pada paru-parunya di tambah serangan jantung.
__ADS_1
Satu hari kembali berlalu. Ketika wajah pucat Lily muncul dari kamar mandi Lily melihat senyum tuan Sean menyambutnya.
" Mas..