POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor

POV Pelakor: Akulah Sang Pelakor
Kilasan masa lalu


__ADS_3

Flashback On


Lily menyelinap keluar dari Puskesmas saat Udgam dan para Bapak-bapak sedang berbincang tentang pengajuan perdamaian.


Lily tidak bisa tetap di tempat sementara hidupnya sudah kacau-balau, pernikahan yang mereka lakukan juga karena keduanya terpaksa.


Lily sangat malu jika harus bertemu lagi dengan Udgam, bahkan sejak kejadian Udgam mendatanginya sebagai seorang suami, sebenarnya malam itu Lily tidak benar-benar tertidur, dia hanya tidak punya tenaga dan lemas karena rasa dingin dan juga sakit sekujur tubuhnya.


Terlalu rumit permasalahannya dan Lily juga tidak mampu jika harus menjadi istri Udgam, karena perasaan nya hanya milik tuan Sean, sementara mereka terikat saudara, sekali lagi bukan hal baik jika Lily tinggal.


Lebih baik pergi menanggung luka seorang diri dari pada tinggal yang akan membuat hidupnya semakin kacau.


Lily tidak mau hubungan Udgam dan tuan Sean berantakan hanya karena pernikahan yang terjadi antara dirinya dan Udgam.


Lily juga tau semua yang dilakukan Udgam adalah faktor rasa kasihan dan cara pria itu menolongnya, tidak ada rasa marah pada Udgam tetapi Lily juga tidak bisa tetap menjadi istri pria itu, menurut Lily Udgam bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik darinya dari segi manapun.


Lily menyelinap diantara orang-orang yang hendak berobat, banyak orang memudahkan ia untuk cepat-cepat pergi.


Lily bahkan tidak mengunakan alas kaki berjalan dengan buru-buru tanpa arah tujuan, beberapa orang yang berpapasan dengannya menatap penuh pertanyaan tetapi Lily sama sekali tidak perduli.


Lily duduk di emperan toko yang sedang tutup untuk menghela napas, cukup lama dia memulihkan tenaganya saat tiba-tiba dari jauh terdengar teriakan wanita yang meneriaki seorang pria yang berlari tunggang langgang dengan sebutan 'maling'.


Lily mengalihkan pandangannya pada tas putih yang di gendong oleh sang pria membuatnya berinisiatif untuk membantu, Lily menatap ke sekitar dan menemukan kayu cukup panjang gegas Lily mengunakan kayu itu untuk menjegat pria yang sedang membawa tas tersebut.

__ADS_1


Lily terus menghalangi pria itu sampai orang- mendekat, saat merasa kepepet pria itu menghantamkan tas itu ke wajah Lily, Lily tetap berdiri untuk menggalang pria itu meskipun wajahnya di timpuk tas berkali-kali hingga sampai dia terpaksa memukul pria itu dengan kayu yang ia pegang membuat pria itu tersungkur.


Ternyata tas yang di curi pria itu adalah dokumen penting dan juga tiket keberangkatan wanita yang bernama Helen itu untuk pergi ke luar negeri.


Helen bekerja di Prancis di sebuah perusahaan tas branded , dari sebuah merk ternama yang sudah lebih dari 150 tahun eksis sebagai merek fashion yang mewah dan berharga di dunia. 


Dari situ awal mula Lily mengubah dirinya.


saat Helen ingin memberikan Lily sejumlah uang, gadis itu meminta Helen membalas perbuatannya dengan membawanya pergi, Helen tidak keberatan karena apa yang sudah dilakukan Lily juga termasuk menyelamatkan kehidupannya, jika tas itu dirampok berkas penting miliknya juga ikut hilang, itu berarti ia tidak dapat kembali dan otomatis dia di pecat dari pekerjaannya.


Helen membawa Lily kesebuah apartemen mewah terletak di dalam arrondissement ke-18, Montmartre , kawasan yang cukup berkelas dan juga ramai . Dua Minggu setelah nya.


Helen tinggal seorang diri dan akan berpindah satu apartemen ke apartemen lainnya, dia menyewa apartemen ini untuk satu bulan kedepan dan selama itu dia juga Lily bisa tetap tinggal bersamanya.


Berbeda dengan Lily yang bisa bertemu dengan seorang yang bisa mengubah hidupnya.


Udgam kelimpungan mencari keberadaannya, bagaimana Lily bisa menghilang di kampung orang? mengapa Lily pergi? itu terus membuatnya bertanya.


Pria itu sampai harus melihat cctv pusat kesehatan dimana Lily dibawa, disana Udgam melihat Lily yang keluar seorang diri tanpa alas kaki, Udgam menduga Lily sengaja pergi. Tapi Mengapa?. itu yang Udgam pertanyakan.


Sepulang dari kampung yang membawanya bertemu Lily sekaligus kehilangan Lily. Udgam datang kerumah tuan Sean, berharap Lily berada di sana, namun nihil, Kaka sepupunya juga masih mencari keberadaannya.


Jika kemarin hanya tuan Sean dan Ozzu yang mencari Lily kini ada nama Udgam yang menjadi daftar orang yang ingin menemukan Lily, Udgam merasa dia hutang penjelasan pada gadis itu, karena dia mengira saat itu Lily sedang tak sadarkan diri, kepergian Lily Udgam duga karena gadis itu terlalu syok dengan semua yang menimpanya.

__ADS_1


Flashback off.


Seperti ada bom atom yang meledak di hati wanita itu saat matanya menatap dua orang yang kini juga menatap nya.


Wanita itu sampai tak mampu lagi untuk sekedar bersuara, bagaimana kehidupan terus mempermainkannya seperti ini.


Melihat wajah tuan Sean perasaan Lily hancur meskipun bersama itu ada juga kelegaan bisa sedikit mengobati rasa rindunya. Ternyata waktu tidak bisa membuatnya lupa pada orang yang teramat ia cintai. Lily menekan perasaan nya agar tidak berlari kepelukan pria itu.


Berbeda dengan tuan Sean yang tidak lagi memperdulikan dimana dan kebenaran siapa wanita itu.


Pria itu berlari untuk menubruk maju wanita yang sudah sekian lama menyiksa hatinya, tuan Sean tidak perduli apapun termasuk jika pria yang bersama dengan mantan istrinya adalah suami wanita itu yang sekarang. tuan Sean hanya ingin mencuri sedikit kebahagiaan untuk dirinya sendiri.


" Aku iklas jika malaikat mencabut nyawa ku sekarang, disaat aku berada di pelukan wanita yang teramat aku cintai" Ungkap tuan Sean dengan tubuh yang memeluk wanita bernama Nona Phalosa dengan begitu erat seperti tak ingin melepaskan.


Lily sendiri tidak melakukan apapun karena terlalu syok, tidak hanya karena pelukan tuan Sean yang tiba-tiba, tetapi juga perkatan ptia itu yang di dengar nya, dia membiarkan pria itu memeluknya tanpa melakukan perlawanan apapun, apalagi untuk membalas pelukannya.


Waktu terasa berhenti untuk kedua nya, hal biasa sebenarnya berpelukan di bandara seperti itu, bagi sebagian orang memang bandara adalah tempat perjumpaan dan perpisahan jadi perbuatan mereka tidak mengundang perhatian.


Hanya masalah nya mereka bukan lagi pasangan kekasih atau suami istri, mereka hanya sepasang mantan.


Ozzu tidak pernah putus doa supaya ada jalan untuk papanya bertemu dengan Lily, doa anak yang tulus untuk seorang Ayah yang rela mengorbankan kebahagiaan demi anak tak tau diri seperti nya, saat ini pemuda itu tersenyum tetapi air matanya jatuh. Entah bagaimana kehidupan Lily sebelumnya, melihat dia yang sekarang Ozzu yakin wanita itu hidup dengan layak, Ozzu hanya ingin Papanya memaafkan dirinya yang sudah memisahkan mereka dengan begitu keji. Ozzu tau Papanya hidup dihantui oleh rasa bersalah dan juga penyesalan selama ini, hari ini ia baru menyaksikan bagaimana kebahagiaan pria itu saat menemukan hal yang paling berharga di hidupnya.


Mungkin hadirnya Lily adalah wujud doa seorang anak yang dikabulkan Tuhan. Ozzu benar-benar berharap Ayahnya bisa bahagia di masa tuanya, siapapun yang mendampinginya nanti, Ozzu tidak akan lagi mempermasalahkannya, cukup sekali dia bodoh. Dia tidak ingin jadi anak durhaka kedua kalinya.

__ADS_1


__ADS_2