
Udgam mengemudi dengan tenang dan Lily hanya diam, tidak berani memperhatikan, Lily hanya sesekali melihat lengan besarnya tanpa berani menatap pria di sampingnya terus terang.
Karena sopir Udgam harus menjemput sang Mama, jadilah Udgam yang mengantarkan Lily untuk menjemput barangnya.
" Kok, rasanya Lily seperti seorang istri yang di asingkan ya Kak!" Lily akhirnya membuka suara setelah merasa tidak bisa menanggung gundah hatinya seorang diri.
Tidak tau kenapa Udgam juga ikut merasakan beban hati wanita yang duduk di sampingnya.
" Beri waktu kak Sean berpikir, percayalah semua akan indah pada waktunya."
Mereka akan pergi kerumah Lily bersama Tuan Sean, Udgam sudah membicarakan soal Lily yang akan melanjutkan pendidikan, tuan Sean setuju, karena tuan Sean sendiri masih bingung dengan keadaan keluarganya, mempertahankan Lily berarti menyakiti perasaan putranya.
Tuan Sean juga masih dalam keadaan sakit tidak mungkin bisa melindungi Lily dirinya menitipkan Lily sementara waktu bersama Tante dan sepupunya yang tuan Sean tau mereka orang yang tulus.
Flashback On
Tuan Sean menegur Nyonya Natalia di depan Lily, Nyonya Valeria, dan Ozzu. Namun bukannya takut Nyonya Natalia justru menampar wajah Lily dengan begitu kuat, nyonya Natalia mengamuk dan terus berusaha menyerang Lily, membuat Ozzu terpaksa menarik Mama nya keluar ruangan bersama dengan dua sekuriti, membuat tuan Sean gundah.
Udgam masuk kekamar begitu melihat nyonya Natalia di bawa keluar dengan paksa.
" Udgam, kau disini."
Tuan Sean juga langsung menyapa sepupunya.
Udgam juga bercerita selama pergi Lily tinggal di rumah mereka.
" Aku ingin bicara berdua dengan mu" Tutur tuan Sean yang membuat selain Udgam meninggalkan ruangannya.
" Bagaimana keadaan Kaka?" Udgam mendekati sepupunya.
" Alhamdulillah sudah sedikit lebih baik."
" Kaka ingin bicara apa?" Udgam langsung menanyakan Kaka sepupunya.
" Ini soal istriku dan Ozzu."
Udgam masih menyimak dan membiarkan tuan Sean bercerita.
" Aku menyayangi Lily, tetapi hubungan kami tidak sehat karena Ozzu juga menginginkannya, jika ku tanya sebagai seorang pria apa kau tertarik pada Lily?"
" Dia cantik, lembut dan kurasa dia layak untuk diinginkan banyak pria, terlebih jika sudah mengenal pribadinya yang santun."
Udgam hanya memberi gambaran bahwa Lily layak untuk diinginkan banyak pria, tidak menjawab ketertarikannya, karena kenyataannya dia bukan pria brengsek yang akan merebut istri orang, meski dia ingin.
" Aku akan sangat sedih jika harus melepasnya, tetapi aku juga tidak ingin putraku sakit hati jika terus melihat kami bersama." ujar tuan Sean.
" Meskipun Kaka menceraikan Lily, Ozzu tetap tidak bisa menikahinya."
__ADS_1
" Aku sedang membahas sebuah hubungan, Ozzu pasti akan sakit hati melihat kebersamaan kami, Ozzu hanya memiliki aku yang menyayangi nya, tidak mungkin aku bisa membuangnya dari hidupku, sementara aku adalah Papanya, meminta Ozzu menjauh dariku itu sama saja menutup dunianya."
" Apa yang sebenarnya ingin Kaka sampaikan?"
" Aku ingin menitipkan Lily untuk sementara, aku khawatir tidak bisa melindunginya sementara waktu dari Mama, dan juga Natalia."
" Kak, sebaiknya Kaka tanyakan pada hati Kaka, ini Kaka lakukan untuk mempertahankan sebuah hubungan atau hanya sekedar menunda perpisahan?, karena jika hanya suatu penundaan, ku pikir lakukan sekarang saja, jangan menunggu terlalu lama, akan lebih baik mengakhiri sekarang agar tidak menimbulkan luka yang dalam."
Tuan Sean terdiam begitu saja, dia juga sedang tidak tau apa yang sebenarnya harus dilakukan, mempertahankan rumah tangganya sama saja menjauhkan diri dari putranya, melepaskan Lily, apakah dirinya sanggup?.
" Apa kau keberatan jika Lily tinggal untuk sementara waktu?"
Udgam menghela napas panjang.
" Aku berjanji akan segera mengambil keputusan dan menjemputnya!"
" Apa yang musti aku katakan padanya." tanya Udgam pada tuan Sean yang masih berbaring lemah.
" Hanya sementara waktu, setidaknya sampai aku pulih, kau bisa memberinya pengertian, aku mempercayai mu, aku tidak ingin membuatnya tersinggung dengan mengatakannya secara langsung!"
Udgam setuju, dan juga menyampaikan keinginannya untuk mengajak Lily kembali melanjutkan pendidikan.
" Ya, kurasa itu lebih baik, setidaknya dia tidak akan jenuh"
Flashback end
Lily yang baru turun dari mobil disambut antusias oleh Bi Sum, wanita itu mengira Lily akan kembali tinggal dan sudah begitu saja meluapkan kelegaan nya, biar bagaimanapun, Bi Sum orang yang paling tau keadaan Tuan Sean saat Lily memutuskan pergi dari rumah, tuan Sean mencarinya kemana-mana, membiarkan perutnya kosong, mata nya cekung karena tidak beristirahat.
" Oh, ya Tuhaaaaaan.... akhirnya kau kembali Li!" air mata Bi Sum meluncur deras, bersyukur akhirnya Lily pulang. Tetapi wajah Bi Sum langsung berpaling begitu mendengar suara pria lain.
" Assalamualaikum, Bi."
Bi Sum langsung melihat kearah Udgam, yang sudah berdiri di samping Lily.
" Waalaikumsalam, Tuan Udin." ujar nya sedikit terkejut, melihat sepupu Tuanya' yang datang bersama Lily.
" Bibi apa kabar?"
Bukannya menjawab Bi Sum malah kelihatan linglung menatap Udgam dan Lily bergantian.
" Bi, saya kemari diminta kak Sean untuk mengambil barang-barang Lily yang tertinggal" tutur Udgam yang pada akhirnya membuat Bi Sum sadar.
" Memangnya Lily mau dibawa kemana Tuan?"
" Untuk sementara waktu kak Sean meminta Lily tinggal di rumah, supaya ada yang jaga Bi, takut kalau ada harimau betina gigit." kelakar Udgam membuat Bi Sum tertawa kecil.
" Masuk dulu Tuan, biar Bibi siapkan!"
__ADS_1
Udgam masuk bersama dengan Lily.
" Kak Udgam Lily bantu Bibi ya!." Udgam membiarkan Lily pergi untuk membantu Bi Sum, sementara Yuyun sudah membuatkan minuman.
" Li, apa hubungan mu bersama tuan Sean baik-baik saja?"
Bi Sum yang melihat Lily ikut masuk kedalam kamar langsung menanyai gadis yang sudah di anggap putri nya.
" Iya, Bibi." Lily berusaha menarik bibirnya untuk tersenyum, karena tidak ingin membuat Bi Sum ikut khawatir.
Bagaimanapun Lily tidak ingin mengumbar masalah rumah tangganya, jikapun sesekali meminta nasehat, akan tetapi sebuah hubungan rumah tangga harus menjadi rahasia dua insan.
" Bibi hanya khawatir, karena seharusnya tuan Sean memintamu untuk menemaninya di rumah sakit, bukannya malah menitipkan mu di rumah Tuan Udin."
Sebenarnya itu juga yang tengah di pikirkan Lily, 'Harusnya tuan Sean mau memberinya penjelasan mengapa dia harus tinggal di rumah nyonya Duby dan Udgam, sementara suaminya masih dirawat di rumah sakit, apa sebenarnya tuan Sean tidak menyukai kehadirannya?, lantas mengapa saat pertama kali sadar tuan Sean mengaku rindu?'
" Mungkin karena tadi Lily kembali di tampar oleh Nyonya Natalia Bibi, jadi mas Sean cemas kalau-kalau nyonya Natalia kembali menyakiti Lily, apa lagi nyonya Natalia sedang hamil, takut mempengaruhi kesehatan dedenya mungkin" Lily menjawab yang menurutnya masuk akal, meskipun sebenarnya dia sendiri tidak tau alasan pasti suaminya.
********
" Oh brengsek!"
Wajah Ozzu sampai berpaling ketika nyonya Natalia menampar nya dengan sekuat tenaga.
" Dasar anak tak tahu diri, kau melawan ku haaaaa......?"
Dada Nyonya Natalia naik turun meluapkan emosinya terhadap Ozzu.
" Jangan karena Sean terus membelamu kau berani kurang ajar padaku, kau tau Ozzu, mungkin sudah saatnya kau tau bahwa kau tak lebih hanyalah seonggok sampah yang tak berguna."
" Mama!"
Ozzu yang tidak tahan berteriak dan menatap nanar Nyonya Natalia yang tersenyum miring menatanya.
" Mau tau rahasia?" ujar Nyonya Natalia memutari tubuh Ozzu yang berdiri tak bergemin, selain hanya tangan pemuda itu yang terkepal kuat.
" Rahasia mengapa kamu harus terus memihakku, rahasia mengapa kau harus terus mendukung ku, sebuah rahasia yang jika diketahui Sean dia tidak akan pernah memperdulikan mu, atau mungkin Sean justru akan membuang mu!"
" A-apa?" Ozzu menatap Mamanya, yang mendekatkan bibir ketelinganya, sebelum kemudian wanita itu tertawa jahat.
" Tidak mungkin!"
Kata Ozzu yang disambut gelak tawa dan seringai kejam dari nyonya Natalia.
########
jangan lupa jejak cintanya.....
__ADS_1
happy reading...