Rana

Rana
Larut.


__ADS_3

Rana yang masih diliputi kesedihannya terus saja menangis meratapi kesedihannya yang dimana ia telah dicurangi suaminya kembali,rana bersedih karena telah gagal sebagai wanita dan istri.Memberi anak ke tami aja dia tidak mampu,begitulah semua yang ada dibenak rana.Rana yang terlihat kacau berulang kali mengusap air matanya yang terus mengalir membasahi pipinya.


Sudah berhari-hari tami pergi bahkan tidak sekali pun tami menghubungi rana hanya untuk menanyakan kabarnya,tami seolah lupa akan rana yang ia tinggal pergi setelah rana mengetahui hubungannya dengan desi.Rana terus menunggu tami namun di hari ketujuh tami tindak menunjukkan batang hidungnya dan itu juga yang membuat rana semakin yakin untuk pergi meninggalkan tami tepatnya mundur sebagai istri tami.Setelah mengemasi pakaian seadanya rana meletakkan secarik kertas dan cincin pernikahannya di nakas yang tepat di sebelah ranjangnya.


"Aku datang tanpa membawa apa-apa maka aku pergi tanpa membawa apa pun" rana pun keluar dari kamarnya.berbekal sisa uang yang ia miliki rana pergi meninggalkan rumah tempat ia dan tami tinggal bersama selama keduanya menikah,rumah penuh kenangan itu kini tanpa penghuni.


Rana pun segera masuk ke taxi online yang telah ia pesan sebelumnya,tapa menoleh lagi rana meminta sopir taxi agar segera menjalankan kendaraannya.Tidak butuh waktu lama rana telah tiba di stasiun kereta api yang akan mengantarkannya ke kota M untuk memulai kehidupannya yang baru.Rana pun segera masuk dan mencari tempat duduknya,setelah kereta api meninggalkan stasiun rana pun mengirim pesan singkat untuk tami.


"Aku pergi,aku datang tanpa membawa apa pun dan aku pergi tanpa membawa apa pun" setelah mengirim pesan rana pun segera menonaktifkan ponselnya.

__ADS_1


Tami yang telah menerima pesan singkat dari rana segera pulang untuk memastikan apakah benar rana telah pergi,berulang kali tami menghubungi nomor ponsel rana namun ponsel rana telah mati.Tami pun mempercepat laju mobilnya berharap rana masih dirumah.Tami berlari memasuki rumahnya mencari keberadaan rana dengan terus memanggil nama istrinya itu namun setelah memeriksa seluruh isi ruang rana tidak berada disana.Tami pun meraih secarik kertas dan cincin yang selama ini melingkar dijari rana,tami pun membaca isi surat yang ditinggalkan rana.Tami pun segera keluar dari rumah dengan kecepatan tinggi tami mencari keberadaan rana namun setelah mencari dan terus menghubungi nomor ponsel rana yang tidak tersambung itu membuat tami putus asa dan melampiaskan kekesalannya dengan memukul stir mobilnya.


"Sial!kau ada dimana rana?" lelah mencari tami pun memutuskan untuk kembali kerumah desi dan menceritakan semuanya ke wanita yang tengah mengandung buah hatinya itu.


"Mungkin ini yang terbaik mas"


"Mbak rana bukan anak kecil lagi mas,aku yakin dia bisa menghidupi dirinya sendiri'


"Aku takut dia akan berbuat nekat"

__ADS_1


"Bunuh diri maksud mas?"


"Iya"


"Mas jangan berpikir seperti itu,aku yakin mbak rana baik-baik saja dan masih bisa berpikir dengan jernih"


"Semoga saja"


"Mandilah setelah itu kita makan,anakmu ini sudah minta makan" kata desi mengalihkan perhatian tami ke rana yang pergi entah kemana,desi lega karena rana telah pergi itu artinya dialah yang akan menjadi satu-datunya wanita yang mendampingi tami.

__ADS_1


__ADS_2