Rana

Rana
Program anak.


__ADS_3

Herdian pun duduk dengan menatap nuria dengan tatapan yang sangat serius.


"Dari mana saja kau?" tanya herdian.


"Aku pergi kesuatu tempat" jawab nuria singkat.


"Aku ingin kita memulai program untuk memiliki anak,apa kau siap?"


"Aku siap" jawab nuria singkat.


"Baiklah kalau begitu,apakah kau siap sekarang?" tanya herdian lagi.


"Baiklah kita mulai sekarang saja" kata nuria mulai membuka bajunya dan kedua pasangan itu pun mulai melakukan penyatuan dan berakhir dengan keduanya tidur dengan saling berpelukan.


Hari demi hari telah berganti dengan bulan namun nuria belum juga menunjukkan tanda-tanda akan hamil,setahun berlalu begitu saja dan malam itu kedua orang tua herdian pun kembali menanyakan kapan mereka akan memberikan mereka cucu karena diusia mereka sudah seharusnya menimang cucu.


"Bagaimana nuria apakah sudah ada tanda-tanda kalau kau sudah mengandung?" tanya widia yang tidak lain adalah mertua nuria.


"Belum mami" jawab nuria dengan menahan kesal dihatinya karena sejujurnya ia juga sanga menginginkan adanya janin dirahimnya.


"Bagaimana kalau kalian mengikuti program bayi tabung saja?" kata widia sambil menyeruput secangkir teh melati kesukaannya.


"Baiklah mami kami akan mengikuti saran dari mami" herdian pun menimpali.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan perusahaan?" tanya faisal.


"Semua berjalan lancar pi" jawab herdian.


"Baiklah kalau begitu,papi kekamar kalian lanjutkan saja"


"Kami juga pamit ke kamar mi" herdian pun mengajak istrinya ke kamar.


Setelah berada dikamar nuria yang sedang resah karena tidak kunjung hamil lalu segera menyambar handuknya dan berjalan cepat ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,air yang mengalir ketubuhnya membuat pikirannya menjadi jernih,nuria kembali memikirkan anak yang pernah ia sia-siakan itu.Seelah merasakan tubuhnya bersih dengan cepat nuria pun menghampiri suaminya untuk mengutarakan nianya unuk merebut kembali anak yang pernah ia lahirkan itu.


"Bagaimana kalau kita mengambil kembali anak itu?"


"Apa kau gila?apa yang harus aku katakan ke papi dan mami tentang anak itu?lalu apa kau tahu dimana ia berada sekarang?"


"Lalu bagaimana caranya kau akan menjelaskan ke kedua orang tuaku?"


"Kita harus mengatakan yang sebenarnya karena aku yakin kedua orang tuamu akan mengerti karena pada waktu itu kita belum dewasa dan belum siap untuk memiliki anak"


"Tapi apakah orang yang mengasuh anak kita dengan mudah menyerahkannya begiu saja?bagaimana kalau mereka memeras kita?"


"Berikan saja mereka sedikit uang,1 miliar mungkin"


"Bagaimana kalau mereka meminta lebih?aku tidak mau karena ide gilamu itu aku harus hidup miskin"

__ADS_1


"Lalu kita harus bagaimana?"


"Kita coba program bayi tabung saja,setelah itu kita pikirkan lagi caranya"


"Terserah kau saja" kata nuria lalu naik ke kasur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Sementara rana menajalani hidupnya sebagai orang tua tunggal,seiap harinya rana mengantar lintang kesekolah dan siang harinya ia akan berjalan kaki menjemputtnya untuk pulang ke toko dan melanjutkan pekerjaannya.


"Rana,bisa ibu bicara sebentar nak?"


"Tentu bu"


"Apa kamu tidak memikirkan untuk mencari pendamping hidupmu?"


"Siapa yang mau dengan saya bu yang notabenenya ibu tunggal ditambah aku ini masih sah istri orang"


"Urus perceraianmu dengannya dan menikahlah dengan anak ibu"


"Apa!"


"Ya menikahlah dan jadi menantu ibu"


"Apa aku pantas bu menerima kebaikan ibu?"

__ADS_1


"Tentu nak"


__ADS_2