Rana

Rana
Maukah kau bersamaku?


__ADS_3

Setelah nuriah selesai dari toilet dan melihat suasana menuju kebisokop sepi boy pun mendorong tubuh nuria ke dinding lalu menatap wajah nuria dengan penuh kekaguman.


"Apa yang kau lakukan?" tnaya nuria yang mendapat perlakuan mendadak boy.


"Maukah kau bersamaku?tinggalkan dia kalau kau tidak bahagia" itulah yang sedari tadi ingin boy katakan.


"Aku tidak mengerti apa maksudmu" nuria mengalihkan pandangannya ke arah lain karena takut ada yang melihat apa yang dilakukan boy.


"Ceraikan dia lalu menikahlah denganku" boy pun semakin mendekatkan wajahnya.


"Aku tidak bisa boy kau tahu aku dan dia bersama sejak kami masih sama-sama kuliah" jawab nuria lalu mendorong tubuh boy agar menjauh.


"Apa kau bahagia bersama dia?apa aku tidak pantas bersamamu?" tanya boy membuat nuria terdiam tidak bisa berkata apa-apa.


"Bu-bukan begitu maksudku" nuria pun mencoba menjelaskan.


"Kau tidak menyukaiku,begitu?" kata boy berusaha mencari jawaban di wajah nuria.


"Aku..aku"


"Jawabannya sudah jelas kau menolakku" boy pun pergi namun nuria mengejarnya.


"Aku tidak menolakmu tapi kita baru saja kenal,maksudku biarkan aku mengenalmu lebih dekat lagi" mendengar apa yang diucapkan oleh nuria membuat boy sadar kalau ia terlalu terburu-buru.

__ADS_1


"Maaf karena aku terlalu terburu-buru,aku akan memberimu waktu" boy pun meraih tangan nuria lalu mencium punggung lengan wanita itu dengan kecupan lembut.


"Apa kau masih mau melanjutkan nonton?" nuria pun menunjuk ke arah pintu bioskop.


"Aku sudah tidak berminat,bagaimana kalau kita kesuatu tempat saja?"


"Terserah kamu saja" keduanya pun meninggalkan gedubg bioskop lalu menuju keparkiran,boy membukakan pintu untuk nuria.apa yang boy lakukan membuat nuria merasa sangat dicintai dan tentu saja ia sangat terharu mendapatkan perlakukan istimewah dari boy


"Baiklah nyonya eratkan sabukmu karena aku akan membawamu kesuatu tempat yang aku yakin kau akan menyukainya"


"Baiklah aku akan menikmati perjalanan ini" jawab nuria dengan senyuman manisnya.


Keduanya pun tiba didanau setelah menempuh perjalanan selama 1 jam lamanya,nuria turun lalu sgera menuju pinggir danau dengan sedikit berlari,udara yang bersih dengan memandangan yang indah membuat nuria ingin berlama lama disana.


"Bagaimana apa kau menyukainya?"tanya boy.


"Aku sering kesini kalau suasana hatiku sedang buruk,kedua orang tuaku menyukai tempat ini dan kami selalu piknik di danau ini ketika aku kecil" jawab boy yang kembali mengenang masa-masa indahnya.


"Masa kecilmu sangat bahagia ya" kata nuria dengan menatap ke wajah tampan boy.


"Bagaimana dengan masa kecilmu?" tanya boy yang penasaran ingin mengetahui kehidupan wanita yang ia sukai itu namun nuria hanya diam lalu berjalan ke arah lain menghindari pertanyaan boy yang membuatnya sedih.


"Aku tidak ingin bercerita bolehkan?karena kita kesini untuk bersenang-senang"

__ADS_1


"Baiklah kalau kau tidak ingin berbagi denganku,kita kesana"


"Hem.." jawab nuria singkat lalu mengikuti langkah boy dan boy pun memberanikan diri menggenggam tangan nuria dan melihat tidak ada penolakan dari nuria boy merasa senang.


Keduanya pun menikmati suasana di danau itu,melihat nuria kedinginan boy pun mendekatkan tubuhnya agar merapat ke tubuh nuria agar wanita yang ia sukai itu lebih hangat lagi.


"Kau kedinginan?"


"Sedikit"


"Tunggu disini" boy pun pergi dengan sedikit berlari lalu kembali dengan membawa minuman panas dan jaket ditangannya.


"Kau pergi membeli ini semua?" tanya nuria tidak percaya dengan apa yang dilakukan pria itu.


"Ya pakailah agar kau sedikit lebih hangat"


"Terima kasih" nuria pun segera menggenakan jaket pemberian boy.


"Tidak perlu berterima kasih ini sudah sewajarnya dilakukan pria ketika bersama dengan wanita apa lagi wanita yang ia sukai"


"Kau mulai lagi boy" jawab nuria dengan rona di pipinya.


"Minumlah" boy pun memberikan minuman panas untuk nuria lalu keduanya duduk bersebelahan dan menikmati minuman panas itu.

__ADS_1


"Bagaimana kau mengetahui aku menyukai minuman berbauu coklat boy?"


"Entahlah mungkin hanya kebetulan saja" jawab boy tanpa melihat ke arah nuria.


__ADS_2