
Lima tahun telah berlalu dan waktu begitu cepat berlalu namun masih ada didalam ingatan nuria bagaimana ia melahirkan anak yang ada didalam kandungannya yang hanya dibantu bidan di kota M.Nuria menyesali apa yang telah ia lakukan bersama kekasihnya yang pengecut itu,lelaki yang telah menanamkan benih dirahimnya namun tidak bersedia bertanggung jawab.ingatan nuria pun kembali ke masa lalu saat ia mengabari kekasihnya itu kalau ia tengah berbadan dua.
"Bagaimana kalau aku hamil?" tanya nuria.
"Aku akan bertanggung jawab nuria sayang"
"Tapi bagaimana dengan kuliah kita?"
"Aku pastikan kita tetap akan kuliah,bila perlu kita kuliah diluar negeri"
"Tapi aku takut karena ini pertama bagiku"
"Ssstt! aku akan melakukannya perlahan,bukankah kau mencintaiku?" tanya herdian lagi.
"Aku mencintaimu bahkan aku rela melakukan apa saja untukmu,lakukanlah" kata nuria lalu memejamkan matanya pasrah.
Tidak ingin membuang waktu herdian pun melancarkan aksinya,kalau semula herdian melakukannya dengan lembut tapi sekarang herdian melakukannya dengan sangat kasar,setelah mencapai puncaknya herdian pun berbaring disamping nuria setelah terlebih dahulu mengecup kening kekasihnya.
"Terima kasih sayang,jangan menangis nanti kau juga akan terbiasa"
"Aku takut dan ini sangat sakit,perih " kata nuria lalu memeluk herdian.
"Maafkan aku" herdian pun mengusap punggung nuria lalu keduanya tertidur lelap.
Disetiap ada kesempatan kedua pasangan kekasih itu kerap melakukan hubungan layaknya suami istri,hingga akhirnya dipagi hari nuria berlari menuju ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya yang tiba-tiba saja bergejolak itu.
Wuek...wuek! setelah selesai nuria pun terduduk lemas di lantai kamar mandi.nuria mula panik karena bulan ini dia tidak kunjung mendapat tamu bulanannya yang semula lancar setiap bulannya.Nuria pun bergegas bangun mengambil kalender yang ada di meja belajarnya,tangannya pun bergetar karena sudah 1 bulan ia telat haid.Nuria pun segera mengambil dompetnya lalu bergegas pergi untuk membeli alat tes kehamilan,Walau pun merasa malu karena semua mata tertuju padanya namun nuria tidak gentar,setelah mendapat apa yang dia inginkan nuria pun segera pergi setelah membayar.Setibanya dirumah nuria pun segera melakukan test dan betapa terkejutnya dia melihat garis dua dari alat tes kehamilan itu.
"Positif! bagaimana ini?" kata nuria.baru saja nuria ingin mengabari herdian lewat sambungan teleponnya namun herdian lebih dahulu menghubunginya.
"Sayang bisa bertemu hari ini?aku merindukanmu" kata herdian dengan nada manja.
"Baik aku akan menemuimu,dimana kita bertemu?" tanya nuria lagi.
"Dirumah saja sayang,papi mami pergi selema seminggu kita bisa berduaan sepuasnya"
"Baik aku segera kesana" nuria pun menutup sambungan telepon lalu bersiap untuk mandi.
"Ini kesempatanku untuk mengabarinya tentang anak yang ada dikandunganku" kata nuria
Setelah berdandan sedikit nuria pun bergegas menuju ke rumah herdian dengan taxi yang telah ia pesan,tidak butuh waktu lama nuria telah tiba didepan rumah kekasihnya yang notabenenya adalah anak orang kaya.Nuria disambut asisten rumah tangga yang berusia sekitar 40 tahun itu,wanita yang telah bekerja cukup lama di kediaman herdian.
"Non sudah datang?den herdian menunggu diruang nonton"
"Terima kasih bik,nuria masuk ya"
__ADS_1
"Silahkan non"
"Sayang kau sudah datang,ooh aku merindukanmu"
"Aku juga merindukanmu sayang" nuria pun membalas pelukan hangat kekasihnya.
"Ayo ke kamarku"
"Aku lapar sayang"
"Kau belum makan?" tanya herdian yang dijawab gelengan kepala nuria.
"Ayo kita keruang makan,bibik masak banyak" nuriah makan dengan lahap dan nuriah makan sangat banyak,itu semua karena nuria tengah berbadan dua,herdian yang melihat nafsu makan kekasihnya hanya duduk terpaku menyaksikan nuria makan.
"Kenapa?" tanya nuria yang menyadari herdian menatapnya heran.
"Kau makan banyak sekali?"
"Aku lapar,aku bahkan bisa menghabiskan semua makanan yang ada dimeja ini"
"Makanlah asal kau sanggup dan itu bisa membuatmu bahagia maka aku akan ikut bahagia sayang" nuria makan tanpa menghiraukan herdian,setelah merasa kenyang keduanya pun segera menuju ke kamar herdian,tidak ingin mengulur waktu herdian segera melancarkan aksinya dengan melakukan penyatuan bersama nuria.melihat kekasihnya telah terkapar disampingnya nuria bangun tanpa terlebih dahulu memakai pakaiannya,nuria pun segera mengambil alat test kehamilannya lalu menyerahkannya ke herdian.
"Nih" nuria pun menyerahkan ke tangan herdian.
"Apa ini?"
"Kau hamil?"
"Ya" jawab nuria singkat.
"Tapi aku masih kuliah sayang"
"Sama aku juga masih kuliah"
"Oh my god,aku harus bagaimana?" herdian pun bangun lalu menjambak rambutnya sendiri sambil berjalan kesana dan kemari bingung dengan apa yang tengah ia hadapi.
"Kita harus menikah karena perutku ini akan semakin membesar"
"Tidak..tidak,aku tidak mau menikah muda karena aku pewaris satu-satunya"
"Lalu aku harus bagaimana?" tanya nuria mulai kesal.
"Tenanglah sayang kita akan memecahkan masalah ini bersama" herdian pun membujuk nuria agar tidak marah padanya.lalu membawa nuria kedalam pelukannya,nuria pun tertidur didalam pelukan herdian,melihat nuria tertidur herdian pun pergi dengan mengendarai mobilnya menuju ke apotik untuk membeli obat untuk menggugurkan kandungan nuria sehingga tidak ada lagi yang bisa menghentikannya untuk tetap bisa kuliah.
"Dari mana saja kau?" tanya nuria dengan wajah menahan amarah karena bangun dan tidak mendapati herdian disampingnya.
__ADS_1
"Aku pergi membeli sesuatu" herdian pun memberikan sebungkus obat-obatan ketangan nuria.
"Apa ini?" tanya nuria.
"Obat ini bisa menyelesaikan masalah yang sedfang kita hadapi"
"Kau gila!kau ingin aku menggugurkan kandungan ini?" tanya nuria marah.
"Hanya ini satu-satunya cara agar kita bisa tetap kuliah nuria"
"Aku tidak bisa dan aku tidak mau membunuh anak yang ada didalam kandunganku"
"Lalu kau mau masa depan kita hancur?"
"Kita harus segera menikah karena kau telah berjanji akan bertanggung jawab"
"Aku mengatakan itu agar kau mau melakukannya denganku tidak lebih"
"Dasar baj*ngan" nuria pun mengambil tasnya lalu bergegas pergi meninggalkan herdian
"Nuria tunggu!" herdian pun mengejar dan menarik nuria.
"Lepaskan aku" nuria pun berontak.
"Dengarkan aku,kita bicarakan baik-baik"
"Katakan" jawab nuria dengan wajah masih dengan penuh amarah.
"Oke-oke kita tidak akan menggugurkan kandungan ini,kau bisa melahirkannya lalu titipkan ke panti asuhan atau kau bisa menyerahkannya kepasangan yang tidak memiliki anak"
"Kau pengecut!"
"Lalu apa kau mau ke kampus dengan perut membuncitmu itu?"
"Lalu aku harus bagaimana"
"Dengarkan aku,untuk sementara kau cuti kuliah,setelah anak ini lahir kau bisa meneruskan kuliah"
"Baik,tapi aku tidak mau menjalaninya sendirian"
"Aku akan menemanimu,kita akan tinggal bersama tapi tidak disini"
"Baik aku setuju"
Nuria yang telah berhenti kuliah menjalani kehidupannya dengan perut yang semakin membesar,nuria pun terpaksa mengungsi ke kota M sampai ia melahirkan.Setiap harinya setelah pulang kuliah herdian datang mengunjungi nuria dengan membawa makanan yang di idamkannya,nuria mengidam banyak makanan dan herdian selalu menyanggupinya.
__ADS_1