
Rana yang telah tiba di rumah kontrakannya langsung merebahkan tubuhnya di kasur,tubuhnya terasa sangat lelah setelah seharian bekerja.Masih ada dalam ingatannya pembicaraan antara dirinya dan ibu ratih ditoko,wanita yang sudah dianggap seperti ibu sendiri itu begitu perhatian padanya.
"Apakah aku harus segera mengurus perpisahan dengan tami?" kata rana pelan.
Rana yang terlelap dalam mimpinya malam itu terusik karena tangisan bayi,tangisan bayi itu terasa sangat dekat.rana pun melanjutkan tidurnya namun tangisan bayi itu tidak kunjung berhenti.Rana pun bangun lalu mencari asal suara lalu memberanikan diri untuk membuka pintu rumahnya dan betapa terkejutnya dia melihat bayi yang ada didalam kardus tepat di depan pintu rumahnya itu.
"Bayi siapa ini?kenapa ibunya sampai hati meninggalkannya didepan pintu?" rana pun langsung menggendong bayi mungil tak berdosa itu ke dalam rumah lalu menyelimuti bayi malang itu agar hangat,rana pun menghubungi ibu ratih agar segera kerumahnya.
"Maaf bu rana menghubungi ibu malam-malam begini,ada bayi dibuang tepat didepan pintu rumah rana"
"Apa!!tunggu ibu,ibu akan kesana bersama ketua RT setempat"
"Baik bu" dan beberapa menit kemudian ibu ratih yang selaku pemilik rumah pun datang bersama beberapa warga setempat.
__ADS_1
"Kira-kira bayi siapa ini?apakah ada warga disini yang sedang mengandung?" tanya pak RT.
"Sepertinya ini bukan ulah warga disini,mana mungkin membuang bayinya tidak jauh dari kediamannya"
"Ibu akan meminjam beberapa pakaian bayi ke tetangga" ibu ratih pun pergi,kejadian penemuan bayi pun membuat warga berbondong-bondong mendatangi rumah rana.
"Sebaiknya mbak rana adopsi saja bayi ini,mungkin ini sudah jalan dari tuhan" kata warga yang ada di rumah rana.
"Saya tidak bisa merawat bayi ini pak RT karena saya harus bekerja"
"Sudahlah mbak diterima saja dan dirawat seperti anak mbak sendiri" kata beberapa tetangga rana lainnya.
"Bisakah mbak merawatnya untuk sementara waktu?besok saya akan membawa bayi ini ke panti asuhan yang tidak jauh dari sini"
__ADS_1
"Baik pak saya akan merawatnya untuk sementara waktu"
"Baiklah kalau begitu kami permisi" pak RT dan warga pun meninggalkan rumah rana,tinggallah ibu ratih.
"Ibu akan mengambil susu formula di toko,kamu tunggu disini"
"Baik bu,terima kasih"
Malam itu rana pun resmi merawat bayi yang ditinggalkan didepan rumahnya,ada rasa bahagia karena sekarang ia memiliki bayi karena sedari dulu ia ingin memiliki anak.Karena selama menikah dengan tami anak yang dinantikan tidak kunjung hadir didalam kehidupannya,walau pun rana dan tami memutuskan untuk mengadopsi anak di panti asuhan namun keinginan itu belum terwujud perselingkuhan tami dan desi justru terungkap.Lalu rana pun memutuskan untuk pergi dari kehidupan tami,berpisah adalah jalan terbaik baginya karena tami telah bahagia bersama desi yang telah memberinya anak.
"Kenapa kamu hadir diwaktu yang tidak tepat nak?" kata rana sambil megelus pipi ranum bayi yang baru saja ia rawat itu.
Rana pun tidur disamping bayi malang itu,bayi yang belum diberi nama.entah apa yang ada dipikiran ibu dari bayi malang itu,bagaimana bisa seorang ibu tega membuang bayinya sendiri sementara diluar sana banyak pasangan yang memimpikan memiliki anak namun tidak kunjung mereka dapatkan.Rana pun terlelap dalam tidurnya lalu terbangun dipagi hari karena mendengar tangisan bayi,rana pun mengecek apakah bayi itu buang air?setelah melihat tidak ada tanda-tanda bayi itu buang air rana pun bangun lalu bergegas menyiapkan susu untuk bayi malang itu.
__ADS_1