Rana

Rana
Jantungku.


__ADS_3

Herdian yang sering mengomsumsi minuman beralkohol hari itu merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya,herdian kerap merasakan sakit di dadanya namun herdian mengabaikannya.


"Ada apa?apa kau sedang sakit?" tanya rana yang sedang berjalan di samping herdian karena hari ini adalah hari dimana herdian mendapat jatah untuk menghabiskan waktu bersama lintang anaknya.


"Aah tidak " jawab herdian cepat.


"Kau yakin?"


"Ya" jawab herdian.


Belum lama bermain herdian kembali merasakan sakit didadanya lalu keringat pun membasahi keningnya.Melihat ada yang tidak beres dengan herdian rana pun segera menghampirinya untuk memriksa keadaannya.


"Ada apa denganmu?" tanya rana panik.


"Dadaku sakit sekali" jawab  herdian dengan cepat.


"Ayo kita kerumah sakit,lintang ayo ikut ibu" rana pun mencari kunci mobil herdian lalu memapah herdian ke mobil dan memasangkan sabuk pengaman untuk herdian lalu segera membantu lintang duduk dibangku belakang,setelah semua dirasa aman dan memastikan lintang telah memakai sabuk rana pun berlari masuk kemobil mengemudi dengan tenang.


"Maaf aku telah merepotkanmu" kata herdian dengan masih terus memegang jantungnya.


"Diamlah jangan banyak bicara"  rana terus fokus mengendari mobil dan segera mencari rumah sakit terdekat.herdian pun mendapat pertolongan pertama di UGD.


Setelah memeriksa kondisi herdian dokter pun keluar menemui rana yang menunggu dengan wajah cemas duduk bersebelahan dengan lintang.Melihat dokter keluar rana pun menghampiri dokter untuk memastikan kondisi herdian.


"Dokter"


"Suami ibu baik-baik saja dan sudah mendapat pertolongan tepat pada waktunya"

__ADS_1


"Ta- tapi dok dia bukan suami saya,kami hanya teman"


"Aa maafkan saya karena saya pikir kalian adalah pasangan"


"Tidak apa dokter,dokter bisa jelaskan apa yang terjadi?"


"Apakah pasien sering mengomsumsi minuman beralkohol?" pertanyaan dokter itu membuat rana bingung harus menjawab apa.


"Sa-saya tidak tahu dokter,anda bisa menanyakannya secara langsung dengan pasien" jawab rana.


"Bisakah anda menghubungi walinya?"


"Akan saya usahakan dokter tapi apakah ini penyakit yang serius?"


"Ya..jika tidak ditangani dengan capat bisa fatal"


"Bisa dokter jelaskan secara detil?"


"Apa dok serangan jantung?" rana sangat terkejut dengan apa yang ia dengar.


"Ya"


"Lalu apakah bisa disembukan dokter?"


"Bisa asal pasien mau hidup sehat dan mengurangi mengomsumsi minuman keras" jawab dokter itu dengan sabar menjawab semua pertanyaan rana lengkap dengan senyuman manisnya yang menghiasi wajah dokter itu.


"Apakah sekarang saya bisa melihat kondisi teman saya dokter?"

__ADS_1


"Tentu saja silahkan"


"Terima kasih dokter,ayo nak" rana pun mengajak lintang masuk dengan menggandeng tangan anak yang telah ia besarkan itu.


"Rana,lintang" herdian senang karena rana dan lintang masuk keruang UGD itu.


"Bagaimana keadaanmu?"


"Aku jauh lebih baik,terima kasih sudah mengantarku kerumah sakit"


"Tidak perlu berterima kasih karena itu sudah sewajarnya,sebaiknya kau hubungi istrimu itu agar dia tahu kondisimu saat ini"


"Baiklah" herdian pun mengeluarkan ponselnya,melihat herdian mengeluarkan posnelnya rana pun mengajak lintang keluar agar herdian bisa dengan nyaman berbicara dengan istrinya


Sementara rana diluar menghubungi tami agar menyusulnya dirumah sakit agar bisa membawa lintang pulang karena rumah sakit bukan tempat yang baik untuk anak kecil,rana tidak sampai hati meninggalkan herdian sendirian itulah sebabnya rana menunggu hingga nuria datang.


"Sayang"


"Tami akhirnya kau datang"


"Bagaimana keadaanya?"


"Sudah membaik"


"Bisakah kau bawa lintang pulang karena aku akan menemaninya sampai keluarganya tiba"


"Baiklah,hubungi aku jika kau butuh sesuatu"

__ADS_1


"Hemmm" jawab rana.


"Ayo lintang" ajak tami.


__ADS_2