
Rana yang sedang berada di pusat perbelanjaan bersama kedua anaknya ditemani asisten rumah tangganya itu pun segera mengikuti sesosok laki-laki yang mirip dengan tami,pria itu merangkul wanita yang berada disampingnya dengan mesra dan keduanya pun tampak tertawa bahagia.
"Bukankah itu tami?" kata rana dari dalam hatinya namun mata dan langkah kakinya terus mengikuti sepasang manusia yang sedang dimabuk asmara itu.
"Aku akan ketoilet,aku tititp anak-anak" kata rana lalu dengan cepat mengejar kedua orang itu.
Rana terkejut karena pria itu adalah tami,dari kejauhan rana menyaksikan adegan mesra keduanya,rana menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang ia lihat.sebelah tangannya pun memegang dadanya yang terasa sakit karena untuk kesekian kalinya tami menghianatinya kembali,tami yang ia percaya akan setia ternyata kembali berulah.dengan cepat rana pun mengambil ponselnya lalu mengambil gambar keduanya,tidak puas dengan aksinya rana pun menghampiri meja tempat dimana tami dan wanita selingkuhannya yang sedang memesan makanan di restoran itu.
"Ini yang kau lakukan di belakangku?"
"Ini tidak seperti yang kau bayangkan sayang,dia sekertarisku" jawab tami dengan berbohong.
"Ooh sekertarismu,lalu kenapa kau merangkulnya dengan mesra?" tanya rana namun pandangan matanya tertuju di wanita yang berusia sekitar 25 tahun itu namun wanita selingkuhan tami hanya menunduk tidak berani melihat kearah rana karena merasa malu menjadi tontonan.
__ADS_1
"Pulanglah kita bicara nanti dirumah,malu dilihat orang" tami pun menarik tangan rana agar meninggalkan tempat itu.
"Lepaskan aku!aku tidak menyangka kau tidak berubah"
"Aku tidak bisa menahan godaannya" jawab tami dan itu membuat rana marah lalu dengan cepat mendaratkan tamparan di wajah tami.
"Plak!!"
"Kau pantas mendapatkannya" rana pun meninggalkan tami lalu segera menuju ke tempat dimana asisten rumah tangga bersama kedua anaknya menunggu.rana pun mengajak kedua anaknya untuk pulang karena hatinya telah dibakar api amarah dan rasa cemburu melihat tami berselingkuh dengan wanita yang lebih muda darinya.
Rana pun tiba dirumah lalu segera mengurung dirinya di kamar menumpahkan air matanya,hatinya terasa sakit karena penghianatan tami.Hingga malam tami tidak kunjung pulang,rana terus menunggu di ruang tamu namun tami tidak menunjukkan tanda-tanda akan pulang.rana pun menghubungi ponsel tami tapi tidak ada sambungan,dengan kesal rana pun kembali ke kamarnya.rana pun mengirim pesan ke herdian mengajaknya bertemu malam itu.
"Apakah kau sudah tidur?apakah aku mengganggu?" rana pun mengirimkan pesan teks itu,melihat rana mengirimkan pesan teks dengan cepat herdian membalas.
__ADS_1
"Belum dan kau sama sekali tidak mengganggu,ada apa?" balas herdian.
"Bisakah kita bertemu?" tanya rana.
"Tentu,dimana?"
"Tunggu aku ditaman tempat dimana kita bermain bersama lintang" jawab rana lalu segera berganti pakaiannya.
"Baiklah" jawab herdian lalu segera menyambar kunci mobilnya menuju ke tempat dimana rana menunggunya.herdian mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena ia tidak ingin wanita yang ia cintai menunggu lama disana mengingat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.sedangkan rana telah tiba terlebih dahulu dengan mengendarai mobilnya menunggu di tempat sepi.rana yang sedang menyandarkan kepalanya dengan mata tertutup dikejutkan dengan ketukan di jendela mobilnya.
"Kau sudah tiba,masuklah" kata rana setelah membuka kaca mobilnya.
"Ada apa memintaku bertemu malam-malam seperti ini?kau merindukanku?" tanya herdian dengan nada bercanda.
__ADS_1
"Tami selingkuh dan malam ini dia tidak pulang setelah aku menamparnya tadi" kata rana dengan mata berkaca.lalu dengan cepat herdian meraih tubuh rana kepelukannya dan dipeluk dengan erat seolah merasakan kepedihan wanita itu.
"Jangan menangis ada aku" bisik herdian.