
Nuria pun berhasil membujuk herdian untuk menemaninya menemui wanita yang selama ini mengasuh anaknya,herdian luluh karena nuria meyakinkannya bisa merebut paksa anaknya yang telah ia terlantarkan pada saat dilahirkan itu.
"Ayolah aku mohon demi keutuhan pernikahan kita" bujuk nuria.
"Bagaimana kalau usaha kita sia-sia dan dia memeras kita?"
"Berikan saja ia sedikit uang karena aku yakin perempuan miskin seperti dia pasti akan tergiur dengan uang yang kita tawarkan sayang"
"Bagaimana kalau ia menolak dan tetap bersikeras ingin mempertahankan anak itu?"tanya herdian kembali.
"Aku akan melaporkannya ke pihak berwajib bereskan?" jawab nuria dengan mudahnya.
"Apa kau yakin rencanamu akan berjalan lancar?"
"Tentu saja" jawab nuria.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu,kita berangkat sekarang juga"
Nuria duduk tersenyum penuh kemenangan karena sebentar lagi anak yang ia inginkan akan jatuh ketangannya,selama pernikahannya nuria dibuat pusing akan rengekan mertuanya yang meminta cucu darinya.bagi nuria semua masalah akan terpecahkan asalkan ia dan herdian memberi mertuanya cucu dan menjelaskan semuanya.
"Apa yang membuatmu tersenyum?" tanya herdian yang melihat senyuman istrinya
"Aku sangat senang karena semua masalah kita akan segera terpecahkan sebentar lagi,kau tahu kepalaku rasanya mau pecah setiap kali orang tuamu merengek meminta cucu"
"Namanya juga orang tua,maklumi saja karena seperti yang kau ketahui aku ini anak tunggal dan dihari tua mereka pasti menginginkan cucu dariku" herdian pun menjelaskan ke nuria.
"Apa kau yakin dengan semua rencanamu?bagaimana kalau wanita itu menolak menyerahkan anak kita?"
"Itu tidak akan terjadi sayang karena bagaimana pun kita ini orang tua biologisnya,kita akan memenangkan hak asuh anak kita"
"Terserah kau saja"
__ADS_1
Setibanya di kediaman rana herdian hanya diam mematung menyaksikan darah dagingnya tinggal ditempat sesederhana itu sementara dia tinggal dirumah mewah.Bagai mendapat tamparan keras diwajahnya herdian pun menyesali sikap dan perbuatannya dahulu.nuria pun mengetuk pintu rumah rana dengan pelan,tidak butuh waktu lama pintu pun terbuka.
"Kamu"
"Aku tidak akan lama dan aku akan meminta baik-baik tapi kalau bersikeras tidak mau menyerahkan anak itu aku akan menempuh jalur hukum" ancam nuria.
"Pergi karena aku tidak takut dengan ancamanmu,kalian tidak pantas disebut orang tua karena telah menelantarkan anak kalian apa pun alasannya"
"Kau!!" nuria pun marah setelah mendengar apa yang rana ucapkan dengan spontan ia menganggkatt tangannya ingin menampar rana namun dicegah oleh herdian.
"Apa yang kau lakukan?kau ingin semua orang mengetahui perbuatan kita?"
"Tapi.."
"Ayo kita pergi sebelum semua warga disini keluar dan mengusir kita" herdian pun menarik tangan nuria meninggalkan kediaman rana yang sederhana itu.
__ADS_1
Melihat kedua tamu tidak diundang itu telah pergi rana pun bernafas lega,rana pun segera menutup kembali pintu rumahnya dan dengan cepat menguncinya dari dalam karena hari ini rana memutuskan untuk tidak bekerja karena ia sudah berjanji akan bertemu dengan tami setelah terlebih dahulu meminta ijin dengan ibu ratih yang sudah dianggap seperti ibunya sendiri dan tidak lupa rana menitipkan lintang disana.rana risau karena ia yakin kedua tamu tidak diundang itu akan datang kembali untuk merebut lintang darinya.rana terus memikirkan cara agar ia dan lintang tidak terpisahkan lalu rana pun bergegas menemui ketua RT disana untuk meminta saran.